cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU DALAM PELAKSANAAN 3M PLUS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD PADA CIVITAS AKADEMIKA FK UNUD Stan ley; I Kadek Swastika; Luh Ariwati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.017 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes sp. yang sampai saat ini belum ada obatnya dan pengendaliannya dilakukan dengan carapemberantasan vektor salah satunya dengan cara 3M (menutup, menguras, mendaur ulang). Sebagai civitasakademika FK Unud sudah sepantasnya paham dalam upaya preventif pemberantasan sarang nyamuksebagai pencegahan penyakit DBD pada lingkungan rumah dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi pengetahuan dan perilaku civitas akademika FK Unud terhadap pelaksanaan 3M Plussebagai upaya pencegahan DBD.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena penelitimenggunakan metode kuesioner sebagai teknik pengumpulan data serta membandingkan data tersebut.Subjek penelitian adalah anggota civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terpilihuntuk diteliti. Besarnya sampel berjumlah 100 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegawai. Padapenelitian ini, pengambilan sampel secara acak. Dari hasil penelitian terhadap 100 responden, tingkatpengetahuan baik sebanyak 34 orang (34%), sedang sebanyak 51 orang (51%), dan kurang sebanyak 15orang (15%). Dari 34 orang yang tingkat pengetahuannya baik, sebanyak 19 orang adalah Dosen (56%), 13orang mahasiswa (38%), sisanya 2 orang adalah pegawai (6%). Dari 51 orang yg berpengetahuan sedangditemukan sebanyak 34 orang adalah mahasiswa (67%), 11 orang pegawai (22%), dan 6 orang dosen (12%).Dan dari 15 orang yang tingkat pengetahuannya rendah 9 adalah pegawai (60%), mahasiswa sebanyak 6orang (40%), dan dosen tidak ada (0%). Dapat Disimpulkan bahwa Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilakupencegahan DBD melalui gerakan 3M Plus di civitas akademika FK Udayana sebagian besar dikategorikanbaik dan sedang. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku DBD melalui gerakan 3M Plus tertinggi adalahdosen serta terendah adalah pegawai. Kata kunci: Tingkat Pengetahuan, DBD, Civitas akademika FK Unud
OPTIMASI DETEKSI GEN E6 PADA HUMAN PAPILLOMAVIRUS RISIKO TINGGI DENGAN POLYMERASE CHAIN REACTION I G A Aristi Dhika Pranani; Made Agus Hendrayana; Komang Januartha P. Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.394 KB)

Abstract

Kanker servik merupakan jenis kanker pada wanita dengan angka kejadian terbesar keempat di dunia. Infeksi oleh human papillomavirus (HPV) adalah salah satu faktor penyebab kanker servik. HPV memliliki gen E6 yang berperan dalam patogenesis kanker servik, sehingga dijadikan target deteksi. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi HPV secara cepat dan akurat secara molekular menggunakan teknik polimerase chain reaction (PCR). Metode yang digunakan adalah metode optimasi pada suhu penempelan DNA (annealing). Pada penelitian ini dilakukan optimasi deteksi pada gen E6 dari DNA HPV tipe 16. Optimasi dilakukan dengan menggunakan tiga variasi suhu annealing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu suhu annealing optimal untuk mengamplifikasi gen E6 pada HPV tipe 16 adalah 55 - 59. Hasil optimasi suhu annealing tersebut memberikan hasil pita yang tebal dan spesifik sebesar 476 bp sesuai dengan ukuran pita gen E6 pada HPV tipe 16. Kata Kunci: deteksi, optimasi PCR, Human Papillomavirus, kanker servik
LAPORAN KASUS: LOW GRADE FIBROMYXOID SARCOMA RECURRENT REGIO FEMUR SINISTRA Anlidya Permatasari Gunawijaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.3 KB)

Abstract

I report a case of 42 years old man who presented with a huge tumor on left thigh thatprogressively growing in 10 months. This patient had history of three times tumorresections and local recurrent, but had not received any other therapy. Physical examinationon left thigh region showed a mass with size 40x20x10 cm, solid, fixed, with ulcers andbleeding. Histological evaluation revealed a cellular lesion consist of spindle cells withatypical fibroblast in collagenous stroma, arranged in plexiform pattern. This patient wasdiagnosed with low grade fibromyxoid sarcoma recurrent regio femur sinistra and treatedwith wide excision.
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA SMA/SEDERAJAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAWATI I I Made Prema Putra; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.888 KB)

Abstract

Masalah sosial salah satunya adalah perilaku seksual pranikah semakin tinggi belakangan ini. Ini menjurus kearah tingginya angka pengidap PMS dan HIV/AIDS. Dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan di seluruh dunia didapatkan faktor yang mengarah arah tingginya masalah perilaku seksual pranikah adalah peran keluarga terhadap remaja. Untuk mencari hubungan antara peran keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA/sederajat di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I. Rancangan penelitian adalah cross sectional study, dimana pengambilan data menggunakan kuisioner terhadap 136 orang siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan perangkat lunak komputer menggunakan analisis Chi Square. Pada penelitian ini, 19,1% responden telah melakukan perilaku seks pranikah. Pada analisis bivariat variabel kategori peran keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seks pranikah (p=0,007). Pada penelitian ini dianggap signifikan apabila nilai p  dibawah 0,05. Dapat disimpulkan bahwa peran keluarga didapatkan tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku seksual pranikah remaja SMA/sederajat di wilayah kerja Puskesmas Sukawati  I.    
STATUS GIZI PADA BALITA DAN ANAK VEGETARIAN DI KOMUNITAS ASRAM SRI SRI RADHA MADHAVA, DESA SIANGAN, KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2014 I Gusti Ayu Risma Pramita
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.333 KB)

Abstract

Masalah gizi adalah salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang belum tuntas ditanggulangi di dunia. Berdasarkan data Riskesdas 2010, prevalensi balita yang mengalami gizi buruk secara nasional adalah 4,9%, gizi kurang 13%, dan gizi lebih 5,8%. Asram Sri Sri Radha Madhava berada di wilayah kerja Puskesmas Gianyar II. Masyarakat tersebut adalah kelompok vegetarian lakto mulai dari remaja, hamil, sampai pada anak yang dilahirkan. Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Gianyar II tahun 2012 terjadi masalah gizi kurang sebesar 2,3%. Pada tahun 2013 di Puskesmas Gianyar II tercatat masalah gizi kurang pada balita meningkat menjadi 5%, sedangkan jumlah balita gizi buruk adalah sebesar 2%. Puskesmas Gianyar II belum dapat mencapai target yakni 0% untuk balita gizi buruk maupun gizi kurang. Balita dan anak-anak Asram jarang mengikuti kegiatan Posyandu sehingga pertumbuhan dan perkembangannya sulit untuk dipantau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi bayi dan balita serta anak vegetarian di komunitas Asram Sri Sri Radha Madhava. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional) deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran langsung tinggi badan dan berat badan serta wawancara. Status gizi pada 36 orang yang termasuk kelompok balita dan anak vegetarian dilihat berdasarkan indeks berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB), dan indeks masa tubuh terhadap umur (IMT/U) dari grafik WHO. Sebagian besar tergolong gizi baik berdasarkan BB/U (80,6%), TB/U normal (72,2%), BB/TB normal (63,9%), dan IMT/U normal (72,2%). Sebanyak 2,8% termasuk kategori obese, 11,1% kategori gemuk (overweight) dan 13,9% kategori kurus (underweight).
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PENGRAJIN DI DESA TEGALLALANG, GIANYAR TAHUN 2015 I Putu Surya Abidharma; I Nyoman Sutarsa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DESCRIPTION OFKNOWLEDGEANDBEHAVIORINUSEPERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT FORCRAFTSMEN IN TEGALLALANGVILLAGE ,GIANYAR2015Tegallalang Village,Gianyar is known as the producer of handicrafts include wood crafts, paintings, handmade glass and other crafts. Based on the data obtained from the Public Health Unit Tegallalang I in 2012, 2013 and 2014, the case of accidents which consists of work accidents tend to increase. The use of personal protective equipment (PPE) is expected to minimize accidents arising out of work. This study aimed to determine the knowledge and behavior of the use of PPE. This study used a descriptive cross-sectional design with, the sample in this study were the craftsmen  in the districtTegallalang, a sample size of 100 people.Results obtained most respondents description of knowledge about the time of use, usefulness and impact when not using PPE is good, more than 50% of respondents knew the use or benefit of the use of PPE, more than 80% of respondents already knew the impact if not using PPE. The overall behavior of the use of PPE was poor with only 13% of respondents always use PPE which in this week is the most widely used mask (15%).  It could be concluded that the knowledge of the use of PPE was good but the behavior in the use of PPE was still low.
TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN ANAK TUNA GRAHITA BERDASARKAN HAMILTON ANXIETY RATING SCALE (HAM-A) DI SEKOLAH LUAR BIASA C DAN C1 NEGERI KOTA DENPASAR TAHUN 2014 Brilliana Firly Ariesti; Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.016 KB)

Abstract

Anxiety disorders are among the most common mental disorders were found. Where substantial factors including gender, age, culture, conflict and economic status, and place of residence have a big impact. Parents, especially mothers with intellectual disability children have more problems and tend to have higher levels of anxiety than women with normal children. This study aims to determine the level of maternal anxiety with intellectual disability children and with the distribution by age group, marital status, educational status, and occupational status. This study has been done at Denpasar special schools C and C1 since August through October 2014. The research method is using observational descriptive method of research with cross sectional design. The result is analyzed by univariate and bivariate without statistic test using SPSS 17. According to 76 research subject, 55.3% with age between 41-50 years old, 46.1% high school graduated, 97.4% married, and almost equivalent of occupational status. Most of 77% mothers do not have anxiety, 16% mild anxiety, 3% moderate anxiety, and 4% severe anxiety. Highest anxiety symptom is shown as somatic muscle symptom as much as 50%. Higher level of anxiety is suffered by mothers with low level of intellectual disability children. Can be concluded that a lot of mothers are not anxious with her children condition. As for the distribution of anxiety level, the highest is on mothers with low level of intellectual disability children, mother with age between 41-50 years old, high school graduated, married, and not working.
PREVALENS KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK SABANA SARI, DENPASAR BARAT Luh Gede Ayu Putri Vebriany Widiaskara; I Gusti Ayu Trisna Windiani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.72 KB)

Abstract

The incidence of general children delayed development is 10 % worldwide. Therefore, early screening on children development is important to detect early delayed development. One example of screening technique that used worldwide is Denver II. Descriptive cross-sectional design was use to determine prevalence of delayed development and influencing factors in Sabana Sari Kindergarten. Sample data was collected by using Denver II skrining tools and questionnaire to children aged 4-6 years old through total sampling technique. From 89 sampels, there are 32 (36%) have normal result, 55 (61,8%) have suspect result, and 2 (2,2%) have untestable result. Based on questionnaire that given to 89 research subject and then analyzed by Chi-square found that education of mother (p= 0.025) give a significant result on Denver II result. From this study can be concluded that most of childrens in Sabana Sari Kindergarten were found had delayed development (61,8%) and only education of mother (p= 0.025) give a significant result on Denver II result.Keywords: delayed development, screening technique, Denver II, influencing factors
STUDI MOLEKULER GEN oxa-23 PADA ISOLAT BAKTERI Acinetobacter baumannii RESISTEN TERHADAP ANTIBIOTIK KARBAPENEM DI RSUP SANGLAH DENPASAR Nyoman Try Yuliani Pertiwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.906 KB)

Abstract

Acinetobacter baumannii merupakan bakteri gram negatif yang berkaitan dengan resistensi berbagai jenis obat dan sebagian besar infeksi yang terjadi di rumah sakit termasuk penggunaan ventilator pada pasien pneumonia, meningitis, peritonitis, infeksi saluran kencing, dan infeksi luka. Proses resistensi antibiotik dimediasi oleh gen oxa terutama subtipe gen oxa-23 yang memiliki prevalensi tertinggi penyebab resistensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi gen oxa-23 pada isolat A.baumannii yang resisten di RSUP Sanglah Denpasar dengan menggunakan teknik molekuler. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan 30 isolat yang diambil dari darah (11,76%) sputum (14,7%) sputum selang (35,29%) urin (17,65%) pus (2,94%) luka (5,88%) dan lain-lain (11,76%). Penelitian ini mendapatkan hasil sejumlah 16 isolat positif gen oxa-23 dari total 30 isolat bakteri Acinetobacter baumannii sebanyak 5 isolat berasal dari sputum selang, 3 isolat berasal dari darah, 2 isolat berasal dari sputum, 1 isolat dari urin, 1 isolat berasal dari lukan dan 4 isolat berasal dari spesimen yang lainnya. Hasil penelitian ini adalah 47,05% isolat Acinetobacter baumannii yang resisten dengan antibiotik karbapenem positif menunjukan gen oxa-23. Kata kunci: Acinetobacter baumannii, oxa-23
PERBANDINGAN OUTCOME TERAPI OPERATIF DAN NON OPERATIF FRAKTUR BATANG FEMUR PADA ANAK DI RSUP SANGLAH DENPASAR JANUARI 2016 - MARET 2017 I G A A Diah Pradnya Paramita; I Wayan Subawa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.047 KB)

Abstract

Terapi fraktur batang femur pada anak telah dalam transisi sejak dua dekade belakangan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas biaya, namun sering terjadi tumpang tindih dalam menentukan terapi yang ideal yaitu terapi operatif atau non operatif. Pemilihan terapi didasari berbagai pertimbangan salah satunya adalah dengan melihat outcome. Salah satu indikator outcome yang digunakan pada terapi fraktur batang femur pada anak dengan menggunakan skor Silva yang terdiri dari penilaian pemendekan tungkai bawah, deviasi angular, dan ROM fleksi lutut. Sehingga peneliti bertujuan untuk membandingkan outcome antara kelompok subjek dengan terapi operatif dan non operatif pada fraktur batang femur pada anak. Desain peneltian ini adalah studi analitik cross sectional dimana dilakukan pengambilan data sekunder yaitu data rekam medis untuk mengetahui karakteristik subjek penelitian dan data primer dengan melakukan pemeriksaan fisik sesuai skor Silva untuk mengetahui tingkat atau grading outcome subjek penelitian. Total subjek peneltian yang berjumlah 30 orang, kelompok dengan terapi operatif memiliki tingkat outcome sangat baik dengan persentase 75% dan baik 25%, tidak ditemukan outcome cukup dan buruk. Pada kelompok terapi non operatif didapatkan outcome sangat baik 36.7% dan baik 64.3%, serta tidak ditemukan outcome cukup atau buruk. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan outcome terapi operatif dan non operatif yang bermakna signifikan (p = 0,03). Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara outcome pada terapi operatif dan non operatif pada fraktur batang femur pada anak, yang mana outcome terapi operatif lebih baik dari pada non operatif. Kata kunci : fraktur batang femur, terapi, outcome, anak

Page 50 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue