cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
SSRIs FOR DEPRESSION IN CHILDREN Shalani Sinniah
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.228 KB)

Abstract

BACKGROUND: The question about the safety of SSRI therapy for depression in children cause us to compare the data published and unpublished data on the risks and benefits of these drugs. METHODS: We performed a meta-analysis of data from randomized controlled trials that evaluated SSRIs and placebo in participants aged 5-18 years and were published in the peer-reviewed journal or were unpublished and included a review by the Committee on Safety of Medicines. The results include: recurrence, response to treatment, depressive symptom scores, serious sampig effects, suicidal behavior, and cessation of treatment because of side effects. RESULTS: Data from the two trials showed fluoxetine has a benefit-harm profile is good, and unpublished data lend support to the present invention. Published results from one experiment paroxetine and sertraline two experiments showed equivocal results or gain-loss profile weakly positive. However, in both cases, the addition of no published data showing that more risks than benefits. Data from the trials were not published of citalopram and venlafaxine showed gain-loss profile is not good.
GANTUNG DIRI: POLA LUKA DAN LIVOR MORTIS A.A.Sg.Dewi Raditiyani N awang Wulan; Kunthi Yulianti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.902 KB)

Abstract

Bali adalah pulau yang memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki potensi cukup besar di bidang pariwisata. Jumlah rata-rata kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun 2011 adalah 250.000 orang per bulan. Pada akhir Desember 2011 tercatat jumlah keseluruhan wisatawan yang berkunjung sebanyak 2,8 juta orang. Angka yang besar ini tentunya membawa keuntungan dan kerugian tersendiri bagi Bali. Keuntungan yang dimaksud biasanya meliputi sektor perekonomian dan pendapatan daerah yang tinggi. Namun adanya keuntungan ini juga disertai dengan beberapa kerugian. Kerugian yang dimaksud salah satunya berhubungan dengan proses kematian. Tidak sedikit wisatawan yang mengalami kesakitan maupun kematian di Bali. Definisi kematian dalam hal ini adalah terhentinya 3 sistem tubuh yang bersifat ireversibel; sistem saraf pusat, sistem kardiovaskuler, dan sistem respirasi. Kematian akan mempengaruhi baik individu tersebut dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Kematian juga akan mempengaruhi hak dan kewajiban individu yang bersangkutan. Karena itulah proses dalam manajemen kematian sangatlah penting guna menjaga kredibilitas Bali di mata internasional. Sesuai dengan data dari Rumah Sakit Sanglah pada tahun 2010-2011 terjadi 289 kasus kematian wisatawan. Dari 289 kasus kematian tersebut, 66 orang (22,8%) diklasifikasikan sebagai kematian tidak wajar (35 orang pada tahun 2010 dan 31 orang pada tahun 2011). Dari 66 orang yang diklasifikasikan sebagai kematian tidak wajar, 37 orang (56,1%) meninggal karena tenggelam, 20 orang (30,3%) meninggal karena kecelakaan lalu lintas, 2 orang meninggal karena tersengat listrik, dan 4 orang meninggal karena bunuh diri. Dari 4 kasus  bunuh diri tersebut, keempatnya memilih gantung diri sebagai cara bunuh diri. Sesuai fakta tersebut, ada baiknya apabila kita mempelajari lebih dalam mengenai gantung diri guna meningkatkan pemahaman bersama.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL DAN DISTRIBUSINYA MENGGUNAKAN NBM (NORDIC BODY MAP) PADA ANGGOTA SENAM SATRIA NUSANTARA DI LAPANGAN NITIMANDALA RENON Made Adinanta Purnawijaya; I Putu Gede Adiatmika
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan muskuloskeletal  merupakan gangguan otot, tendon, sendi, ruas tulang belakang, saraf perifer, dan sistem vaskular yang dapat terjadi tiba-tiba dan akut maupun secara perlahan dan kronis.Penyebab gangguan muskuloskeletal sendiri dapat berasal dari faktor eksternal dan internal.Salah satunya Indeks Massa Tubuh.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Indeks Masa Tubuh dengan adanya gangguan muskuloskeletal dan distribusi dari gangguan muskuloskeletal.Studi ini dilakukan menggunakan metode analitik cross sectional terhadap kelompok senam sehat Satria Nusantara yang sedang berolahraga di lapangan Niti Mandala Renon.Para sampel yang memenuhi kriteria inkulsi diukur Indeks Massa Tubuhnya terlebih dahulu lalu mengisi kuesioner Nordic Body Map setelah kegiatan olahraga senam selesai. Dari penelitian didapatkan peningkatan rerata skor Nordic Body Map dari setiap kelompok Indeks Massa Tubuh (normal = 29,625 kg/m2, overweight = 32,692kg/m2, obese = 37,75 kg/m2) dan juga dari uji analitik Pearson didapatkan nilai p yang signifikan yaitu 0,001 yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut (p< 0,05). Selanjutnya semakin tinggi tingkat Indeks Massa Tubuh seseorang semakin memungkinkan untuk terjadinya gangguan musculoskeletal, terutama pada bagian ekstremitas bawah, ekstremitas atas, leher dan bahu.
Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemeriksaan Serologi, Infeksi Primer, Infeksi Sekunder Ni Nyoman Lidya Trisnadewi; I Nyoman Wande
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.503 KB)

Abstract

DBD merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Dalam menegakkan diagnosis DBD dapat ditentukan dari gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang. Salah satu pemeriksaan penunjang  yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan serologi. Dalam pemeriksaan serologi akan didapatkan respon imun tubuh terhadap virus dengue. Yang mana akan menyebabkan tubuh membentuk antibodi IgM dan IgG. Dari antibodi tersebut dapat ditentukan jenis infeksi, berupa infeksi primer dan infeksi sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan mengkaji secara langsung data pasien dilaboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah yang dirawat inap bulan Agustus sampai September 2014. Subjek penelitian berjumlah 36 pasien. Data yang diperoleh kemudian dipresentasikan dalam bentuk tabel dan narasi. Data serologi IgM dan IgG kemudian dikelompokkan sesuai dengan pola infeksi dengue. Dari 36 sampel didapatkan jumlah laki-laki 17 (47%) dan perempuan 19 (53%). Menurut kelompok umur pasien remaja (12-25 tahun) memiliki jumlah tertinggi yaitu 13 orang (36%). Dari pemeriksaan serologi didapatkan IgM positif 3 orang (8%), IgG positif 14 orang (39%). Serta IgM dan IgG positif 19 orang (53%). Pasien yang menderita infeksi primer berjumlah 3 orang (8%) dan infeksi sekunder berjumlah 33 orang (92%). Dapat disimpulkan bahwa infeksi sekunder memiliki prevalensi lebih tinggi daripada infeksi primer.
KARAKTERISTIK PASIEN LIMFOMA MALIGNA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015 I Kadek Adi Paramartha; Renny A Rena
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.459 KB)

Abstract

Limfoma Maligna adalah salah satu penyakit keganasan yang memiliki insiden yang cukup banyak di RSUP Sanglah. Tujuan studi ini untuk mengetahui karakteristik penderita Limfoma maligna. Desain penelitian ini adalah deskriptif retrospektif menggunakan rekam medis di RSUP Sanglah. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Sampelnya adalah pasien yang didiagnosis dan masih melakukan pengobatan pada tahun 2014-2015. Data yang diperoleh  dari rekam medis pasien antara lain karakteristik sosiodemografi meliputi usia,jenis kelamin dan pekerjaan,jenis limfoma maligna,stadium penyakit,keluhan klinis,lokasi tumor,parameter hematologis dan hasil histopatologi. Pada penelitian ini terdapat 50 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 50 orang sampel didapat laki-laki sejumlah 27 orang(54%),Kelompok umur paling banyak adalah 20-60 dengan jumlah 36 orang (72%), 15 orang (30%) tidak memeiliki pekerjaan,Jenis limfoma terbanyak adalah limfoma non-Hodgkin dengan jumlah 43 orang (86%),Stadium terbanyak ditemukan adalah stadium IIIB dengan 19 orang (38%),keluhan terbanyak pada limfoma Hodgkin dan non Hodgkin adalah lemas dengan jumlah masing-masing 5 orang (71,4%) dan 23 orang (53,5%).Lokasi tumor terbanyak terdapat pada regio leher dengan jumlah pada masing-masing jenis limfoma yaitu; limfoma Hodgkin 6 orang (85,7%) dan limfoma non-Hodgkin 24 (55,8%).Rerata sel leukosit, hemoglobin dan platelet sebesar 8.15x103/mm3;11,0 g/dl dan 229,72x103/mm3. Pada hasil histopatologis didapat terbanyak adalah tipe diffuse large B cell lymphoma (DLBCL) sejumlah 15 orang (30%).Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai data epidemiologi awal untuk penelitian selanjutnya atau dapat digunakan untuk mengambil keputusan klinis bagi klinisi.
PERBANDINGAN PENAMBAHAN PELATIHAN MOBILISASI SARAF DENGAN MYOFASCIAL RELEASE PADA ACTIVE ISOLATED STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Nyoman Oka Yuliartha; Dedi Silakarma; Nyoman Agus Bagiada
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.155 KB)

Abstract

Flexibility is an ability of tissue or muscle for stretching to the maximum , this enables thebody to move in full joint movement scope without experiencing any pain. There are occurrencesin the community when the hamstring muscle flexibility was reduced. This will affect the balanceof muscle contraction, posture changes, and disturbances in walking, joint stiffness, capsule andtendon disorders. To overcome this problem proper stretching is needed. The purpose of this studywas to determine the difference between the training using active isolated stretching and nervemobilization with the training using active isolated stretching and myofascial release in increasingthe hamstring muscle flexibility. This research is an experiment research design with pre and posttest control group design. These samples included 22 people who were divided into two groups.Group 1 was given training using active isolated stretching and nerve mobilization, while Group 2was given the training using active isolated stretching and myofascial release. Hamstring muscleflexibility measurement was conducted through sit-and-reach test to obtain preeliminary dataISSN:2303-1395 E-JURNAL MEDIKA,VOL 6 NO 9,SEPTEMBER 2017http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum(before training) and final data (after training).In the Group 1 showed p = 0.000 with a meandifference 5,222±1,092, while in Group 2 showed p = 0.000 with a mean difference 4,222±1,394.The results showed there was a significant decrease in pain in each group. At different test betweenGroup 1 and Group 2 using independent sample t-test was obtained p = 0,110 (p> 0.05). Based onthese results, it can be concluded that the training using active isolated stretching and nervemobilization showed no difference as the training using active isolated stretching and myofascialrelease in increasing the hamstring muscle flexibility.Keywords: Flexibility, active isolated stretching, nerve mobilization, myofascial release, sit andreach test
Terapi kombinasi zink oral dan asam trikloroasetat 80% pada giant kondiloma akuminata perianal Ida Ayu Sintya Pratiwi; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.497 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang diperantarai oleh nyamuk Ae.aegyptibetina. Kandungan saponin, alkaloid, dan flavonoid pada ekstrak ethanol daun salam (Syzygium polyanthum) berpengaruh terhadap perkembangan larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak ethanol daun salam(Syzygium polyanthum) sebagai pengatur perkembangan larva Ae. aegpti instar II. Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap sesuai panduan WHOPES 2005.Sampel penelitian berupa larva Ae.aegypti instar II yang dibagi ke dalam 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan dengan konsentrasi 1%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Setiap kelompok terdiri dari 25 larva dan dilakukan 3 kali pengulangan.Data yang diperoleh dari penelitian diuji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis, dan uji Probit. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05 (p=0,021). Hambatan perkembangan larva Ae.aegypti instar II menjadi stadium dewasa 50% dan 90% (IE50 dan IE90) didapatkan pada konsentrasi 0,775% dan 3,799%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak ethanol Syzygium polyanthum memiliki pengaruh terhadap perkembangan larvaAe. aegypti. Kata kunci: Aedes aegypti, Syzygium polyanthum, pengatur perkembangan
PREVALENSI INSOMNIA PADA PASIEN LANSIA POLIKLINIK GERIATRI RSUP SANGLAH Amanda Sherman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.544 KB)

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dijumpai pada kaum lanjut usia (lansia). Hal ini disebabkan oleh fungsi tubuh yang menurun seiring bertambahnya usia maupun adanya penyakit yang mendasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi insomnia pada pasien lansia poliklinik geriatri RSUP Sanglah serta penyebabnya. Sampel yang diteliti berjumlah 40 orang yang berusia 60 tahun ke atas dan metode yang digunakan adalah metode cross-sectional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada 26 orang (65%) lansia yang mengalami insomnia ringan. Wanita lebih cenderung mengalami insomnia dibandingkan pria. Insomnia lebih sering menyerang kelompok lansia yang berusia 60-65 tahun. Umumnya para lansia yang menderita insomnia disertai oleh penyakit. Kata kunci: insomnia, lansia, insomnia rating scale
PREDIKTOR IMMUNOLOGICAL FAILURE PADA POPULASI UMUM PASIEN HIV/AIDS DI KABUPATEN BADUNG, BALI: STUDI KOHORT RETROSPEKTIF Regi Rinaldy Billjudika; Anak Agung Sagung Sawitri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.879 KB)

Abstract

Immunological failure (IF) dalam kriteria imunologis kegagalan terapi HIV/AIDS dibutuhkan di negaraberpenghasilan menegah ke bawah seperti Indonesia meskipun viral load merupakan standar untukmengevaluasi kegagalan terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian dan faktorprediktor IF pada populasi umum pasien HIV/AIDS di Kabupaten Badung, Bali. Data diekstrak dari data pasienCST RSUD Badung dengan model penelitian kohort retrospektif. Setelah satu tahun pengamatan 53 pasien(27,5%) dari 193 pasien HIV/AIDS mengalami IF. Empat dari 10 faktor yang signifikan dalam analisis adalahfaktor pekerjaan (HR 2,42; IK 1,64-4,64), jarak tempat tinggal dari penyedia layanan kesehatan (HR 6,64; IK2,04-21,60), nadir CD4 (5,73; IK 1,75-18,80), dan berat badan (HR 2,36; IK 1,24-4,50). Infeksi penyertasignifikan (HR 3,07; IK 1,28-7,34) jika faktor nadir CD4 dihilangkan dari analisis multivariat. Disimpulkanbahwa angka kejadian IF adalah sebesar 27,5 % dengan jarak tempat tinggal, pekerjaan, berat badan, nadir CD4dan infeksi penyerta sebagai prediktor terjadinya IF pada populasi umum pasien HIV/AIDS di KabupatenBadung, Bali.Kata kunci : Immunological failure, prediktor, HIV/AIDS, kohort retrospektif
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PITYRIASIS VERSICOLOR DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2017 – DESEMBER 2017 Karina Chandra; NLP. Ratih Vibriyanti Karna; A.A.G.P. Wiraguna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.169 KB)

Abstract

Pityriasis versicolor (PV) merupakan infeksi jamur yang hampir selalu ditemukan di seluruh dunia dan banyak sekali dijumpai di daerah tropis dengan kelembaban tinggi, Indonesia satu diantaranya. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui berapa prevalensi serta bagaimana karakteristik Pityriasis versicolor di RSUP Sanglah Denpasar periode dari Januari tahun 2017 – Desember tahun 2017. Penelitian ini adalah cross sectional deskriptif menggunakan metode total sampling. Sumber data adalah 36 rekam medis pasien Pityriasis versicolor periode Januari 2017 – Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jumlah pasien poli kulit dan kelamin di RSUP Sanglah Denpasar periode Januari 2017 – Desember 2017 adalah 3185 orang, dimana 36 orang (1,13%) merupakan pasien Pityriasis versicolor. Dari 36 orang pasien Pityriasis versicolor ditemukan umumnya pada kelompok umur 11-20 tahun sejumlah 14 orang (38,8%), terbanyak pada jenis kelamin laki-laki sejumlah 22 orang (61,1%) dan paling banyak dijumpai pada pasien dengan profesi sebagai pelajar sejumlah 11 orang (30,6%). Lesi hipopigmentasi paling banyak ditemukan sejumlah 29 orang (80,6%) dengan lokasi lesi pada daerah badan sejumlah 17 orang (47,2%). Sebagian besar pasien tidak ada riwayat keluarga dengan Pityriasis versicolor sejumlah 33 orang (91,7%). Pasien sebagian besar memiliki riwayat pengolesan minyak sejumlah 25 orang (69,4%), memiliki riwayat penggunaan obat imunosupresan (steroid) sejumlah 24 orang (66,7%) dan sebagian besar tidak ada riwayat diabetes melitus sejumlah 30 orang (83,3%). Kata kunci: Prevalensi Penderita, Karakteristik Penderita, Pityriasis versicolor

Page 23 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue