cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Perbedaan persiapan prakonsepsi ibu hamil primigravida yang mengalami kurang energi kronik dan tidak kurang energi kronik di Puskesmas Gianyar 1 periode Januari-Agustus 2017 Ketut Pramana Adiputra; IGN Indraguna Pinatih; Luh Seriani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.425 KB)

Abstract

Maternal mortality is a complication of pregnancy that they even become a serious problem in Indonesia. There are several causes of maternal mortality in Indonesia, one of which is a pregnancy with chronic energy deficiency (CED). At the Gianyar 1 public health centre in 2017 obtained KEK high incidence in primigravidae. The purpose of this study to describe the preparation of preconception maternal and preconception preparation difference between pregnant women with KEK and pregnant women without CED in Gianyar 1 public health centre. This study used approach cross sectional with technique systematic sampling that involves primigravidae pregnant women who experience KEK as many as 20 samples and pregnant women who do not CED as many as 20 samples where all samples are recorded in Gianyar primary health centre 1 from January to August 2017The frequency of the highest maternal age of first pregnancy occurs in less than 20 years of age (55%). Most samples had normal BMI before becoming pregnant (67.5%). As many as 87.5% of the sample had no history of the disease before pregnancy. From the income before pregnancy obtained 57.5% of the samples have high income. Statistical analysis showed there are differences in the incidence of KEK views of BMI before pregnancy (P value ?0.05), there were no differences KEK incidence views of maternal history of the disease and the level of income before pregnancy. This research concludes that nutritional status can make pregnant woman have a CED status. Keywords: Primigravidae, CED, preconception
PREVALENSI DAN GAMBARAN KELELAHAN MATA PADA PENJAHIT GARMEN DI KOTA DENPASAR Made Wirga Wirgunatha; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.099 KB)

Abstract

Kelelahan mata merupakan keadaan yang dialami seseorang apabila menggunakan matanya secara berlebihan, termasuk yang dialami oleh penjahit garmen. Apabila penjahit bekerja menggunakan matanya untuk melihat objek yang dekat dalam waktu yang lama maka dapat menimbulkan kelelahan mata. Kelelahan mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal pekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prevalensi dan gambaran kelelahan mata pada penjahit garmen di Kota Denpasar.Penelitianini menggunakan pendekatan cross-sectionaldan pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 43 orang dan merupakan penjahit garmen yang ada di Kota Denpasar, yang terletak di daerah Panjer, Renon, Gatot Subroto dan Teuku Umar. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner kelelahan mata. Hasil kuesioner dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui prevalensi dan gambaran kelelahan mata. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kelelahan mata pada penjahit garmen di Kota Denpasar yaitu 95,3% (41 orang), dimana jenis keluhan yang dialami beragam antara 1-11 jenis keluhan. Gambaran kelelahan mata yang paling banyak dialami yaitu mata mengantuk sebanyak 34 orang (79,1%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk meneliti tentang hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan mata terhadap kelelahan mata tersebut. Kata kunci: Kelelahan mata, Penjahit, Garmen, Fungsi mata
KARAKTERISTIK IBU PREEKLAMSIA BERAT YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUP SANGLAH DENPASAR Anak Agung Istri Mas Sugiantari; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana; I Nyoman Gede Budiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.525 KB)

Abstract

Preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibuserta bayi di dunia. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu denganpreeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat. Tujuan penelitian ini untukmengetahui bagaimanakah karakteristik ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilansampel yaitu total sampling sebanyak 40 sampel. Studi ini menggunakan data sekunder berupa datarekam medis ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasarperiode 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan 57,5% ibu yang melahirkan bayi BBLR berusia 2035tahundan57,5% memiliki paritas < 2. Terdapat 52,5% BBLR terjadi pada ibu preeklamsia beratdengan frekuensi ANC < 4 kemudian tingkat pendidikan sedang yaitu 67,5%. Sedangkan berdasarkanpekerjaannya terdapat 62,5% ibu bekerja, 57,5% bertempat tinggal di Denpasar dan persalinanpervaginam merupakan cara persalinan terbanyak yang digunakan yaitu sebesar 52,5%. Dapatdisimpulkan bahwa ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR terbanyak berusia 20-35tahun dan paritas < 2. Sebagian besar BBLR terjadi pada ibu preeklamsia berat dengan frekuensi ANC< 4, ibu yang bekerja, dengan tingkat pendidikan sedang, dan bertempat tinggal di Denpasar.Sedangkan cara persalinan yang paling banyak digunakan adalah cara persalinan pervaginam. Kata kunci: preeklampsia berat, BBLR, karakteristik
DETEKSI MOLEKULER GEN ampC PADA ISOLAT KLINIS Klebsiella pneumoniae PENGHASIL ESBL DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Gusti Ngurah Krishna Priyaka; Ni Made Adi Tarini; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.725 KB)

Abstract

Sifat resistensi yang dimiliki oleh bakteri merupakan salah satu masalah pada kasus - kasus Healthcare Associated Infections (HAIs). Klebsiella pneumoniae dapat bersifat resistenterhadap antibiotik jenis cephalosporin akibat diproduksinya enzim AmpC yang dikode oleh genampC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gen ampC dari isolat klinis K.pneumoniae penghasil ESBL di RSUP Sanglah tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif cross-sectional. K. pneumoniae diisolasi dari spesimen klinis di Instalasi MikrobiologiRumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah selama tahun 2013. Uji fenotif DDST dilakukan padasampel untuk mendeteksi enzim ESBL. Selanjutnya uji genotif PCR dan sequencing dilakukanuntuk mendeteksi gen ampC. Dalam penelitian ini ditemukan hasil PCR 4 sampel positif denganpanjang pita yang tidak sesuai. Salah satu sampel lalu di-sequencing untuk mengidentifikasi genyang terdeteksi tersebut. Uji sequencing menemukan gen yang terdeteksi adalah fragmen genyang mengkode enzim alpha—amylase pada K. pneumoniae. Penelitian ini menunjukan genampC pada K. pneumoniae belum berhasil teramplifikasi melalui uji genotif PCR. Empat sampelterdeteksi memiliki fragmen gen yang mengkode enzim alpha-amylase dari hasil sequencing dananalisis. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan primer dengan target genpengkode AmpC lainnya. Kata Kunci: Klebsiella pneumoniae, HAIs, AmpC, ESBL, PCR
HUBUNGAN ANTARA TIPE KENDARAAN DAN OBESITAS DENGAN RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA MAHASISWA PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI UNIVERSITAS UDAYANA I Made Kasmadi Gunawan; Ketut Tirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.704 KB)

Abstract

CORRELATION BETWEEN TYPE OF VEHICLE AND OBESITY WITH RISK MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) ON STUDENTS MOTORCYCLISTS IN UDAYANA UNIVERSITYDriving a motorcycle has some risks of a variety of disorders, particularly musculoskeletal disorders (MSDs). Musculoskeletal disorders motorcyclists vary, depending on factors in each individual because multifactorial nature of this disorder. One of these, types of vehicles and obesity. The aim of this study was to determine the relationship between the type of vehicle and obesity with musculoskeletal disorders, prevalence and distribution of musculoskeletal disorders. This study was conducted using cross sectional analytical method in motorcyclists among Udayana University students with a sample size of 50 people. Respondentsfill out questionnaires Nordic Body Map and measured body mass index. The result showed an increased risk of musculoskeletal disorders based Nordic Body Map of each group of vehicle types and also of analytic Chi-square test p value significant is 0,00 (p <0.05), Spearman correlation test showed a correlation with correlation value 0.661. An increased risk of musculoskeletal disorders based Nordic Body Map of each group of criteria for obesity and also of analytic Chi-square test p valuesignificant is 0.044 (p <0.05), Spearman correlation test showed a correlation with the correlation value 0.337.Distribution of musculoskeletal disorders found most complaint areas is on the neck, back, upper waist, lower back, and buttocks. It was concluded that the type of vehicle has a relationship with musculoskeletal disorders. Motor sport at greater risk of suffering from disorders musculoskeletal then followed by motor step-through, and matic. Furthermore, obesity has a correlation with musculoskeletal disorders. In people with obesity are more at risk to suffer musculoskeletal disorders.
HUBUNGAN ANTARA SCREEN TIME DENGAN OBESITAS PADA ANAK Desak Ayu Sri Cinthya Uttari; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.081 KB)

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) mencatat tahun 2010, ditemukan bahwa anak usia 6-12 tahun yang mengalami obesitas sebanyak 9,2%. menurunnya penggunaan energi (energy expenditure), hal ini dikaitkan dengan menurunnya aktivitas fisik anak yang digantikan dengan aktivitas menetap yang salah satu contohnya adalah screen time. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara screen time dengan obesitas pada anak, mencari hubungan antara kebiasaan anak mengemil ketika melakukan screen time, serta ketersedian televisi di kamar anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah cross sectional analitik dengan metode pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Sampel diambil dari tiga Sekolah Menegah Pertama di Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat aktivitas screen time terhadap munculnya obesitas pada anak dengan nilai P = 0,000 (<0.05) dan nilai OR = 3,305 (95%CI :1,894 - 5,768), sejalan dengan tingkat aktivitas screen time pada kebiasaan mengemil saat screen time ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik yaitu P-Value = 0.001 (<0.05) dan nilai OR = 1,689 (95%CI : 1,206-2,366). Pada penelitian ketersediaan televisi di kamar anak dengan munculnya obesitas tidak ditemukan hubungan yang bermakna yaitu dengan hasil P-value = 0,070 (>0.05) dan nilai OR = 1,378 (95%CI :0,952-1,993). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat aktivitas screen time mengemil ketika melakukan screen time merupakan salah satu faktor munculnya kejadian obesitas pada anak, sedangkan tersedianya televisi di kamar pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik.  
Pola bakteri dan kepekaannya terhadap antibiotik yang ditemukan pada ruang kelas dan ruang small group discussion (sgd), Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Luh Putu Dea Sasmita Pralambari; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.56 KB)

Abstract

Class room and Small Group Discussion (SGD) room are the places that are often visited by the students of Faculty of Medicine, Udayana University. Beside as a place for daily teaching-learning activity, those rooms can be as well used for any kinds of students activity such as organizational activity, non-formal activity, and many other student activities. As there are many students that come in and use the rooms everyday, the rooms may have risk for bacterias growth and development. The bacteries can be both good bacteries and bad bacterias (pathogen). It is necessary to conduct a research to know the pattern of the bacterias in the rooms. The samples of this research were taken from both class room and SGD room, Faculty of Medicine, Udayana University. The collected samples were then processed in the Microbiology Laboratorium, Faculty of Medicine, Udayana University to achieve data that can be analyzed and then reported. Based on 28 studied samples, the result showed that Staphylococcus aureus had the highest percentage of 50%, then Acinetobacter baumannii became the second with percentage 25%, then Shigella spp. 15%, and the last were both Stenotrophomonas maltophilia and Burkholderia cepacia with percentage of each was 5%. Sensitivity test results showed that Acinetobacter baumannii was sensitive to meropenem, doxycicline, gentamycin, and tetracyclin, but resistant to ceftriaxone. Keywords: Patterns of bacteria, sensitivity, antibiotics, Acinetobacter baumannii
HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN DIARE DENGAN KADAR CD4 DAN PENGOBATAN PENCEGAHAN KOTRIMOKSASOL SEBAGAI TERAPI PROFILAKSIS INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUP SANGLAH JANUARI 2014 – SEPTEMBER 2015 Fitriana Melinda; Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; Putu Ayu Asri Damayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.381 KB)

Abstract

Saat ini Human Immunodeficiency Virus Infection (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Human Immunodeficiency Virus Infection/ Acquired Immunodeficiency Syndrome dapat menyebabkan penurunan sistem imunitas yang ditandai dengan menurunnya kadar CD4 dalam darah. Penurunan kadar CD4 ini mengakibatkan pasien rentan terhadap infeksi opurtunistik, salah satunya adalah kuman penyebab diare. Salah satu pencegahan terhadap diare pada pasien HIV/AIDS adalah pengobatan pencegahan kotrimoksasol. Pengobatan pencegahan kotrimaksasol diduga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien HIV/AIDS. Pasien dengan HIV/AIDS kejadian diare merupakan penyebab mayor dari kesakitan serta penanda buruknya prognosis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan utuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan kadar CD4 dan pengobatan pencegahan kotrimoksasol sebagai profilaksis infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS. Penelitian analitik cross-sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada Januari 2014 - September 2015 dengan 209 kasus diare pada pasien HIV/AIDS, ditemukan kejadian diare pada severe immunosupression, advanceed immunosupression, mild immunosupression, non-significant immunosupression secara berurutan adalah 93,75%, 3,13%, 0%, 3,13% dan kejadian diare pada subjek yang mendapatkan kotrimoksasol sebesar 59,38%. Kadar CD4 memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian diare (p=0,000), akan tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengobatan pencegahan kotrimoksasol dengan kejadian diare (p=0,767). Kata Kunci : kadar CD4, pengobatan pencegahan kotrimoksasol (PPK), HIV/AIDS
MANAJEMENT OF INSOMNIA IN GERIATRIC PATIENTS Cokorda Istri Devi Larayanthi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.714 KB)

Abstract

Sleep is an unconscious condition that is relatively more responsive to internal stimuli. Insomnia is a sleep disorder with characteristic difficulty of initiating sleep or difficulty in maintaining sleep. Insomnia is divided into 2 primary insomnia and secondary insomnia. Conection with age, the function of organs in the body decreases. So that geriatric patients are susceptible to illnesses, especially insomnia. Many of the causes of insomnia in geriatric mental disorders, psychiatric, general medical conditions, medications, certain substances, and others. Management of insomnia in geriatric patients were divided into 3 method: 1) manage underlying cause, 2) nonpharmacological therapies such as cognitive behavior therapy (CBT), and 3) pharmacological therapies such as benzodiazepine and non-benzodiazepine that eszopiclone and Ramelteon. Pharmacological treatment in geriatrics should follow the rule "start low, go slow", starting dose of ½ of the adult dose, and its use in the short term.
EXTRACORPOREAL SHOCKWAVE LITHOTRIPSY (ESWL) PADA BATU GINJAL Anak Agung Sri Satyawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.853 KB)

Abstract

Latar Belakang. Extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL) merupakan pilihan terapi yang paling cost effective pada kasus kasus batu ginjal, namun sayangnya modalitas terapi ini belum banyak dipilih karena dianggap mahal dan kurangnya informasi mengenai keuntungan penggunaannya. Kasus. Perempuan usia 65 tahun mengeluh nyeri pinggang yang dirasakan mendadak dan semakin memberat  sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit, disertai mual dan penurunan nafsu makan. Berdasarkan pemeriksaan foto polos abdomen dan USG Urologi  didapatkan kesan adanya batu renal dekstra ukuran 16mm x 18mm, dengan hidronefrosis derajat I renal dekstra. Kemudian dilakukan tindakan ESWL. Hasil. Setelah dilakukan tindakan ESWL berupa penghantaran gelombang kejut pada permukaan ginjal  kanan selama 20-30 menit, keluar pecahan pecahan kecil batu kalsium. Berdasarkan pemeriksaan radiografi post ESWL tidak ditemukan gambaran radioopak pada kaliks ginjal, ureter maupun kandung kemih. Kesimpulan. Batu kalsium dengan ukuran 16mm x 18mm pada renal dekstra berhasil dikeluarkan total tanpa adanya komplikasi.

Page 20 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue