cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Pengaruh Pendekatan Saintifik dan Kemampuan Bernalar terhadap Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi Rahma Peprina; Sri Indrawati; Latifah Ratnawati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik dan ke- mampuan bernalar terhadap keterampilan menulis karangan argumentasi. Sampel penelitian ini adalah kelas X.B sebagai kelas eksperimen dan kelas X.E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan ANOVA menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan argumentasi antara kelas yang diajar dengan pendekatan saintifik dan kelas yang diajar dengan pendekatan konven- sional (p<.05). Selanjutnya, terdapat perbedaan kemampuan bernalar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Di samping itu, penerapan pendekatan saintifik dan kemampuan bernalar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemampuan menulis karangan argumentatif.Kata-kata Kunci: pendekatan saintifik, kemampuan bernalar, menulis karangan argumentasiAbstract: This study aims to determine the effect of the scientific approach and the ability to reason against the argumentation essay writing skills. The sample used in this study is X.B class, the experimental class and X.E, control class. The analysis technique used in this study using SPSS 21 and analyzed by t- test and ANOVA. Based on the results from these tests, there is difference argumentative writing competences between students who are taught by the sci- entific approach and those who are taught by the conventional approach (p<.05). Furthermore, there is difference reasoning ability between the experimental and control classes. In addition, the application of scientific approach and reasoning ability of students together to have a posi- tive influence on the student’s argumentative writing skills. Keywords: scientific approach, reasoning ability, and argumentation writing
English and Lampungnese Relational Processes Afrianto Afrianto
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is aimed at configuring the English and Lampungnese relational pro- cess and comparing one another. This qualitative research gathered the data from English and Lampungnese lesson books. This research reveals that English and Lampungnese relational clauses demonstrates a similar configuration. Both have relational process and participants in the forms of carrier-attribute and token-value. The English relational process is indicated with copular verbs (become, sound), possessive verbs (have, contain, and consist), auxiliary verb (is, are), and modal (will and should). Furthermore, it is found that the Lampung relational process is also realized by the copular verb ( jadi/dijadiko, iyulah, yakdo, and ngeghupako). Other than a copular word, it is also realized by other relational processes, such as possessive verb (ngedok, tekughuk), modal (dapok), and other forms (sebanding, gegoh, artini, and bumakna). Further, different from English, Lampung relational clause has a unique characteristic. It is found that sometimes the clause just has participants and no process. This phenomenon will not be found in English.Keywords: clause, carrier-attribute, Lampungnese, relational process, token-valueAbstrak: Penelitian ini diarahkan untuk menelisik konfigurasi proses relasional Bahasa Inggris dan Lampung kemudian membandingkannya satu sama lain. Data penelitian ini dikumpulkan dari buku pelajaran bahasa Inggris dan Lampung. Penelitian ini mengungkapkan bahwa klausa relasional bahasa Inggris dan Lampung memiliki konfigurasi yang serupa. Keduanya memiliki proses relasional dan partisipan dalam bentuk carrier-attribute dan token-value. Proses rela- sional dalam bahasa Inggris diindikasikan oleh kata kerja kopula (become, sound), kata kerja kepemilikan (have, contain, dan consist), kata kerja bantu (is, are), dan modal (will dan should). Lebih jauh, ditemukan juga bahwa proses relasional dalam bahasa Lampung direalisasikan oleh kata kerja kopula ( jadi/dijadiko, iyulah, yakdo, dan ngeghupako). Selain itu, proses rela- sional juga ditunjukkan oleh penggunaan kata kerja kepemilikan (ngedok dan tekughuk), modal (dapok), dan bentuk lain (sebanding, gegoh, artini, dan bumakna). Kemudian, berbeda dengan bahasa Inggris, klausa relasional dalam bahasa Lampung memiliki karateristik yang unik ka- rena ditemukan bahwa terkadang klausa relasional hanya memiliki partisipan tanpa ada proses. Fenomena ini tidak akan ditemukan dalam bahasa Inggris.Kata-kata kunci: klausa, carrier-attribute, Bahasa Lampung, proses relasional, token-value
Process Types of Transitivity System in Engineering Lecture Introduction: A Pedagogic Discourse Heri Kuswoyo; Akhyar Rido
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is aimed at investigating the transitivity process types constructed in a pedagogical discourse of engineering lecture introduction in a university in the Netherlands, where English is used as the medium of instruction. The pedagogic discourse theory and tran- sitivity analysis were employed to analyze the data. A qualitative approach was applied in this study while the data were collected from Cosmolearning Corpus’s 7 engineering lectures. The findings showed that all transitivity processes appeared in engineering lecture introduction. Material process, relational process, mental process, verbal process, behavioral process, and existential process were identified. It was also revealed that the most dominant process used by the lecturers in engineering lecture was material process. This indicated that the engineering lecturers in lecture introduction have succeeded at reaching the level of material process. In oth- er words, they were aware of realization aspect of the students’ behavior because all of them di- rected toward the goals of the teaching-learning activity. To sum up, at the engineering lectures introduction, the regulative register which was related to the goals, purposes, and directions of the teaching-learning activity became very important. Keywords: process types of transitivity system, engineering lecture, pedagogic discourse, sys- temic functional linguistics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis proses transitivitas yang dibangun dalam wacana pedagogis perkuliahan pembuka kelas teknik di satu universitas di Belanda yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Teori wacana pedagogis dan analisisis transitivitas digunakan untuk menganalisis data. Pendekatan kualitatif diterapkan pada pene- litian ini sedangkan data diambil dari 7 sesi perkuliahan teknik di TU Delft, Belanda pada Korpus Cosmolearning. Temuan menunjukkan bahwa semua proses transitivitas muncul dalam perkuliahan pembuka kelas teknik. Proses material, proses relasional, proses mental, proses verbal, proses perilaku, dan proses eksistensial teridentifikasi. Temuan juga mengungkapkan bahwa proses yang paling dominan digunakan oleh dosen dalam perkuliahan pembuka kelas teknik adalah proses material. Ini menunjukkan bahwa perkuliahan pembuka kelas teknik telah berhasil mencapai tingkat proses material. Dengan kata lain, dosen menyadari aspek realisa-  si dari perilaku mahasiswa karena itu semuanya menunjukan tujuan langsung dari kegiatan belajar-mengajar. Sebagai kesimpulan, dalam perkuliahan pembuka kelas teknik, regulative register yang berkaitan dengan target, tujuan dan arah dari kegiatan pengajaran-pembelajaran menjadi hal yang sangat penting. Kata- kata Kunci: jenis proses sistem transitivitas, perkuliahan teknik, wacana pedagogis, linguistik sistemik fungsional
Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Hanifa Zulfitri; Nadya Putri Setiawati; Ismaini Ismaini
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran PPG dalam meningkatkan profesionalisme guru. PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk memper- siapkan lulusan S-1 kependidikan dan non kependidikan untuk menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru pada era pendidikan 4.0 adalah kompetensi profesional. Seorang guru sebagai tenaga profesion- al dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik dapat diperoleh melalui program pendidikan profesi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui PPG, guru dapat meningkat- kan kemampuan dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasi proses belajar mengajar yang produktif.Kata-kata kunci: Pengembangan guru profesional, Pendidikan Profesi Guru (PPG)Abstract: The aim of this article is a study literatur about how the role of PPG in improving the professionalism of teachers. PPG is an educational program that organized to prepare S-1 ed- ucational graduate and non-educational to fully master teacher competencies accordance with education standards. One of the competencies that  teachers mush have in the era of education4.0 is professional competence. A teacher as a professional is proven by an educator certificate. Educator certificates can be obtained through professional education programs or Professional Teacher Education (PPG). Through PPG, teachers can improve their ability to choose and mas- ter teaching materials, plan, develop, and actualize productive teaching and learning processes.Keywords : Professional teachers development, Teacher Professional Education
Maximizing Multimodal Literacies for Listening and Pronunciation Purposes Using YouTube Resources Diah Kristina
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: YouTube resources have contributed significantly to the language learning especial- ly for multimodal literacies including listening and pronunciation. By using different kinds of mode, learners are exposed to more natural and received pronunciation of audiovisual texts in English. Minimal pairs, word transition, intonation, word stress combined with facial expres- sions, body language, eye contact, pose, pictures, photographs, musical instrument as back- grounding illustration have been a rich multimodal source to activate students’ awareness on how meaning-making efforts are not solely constructed verbally. In a more complex digitalized world, technology has provided a more natural setting of communication that students need to be aware of and make use to substitute the limited availability of native speakers especially in remote areas of extended Indonesian archipelago.Keywords: YouTube, multimodal literacies, minimal pairs, word transition, pose.Abstrak: YouTube telah banyak menyumbangkan materi pembelajaran bahasa bagi proses belajar mengajar terutama aspek literasi multimodal termasuk listening (menyimak) dan pro- nunciation (pengucapan). Dengan menggunakan berbagai mode, pembelajar dihadapkan pada pengucapan ekspresi dalam teks audiovisual berbahasa Inggris yang bersifat lebih alamiah. Minimal pairs (pasangan kata yang memiliki kemiripan bunyi), word transition (bunyi khusus sebagai pelumas dalam merangkai dua kata), intonasi, tekanan kata yang dikombinasikan den- gan ekspresi wajah, bahasa tubuh, kontak mata, posetubuh, gambar, foto, iringanmusik,meru- pakan sumber multimodal yang kaya untuk membuat siswa sadar bahwa pembentukan makna tidak semata-mata dikonstruksi secara verbal. Di era digital yang konpleks ini teknologi telah memungkinkan munculnya komunikasi dengan setting yang lebih alamiah yang mengharuskan siswa memanfaatkan kekayaan sumber pembelajaran tersebut sebagai pengganti keberadaan native speaker terutama di daerah terpencil di kepulauan Nusantara (Indonesia) yang maha luas ini. Kata-kata Kunci: YouTube, literasi multimodal, pasangan kata yang memiliki kemiripan bunyi, transisi kata, pose.  
School Accreditation, Teachers’ Competence, and Students’ English Performance in South Sumatra Retno Indri Yustika; Chuzaimah D. Diem; Ismail Petrus
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examined school accreditation, English teachers’ competence, and stu- dents’ English performance and the correlations among them. The samples of this study were 101 junior high schools and 280 English teachers in 16 regencies and cities in South Sumatra Province. This study analyzed the school accreditation as measured by 8 National Education Standards, English teachers’ competence by UKG (Teacher Competence Test), and students’ English performance by English National Examination results. The findings revealed that the schools accredited B dominated the results of accreditation (84.55) in which the standard of teachers and educational personnel had the lowest score, English teachers’ competence was barely average (51.96), and the students’ English performance (ENE results) was in the poor level (43.57). In general, there was no significant correlation between students’ English per- formance and the school accreditation as well as between students’ English performance and teachers’ competence in South Sumatra Province. However, a positive significant correlation was found between students’ English performance and school accreditation in Empat Lawang Regency and Palembang City. A positive significant correlation also existed between students’ English performance and teachers’ pedagogical competence in Banyuasin, Musi Banyuasin, and OKU Regencies.Keywords: students’ English performance, school accreditation, teachers’ competenceAbstrak: Studi ini meneliti akreditasi sekolah, kompetensi guru Bahasa Inggris, dan prestasi bahasa Inggris siswa dan korelasi di antara mereka. Sampel penelitian ini adalah 101 sekolah menengah pertama dan 280 guru bahasa Inggris di 16 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan. Studi ini menganalisis akreditasi sekolah yang diukur dengan 8 Standar Pendidikan Nasional, kompetensi guru bahasa Inggris dengan UKG, dan prestasi bahasa Inggris siswa melalui hasil Ujian Nasional Bahasa Inggris. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa sekolah yang terakreditasi B mendominasi hasil akreditasi (84,55) dengan skor terendah untuk standar guru dan tenaga kependidikan, kompetensi guru bahasa Inggris hampir rata-rata (51,96), dan prestasi Bahasa Inggris siswa (UN) di tingkat rendah (43.57). Secara umum, tidak ada korelasi signifikan antara prestasi Bahasa Inggris siswa dan akreditasi sekolah serta antara prestasi Ba- hasa Inggris siswa dan kompetensi guru di Provinsi Sumatera Selatan. Namun, korelasi positif signifikan ditemukan antara prestasi Bahasa Inggris dan akreditasi sekolah di Kabupaten Em- pat Lawang dan Kota Palembang. Korelasi positif signifikan juga ditemukan antara prestasi Ba- hasa Inggris siswa dan kompetensi pedagogik guru di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, dan OKU.Kata-kata Kunci: prestasi Bahasa Inggris siswa, akreditasi sekolah, kompetensi guru
Critical Digital Literacies in Education 4.0: Preparing Students for the Uncertainties of Post-Truth World Sary Silvhiany
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Industrial revolution 4.0 has brought forth the new drivers of change which include extreme longevity, the rise of smart machine and systems, computational world, new media ecology, super struc- tured organization, and globally connected world. Two of the prominent changes that greatly affect literacy education are the new media ecology and the digitally connected world. This paper focuses on how literacy is redefined by the advancement of digital technologies and the challenges of facing mis- information in the post-truth era. Based on the review of research on students’ ability to evaluate online information and assess the credibility of the sources, I offer recommendations for applying critical dig- ital literacies in all levels of education. Keywords: online information, critical digital literacies, post-truth Abstrak: Revolusi industri 4.0 mendorong pencetus perubahan, yang meliputi tingkat harapan hidup yang lebih panjang, munculnya mesin dan sistem pintar, dunia berbasis data komputasi, ekologi media terbaru, organisasi berbasis struktur super, dan dunia yang terkoneksi secara global. Dua agen peruba- han utama yang sangat berpengaruh pada pendidikan literasi adalah ekologi media terbaru dan dunia yang terkoneksi digital. Artikel ini berfokus bagaimana konsep literasi diredefinisikan oleh kemajuan teknologi digital dantantangan menghadapi informasi yang tidak benar dalam era post-truth. Berdasar- kan tinjauan riset mengenai kemampuan siswa dalam mengevaluasi informasi daring, dan kemampuan siswa dalam menilai sumber informasi, penulis memberikan rekomendasi mengenai aplikasi pembela- jaran digital critical literacies di semua jenjang Pendidikan. Kata-kata Kunci: informasi online, critical digital literacies, post-truth 

Page 1 of 1 | Total Record : 7