cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JIEM (Journal of Islamic Education Management)
ISSN : -     EISSN : 25490877     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Islamic Education Management (JIEM) merupakan merupakan jurnal yang memuat tulisan, hasil penelitian, pengembangan, kajian atau telaah keilmuan manajemen pendidikan Islam. Isi jurnal memuat pandangan kritis, berpikir komprehensif dalam manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini terbit setiap bulan Juni dan Desember dan mulai terbit tahun 2016, membahas tentang permasalahan manajemen pendidikan Islamt sebagai upaya menghasilkan leadership dan managerial yang profesional yang menjadi tujuan utama studi manajemen pendidikan Islam (MPI).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
KEHENDAK SEJARAH: INDUSTRIALISASIDAN PERUBAHAN MASYARAKAT Suhatma .
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2879

Abstract

ABSTRAK Memasyarakatkan ide-ide baru (modernisme) dalam bentuk pembaruan ekonomi melalui industrialisasi misalnya, dibutuhkan strategi khusus agar modernisasi akan diterima masyarakat dan tidak berbenturan dengan tradisionalisme. Modernisasi tidak perlu melenyapkan aspek kehidupan tradisional, sebaliknya unsur-unsur tradisi dan kantong-kantong kebudayaan tradisional dapat dipertahankan dalam masyarakat modernisasiMenurut sebagian ahli, esensi modernisasi adalah tatana social modern atau poroses menjadi modern. Sementara para ekonom, politikus, sosiolog dan ilmuwan social lainnya berbeda cara dalam memandang modernisasi, tapi mereka bertemu dalam satu kalimat yaitu bahwa esensi modernisasi sangat ditentukan oleh kepribadian setiap individu. Mereka juga sepakat mengajukan beberapa cirri modernisasi yaitu: (1) pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut, (2) tingkat partisipasi masyarakat dalam kepemerintahan yang memadai, 3) difusi norma skuler-rasional dalam kebudayaan, 4) peningkatan mobilitas masyarakat, 5) transformasi kepribadian individu, sehingga berfungsi secara efektif dalam tatanan social yang sesuai dengan tuntutan kemodernan.  Harus diakui secara jujur bahwa secara konseptual, lembaga pra-sekolah merupakan program PLS dalam upaya penanganan terhadap permasalahan pendidikan masyarakat. Karena itu, jika PLS concern dengan upaya peningkatan kemampuan kognitif, psikomotor dan penanaman perilaku dan sikap dalam menunjang aktualisasi diri dan kemandirian peserta didik. Maka perlu dipikirkan strategi yang jitu dalam penanganan pendirtian TK, Play Group atau pra-sekolah sejenisnya. Kata Kunci: Modernisme, Industrialisasi dan Perubahan Masyarakat
MODEL MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK PENGEMBANGAN DAYA SAING FITK DAN JURUSAN MPI Maman Supriatman
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2874

Abstract

     ABSTRAKKebutuhan strategi pengembangan Jurusan MPI ini akan berimplikasi terutama pada pengembangan kurikulum. Disain kurikulum mencakup: scope (cakupan), dan sequence (urutan). Ruang lingkup pengembangan kurikulum pada Jurusan MPI harus mencakup kebutuhan pengembangan managerial-skills dan technical-skills secara proporsional. Hal ini berkaitan dengan penyusunan skenario organisasi, yakni pengembangan serangkaian asumsi tentang lingkungan tugas. Asumsinya, para lulusan Jurusan MPI nantinya akan menempuh jenjang karier tenaga kependidikan secara berjenjang dan bertahap, mulai level manajerial bawah, kemudian level tengah dan berakhir pada level manajerial atas.Kualifikasi tenaga kependidikan yang dijelaskan dalam UU RI Nomor 20/2003 tentang SISDIKNAS sebagaimana telah dikemukakan, sekaligus mencerminkan scope dan sequence kurikulum Jurusan MPI, yaitu rumpun atau disiplin ilmu pendidikan yang fokus pada kajian: pengawasan, pengembangan, pengelolaan, pelaksana administrasi dan tenaga teknis. Khusus untuk kompetensi pengembangan, harus difahami dalam konteks fungsi FITK dalam rangka pengertian pendidikan Islam secara luas, yang antara lain mencakup kajian pengembangan tentang teori-teori pendidikan Islam, sebagaimana ditegaskan oleh Ahmad Tafsir di atas. Fungsi ini pernah dikembangkan pada Jurusan Kependidikan Islam (KI). Kompetensi demikian paralel dengan kualifikasi tenaga pengembang, pengawas maupun pengelola satuan pendidikan sebagaimana dimasudkan di atas. Karena itu, beberapa PTI mengkonversi Jurusan KI menjadi Jurusan MPI. Implikasinya terhadap perumusan kurikulum Jurusan MPI, maka cakupan kurikulumnya harus juga berorientasi pada penguatan pemikiran bagi pengembangan teori serta konsep-konsep pendidikan Islam.Kata Kunci: Model, Manajemen Strategis, Daya Saing, FITK, MPI, Formulasi Grandstrategy, Formulasi Unit Bisnis/Fakultas, dan Formulasi Fungsional/Jurusan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERAGAMA SISWA SMP ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON Asep Kurniawan
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2880

Abstract

AbstrakPeranan guru sangatlah besar pengaruhnya dalam perkembangan jiwa keagamaan siswa, termasuk di dalamnya bagaimana guru memberikan perhatian kepada anak didik dalam mendidik, mengajar dan mengevaluasi baik dalam menyampaikan materi di kelas ataupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari siswa di sekolah. Apabila guru kurang memberikan perhatian kepada siswa dan salah dalam mendidik dan mengajar anak maka anak pun akan mudah terbawakepada hal-hal yang tidak baik. Pendidikan Agama Islam membentuk aspek jasmani dan rohani seseorang berdasarkan kepada nilai-nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam kitab suci al-Qur’an dan sunah Rasulullah. Kedua aspek tersebut diharapkan tumbuh seimbang, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan rohaniah dan kebutuhan jasmaniah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran guru PAI dalam meningkatkan motivasi beragama siswa. Penelitian ini memakai metode deskriptif analisis dengan menggunakan instrument kuesioner (angket) dan wawancara sebagai sumber datanya. Dari penelitian yang telah dilakukan kepada sejumlah siswa yang menjadi sampel, maka dilakukan analisa data yang merupakan bagian penting dalam metode ilmiah untuk menjawab masalah penelitian ini. Dalam menganalisa data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa peranan guru PAI dalam bentuk perhatiannya sangat besar sekali sehingga berimplikasi pada sikap keberagamaan siswa yang terlihat baik sekali. Selain itu, sekolah juga memainkan peranannya sebagai lembaga pendidikan dengan memberikan pengajaran dan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan sikap keagamaan siswa.Kata Kunci: Guru, Motivasi, Perilaku, Beragama
STRATEGI PENGUATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Zaenuri .
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2875

Abstract

ABSTRAKDi tengah-tengah masyarakat banyak ditemukan peserta didik yang telah diajar, dibimbing dan dilatih oleh pendidik (kiyai, ustadz, guru) tetapi tidak banyak mengalami perubahan. Dari sinilah para ahli pedagogi menemukan fakta bahwa faktor utama dari tidak terjadinya perubahan pada peserta didik itu adalah karena peserta didiknya itu sendiri yang tidak mau berubah. Fakta inilah yang kemudian menjadi bahan diskusi dan diwacanakan dengan sebutan HEUTAGOGI. Kenyataan dan pernyataan itulah kemudian diilustrasikan sebagai peristiwa petani yang ulet dan rajin (profesional) mengelola sawah dengan bibit unggul dan tanah sawah yang bagus serta dikelola dengan baik, akan tetapi petani tidak banyak memperoleh hasil sesuai dengan yang diharakan. Perkembangan dan perubahan makna terus berkembang sehingga pedagogi berarti seni mengajar.mendidik. Perkembangan jaman dan pemikiran terus berjalan sehingga muncul istilah pedagogi tradisional, pedagogi transformasi, padagogi modern dan bahkan pedagogi posmodern. Sudah barang tentu, perubahan makna pedagogi pun terjadi sesuai dengan perkembangan istilah itu sendiri.Kata Kunci: Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi
POSISI KYAI BAGI SENTRALISASI MORAL KEHIDUPAN MASYARAKAT Isnin Agustin Amalia
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2876

Abstract

ABSTRAKPenyebutan istilah kiyai terhadap seseorang, dalam pembicaraan secara umum ada tiga istilah yang biasa digunakan yaitu kiyai,kiai dan kyai. Melalui tulisan ini, penulis lebih cenderung menggunakan kata kiyai. Di daerah Periangan, kyai disebut ajengan; di daerah Banten disebut abuya (kiyai yang dianggap sangat terhormat atau kiyai besar); Di beberapa daerah di Bekasi dan Karawang, kiyai sering disebut mu’allim yang artinya orang yang berilmu. Penulis cenderung menggunakan makna kyai sebagai suatu gelar kehormatan yang diberikan masyarakat kepada seseorang yang memiliki kedalaman ilmu-ilmu keislaman, di samping karena ketaatan dan kesalehannya dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya. Ia dipercaya oleh masyarakat, lantaran ia tidak segan-segan dan tidak bosan-bosan memberikan nasihat ketaqwaan dan kesabaran (wa tawashaw bil-haq wa tawashaw bish-shabr); ia bukan politikus apalagi birokrat; ia bukan pengusaha apalagi manager dalam suatu perusahaan; Sebaliknya, ia adalah seorang pendidik, pengajar dan penganjur ajaran Islam kepada ummat.Kata Kunci: Kyai, Kepemimpinan Kyai, dan  Peranan Kyai.
RESPON DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL DI MAJLIS TAKLIM PENDIDIKAN PASCA TPQ QIRAATI YPI “SHIDQUL AMAL” KEDUNGJAYA KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON Taqiyuddin .
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2877

Abstract

ABSTRAKLembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada di YPI “Shidqul Amal” Desa Kedungjaya Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, dapat dikategorikan sebagai bentuk atau jenis pendidikan nonformal yang dalam penyelenggaraan pendidikannya harus dikelola berdasarkan peraturan dan perundang undangan yang berlaku, di antara peraturan itu adalah PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kegiatan ngaji sore yang dilaksanakan Majelis Taklim Pendi-dikan Pasca TPQ Qiraati merupakan salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang ada di YPI “Shidqul Amal” Kedung jaya, dalam pengelolaannya sebagian besar telah sesuai dengan PP No. 19 tahun 2005. Namun berdasarkan pengamatan, masih ada beberapa komponen yang perlu dioptimalkan, di antaranya yaitu pengelolaan yang belum sepenuhnya menggunakan system manajemen pendidikan, kualifikasi tenaga kependidikan dan tenaga pendidik, kurikulum yang digunakan, begitu juga dengan proses pembelajaran.hal tersebut dilakukan para manager adalah karena tujuan lembaga pendidikan tidak akan segera terwujud sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan dirumuskan, melainkan harus melakukan pengkajian terhadap kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman sumber-sumber pendidikan terlebih dahulu. Kata Kunci: Pengelolaan Pendidikan Islam, Respon dan Partisipasi
MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM CREATIVITY BUILDING FOR STUDENTS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) DI KOTA BANDUNG Uum Murfiah
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i1.2873

Abstract

 ABSTRAKHasil studi internasional untuk reading and literacy (PIRLS) yang ditunjukkan untuk kelas IV SD juga menunjukkan hasil yang belum menggembirakan, dalam hal membaca, lebih dari 95% peserta didik Indonesia di SD kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Hal ini juga menunjukkan bahwa apa yang diajarkan Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan dan distandarkan pada tingkat internasional (Kemendikbud, 2013:77).Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh SD Negeri di Kota Bandung sejumlah adalah 644 sekolah dasar negeri (SDN) dan11497 guru serta terdapat 226796 peserta didik dengan peserta laki-laki adalah 116026 dan peserta didik perempuan adalah 110772 dengan rasio guru dan peserta adalah 1:20, artinya satu orang guru mengajar pada 20 orang peserta didik. Memiliki 30 kecamatan dan 151 kelurahan/desa (BPS Jabar 2012). Sedangkan sampel yang digunakan adalah 50 sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Bandung dengan menarik sampel berdasarkan area sampling berdasarkan letak geografis SD Negeri di Kota Bandung tersebut, yang terdiri dari tiga kategori, yaitu: yaitu: (1) sekolah dasar negeri yang mudah dijangkau peneliti, (2) sekolah dasar negeri yang sulit dijangkau peneliti, dan (3) sekolah dasar negeri yang tidak mudah dan tidak sulit (tengah-tengah) untuk dijangkau peneliti. Ketiga kategori diambil sebagai sampel terdiri dari 100 responden dengan menggunakan rumus Yamato atau Slovin, setiap sekolah terdapat 2-3 responden yang diambil secara acak.Penelitian ini merupakan upaya untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik melalui model pembelajaran terpadu dan pendekatan saintifik, dimana model pembelajaran terpadu memberikan rangsangan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan bahan-bahan materi yang ada sebagai pembangunan kreatifitasnya, sementara pendekatan saintifik merupakan upaya pembelajaran yang mengedepankan dengan menggunakan 5 m (melihat, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan). Pembangunan kreatifitas peserta didik tentunya melihat dengan bagaimana kreatifitas guru-guru yang memberikan materi pengajarannya kepada peserta didik tersebut. Jurnal yang menjadi target adalah Jurnal terakreditasi nasional yaitu Jurnal Sekolah Dasar Program studi PGSD PP1 Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah (KSDP) FIP Universitas Negeri Malang, jurnal internasional Published by Canadian Center of Science and Edudcation, buku ajar ber ISBN anggota IKAPI dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam bentuk hak cipta. Kata Kunci: Pembelajaran Terpadu, pendekatan Saintifik dan Creativity Building.

Page 1 of 1 | Total Record : 7