cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PNEUMOTHORAKS DENGAN TUBE THORACOSTOMY DI RSUP SANGLAH TAHUN 2012-2013 I Made Widiarta Kusuma
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.694 KB)

Abstract

Pneumothoraks adalah terperangkapnya udara pada celah pleura yang menyebabkan tekanan udara menjadi lebih positif.Sebagai penyakit yang mengancam jiwa, tube thoracostomy dilaksanakan sejak dini dan disertai pemberian antiobika untuk mencegah resiko komplikasi infeksi.Hal ini masih menjadi kontroversi, oleh karena itu peneliti tertarik mengeksplorasi penggunaan antibiotika pada pasien pneumothoraks dengan tube thoracostomy.Desain penelitian ini deskriptif-analitik (cross sectional) dengan sampel penelitian adalah 35 pasien pneumothoraks di RSUP Sanglah, Denpasar dari bulan Januari 2012-Agustus 2013.Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien pneumothoraks. Hasil analisis data menunjukkan, pasien pneumothoraks terbagi atas 10 pneumothoraks traumatik, 8 pneumothoraks iatrogenik, 8 PSP, 5 PSS, 1 fluidopneumothoraks, dan 3 piopneumothoraks. Sebesar  14 sampel dengan tube thoracostomy tanpa WSD dan 11 sampel dikombinasi dengan WSD. Sebanyak 35 sampel diberikan antibiotika golongan cephalosporin sebelum tindakan tube thoracostomy, seperti cefataxime, ceftriaxone, dan cefaperazone.Pasien riwayat TBC dan fluidopneumothoraks, diberikan kombinasi ceftriaxone dan azitromycin.Sebesar 10 pasien pneumothoraks traumatik, diberikan kombinasi ceftriaxone dan anti tetanus.Tendensi keberhasilan antibiotika untuk pencegahan infeksi sebesar 80%, tetapi hal ini masih dipengaruhi oleh jenis pneumothoraks, mekanisme pneumothoraks, jangka waktu rawat inap dan pemakaian tube thoracostomy.  
EMERGENCY UROLOGIC IN PREGNANCY Putu Surya Utami
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.565 KB)

Abstract

A variety of anatomical and physiological changes occurring during pregnancy, which can affect any organ system. Urological problems in pregnancy represent a diagnostic and therapeutic challenge. Urinary tract symptoms in pregnant women comprise urinary tract infection, acute pyelonephritis, acute urinary retention, hematuria, placenta percreta, nefrolithiasis, uropathy obstructive, and malignancy urologic. A multidisciplinary approach is necessary, from the anesthetic and obstetric team. In this review, I will discuss the common urological problems that occur during pregnancy and outline an approach to their management.
KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER TIROID DI BAGIAN BEDAH ONKOLOGI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2009-2012 I Gusti Ayu M Prita Dewi; Putu Anda Tusta Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.422 KB)

Abstract

Kanker tiroid adalah kanker yang berasal dari kelenjar tiroid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien kanker tiroid berdasarkan sosiodemografi (jenis kelamin, usia, pendidikan), diagnosis utama, stadium dan terapi pada pasien kanker tiroid di Bagian Bedah Onkologi RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosis kanker tiroid di Bagian Bedah Onkologi RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2009-2012 dengan jumlah sebanyak 182 orang. Data sekunder yang diperoleh selanjutnya diolah secara statistik dengan menggunakan software statistik. Pada penelitian ini didapatkan distribusi jenis kelamin pada pasien kanker tiroid paling banyak pada perempuan yaitu 152 orang (83,5%). Populasi kelompok usia pada pasien kanker tiroid paling banyak pada kelompok usia 41-45 tahun yaitu sebanyak 31 orang (17,0%). Diagnosis utama yang paling sering ditemukan adalah Dedifferentiated Thyroid Carcinoma yaitu sebanyak  168 orang  (92,3%). Pasien kanker tiroid pada penelitian ini paling banyak ditemukan pada stadium II yaitu sebanyak 121 orang (66,5%). Terapi yang paling banyak diberikan adalah operasi sebanyak 163 orang (89,6%). Kesimpulan : Pada penelitian ini didapatkan karakteristik penderita kanker tiroid berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosis utama, stadium dan terapi.  
PREVALENSI DAN KORELASI INSOMNIA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI PANTI ASUHAN WIDHYA ASIH 1 DENPASAR Pande Putu Gede Krisna Bayu Pramana Rimbawan; Nyoman Ratep
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.207 KB)

Abstract

The advances in technology and changes in lifestyle on society, especially teenagers resulted in changes to the sleep cycle that is very disturbing in productivity, quality of life and cognitive ability. Many teenagers complained have few hours of sleeping and difficult to awaken in the morning so they feel very weak and sleepy during the day. Many activities and complexity to the identity of teenagers causing this age group are particularly vulnerable to have sleeping disorders, insomnia. The purpose of this study was to determine the prevalence of insomnia and its correlation to the cognitive abilities of teenagers age 15-18 years, living in Widhya Asih 1 Denpasar orphanage. Subjects were 21 teenages age 15-18 years, which consisted of 10 men (47.6%) and 11 women (52.4%). The study used cross sectional, in addition to demographic data, diagnostic criteria for insomnia using Sleeping Disturbance Scale for Children (SDSC) and cognitive diagnostic using the Mini Mental Status Examination (MMSE). Data were analyzed by data processing SPSS version-17. The prevalence of insomnia on teenagers in Widya Asih 1 Denpasar orphanage were 100%, which were 47.6% had mild insomnia and other 47.6% experienced moderate insomnia. Only 4.8% were experiencing severe insomnia based on the SDSC score. Teenager with severe insomnia suffered from scoliosis and pulmonary complications that cause her sleep quality was very bad. In the MMSE test almost all teenagers were in the normal range, but only one sample got a score of 22 (probable cognitive impairment).
FLEKSIBILITAS ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR USIA 9-13 TAHUN YANG BERMAIN WUSHU LEBIH BAIK DARI PADA BUKAN PEMAIN WUSHU I Gede Bayu Utama Putra; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.387 KB)

Abstract

Fleksibilitas yang baik akan meningkatkan ketahanan tubuh anak terhadap cedera dan menunjang perkembangan motoris anak-anak. Perkembangan fleksibilitas dapat dicapai dengan latihan fisik yang memungkinkan terjadinya peregangan otot-otot tubuh, salah satunya adalah cabang olahraga wushu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan fleksibilitas pada anak sekolah dasar yang berlatih wushu dan yang tidak berlatih wushu. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap fleksibilitas pada anak-anak sekolah dasar di kota Denpasar yang berusia 9-13 tahun. Sebanyak 30 orang anak dipilih secara purposive, dengan 15 orang mewakili kelompok yang bermain wushu dan 15 orang mewakili kelompok yang tidak bermain wushu. Fleksibilitas diukur dengan sit and reach test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rerata fleksibilitas sebesar 3,67 ± 2,30 cm di mana kelompok pemain wushu memiliki rerata fleksibilitas 11,20 ± 2,30 cm dan yang bukan pemain wushu 7,53 ± 2,30 cm. Terdapat perbedaan signifikan (p=0,000) antara fleksibilitas anak-anak pemain wushu dan bukan pemain wushu di Kota Denpasar yang diuji dengan uji-t tidak berpasangan. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi anak-anak sekolah dasar untuk melatih fleksibilitas mereka dengan melakukan olahraga dan latihan fisik yang teratur untuk menghindarkan dari cedera ataupun gangguan otot di masa mendatang.
BARRIERS OPERASI KATARAK MENGGUNAKAN METODE RAPID ASSESSMENT OF AVOIDABLE BLINDNESS PADA USIA ? 50 TAHUN DI DESA BLAHBATUH, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR, BALI I Gusti Ayu Ariningrat; Anak Agung Mas Putrawati Triningrat; I Wayan Eka Sutyawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.152 KB)

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Tingginya angka katarak dikaitkan dengan rendahnya operasi katarak yang dilakukan oleh pasien katarak. Adanya barriers dalam melakukan operasi katarak akan meningkatkan angka kebutaan akibat katarak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui barriers operasi katarak menggunakan metode Rapid Assessment ofAvoidable Blindness (RAAB) pada usia ? 50 tahun di desa Blahbatuh, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan di desa Blahbatuh, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar menggunakan metode RAAB, mulai bulan Juli sampai September 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan total jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 66 orang. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan program SPSS 21.Sebagian besar responden katarak pada penelitian ini adalah perempuan (69,7%), dengan rentang usia terbanyak adalah 70-79 tahun (51,5%). Sebagian besar tajam penglihatan responden penelitian ini adalah tidak dapat melihat 6/60, tetapi dapat melihat 3/60 dengan kategori severe visual impairment pada mata kanandan mata kiri. Barrier operasi katarak sebagian besar responden adalah “merasa tidak perlu” (59,1%). Adanya barrier tersebut terkait dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, faktor sosial, dan budaya seperti jenis kelamin, dan kehendak Tuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa barriers operasi katarak menggunakan metode RAAB, terbanyak adalah “merasa tidak perlu”. Sosialisasi dibutuhkan kepada masyarakat mengenai mekanisme katarak, terapi yang harus dilakukan, serta sosialisasi mengenai program jaminan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan.
Karakteristik dan Diagnosis Psikiatri pada Pasien Percobaan Bunuh Diri di RSUP Sanglah Ni Wayan Pradiumnati Pritiariesti; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.549 KB)

Abstract

Suicide attempt is a form of deliberate self-harm with the purpose of death, but it does not end with death. Self-harm representspsychological difficulties and there are several risk factors related with suicide attempt. The purpose of this study is to know theproportion of characteristics and psychiatric diagnosis in suicide attempt patients at RSUP Sanglah. Research is done at Bagian/SMF Psikiatri RSUP Sanglah from 1st June 2013 until 31st May 2014. The method of this study is cross-sectional descriptive to knowthe proportion of psychiatric diagnosis in suicide attempt patients. The data is secondary data that consists of suicide attemptpatients aged 11 to 60 years old at Department of Psychiatry RSUP Sanglah that fulfill the requirements of inclusion. From91 suicide attempt samples, most of them are diagnosed with psychiatric disorders with total count of 78 patients (85.7%).The highest proportion of psychiatric diagnosis that is obtained from this study is depression (36.3%). Most of suicide attemptpatients are women, aged 21 to 30 years old, last educated in senior high school, unmarried, and employed. Suicide attemptspatients are mostly women, aged 21 to 30 years old, last educated in senior high school, unmarried, and employed. Most ofsuicide attempt patients have psychiatric diagnosis, especially depression.
KARAKTERISTIK PENDERITA PTERIGIUM DI DESA TIANYAR KARANGASEM TAHUN 2015 Putu Anindya Agrasidi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.187 KB)

Abstract

Pterigium merupakan suatu pertumbuhan neoformasi fibrovaskuler non malignan, bentuknya menyerupai sayap pada permukaan okular mata yang dapat mengganggu pengelihatan. Beberapa teori tentang patogenesis pterigium yang berkembang sekarang antara lain teori degenerasi, inflamasi, tropik, serta teori yang menghubungkan dengan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan frekuensi karakteristik pterigium di Desa Tianyar Karangasem. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di Desa Tianyar Karangasem pada 24 Maret 2015. Jumlah responden yang sesuai dengan kriteria inklusi pada penelitian ini adalah 42 orang. Distribusi dan frekuensi pterigium berdasarkan karakteristiknya, didapatkan jumlah tertinggi pada kelompok usia 30-39 tahun (28,6%), jenis kelamin laki-laki (54,8%), jenis pekerjaan kelompok 3 (76,2%), durasi paparan sinar matahari ? 4 jam (64,3%), tanpa riwayat pemakaian kacamata (92,9%), dengan riwayat pemakaian topi (52,4%), dengan riwayat keluarga (83,3%), lokasi pterigium okuli dekstra sinistra (78,6%), pada sisi nasal (91,9%), dan derajat II (45,9%). Distribusi dan frekuensi pterigium berdasarkan karakteristiknya diharapkan dapat membantu dalam pencegahan terhadap terjadinya pterigium dan kebutaan akibat pterigium derajat lanjut. Kata kunci: pterigium, karakteristik, distribusi, frekuensi
DETEKSI GEN fimH PADA ISOLAT KLINIS Klebsiella pneumoniae DI RSUP SANGLAH DENPASAR NMRP Dewi; NMA Tarini; NND Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.501 KB)

Abstract

Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri gram negatif oportunistik penyebab Healthcare Associated Infection (HAIs) seperti infeksi saluran kemih, pneumonia dan sepsis. Kemampuan bakteri ini dalam proses adesi pada permukaan hospes merupakan langkah esensial dalam perkembangan infeksi K. pneumoniae. Salah satu faktor virulensi yang berperan penting dalam proses tersebut adalah gen fimH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi K. pneumoniae yang memiliki gen fimH di RSUP Sanglah Denpasar yang dideteksi dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan 53 sampel yang diambil dari spesimen urin (30,19%), darah (54,72%), dan sputum (15%). Sebanyak 51 (96, 23%) dari 53 isolat klinis K. pneumoniae membawa gen fimH. Penelitian ini menunjukkan bahwa gen fimH merupakan salah satu faktor virulensi mayor pada infeksi K. pneumoniae. Kata kunci: Klebsiella pneumoniae, adhesin, fimH, PCR
FAKTOR PRENATAL, PERINATAL, DAN POSTNATAL KEJADIAN CEREBRAL PALSY PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Sayu Made Ardhia Pramayanti Putri; Cok Dalem Kurniawan; Dedi Silakarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.182 KB)

Abstract

Cerebral palsy merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur yang disebabkan oleh lesi non progresif.Lesi yang terjadi sifatnya menetap seumur hidup, tetapi perubahan gejala bisa terjadi sebagai akibat dari prosespertumbuhan dan maturasi otak. Cerebral palsy tidak disebabkan oleh masalah pada otot atau jaringan saraftepi, melainkan terjadi gangguan perkembangan atau kerusakan pada area motorik otak yang akan mengganggukemampuan otak untuk mengontrol pergerakan dan postur. Setiap kejadian cerebral palsy memiliki penyebabyang berbeda-beda. Untuk mengetahui penyebab cerebral palsy, perlu digali riwayat prenatal, perinatal danpostnatal dari penderita cerebral palsy. Beberapa faktor risiko cerebral palsy perlu diketahui untuk tindakanpencegahan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor prenatal, perinatal, danpostnatal kejadian cerebral palsy pada anak di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Penelitian iniadalah penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Rancangan penelitian ini bersifat retrospektif, yaitupenyakit dan faktor risiko diidentifikasi dengan menggunakan kuesioner. Sampel yang ditetapkan dalampenelitian ini adalah ibu dari anak penderita cerebral palsy di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasarpada kurun waktu Januari 2015 - Desember 2016. Responden sebanyak 42 orang ibu dari anak penderitacerebral palsy. Faktor prenatal didapatkan 21,05%, perinatal 29,5%, dan postnatal 7,15%. Hasil penelitian inidiharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk pengembangan penilaian dan terapi yanglebih efektif untuk penyakit ini. Kata Kunci: Cerebral palsy, faktor risiko, anak-anak

Page 48 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue