cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
GAMBARAN ASUPAN NUTRISI ATLET CABANG ATLETIK, KEMPO, DAN TARUNG DERAJAT YANG TELAH MELAKUKAN LATIHAN INTENSIF DALAM MEMPERSIAPKAN PERLOMBAAN PRA-PON BALI PADA TAHUN 2015 I Wayan Surya Nata; Ketut Tirtayasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.49 KB)

Abstract

Olahraga dan asupan nutrisi merupakan kebutuhan yang penting untuk tubuh manusia. Keduanya bertujuan untuk tercapainya kesehatan yang optimal sehingga manusia terhindar dari penyakit . Asupan nutrisi atlet adalah energi masuk yang didapatkan dari jumlah kalori yang masuk dari makanan dan minuman yang telah dikonsumsi dalam satu hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari gambaran dari keseimbangan energi, proporsi karbohidrat, lemak, dan protein. Sampel merupakan atlet dalam 3 cabang olahraga yaitu Atletik, Kempo, dan Tarung derajat sejumlah 35 orang. Data mengenai asupan energi diperoleh dengan menggunakan kuesinoner Combined Event Athlete development (CEAD). Didapatkan bahwa hanya 1 (3 %) sampel yang nilai energi masuknya lebih dari energi keluar (EI>TEE), sedangkan 35 (97%) sampel lainnya nilai energi masuk lebih kecil dari nilai energi keluar (EI<TEE). Gambaran lain yang didapatkan adalah karakteristik proporsi Karbohidrat, Protein, dan Lemak. Proporsi Karbohidrat, Kategori Low 48.6 %, Normal 34.3 %, High 17.1%. Proporsi Protein , Kategori Low 5.7 % , Normal 34.3 %, High 60 %. Proporsi Lemak, Kategori Low 6 %, Normal 60% , High 22.9 %. Karakteristik sampel lainnya adalah didapatkan rerata variabel umur 20±4 tahun, median tinggi badan 167.5 cm , median berat badan 58 kg, median IMT 20,7 , median BMR 1711, median EI 1563 kcal, median TEE 3004.716 kcal. Disimpulkan bahwa Gambaran nilai energi masuk (K.cal) dan energi keluar (K.cal) sampel penelitian tidak seimbang antara energi masuk dan energi keluar, dikarenakan masih terdapatnya nilai minus antara energi masuk dan energi keluar dan juga sebaliknya. Belum didapatkan nutrisi yang optimal pada atlet cabang atletik, kempo dan tarung derajat Kata kunci: Nutrisi, Atlet, Energi, Olahraga
PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK GETAH PARU PADA JENASAH YANG DIDUGA TENGGELAM DI RSUP SANGLAH TAHUN 2010 I. A. Yuniaryaningsih. S
E-Jurnal Medika Udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.402 KB)

Abstract

Tenggelam saat ini masih merupakan diagnosis otopsi yang sulit dan seringkalimerupakan diagnosis eksklusi. Tenggelam adalah suatu proses yang diakibatkankegagalan respirasi primer karena masuknya cairan dalam jumlah yang cukup kesaluran pernapasan. Angka kejadian tenggelam di Amerika Serikat setiap tahunnyamencapai 8000 orang sedangkan di UK sebanyak 1500 kematian. Untuk memastikanjenazah itu meninggal karena tenggelam atau tidak maka dilakukan pemeriksaanmakroskopik dan mikroskopik. Sampai saat ini pemeriksaan mikroskopik untukmenemukan diatom masih merupakan gold standar. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui masih digunakan atau tidak pemeriksaan mikroskopik dalammendiagnosis kematian karena tenggelam di RSUP Sanglah dan benda asing yangsering ditemukan. Dari hasil penelitian dengan mengambil data visum sejak Januari2010 hingga Desember 2010 didapatkan bahwa pemeriksaan getah paru masihdigunakan di RSUP Sanglah (75% dilakukan pemeriksaan ini) dan yang palingbanyak ditemukan adalah ganggang hijau sebanyak 83,3%. Jadi sampai saat inipemeriksaan mikroskopik getah paru masih merupakan gold standar penentuankejadian tenggelam di RSUP Sanglah.
SCHIZOAFFECTIVE DISORDER WITH MANIC TYPE : A CASE REPORT A.A. Gede Ocha Rama Kharisma Putra
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.335 KB)

Abstract

Schizoaffective disorder is a disease with persistent psychotic symptoms, such ashallucinations or delusions, occurs together with mood disorder such as depression,manic, or mixed episodes. Schizoaffective disorder is estimated to occur morefrequently than bipolar disorder. A psychotic disorder with symptoms of schizophreniaand manic air equally prominent in one episode of the same disease. This reportdescribes the case of b schizoaffective disorder with manic type in women aged 42years. These patients get therapy is pharmacotherapy Carbamazepine 2x200 mg orallyand Stelazine 2x5 mg orally.
BURN INJURY: GENERAL CONCEPTS AND INVESTIGATION BASED ON ANTEMORTEM AND POSTMORTEM OF CLINICAL INJURY Yulia Ratna Sintia Dewi
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.567 KB)

Abstract

Burn injury is a condition which catastrophic consequences can affect the sufferer physically, socially, as well as financially. Medicolegal aspect of a burn requires physicians to be able to examine burn injuries on both the living and the dead. Burn injury is defined as tissue damage due to contact with dry heat (fire), humid heat (vapor or hot liquid), chemicals (corrosive agents), electrical devices (lamp or electrical current), friction, as well as electromagnetic energy. Burn can be classified according to its breadth and degree. Death by burn injuries can be classified into 2 categories which are slow death and the fast one. The difference between antemortem and postmortem burn injury is that antemortem injury will show several intravital signs in the bullae and vesicles while postmortem injury will have none.Three main points exist in identifying antemortem and postmortem burn injuries, namely redness lines, vesication, and reparative processes.
PREVALENSI KOMPLIKASI AKUT DAN KRONIS PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2011- MEI 2012 I Wayan Eka Satriawibawa; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.249 KB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu penyakit metabolik ditandai dengan keadaan hiperglikemia yang disebabkan oleh kombinasi insufisiensi sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Prevalensi diabetes di dunia diperkirakan meningkat menjadi 4.4% atau 366 juta jiwa pada tahun 2030. Peningkatan prevalensi DMT2 secara langsung akan meningkatkan prevalensi komplikasi DMT2. Penelitian ini menggunakan metode studi potong-lintang. Data diperoleh dari rekam medis pasien dengan periode Januari 2011-Mei 2012 dan kemudian dihitung prevalensi komplikasi akut maupun kronis pada pasien DMT2. Penelitian ini mendapatkan hasil prevalensi KAD sebesar 7 orang (6.6%), tanpa komplikasi KAD sebanyak 70 orang (66%) dan tidak tahu sebanyak 27orang (25.5%). Prevalensi hipoglikemia sebanyak 18 orang (17%), tidak pernah mengalami hipoglikemia sebanyak 69 orang (65.1%) dan 18 orang (17%) tidak tahu. Diantara 18 orang yang pernah mengalami hipoglikemia, 8 orang diantaranya (44,4%) menggunakan terapi insulin. Organ yang paling sering mengalami gangguan adalah sistem kardiovaskuler yaitu sebanyak 35 kasus (25%). Gangguan ginjal ditemukan sebanyak 31 kasus (22%), gangguan paru 25 kasus (19%), Gangren dan Abses 16 kasus (11%), Urinary 6 kasus (4%), Alimentary 5 kasus (3%), Sistem saraf 4 kasus (3%), Mata 3 kasus (3%) dan gangguan lain sebanyak 14 kasus (10%). Komplikasi kronis yang terbanyak ditemukan adalah Chronic Kidney Disease (CKD) sebanyak 28 kasus, Pneumonia sebanyak 18 kasus, DF 13 kasus, HF 12 kasus, Hipertensi 11 kasus, TB paru 7 kasus, ISK 6 kasus, HHD 5 kasus, Gastropati 4 kasus, dan SNH  dan NPDR ditemukan sebanyak 3 kasus.    
PERBEDAAN WAKTU REAKSI PADA BERBAGAI DURASI LATIHAN DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA TIM FUTSAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2014 I Putu Gede Windhu Saputra; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.897 KB)

Abstract

Futsal merupakan salah satu olahraga permainan bola yang kini makin digemari oleh banyak orang. Permainan futsal membutuhkan kondisi jasmani, kemampuan menggiring bola, mencetak gol, dan menghadang lawan yang baik. Berbagai kemampuan tersebut membutuhkan latihan rutin, indeks massa tubuh (IMT), serta waktu reaksi yang optimal agar dapat bermain dengan baik. Penelitian ini ingin melihat bagaimana perbedaan waktu reaksi pada berbagai durasi latihan dan IMT pada pemain tim futsal FK UNUD. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis potong lintang dengan melihat perbedaan waktu reaksi berdasarkan durasi latihan dan IMT. Dari hasil uji T menunjukkan tidak didapatkan perbedaan bermakna dari rata-rata waktu reaksi (p>0,05) antara pemain yang berlatih kurang dari 5 jam per minggu (266,67 milidetik ± 22,223) dibandingkan dengan pemain yang berlatih lebih dari 5 jam per minggu (305,67 milidetik ± 45,247). Tidak didapatkan pula perbedaan signifikan (p>0,05) antara pemain yang memiliki indeks massa tubuh dibawah 25 kg/m2 (283,80 milidetik ± 37,067) dan yang memiliki indeks massa tubuh lebih dari sama dengan 25 kg/m2 (302,40 milidetik ± 51,897). Kesimpulan dari penelitian ini tidak didapatkan perbedaan waktu reaksi yang signifikan antara kelompok pemain yang berlatih kurang dari 5 jam per minggu dibandingkan dengan kelompok pemain yang berlatih lebih dari sama dengan 5 jam per minggu. Tidak didapatkan perbedaan waktu reaksi yang signifikan pada kelompok pemain dengan IMT kurang dari 25 kg/m2 dibandingkan dengan kelompok pemain dengan IMT lebih dari sama dengan 25 kg/m2.    
KARAKTERISTIK PENDERITA HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA DAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA YANG DISEBABKAN Acinetobacter baumannii DI INTENSIVE CARE UNITRSUP SANGLAH DAN POLA KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK SELAMA NOVEMBER 2014 – JANUARI 2015 Sherly Yunita; Dewa Made Sukrama
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CHARACTERISTICS OF HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA DAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIAPATIENTS CAUSED BY Acinetobacter baumanniiIN THE INTENSIVE CARE UNIT RSUP SANGLAH AND SENSITIVITY PATTERN TO ANTIBIOTIC DURING NOVEMBER 2014 – JANUARI 2015Nowdays, the persistence of high antibiotics resistance cause increase morbidity pneumonia due to Acinetobacter baumanniiinfection.A. baumannii infection was susceptible to Intensive Care Unit (ICU) patients. This study was purposed to determine the characteristics of Hospital Acquired Pneumonia (HAP)and Ventilator Associated Pneumonia (VAP)patients in the ICU with sputum specimen positive A. baumannii in Sanglah hospitaland sensitivity pattern to antibiotics.This research used a descriptive epidemiological design. Data in this study used secondary data, culture results of sputum specimen in the Clinical Microbiology Installation Sanglah hospital and medical records of patients during November 2014 until January 2015.Two HAPpatients and five VAPpatients had characteristics were 57.14% male and 42.86% female, mean age was 52 years and 42.86% patients in group above 65 years old. Antibiotics that sensitive against A. baumannii including Amikacin (80%), Ampicillin/Sulbactam  (100%), Cefoperazone/Sulbactam (60%), Trimethoprim/Sulfamethoxazole (60%), and Colistin (83,33%). While antibiotics were resistant including Cephalosporin generation III, Carbapenem, Gentamicin (60%), Levofloxacin (80%) and Amoxicillin/Clavulanic Acid (100%).It can be concluded that characteristics of HAP and VAPpatients with positive A. baumannii were male and female with age above 65 years old. Generally, resistant to betalaktam antibiotics and highly sensitive to polymyxin.
HUBUNGAN RINITIS AKUT DAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK USIA 0-12 TAHUN Made Agastia Wicaksana; Luh Made Ratnawati; Komang Andi Dwi Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.294 KB)

Abstract

Otitis Media Akut (OMA) adalah suatu infeksi yang diakibatkan karena disfungsi tuba Eustachius menyebabkan perkembangan bakteri pada telinga tengah. Rinitis akut adalah salah satu pencetus terjadinya OMA. OMA dengan rinitis akut juga merupakan salah satu infeksi tersering pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan rinitis akut dan otitis media akut pada anak usia 0-12 tahun. Penelitian bersifat analitik dengan menggunakan desain rancangan cross sectional yang dilaksanakan di poli THT RSUP Sanglah Denpasar. Data dalam penelitian diperoleh dari buku registrasi pasien poli THT RSUP Sanglah Denpasar dengan cara consecutive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan software komputer SPSS 16. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari 63 subjek penelitian, didapatkan sebanyak 11 (17,5%) subjek penelitian positif rinitis akut dan 52 (82,5%) subjek penelitian negatif rinitis akut. Didapatkan sebanyak 15 (23,8%) subjek penelitian positif otitis media akut dan 48 (76,2%) subjek penelitian negatif otitis media akut. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara rinitis akut dan otitis media akut pada anak usia 0-12 tahun. Kata kunci: Rinitis Akut, Otitis Media Akut, Anak
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2014 – DESEMBER 2016 I Putu Gede Cahya Giartha Putra; , I Gusti Lanang Ngurah Agung Artha Wiguna; I Wayan Niryana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.54 KB)

Abstract

ABSTRAK Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang sistemik, kronis, dan berkaitan dengan kerusakan tulang rawan pada sendi serta terjadi penyempitan pada celah sendi. Berbagai faktor risiko dapat meningkatkan terjadinya osteoartritis terutama yang menyerang sendi lutut, panggul, dan tulang belakang. Angka kejadian osteoartritis di Indonesia masih cukup tinggi, terutama angka kejadian di Bali yang memiliki angka kejadian tertinggi terjadinya osteoartritis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil penderita osteoartritis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Periode Januari 2014 – Desember 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif cross-sectional yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar. Data yang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien periode Januari 2014 – Desember 2016. Data dianalisis dengan menggunakan program Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 pasien, jenis osteoartritis terbanyak yaitu osteoartritis lutut sejumlah 66 orang (73,3%). Rerata usia 59,81 ± 12,01 tahun dengan proporsi terbanyak pada manula yaitu sejumlah 46 orang (51,1%). Jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan sejumlah 53 orang (58.9%). IMT terbanyak dengan rentang normal sebanyak 43 orang (47,8%). Penderita terbanyak yang memiliki riwayat trauma dengan jumlah 68 orang (75,6%). Penderita terbanyak yang tidak memiliki riwayat merokok dengan jumlah 74 orang (82,2%). Dapat disimpulkan dari variabel yang diteliti, faktor risiko tertinggi pada penelitian ini yaitu riwayat trauma. Kata kunci: Profil Penderita, Osteoartritis, Lutut, Panggul, Tulang Belakang. ABSTRACT Osteoarthritis (OA) is a degenerative disease of the joint that is systemic, chronic, and associated with cartilage damage to the joints and narrowing of the joints. Various risk factors can increase the occurrence of osteoarthritis especially that involved the knee, hip and spine joints. The incidence of osteoarthritis in Indonesia is still quite high, especially the incidence rate in Bali which has the highest incidence of osteoarthritis. The purpose of this study is determine the profile of osteoarthritis patients at RSUP Sanglah Denpasar on period January 2014 until December 2016. This research is a descriptive crosssectional study conducted at RSUP Sanglah Denpasar. Data obtained in the form of secondary data patient record period January 2014 – December 2016. Data were analyzed using Excel and SPSS programs. The results showed that from 90 patients, the most common type of osteoarthritis is knee/genu osteoarthritis with total 66 persons (73.3%), the average age was 59.81 ± 12.01 years with the highest proportion of elderly is 66 people (41.1%). The most frequent gender is women (58.9%). The most dominant BMI is normal BMI (47.8%). The most frequent is having history of trauma (75.6%). The most frequent is not having history of smoking (82.2%). The conclusions of the variables studied, the highest risk factor in this study is the history of trauma. Keywords: Profile of Patient, Osteoarthritis, Knee, Hip, Spine.
THE ROLE OF ENDOTHELIAL PROGENITOR CELLS ON VASCULAR REGENERATION PROCESS Katrin **; Desak Made Wihandani
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.358 KB)

Abstract

Background: Endothelial progenitor cells (EPCs) possesses an enormous potential in regenerating   blood   vessels   and   maintain   its   integrity   and   elasticity   through angiogenesis, vasculogenesis, and neovascularization, mainly during reperfusion after ischemia. However, to date, there has been no universal consensus regarding the precise definition of EPCs due to highly variable cell-based research in this growing field. Aim of study: This review aims to elucidate the various approach to classify EPC subtypes. Moreover, we also elaborate the EPCs signaling mechanism, comprising the cytokines  and  growth  factors  involved  in  EPCs  receptor  expression,  migration, adhesion, invasion, and differentiation process into mature endothelial cells. Method: This review summarizes the contemporary EPCs subtype classification as well as their role in neovascularization and endothelial regeneration through extensive literature discoveries and synthesis, comprising mainly research articles. Results: EPCs classification can be derived from several approaches, including in vitro adhesion assay, antigen surface markers, cellular morphology, specific characteristics (non-ingestion), and ability to form tube in vitro and blood vessels in vivo. EPCs mainly are derived bone marrow and mobilized during ischemia and inflammation. A number of cytokines and growth factors have been known to induce. Conclusion: EPCs play a crucial role in neovascularization and angiogenesis process in times  of  ischemia  or  inflammation.  However,  to  date,  there  has  been  no  precise definition regarding EPCs identity. Its identity must be ideally confirmed and unified in a single international consensus before stepping further into a more sophisticated therapeutic strategies by utilizing these cell-based technology.  

Page 47 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue