cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Identifikasi senyawa saponin ekstrak etil asetat gonad landak laut (diadema setosum l.) Dan efektivitas antihiperkolesterol terhadap mencit balb/c hiperkolesterolemia Karmilah .; Reymon .; Muhammad Azdar Setiawan; Evi Apriani Arifin; Musdalipah .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.857 KB)

Abstract

ABSTRAK Gonad landak laut merupakan bagian organ dalam landak laut (Diadema setosum L.) yang diketahuimengandung senyawa metabolit alkaloid, saponin, steroid, dan triterpenoid. Saponin diketahui memilikiefek sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya senyawa saponinpada ekstrak etil asetat gonad landak laut dan efektivitas sebagai antihiperkolesterol terhadap hewan ujimencit Balb/C yang mengalami hiperkolesterolemia. Identifikasi senyawa saponin menggunakan metodePre-experimental design dengan model one-shot case study yaitu uji reaksi warna dan uji KromatografiLapis Tipis (KLT). Uji efektivitas antihiperkolesterolemia menggunakan metode Pree and post test withcontrol group design yaitu semua mencit yang telah diukur kadar kolesterol awal (K0) dan kadar kolesterolsetelah pemberian MDTL dan PTU (K1), dikelompokan 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit (5 kali pengulangan). Semua kelompok diberi perlakuan ekstrak gonad landak laut dengan dosis 40mg/kg bb, 50 mg/kg bb, 60 mg/kg bb untuk kelompok 1, 2, dan 3, kelompok 4 diberi suspensi simvastatin10 mg/kg bb (K+), dan kelompok 5 diberi suspensi Na.CMC0.5 % (K-). Stelah 1 minggu perlakuan, diukurkadar kolesterol akhir (K2). Hasil identifikasi senyawa saponin menunjukan ekstrak gonad landak lautpositif terdeteksi senyawa saponin steroid. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaanyang signifikan antara ketiga kelompok perlakuan dengan nilai probabilitas rata-rata diatas 0,05 sehinggaefektivitas penurunan kadar kolesterol dimulai pada dosis 40 mg/Kgbb.. Kata kunci : Saponin, Gonat Landak Laut, Antihiperkolesterol
THE ROLE OF FORENSIC RADIOLOGY IN IDENTIFYING GUNSHOT WOUND Ayu Susiyanthi; Ida Bagus Putu Alit
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.186 KB)

Abstract

Violence cases on the rise in the community each year. This is because changes of morality consequences change attitudes and behavior. Violence can affect physical and psychological factors. Most of the persecution causes injuries; one injury that is now prevalent in our society is the result of a gunshot wound. Injuries caused by firearm to be one very dangerous injury and can lead to various types of wounds such as gunshot entrance wound, exit gunshot wounds, burns and abrasions. Radiological examination is an examination that is important enough to rate a gunshot wound primarily for ease in knowing the location of the bullet in the body of the victim and the bullet particles remained. Currently, radiologists have an important role in the field of forensic pathology and forensic medicine
ESTROGEN IN THE TREATMENT OF DEPRESSION: A CASE REPORT Putu Andrika Kusuma
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.997 KB)

Abstract

Depression led to the decline quality of life. With more incidence in women due tohormonal cycle caused women more susceptible to depression. Hormone that fluctuatesand holds a key role in brain and nerve cells is estrogen. Estrogen in premenopausalwomen already decreases. Treatment of depression in premenopausal women who gopast the various considerations needs to consider the provision of hormonal therapy. Inthe case of patients treated with psychotherapy and pharmacotherapy in the form of 2 x20 mg Fluoxetine by mouth and hormonal therapy in the form of 1 x 2 mg Estradiol.Feasibility study to evaluate the hormonal therapy contraindications such as breastcancer also needs to be done.
GAMBARAN KARAKTERISTIK FRAKTUR KLAVIKULA PADA NEONATUS PASCA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2011-2013 Ida Bagus Anom Krishna Caitanya; I G N Wien Aryana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.919 KB)

Abstract

Tulang klavikula adalah tulang yang rawan fraktur saat proses kelahiran.Fraktur klavikula merupakan salah satu komplikasi yang terjadi saat kelahiran intravaginal. Penyebab utama fraktur klavikula adalah distosia bahu. Kelahiran intravaginal dan berat lahir bayi makrosomia juga merupakan faktor risiko mayor terjadinya fraktur klavikula. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Data sampel yang digunakan adalah seluruh persalinan yang berasal dari Rekam Medik RSUP Sanglah, SMF Orthopedi RSUP Sanglah, dan Ruang VK IRD RSUP Sanglah dengan rentang waktu Januari 2011 sampai Desember 2013. Terdapat 7345 persalinan yang terjadi di RSUP Sanglah pada Januari 2011 sampai Desember 2013. 112 persalinan dengan distosia bahu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebesar 88% merupakan persalinan SC dan 12% merupakan persalinan intravaginal. Terdapat 9% kasus makrosomia dari 112 persalinan dengan distosia bahu. 12% persalinan normal dengan distosia bahu dilahirkan dengan menggunakan manuver ALARMER. Karakteristik fraktur klavikula pada neonatus di RSUP Sanglah dari Januari 2011 sampai Desember 2013 adalah 0 kasus dari berbagai jenis persalinan. Dapat disimpulkan bahwa gambaran karakteristik fraktur klavikula pada neonatus pasca persalinan di RSUP Sanglah tahun 2011 sampai 2013 adalah 0.
Karakteristik Penderita Katarak Senilis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Tahun 2014 Fransiska Lavinia Gracella; I Wayan Eka Sutyawan; A. A. Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.318 KB)

Abstract

The eyes are one of the senses that has an important function in life, namely as sensory vision. A pathological condition that can occur in lens is senile cataract that affected population aged >50 years. Research on senile cataract was conducted to determine the characteristics of senile cataract patients in Sanglah Hospital 2014. This study was a descriptive study using cross sectional design. The sampling technique is total sampling. The data that met the inclusion criteria will then be analyzed. Patient data were included in the criteria for inclusion are as many as 73 datas. There are 46.6% male patients and 53.4% ??of women. The age group 50-59 years, 60-69 years, 70-79 years and 80-96 years in a row as much as 31.5%, 39.7%, 24.7% and 4.1%. A total of 19.2% had cataract in the right eye, left eye cataract was 12.3%, and 68.5% cataracts in both eyes. Patients with stage Incipient 0%, as much as 74% of immature, mature as much as 24.4%, and hipermatur as much as 1.6%. There are 24.7% of patients with early visual acuity ?6/18, as many as 39.7% with visual acuity <6/18 but ?6/60, as many as 17.8% of patients respectively with visual acuity <6/60 but ? 3/60, as well as visual acuity <3/60. Patients with senile cataract comes from the city of Denpasar as much as 37%, Badung 12.3%, Bangli 2.7%, Buleleng 1.4%, Gianyar 15.1%, Jembrana 8.2%, Karangasem 8.2%, Klungkung 2.7%, Tabanan 4.1%, and those from outside the province Bali 8.2%. Most patients were female, age group 60-69 years, bilateral senile cataract, immature stage, initial visual acuity ?6/60 but <6/18, moderate visual impairment. Keyword : senile cataract, stage, bilateralitas, vision, prevalence
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN SIROSIS HEPATIS DENGAN KEJADIAN PERITONITIS BAKTERIAL SPONTAN Putu Bagus Darmayasa; Gede Somayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.269 KB)

Abstract

Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP) merupakan komplikasi parah yang sering terjadi pada pasien sirosis dengan asites. Kejadian SBP berada pada angka 10-30% kasus dengan angka mortalitas sebesar 20-40%. Diagnosis SBP ditegakkan berdasarkan jumlah polymorphonuclear leucocyte count (PMN count) melebihi 250/mm3 dengan ataupun tanpa kultur mikrobial yang positif pada cairan asites. Kunci penanganan SBP yakni memiliki pengetahuan mengenai regimen antibiotik yang tepat dan dengan mengetahui setting dimana infeksi dapat muncul, terutama pada pasien dengan risiko tinggi. Studi ini dilakukan untuk mengetahui angka prevalensi SBP serta mengevaluasi apakah ada hubungan antara derajat keparahan sirosis hepatis dengan angka kejadian SBP. Sebanyak 104 sampel didapatkan prevalensi SBP sebesar 14,4%. Analisis bivariat tidak menunjukkan kemaknaan (RO=2,365; IK 95%=0,815-5,253). Kata kunci: Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP), Sirosis Hepatis, skoring CTP
FAKTOR PREDIKTOR KEGAGALAN KEMOTERAPI BLEOMYCIN, ETOPOSIDE DAN CISPLATIN PADA PASIEN DENGAN SEMINOMA TESTIS PENELITIAN KOHORT RETROSPEKTIF Ida Bagus Putra Pramana; Lukman Hakim; Wahjoe Djatisoesanto
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.34 KB)

Abstract

Di Amerika serikat sekitar 8400 orang mengalami kanker testis dan 280 orang meninggal karena penyakit ini. Germ cell tumor meningkat diseluruh dunia. Di Amerika angka prevalensinya pada pasien usia 15 – 49 tahun meningkat dari 2,9 per 100.000 pada tahun 1975 menjadi 5,1 per 100.000 pada tahun 2004. Prevalensinya meningkat dari 55 % pada tahun 1973 menjadi 73 % pada tahun 2001. Insiden kasus seminoma lebih tinggi dibandingkan dengan non-seminoma. Untuk mengetahui faktor – faktor prediktor kegagalan kemoterapi bleomycin, etoposide dan cisplatin (BEP) pada pasien dengan seminoma testis yang mendapat terapi di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Karakteristik pasien seperti umur, stadium, kadar serum tumor marker, adjuvant kemoterapi, efek samping dari kemoterapi dan respon kemoterapi didapatkan dari rekam medis pasien di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Januari 2008 – Desember 2015. Data dianalisis dengan deskriptif analitik, faktor faktor yang mempengaruhi kegagalan kemoterapi seperti patologi staging tumor (pT), penyebaran regional lymph node (N), metastasis (M), dan level serum tumor marker preoperatif seperti Lactic Dehydrogenase (LDH), human chorionic gonadotrophin (hCG), dan Alpha-Fetoprotein (AFP) dianalisis dengan menggunakan Binary Logistic Regression.Terdapat 55 pasien dengan seminoma testis dengan rata rata umur 32,43±13,3 tahun. Dari 55 pasien hanya 41 pasien yang hanya mendapat adjuvant kemoterapi BEP. Faktor faktor seperti pT, N dan M yang signifikant secara statistik sebagai faktor prediktor kegagalan kemoterapi. Pasien dengan staging pT3 dan pT4 memiliki 8,25 kali faktor resiko yang lebih besar dibandingkan pT1 dan pT2 untuk terjadinya kegagalan kemoterapi (OR=8,250, p=0,005 dan IK95%=1,87 – 36,38). Pasien dengan N2 dan N3 memiliki resiko 4,812 kali lebih besar untuk mengalami kegagalan kemoterapi dibandingkan N0 dan N1 (OR = 4,812, p=0,036, IK95% = 1,105 – 20,95). Pasien dengan M1 (M1a atau M1b) memiliki resiko 6,4 kali lebih besar mengalami kegagalan kemoterapi jika dibandingkan dengan M0 (OR = 6,40, p = 0,015, CI = 1,44 – 28,443). Seminoma testis merupakan tumor yang kemo-sensitif. Staging tumor primer (pT), regional lymph nodes (N) dan Metastasis (M) dapat digunakan sebagai faktor prediktor kegagalan kemoterapi pada pasien dengan seminoma testis. Keywords : Germ Cell Tumors, Testicular Seminoma, Kemoterapi BEP.
KARAKTERISTIK PREVALENSI FINGERTIP INJURY DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2012-2014 Try Parama Arthika; Aryana Wien IGN; Kambayana G
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.816 KB)

Abstract

Setiap luka ataupun trauma area kuku, soft tissue, tulang distal dari insersi tendon musculus flexsor digit et pollicis longus dan ekstensor digitalis et pollicis longus merupakan definisi dari fingertip injury. Fingertip injury seperti subungual hematoma phalang (crush injury pada fingertip), laserasi nail bed, amputasi parsial atau komplit dari fingertip, amputasi pulp, dan fraktur pada area distal, mallet finger, avulsi flexor digitorum profundus, dan dislokasi pada sendi distal interphalang.Metode penelitian ini merupakan deskritif observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui gambaran epidemiologi fingertip Injury dan mengetahui jumlah kasus di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali pada tahun 2012-2014 dimana diambil dari data sekunder catatan medik penderita di SMF Orthopaedi dan IGD RSUP Sanglah Denpasar sejak Juli 2015 sampai dengan Agustus 2015.Berdasarkan umur Fingertip Injury paling banyak pada kelompok umur 26-40 tahun sebesar 45% dan paling sedikit kelompok umur 71-85 sebesar 1,7%. Berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui bahwa pasien yang mengalami Fingertip Injury paling banyak pada jenis kelamin laki-laki sebesar 85%. Kata Kunci: Fingertip Injury, Crush Injury, Digitalis et Pollicis Longus
ILEUS OBSTRUCTION, DIAGNOSIS AND MANAGEMENT Margaretha Novi Indrayani
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.491 KB)

Abstract

Obstructive ileus or also called mechanical ileus is a condition in which the contents of the lumen of the gastrointestinal tract can not be distributed to the distal or anus. Strangulated hernia is one of the emergencies that are often encountered by surgeons and is the biggest cause of intestinal obstruction. Common symptoms such as shock, oliguric and electrolyte disturbances. Furthermore, excess fluid was found meteorismus and intestines, such as periodic hiperperistaltis colic accompanied by nausea and vomiting. The main objective of management is part of the obstructed decompression to prevent perforation. Surgery is usually required. Eliminate the cause of obstruction is the second objective.  
SEORANG PENDERITA PENYAKIT GRAVE’S DENGAN TETRAPARESIS: SEBUAH LAPORAN KASUS N. Diartha Budi Legawa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.326 KB)

Abstract

Penyakit Grave’s merupakan suatu penyakit autoimun yang melibatkan kelenjar tiroid. Padapenyakit ini ditemukan adanya autoantibodi di sistem sirkulasi yang mengaktifkan reseptor TSHyang juga menjadi karakteristik penyakit ini. Gejala klinis yang ditimbulkan berupatirotoksikosis, pembesaran kelenjar tiroid, serta gejala-gejala opthalmologis. Tirotoksikosisdapat menimbulkan berbagai macam gejala, salah satu gejalanyayang jarang ditemukan padapenyakit grave’s adalah parese dan paralisis. Parese dan paralisis pada penyakit grave’s dapatdisebabkan oleh dua mekanisme, yaitu Thyroid Periodic Paralysis (TPP) dan Tiroid miopati.Kedua mekanisme penyebab kelemahan tersebut disebabkan karena kadar hormon tiroid yangtinggi. Pengetahun mengenai penyebab dan penanganan kedua keadaan tersebut sangat penting,karena pada kasus Thyroid Periodic Paralysis (TPP)dapat diikuti dengan gangguan fungsijantung, sehingga memerlukan tindakan tambahan lainnya. Sementara itu pada Tiroid miopati,penanganannya hanya terfokus pada upaya untuk mencapai kadar hormon tiroid yang normal.Pada laporan kasus ini akan dibahas pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan keluhankelemahan pada keempat ekstremitas dengan riwayat mengalami hipertiroid sebelumnya.

Page 22 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue