cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI KELAS X DI SMAN 10 PALEMBANG Lara Purnamasari; M. Hadeli L.; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8442

Abstract

Abstrak: Pengembangan Modul Kimia Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi Kelas X Di SMAN 10 Palembang. Pengembangan modul kimia berbasis problem based learning pada materi Reaksi Reduksi Oksidasi telah dilakukan dan diterapkan di kelas X MIA SMA Negeri 10 Palembang. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Rowntree (tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi). Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi formatif Tessmer. Data dikumpulkan melalui expert review, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan materi adalah 3,22 dengan kategori baik, desain sebesar 3,17 dengan kategori baik, pedagogik sebesar 3,25 dengan kategori baik. Dengan demikian produk memiliki validitas sebesar 3,21 dengan kategori baik. Kepraktisan modul dilihat dari skor rata-rata angket pada tahap one to one dan small group. Skor rata-rata kepraktisan adalah 3,20 dengan kategori praktis. Efektivitas yang terukur pada field test adalah sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. Efektivitas yang tinggi menggambarkan bahwa penggunaan produk ini telah mampu meningkatkan prestasi belajar kognitif siswa. Dengan demikian, produk berupa modul berkualitastinggisehinggadapatditerapkandalampembelajaranReaksiReduksiOksidasi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN DIRI DAN PENILAIAN TEMAN-SEJAWAT UNTUK MENILAI KINERJA SISWA SMK PADA PRAKTIKUM KIMIA N Nahadi; Harry Firman; Karomah Khilda
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8410

Abstract

Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Dan Penilaian Teman-Sejawat Untuk Menilai Kinerja Siswa Smk Pada Praktikum Kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian diri dan penilaian kinerja siswa SMK yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas pada praktikum identifikasi pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi. Penelitian ini dilakukan disalah satu SMK Negeri bidang keahlian teknologi dan rekayasa di Bandung dengan subjek penelitian 24 siswa SMK kelas XI yang telah mempelajari materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dan validasi. Tahap pengembangan meliputi analisis kebutuhan materi dan keterampilan kinerja pada praktikum pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi hingga diperoleh draft awal dengan 21 aspek kinerja yang dikembangkan. Tahap validasi meliputi validitas isi dan reliabilitas. Berdasarkan uji validitas isi dengan menggunakan Content Validity Ratio (CVR) pada nilai kritis 0,736 diperoleh 20 aspek kinerja yang memiliki nilai CVR hitung sebesar 1,00 sehingga dinyatakan valid. Tahap Uji reliabilitas dilakukan tiga kali uji coba yaitu uji coba observer menilai dua kelompok, uji coba observer menilai tiga kelompok, dan uji coba penilaian teman sejawat. Nilai Cronbach Alpha secara keseluruhan untuk ketiga uji coba berturut-turut 0,9, 0,78, dan 0,91. Nilai tersebut menunjukkan instrumen penilaian diri dan penilaian teman sejawat yang dikembangkan reliabel. Dari hasil aplikasi instrumen menunjukkan hasil kinerja siswa menggunakan penilaian diri terdapat 19 siswa atau 79% mendapatkan nilai pada kategori baik dan hasil kinerja siswa menggunakan penilaian teman sejawat terdapat 20 siswa atau 83% siswa memiliki nilai pada kategori baik.
ANALISIS KELAYAKAN BUKU TEKS KIMIA SMA/MA KELAS X MATERI REAKSI REDOKS BERDASARKAN KRITERIA TAHAP SELEKSI 4S TMD Sjaeful Anwar; Nenden Noviyanti; H Hendrawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8405

Abstract

Analisis Kelayakan Buku Teks Kimia SMA/Ma Kelas X Materi Reaksi Redoks Berdasarkan Kriteria Tahap Seleksi 4S TMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan materi reaksi redoks dalam buku teks yang digunakan di sebagian besar SMA/MA di Kota Bandung berdasarkan kriteria tahap seleksi dari 4S TMD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif dengan metode analisis konten. Terdapat tiga kriteria tahap seleksi dari 4S TMD. Kriteria pertama adalah kesesuaian dengan tuntutan kurikulum, hasilnya memperlihatkan bahwa materi redoks pada objek penelitian belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Ditinjau dari keluasan materi, terdapat satu konsep yang tidak dituntut oleh kurikulum, tetapi dimuat pada materi di buku tersebut sehingga materi terlalu luas. Dengan demikian, secara umum keluasan materi belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Ditinjau dari kedalaman konsep, dari 11 konsep tuntutan kurikulum, tiga konsep dinyatakan kurang dalam dalam menjelaskan konsepnya dan satu konsep dinyatakan terlalu dalam. Berdasarkan kriteria kedua, yaitu kebenaran konsep, diketahui bahwa secara keseluruhan semua konsep dinyatakan benar secara keilmuan menurut teks (konsep) standar kimia. Berdasarkan kriteria ketiga, yaitu penanaman nilai, diperoleh bahwa nilai-nilai yang ditanamkan pada materi redoks pada buku tersebut yaitu rasa ingin tahu, religius, kreatif, dan jujur.
PENGEMBANGAN MODUL BERBANTUAN VIDEO DAN ANIMASI PADA MATA KULIAH KIMIA ORGANIK I DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA Andi Suharman; A. Rachman Ibrahim; H. Hartono
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8429

Abstract

Abstrak: Penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan yang berjudul Pengembangan Modul Berbantuan Video dan Animasi Pada Mata Kuliah Kimia Organik I di Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan model Rowntree dan Tessmer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan Modul yang Valid dan Praktis yang akan diunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah Kimia Organik I yang diajarkan pada mahasiswa semester 3 di Program Studi Pendidikan Kimia PMIPA FKIP Unsri. Hasil penilaian dan uji lapangan yang telah dilakukan, dimana validasi Pedagogik didapatkan 0.78 (sangat tinggi), validasi Materi 0.67 (sedang) dan validasi Desain 0.58 (sedang). Sedangkan hasil uji ke praktisan didapatkan 0.82 (validasi tinggi), dan rata rata nilai mahasiswa 81.25 (tinggi), dimana N-gain yang didapatkan sebesar 0.68 ( sedang). Dengan demikian bahwa modul Berbantuan Video dan Animasi Pada Mata Kuliah Kimia Organik I yang dikembangkan dengan model Rowntree dan Tessmer memenuhi kriteria valid dan praktis. Hal ini dapat dinatakan bahwa modul tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Kimia Organik I di Program Studi Pendidikan Kimia PMIPA FKIP Universias Sriwijaya.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) INTERAKTIF KIMIA UNTUK PEMBELAJARAN STRUKTUR ATOM DI KELAS X SMA Alfa Dina Prianoto; Fakhili Gulo; Effendi Nawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8398

Abstract

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif Kimia Untuk Pembelajaran Struktur Atom Di Kelas X SMA. Pengembangan LKPD interaktif kimia materi struktur atom telah dilakukan dan di ujicoba di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan metode Development Research (penelitian pengembangan). Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dan evaluasi formatif Tessmer. Kevalidan bahan ajar dinilai oleh tiga ahli yaitu ahli materi, ahli pedagodik, dan ahli media. Kevalidan materi diperoleh rerata sebesar 4,00 dengan kategori valid, kevalidan pedagogik diperoleh rerata sebesar 4,15 dengan kategori valid, dan kevalidan media diperoleh rerata sebesar 3,78 dengan kategori valid. Kepraktisan bahan ajar dilihat dari rerata angket pada tahap one to one dan small group. Skor rata-rata kepraktisan adalah 3,97 dengan kategori praktis. Kefektifan bahan ajar ini tampak dari tes hasil belajar yang dilakukan pada tahap field test. Berdasarkan hasil field test diperoleh gain score sebesar 0,67 dengan kategori kefektifan sedang. Hal ini menunjukan bahwa LKPD interaktif kimia telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran struktur atom.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PERORANGAN DALAM REGU DI KELAS XI MIA SMA NEGERI 10 PALEMBANG Rista Aulia; Bety Lesmini; M. Hadeli L.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8467

Abstract

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Perorangan Dalam Regu Di Kelas XI MIA SMA Negeri 10 Palembang. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa XI MIA 4 SMAN 10 Palembang melalui penerapan model pembelajaran TAI. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi kegiatan siswa setiap akhir siklus. Ketuntasan hasil belajar kimia sebelum tindakan (T0) sebesar 37,5% dan skor rata-rata 71,22. Pada siklus 1 (T1)ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 47,06 % dengan skor rata-rata 66,88. Hal ini disebabkan penerapan model pembelajaran TAI yang mempunyai ciri belajar bersama dengan teman, belajar dari teman sendiri dalam kelompok, dan saling mengemukakan pendapat. Pada siklus 2 (T2), ketuntasan dan skor rata-rata siswa meningkat menjadi 69,23% dan 77,17. Peningkatan ini terjadi karena siswa berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada siklus 3 meningkat menjadi 86,8 % dengan skor rata-rata 81,57 dan telah mencapai ketuntasan secara klasikal. Hal ini terjadi karena siswa aktif dalam bertanya dan berdiskusi, serta menjawab pertanyaan yang diberikan. Hasil belajar kimia siswa meningkat melalui penerapan model pembelajaran TAI ditunjukkan dari ketuntasan dan rata-rata hasil belajar siswa dari T3>T2>T1>T0.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN STEM – PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI LAJU REAKSI DI KELAS XI SMA Tiara Adelita; Tatang Suhery; A. Rachman Ibrahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8408

Abstract

Pengembangan Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan STEM – Problem Based Learning Pada Materi Laju Reaksi Di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan strategi pembelajaran pada materi laju reaksi yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dilakukan di SMA N 11 Palembang pada kelas XI IPA 6 sebagai kelas ujicoba dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas non ujicoba . Tahap – tahap pada penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation dan evaluation dan dimodifikasi dengan formative evaluation Tessmer. Skor kevalidan yang diperoleh pada uji expert review sebesar 4,03 dengan kategori valid. Skor kepraktisan yang diperoleh pada uji one to one sebesar 4,06 dengan kategori praktis. Skor kepraktisan yang diperoleh pada uji small group sebesar 4,41 dengan kategori sangat praktis . Adapun perbandingan hasil data test rata - rata kelas ujicoba dan non ujicoba berturut – turut sebesar 83,25 dan 77. Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran ini dikategorikan valid, praktis dan efektif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Gilang Herjuna; S Sanjaya; Andi Suharman
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8465

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kimia Siswa Kelas XI IPA 3 SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) di kelas XI IPA 3 SMA Srijaya Negara Palembang pada materi asam-basa. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Penerapan Model Student Teams Achievment Division dikelas XI IPA 3 SMA Srijaya Negara Palembang dapat meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa. Peningkatan pemahaman konsep siswa terlihat dari makin meningkatnya nilai Gain dari siklus I sebesar 0,369 menjadi 0,506 siklus II dan pada siklus III meningkat menjadi 0,719. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa Model Student Teams Achievment Division dapat meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa. .
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) SISWA KELAS XI IPA 5 SMA NEGERI 9 PALEMBANG Rizky Novita Putri; K. Anom W.; Jejem Mujamil S
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8420

Abstract

Abstrak: Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Kimia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Tipe TSTS (Two Stay Two Stray) Siswa Kelas XI IPA 5 SMA Negeri 9 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa dengan menerapkan model pembelajaran TSTS(Two Stay Two Stray) di kelas XI IPA 5 SMA Negeri 9 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Ketuntasan hasil belajar siswa sebelum tindakan 10,25%,setelah diberi tindakan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay two Stray) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat sebesar 41,02% dan persentase keaktifan belajar siswa sebesar 51,40%. Siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 79,48% dan keaktifan belajar siswa mencapai 60,55%,dikarenakan terjadiperbaikan tindakan yaitu diskusi, menjawab pertanyaan dalam LKPD, membaca pustaka, bertanya, dan menjelaskan kepada kelompok lain pada saat proses pembelajaran, dengan cara membimbing siswa dalam berdiskusi. Ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 94,87 % dan persentase akeaktifan belajar siswa sebesar 66,53% setelah dilakukan perbaikan tindakan yaitu menjelaskan ke kelompok masing-masing saat proses pembelajaran, tidak dilanjutkan ke siklus IV dikarenakan ketuntasan hasil belajar dan keaktifan siswa telah mencapai indikator keberhasilan. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajarna TSTS(Two Stay Two Stray), dapat di simpulkan T0>T1>T2>T3. Disaran kepada guru yang mengalami masalah yang sama dalam pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran TSTS(Two Stay Two Stray) agar hasil belajar dan keaktifansiswadapatmeningkat.
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 14 PALEMBANG Citra Oktasari; Fuad Abd. Rachman; H Hartono
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i2.8418

Abstract

Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kimia Kelas Xi Sma Negeri 14 Palembang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran kimia sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kimia kelas XI IPA 1 SMA Negeri 14 Palembang melalui penerapan model Quantum Teaching. Penelitian tindakan kelas menggunakan model Quantum Teaching terdiri dari enam tahapan yang disingkat dengan TANDUR yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 14 Palembang dengan jumlah siswa 40 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (T0) sebesar 51,82 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 10%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I (T1) adalah 68,4 dengan persentase ketuntasan belajar 47,37%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II (T2) adalah 78,9 dengan persentase ketuntasan belajar 78,9%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus III (T3) adalah 84,4 dengan persentase ketuntasan belajar 86,84%. Berdasarkan data observasi keaktifan siswa, terjadi peningkatan aktifitas siswa yaitu pada siklus I sebesar 50,64%, siklus II sebesar 63,03% dan siklus III sebesar 73,76%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10