cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
LAVENDER AROMATERAPHY AS A RELAXANT IGA Prima Dewi AP
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.927 KB)

Abstract

Aromatherapy is a kind of treatment that used aroma with aromatherapy essential oil. Extraction process from essential oil generally doing in three methods, there are distilling with water (boiled), distilling with water and steam, and distilling with steam. One of the most favorite aroma is lavender. The main content from lavender is linalyl acetate and linalool (C10H18O). Linalool is main active contents in lavender which can use for anti-anxiety (relaxation). Based on some research, the conclusion indicates that essential oil from lavender can give relaxation (carminative), sedative, reduce anxiety level and increasing mood.
SYMPTOMS AND DIAGNOSIS OF HIRSCHSPRUNG’S DISEASE Putu Ayu Ines Lassiyani Surya; I Made Dharmajaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.28 KB)

Abstract

Hirschsprung disease is a disease that attacks the human digestive system, mainly in the largeintestine (colon). In this disease, found enlargement of the colon (megacolon), due to the absenceof ganglion cells in the distal intestine. Hirschsprung disease often affects neonates and evenchildren, are often characterized by delays in spending the first meconium, bilious vomiting,abdominal distension. Methods diagnois do for Hirschsprung's disease was confirmed by biopsy,barium enema or contrast enema, and anorectal manometry. Early diagnosis is crucial to conductrapid and appropriate treatment and to prevent complications.
ROLE OF THE SEROLOGIC TEST FOR DENGUE VIRUS INFECTION Ni Luh Sinta Purnama Dewi; I.A Putri Wirawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.053 KB)

Abstract

Dengue virus infection is infection disease cause by dengue virus. Dengue virus infection can cause a broad spectrum disease such as : dengue fever (DF), dengue hemorrhagic fever (DHF), and dengue shock syndrome (DSS). Currently dengue virus ranks eighth as a cause of illness in the State of South-East Asia and Western Pacific. Epidemic dengue hemorrhagic fever (DHF) occur each year in Indonesia with a tendency incident and the affected area is increasing. Laboratory tests can be done to detect the dengue virus infection: a complete blood count and serology. Of serology test, positive IgM antibody showed that patients had a primary infection, whereas patients with secondary infections showed positive IgG antibodies, usually accompanied by antibody IgM positive.
PERBEDAAN PERSENTASE KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) ANTARA SUPIR BUS YANG MENGENDARAI BUS ERGONOMIS DAN TIDAK ERGONOMIS DI TERMINAL UBUNG DAN MENGWI, BALI I Gede Wahyu Adi Raditya; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.14 KB)

Abstract

Tingginya penggunaan fasilitas bus meningkatkan beban kerja supir bus sebagai fasilitator jasa perjalanan.Kecenderungan supir bus untuk duduk dan sedikit bergerak dalam waktu lama di bus merupakan salah satu risiko terjadinya Low Back Pain (LBP).Hingga saat ini belum ada laporan tentang angka kejadian LBP pada supir bus yang diakibatkan perjalanan bus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persentase kejadian LBP pada supirbus yang mengendaraibus ergonomis dan supirbus yang mengendarai bus non ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini menggunakan sampel 80 orang supir bus di Terminal Ubung dan Mengwi yang diperoleh secara consecutive sampling. Data diolah secara statistik dengan menggunakan Chi-Square dan didapatkan kejadian LBP berhubungan dengan kondisi ergonomis bus yang digunakan (p<0,05).  
MYASTHENIA GRAVIS, DIAGNOSIS AND TREATMENT A.A Gde Agung Anom Arie W; Made Oka Adnyana; I Putu Eka Widyadharma
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.243 KB)

Abstract

Myasthenia gravis is one characteristic of autoimmune disease caused by the disruption of synaptic transmission at the neuromuscular junction. It is characterized by a progressive weakness and abnormal skeletal muscle used continuously and accompanied by fatigue on exertion. knowledge of normal anatomy and function of the neuromuscular junction is very important for understanding about myasthenia gravis,.Presynaptic membrane (membrane nerve), post-synaptic membrane (membrane of the muscle), and the synaptic gap forming part of the neuromuscular junction. Immunogenic mechanism plays a very important in the pathophysiology of myasthenia gravis, in which the antibody is the product of B cells is precisely against the acetylcholine receptor. Management of myasthenia gravis to do with drugs, thymomectomy or with immunomodulating and immunosuppressive therapy that can provide a good prognosis in the healing myasthenia gravis.
TEKNIK OPERASI DUA TAHAP PADA KASUS PENYAKIT HIRSCHSPRUNG DIAGNOSIS TERLAMBAT DI RSUP SANGLAH: 1 STUDI DESKRIPTIF TAHUN 2010-2012 Putu Dewi Octavia; I Made Darmajaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.594 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diagnosistertunda pada pasien Hirschsprung di RSUP Sanglah serta masing-masing proporsiteknik operasi dua tahap pada pasien Hirschsprung diagnosis tertunda dihitung daritahun 2010 sampai 2012.Metode: Penelitian ini merupakan potong lintang deskriptif dengan data yangdigunakan bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari hasil pencatatan pasienpenyakit Hirschsprung di RSUP Sanglah tahun 2010 sampai 2012.Hasil: Dari 102 kasus Hirschsprung pada tahun 2010 sampai 2012, 76 pasien dilakukanpenanganan dengan teknik operasi dua tahap. Proporsi penanganan pasien Hirschsprungmasing-masing tahun didominasi dengan teknik operasi dua tahap. Teknik operasi duatahap yang digunakan paling banyak adalah Duhamel Stapler.Kesimpulan: Pasien Hrischsprung dengan diagnosis tertunda memiliki proporsi lebihbanyak dibandingkan Hirschsprung diagnosis dini. Teknik operasi dua tahap lebihbanyak dikerjakan mengikuti diagnosis penyakit Hirschsprung diagnosis terlambat.
DIAGNOSIS LABORATORIK ANEMIA DEFISIENSI BESI Dina Sophia Margina; Sianny Herawati; I W P Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.481 KB)

Abstract

Iron deficiency anemia is a decreament of iron level in the body. Iron deficiency anemiais oftenly seen, especially in the tropical countries or the third world country thatassociated with social economic rate. Iron deficiency anemia happens in more than onethird world’s population. Iron deficiency anemia can be caused by chronic hemorrhage,low intake of iron, absorption disturbance, and increasement of demand. To diagnose irondeficiency anemia, laboratoric examination is needed. The treatment can be causaltreatment, iron supplementation and another additional treatment.
UJI ZONA HAMBAT EKSTRAK DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) SECARA IN VITRO Nyoman Ririn Chandrika Sari; Putu Wisnu Arya Wardana; Agung Wiwiek Indrayani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.236 KB)

Abstract

Resistensi Staphylococcus aureus dan MRSA terhadap antibiotika spektrum luas mendorong berbagai penelitian untuk menemukan senyawa aktif yang sensitif dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penghambatan ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan MRSA.Penelitian terhadap aktivitas antimikrobial ekstrak daun putri malu dilakukan dengan metode agar difusi cakram dengan menggunakan metode Kirby-Bauer.Suspensi bakteri disesuaikan dengan standar kekeruhan Mc Farland 0.5. Biakan bakteri dalam cawan petri masing-masing diberikan 6 perlakuan, yaitu kontrol positif (amoxicillin atau vancomycin), kontrol negatif (alkohol), serta ekstrak daun putri malu dengan konsentrasi 25 mcg/ml, 50 mcg/ml, 75 mcg/ml dan 100 mcg/ml. Pertumbuhan Staphylococcus aureus dihambat secara signifikan oleh ekstrak daun putri malu, dengan efek inhibisi pada semua konsentrasi secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (p<0.05). Zona inhibisi Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25 mcg/ml adalah 28.86 mm dan telah memenuhi kriteria sebagai antimikrobial sensitif berdasarkan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI). Inhibisi pertumbuhan MRSA secara signifikan terjadi pada semua konsentrasi ekstrak daun putri malu dibandingkan dengan kontrol negatif (p=0.00). Zona inhibisi terbesar ditemukan pada konsentrasi 100 mcg/ml dengan diameter sebesar 14.16 mm dan memiliki efek antimikrobial sebanding dengan vancomycin dalam menghambat pertumbuhan MRSA (p=0.186). Hasil uji agar difusi cakram menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam ekstrak daun putri malu memiliki aktivitas antimikrobial yang tinggi terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA secara in vitro.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI DAN OBESITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS WARMADEWA DENPASAR BALI I Putu Eka Pramana Putra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.207 KB)

Abstract

Depression is a psychiatric disorder that is influenced by psychosocial stress. Depression can include signs and symptoms, and diagnosis; it influenced how severe psychosocial stressors earned by individuals and the influence of the individual self. Levels of depression in adolescents has increased compared to the age of children and adults. In the depression has two eating disorders include anorexia and increased eating. This study aims to determine the relationship between depression and nutritional status in adolescents in the city of Denpasar. This research is a cross sectional design to the students of Warmadewa University students in 2013 who met the inclusion criteria. Total sample is 41 people. Measurement of depression through a questionnaire Beck Depression Index (BDI) and anthropometric nutritional status was measured using body mass index (BMI). The number of research subjects are female and male alike. On the nutritional status obtained 31 adolescents (64.6%) adolescents with mild obesity, 14 adolescents (29.2%) were obese and 3 adolescents (6.2%) with severe obesity. Interpretation of depression using the BDI, obtained 34 adolescents (70.8%) without interruption, 10 adolescents (20.8%) and mood disorders, and 4 teenagers (8.3%) with mild depression.
PROFIL DERMATITIS KONTAK ALERGI DI PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR PERIODE JANUARI 2013 SAMPAI DESEMBER 201 IGNA Wisnu Kresnan Dana; IGAA Praharsini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.587 KB)

Abstract

Terdapat peningkatan jumlah kasus dermatitis kontak pada lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi dan profil penyakit dermatitis kontak alergi di Puskesmas II Denpasar Timur yang dapat menjadi dasar penelitian untuk penelitian selanjutnya. Merupakan study retrospektif yang dilakukan mulai Mei 2014. Data diperoleh dari catatan registrasi dan perawatan di puskesmas kemudian di kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan lokasi lesi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007 kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Kejadian dermatitis kontak alergi di Puskesmas II Denpasar Timur tersering pada perempuan dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun serta lesi terbanyak terdapat pada tangan. Pekerjaan yang paling berisiko adalah wirausaha. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, saran yang dapat disampaikan adalah pengisian catatan register hendaknya lebih lengkap, pemberian edukasi terhadap pasien mengenai pemantauan kesembuhan dari pengobatan yang diberikan, dan pencegahan dermatitis kontak alergi.

Page 24 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue