cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA DI SMA NEGERI 4 PALEMBANG Rusdi Efendi
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v8i2.12432

Abstract

Intisari— Kenyataan yang dijumpai guru dalam pembelajaran dewasa ini adalah rendahnya prestasi belajar siswa, kurangnya motivasi belajar siswa, serta kesulitan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Biasanya hal ini akan ditandai dengan adanya fakta bahwa guru dalam proses pembelajaran akan selalu menanyakan: Apakah ada kesulitan dalam proses pembelajaran? Apa penyebab kesulitan tersebut? Apakah kesulitan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan media pembelajaran yang lebih menarik?. Dalam proses belajar mengajar, kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan guru dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada peserta didik dapat disederhanakan dengan bantuan media pembelajaran. Ada dua cara mengkomunikasikan yakni melalui pendengaran atau pengelihatan. Alat bantu (media) pembelajaran dapat membantu dalam kedua cara tersebut. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu diucapkan guru melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan demikian siswa lebih mudah mencerna bahan apabila ada bantuan media pembelajaran.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMBUATAN BIOS-STARTER, KOMPOSING DAN PESTISIDA ALAMI PADA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN OLEH PETANI DI WILAYAH SAKO PALEMBANG Nurhayati .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i1.5499

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul:  Introduksi  teknologi  pembuatan bios-starter, komposing dan  pestisida alami pada budidaya tanaman sayuran oleh petani di wilayah Sako  Palembang.  Penyuluhan dilakukan di lapangan yang diikuti oleh petani peserta Gapoktan Sako Bersatu berupa peragaan dan pelatihan cara membuat biokompos Trichoderma, pembuatan bios-starter, pupuk cair nabati dan biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sayuran.  Selanjutnya, dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para petani sayuran yang hadir mengenai hama dan penyakit tanaman sayuran yang mereka hadapi serta cara pengendaliannya. serta cara penggunaan pupuk kompos Trichoderma dan pupuk cair nabati.  Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bahan berupa pupuk kompos Trichoderma, pupuk organik cair berbahan dasar rebung dan gedebong pisang serta pestisida nabati untuk mengandalikan hama dan penyakit sayuran. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan  bahwa: 1).  Masyarakat petani sayuran di Sako sangat antusias mempelajari dan mengikuti pelatihan pembuatan   biokompos Trichoderma, pembuatan bios-starter, pupuk cair nabati dan biopestisida, 2). Pengetahuan dalam budidaya sayuran masyarakat petani sayuran di Sako sangat minim namun mereka sangat interaktif dalam bertanya mengenai permasalah yang mereka hadapi, 3) Peserta akan menerapkan ilmu yang didapat, dengan menyatakan bahwa mereka akan membuat sendiri bio-starter, kompos dan pestisida alami. Pada kesempatan penyuluhan juga diberikan penjelasan tentang penggunaan biostarter, pupuk kompos dan pestisida nabati yang diberikan secara gratis. Setelah pelaksanaan penyuluhan ini, disarankan agar Universitas Sriwijaya dalam hal ini Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap prmasalahan yang dihadapi masyarakat dalam menerapkan apa-apa yang disuluhkan kepada masyarakat tersebut dalam rangka memastikan bahwa petani dapat menerapkan teknologi tepat guna yang disuluhkan kepada mereka.
PENERAPAN KANDANG SEMI INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN POPULASI AYAM KAMPUNG BAGI PETERNAK DI DESA SUAK KECAMATAN SUKARAME KODYA PALEMBANG Rizky Palupi
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i3.7009

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pembuatan kandang ayam kampung pada masyarakat di Desa Suak Kecamatan Sukarame Kota Palembang dalam pemeliharaan ayam kampung melalui percontohan pembuatan kandang bertingkat pada mepeliharaan intensif ayam kampung. uPAYA meningkatkan produkstifitas ayam kampung dan untuk memotivasi petani peternak dalam meningkatkan populasi ayam kampung di Desa Suak Kecamatan Sukarame, dapat dilakukan usaha peningkatan pengetahan masyarakat melalui pelatihan dan percontohan pembuatan kandang bertingkat sederhana. Berdasarkan pemikiran tersebut maka kerangka pemikiran ditempuh melalui model pendekatan sosial ekonomi baik personal maupun melalui kelompok tani Sido Makmur di Desa Suak Kecamatan Sukarame
PELATIHAN DAN PEMBIMBINGAN PEMBUATAN MODUL BAGI GURU KIMIA SMA DI LUBUKLINGGAU, MUSIRAWAS DAN MUSIRAWAS UTARA Fuad Abdul Rachman
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i2.9755

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan modul pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan modul pembelajaran yang baik. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru Kimia SMA Lubuklinggau, Musirawas dan Musirawas Utara yang berjumlah 5 orang. Pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan modul pembelajaran dilakukan dengan kegiatan workshop. Workshop diawali dengan pemberian materi untuk menjelaskan modul pembelajaran. Selanjutnya metode latihan untuk mempraktikkan pembuatan modul yang baik. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pengembangan modul pembelajaran. Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan modul pembelajaran di Pendidikan Kimia FKIP Unsri, antusiasme peserta, dan dana pendukung dari Universitas merupakan pendukung terlaksananya kegiatan PPM ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah para guru belum memiliki pengetahuan awal tentang modul dan keterbatasan waktu untuk pelatihan. Manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan PPM ini antara lain dapat menyusun dan mengembangkan modul pembelajaran
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA YANG BERKHASIAT OBAT DI DESA PURNA JAYA KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Astuti Kurnianingsih
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v1i1.1545

Abstract

Penyuluhan tentang Optimalisasi Lahan  Pekarangan dengan Budidaya Tanaman Lidah Buaya yang berkhasiat Obat di Desa di Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan  untuk meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di pedesaan untuk budidaya tanaman obat, menambah keindahan dan kesehatan lingkungan, mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga. Penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Oktober 2013. Langkah-langkah yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pendekatan kepada masyarakat yang terhimpun Kelompok sasaran adalah rumah tangga atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga, Rukun Warga atau satu dusun/kampung. Khalayak sasaran yang hadir adalah 25 orang anggota kelompok PKK yang juga adalah petani.  Pemilihan dilakukan secara sengaja agar pengetahuan ini cukup menyebar di banyak kalangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Purna Jaya terlihat antusias dalam mengikuti penyuluhan yang disampaikan. Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat dan cara budidaya tanaman Lidah Buaya. Selain melakukan penyuluhan tentang budidaya tanaman lidah buaya, tim juga menjelaskan cara pembuatan minuman dari pelepah lidah buaya, hal ini bertujuan agar tanaman ini mendapatkan nilai tambah sehingga petani yang juga anggota PKK ini tertarik untuk membudidayakannya.
PEMBINAAN TES POTENSI AKADEMIK BAGI GURU DAN SISWA SMA INDERALAYA Herlina Hanum
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v8i1.12415

Abstract

Academic potential test (TPA, GRE) is one of the test items used for selection, both for university admission and employee recruitment in various agencies. One group of people who are very likely to take TPA is high school students. Since TPA is not included in the final national examination (UAN), high school students pay less attention to their mastery of the TPA. In order to help them, coaching is needed to be done to provide understanding and mastery in solving TPA question effectively. The participation of teachers in this training is intended to sustain the results of the activities as they will be able to foster students of the next generation. The training was held at PGRI Inderalaya High School. There are 29 participants consisting of 7 teachers and 22 students of Class 12. Participants were guided to recognize, understand, and analyze each form of questions. Then the method of solving problems effectively is discussed. The types of questions that are discussed are verbal, series, logic, and images. Based on the pretest and posttest with the same questions, it was significantly concluded that participants were able to absorb the training material and use it at the posttest.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT PADA BAYI MELALUI PENYULUHAN PERAWATAN KULIT SEHAT Fifa Argentina
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v4i1.5484

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh terluar yang berhubungan langsung dengan lingkungan sehingga berperan sebagai pelindung organ dalam. Untuk menjaga kesehatan kulit diperlukan perlindungan dan perawatan secara tepat dan teratur dengan memperhatikan berbagai aspek termasuk usia dan kondisi kulit.  Berdasarkan usia kronologik, kulit dibagi menjadi kulit bayi (0-1 tahun), kulit anak-anak (2-12 tahun), kulit remaja (13-19 tahun), kulit dewasa muda (20-40 tahun), kulit dewasa usia pertengahan (40-60 tahun), dan kulit usia lanjut (>60 tahun). Penggolongan lain berdasar kondisi kulit meliputi kulit normal, berminyak, dan kering.Cara perawatan kulit yang baik dan benar tidak selalu sama untuk setiap orang. Perawatan kulit bayi berbeda dengan kulit remaja atau usia lanjut. Dalam melakukan perawatan kulit bayi harus diingat bahwa kulit bayi berbeda dengan kulit dewasa. Kulit bayi relatif lebih tipis dan perlekatan antar sel masih longgar. Produksi kelenjar keringat dan kelenjar sebasea lebih sedikit. Hal tersebut menyebabkan potensi mengalami iritasi meningkat, dan lebih rentan terhadap infeksi, terutama yang disebabkan bakteri. Kulit bayi memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami alergi kontak. Meningkatnya permeabilitas perkutan terjadi terutama pada bayi prematur,  kulit yang rusak, dan  kulit daerah skrotum. Perbandingan luas permukaan kulit terhadap  volume cairan tubuh relatif lebih besar sehingga risiko peningkatan bahan toksik di dalam darah lebih tinggi. Tujuan perawatan kulit pada bayi berhubungan dengan fungsi-fungsi pertahanan kulit bayi yang masih belum sempurna. Perawatan kulit bayi ditujukan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya iritasi, serta mempertahankan fungsi utama kulit sebagai pelindung.Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Kesehatan Kelurahan Tanjung Jering dengan sasaran kader kesehatan, bidan desa, dan ibu-ibu yang memiliki balita. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dan demonstrasi cara memandikan bayi dan perawatan bayi setaelah mandi dan dalam keihidupan sehari-hari. Pelaksana kegiatan terdiri dari Dokter spesialis Kulit dan Kelamin, dokter umum, serta dibantu oleh dua orang mahasiswa yang telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai perawatan kulit bayi. Peserta kegiatan akan mendapatkan leaflet yang berisi informasi tata cara perawatan bayi, menonton video perawatan bayi, serta memperagakan langsung cara perawatan bayi menggunakan alat peraga. Peserta dapat berdiskusi langsung dengan narasumber dan mendapatkan salinan informasi dalam bentuk CD untuk dipelajari ulang Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yag hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit kulit pada bayi, tetap peserta yang hadir juga melakukan konsultasi serta diperiksa kulitnya. Akhir kegiatan berupa penyerahan alat perawatan kesehatan bayi, leaflet, dan brosur kepada bidan dan kader kesehatan. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN TANAMAN BUAH SIRSAK SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT DARI TANAMAN BUAH SIRSAK UNTUK MENGOBATI BERAGAM PENYAKIT Widia Purwaningrum
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v6i2.6057

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Dana DIPA UNSRI dengan model kegiatan pemberdayaan dan metode pembinaan sikap/kesadaran dengan judul ”PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN TANAMAN BUAH SIRSAK SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT DARITANAMAN BUAH SIRSAK UNTUK MENGOBATI BERAGAM PENYAKIT” telah dilaksanakan. Tim pelaksana terdiri dari 2 orang dosen dan dibantu 2 orang mahasiswa dan 2 orang alumni sebagai pembantu pelaksana. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu rumah tangga RT 10 Kelurahan Indralaya Mulya Ogan Ilir sebagai khalayak sasaran. Output Kegiatan ini adalah 20 pot tanaman obat keluarga (TOGA) di halaman rumah dan resep ramuan obat untuk penyakit kanker, asam urat, kolesterol, ambeien, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih dan sakit pinggang.Di masa sekarang, kehidupan masyarakat semakin berat, semuanya dituntut serba cepat dan instan. Tuntutan hidup semakin tinggi, sedangkan penghasilan tak sesuai. Dengan pola hidup yang tidak sehat dan beban pikiran yang berat, akan memicu timbulnya berbagai macam penyakit. Dengan penghasilan yang pas-pasan, akan mempersulit masyarakat untuk leluasa berobat, dimana kita ketahui sekarang ini biaya pengobatan kesehatan tidaklah murah. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan halaman rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), dalam hal ini adalah tanaman buah Sirsak.Tanaman buah sirsak dapat tumbuh baik ditanam di tanah maupun di dalam pot besar, sehingga masyarakat yang tak memiliki pekaranganpun masih dapat menanam tanaman buah sirsak di halaman rumahnya. Tanaman buah sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang selain buahnya yang dapat dimakan, telah diteliti orang bahwa setiap bagian tanaman buah sirsak (daun, kulit kayu, bunga dan biji) sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berdasarkan riset terhadap kandungan fitokimia sirsak, tanaman ini mempunyai khasiat untuk pengobatan beragam penyakit. Hal ini dikarenakan tanaman sirsak bersifat sebagai antibakteri, antivirus, antikanker, antitumor, antiparasit, antimalaria, hipotensif (zat yang bersifat menurunkan tekanan darah), insektisida, vasodilator (zat yang bersifat melebarkan pembuluh darah), diuretik, pestisida dsb
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGIS TERAPI KOMPLEMENTER SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI DAN MENCEGAH KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI KELURAHAN INDRALAYA MULYA KABUPATEN OGAN ILIR Hikayati Hikayati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v2i2.1605

Abstract

Hipertensi disebut “The Silent Killer” karena tidak menampakkan gejala yang khas. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis di Indonesia. Prevalensi penyakit hipertensi di Sumatera Selatan adalah 30,11% per 10.000 jiwa. Di Kabupaten Ogan Ilir, hipertensi menempati 3 besar. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti  gangguan pada otak, sistem kardiovaskuler, ginjal dan mata. Hipertensi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung dan penyebab utama gagal ginjal kronik. Dari beberapa penelitian ilmiah yang telah dilakukan oleh mahasiswa PSIK FK Unsri tahun 2011 dan 2012, menyatakan bahwa terapi komplementer nonfarmakologis secara statistik bermakna dapat mengontrol dan mempertahankan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengertian, penyebab, komplikasi penyakit hipertensi dan beberapa teknik terapi komplementer nonfarmakologis. Kegiatan yang telah dilakukan berupa penyuluhan dan simulasi teknik relaksasi massase dan teknik bekam. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah 30 orang penderita hipertensi di Kelurahan Inderalaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Respon masyarakat sangat antusias dan senang sekali mengikuti kegiatan ini, karena penyuluhan yang disertai simulasi mudah dipahami dan sangat mudah dilakukan sendiri di rumah.
INISIASI MENTAL HEALTH AWARENESS MELALUI SCREENING DAN PROMOSI KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Sayang Ajeng Mardhiyah
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i4.12359

Abstract

Dalam rangka mencanangkan pentingnya kesehatan mental yang sejalan dengan World Mental Health Day 2019 dan gerakan global World Health Organization pada tahun 2013 – 2020, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pencanangan awal mengenai mental health awareness melalui screening dan promosi kesehatan mental sebagai gerakan awal dari upaya preventif melalui penguatan informasi kesehatan mental lingkup Universitas Sriwijaya Partisipan dalam pengabdian masyarakat ini adalah perwakilan anggota BEM pada tiap Fakultas dan UKM/UKK di Universitas Sriwijaya, Prosedur permintaan anggota perwakilan sebagai AoC kesehatan mental akan diajukan melalui surat usulan ke masing-masing BEM dan UKM/UKK untuk mengutus anggotanya dalam kegiatan ini.Partisipan pada kegiatan tgl 11 Oktober 2019 terdiri dari delegasi BEM pada 10 Fakultas di Universitas Sriwijaya dan juga delegasi dari UKM/UKK di lingkup Universitas Sriwijaya, yaitu sebanyak 45 orang. Screening tools mental health sudah dilakukan mulai tanggal 10 Oktober 2019 bertepatan pada World Mental Health Day, dan data mahasiswa yg didapatkan sebanyak 102 orang, sehingga total data screening yang terkumpul sebanyak 147 orang mahasiswa. Secara keseluruhan kegiatan berlangsung lancar dan menerima feed back yang sangat positif dari delegasi BEM pada tiap Fakultas dan UKM/UKK di Universitas Sriwijaya.

Page 4 of 24 | Total Record : 240