cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
CONCORDANCE OF PROCALSITONIN LEVEL USING ELECTROCHEMILUMINESCENCE IMMUNOASSAY (ECLIA) METHOD AND FLOURESCENCE IMMUNOASSAY (FIA) METHOD AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR Endrawati KJ; Wiradewi Lestari AA; Wande IN
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.682 KB)

Abstract

LATAR BELAKANG. Sepsis merupakan penyebab kematian terbesar pada pasien kritis. Penggunaan biomarker seperti procalcitonin sangat membantu penegakan diagnosis dan pemberian terapi yang tepat. Procalcitonin (PCT), merupakan prohormon dari hormon calcitonin dan dihasilkan selama proses inflamasi terkait endotoksin bakteri dan sitokin inflamasi. Ada beberapa metode pemeriksaan procalcitonin, seperti metode Electrochemiluminenscence Immunoassay (ECLIA) dan Flourescence Immunoassay (FIA). TUJUAN. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan PCT antara metode ECLIA dan metode FIA. METODE. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 17, dilaksanakan dengan rancangan penelitian analitik potong lintang (cross sectional) dari pemeriksaan PCT dengan metode ECLIA pada alat Cobas e601 Roche, dan metode FIA pada alat Nano Entek FREND. Analisis bivariat menggunakan Uji T berpasangan dengan P<0,05. HASIL. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah pada Februari-April 2019 mendapatkan nilai median kadar procalcitonin dengan metode ECLIA 0.52 (0.03-129.6)ng/mL dan metode FIA sebesar 0.78 (0.07-32)ng/mL. Ditemukan korelasi positif kuat antara kedua metode menggunakan Uji korelasi spearman r 0,973 dengan p= 0,000. Uji kesesuaian Bland-Altman didapatkan derajat kesesuaian antara metode ECLIA dengan FIA p = 0.326. SIMPULAN. Tidak terdapat perbedaan bermakna dari hasil pemeriksan PCT menggunakan metode ECLIA dengan metode FIA. Kata Kunci: procalcitonin, ECLIA, FIA.
MELATONIN DAN MELATONIN RECEPTOR AGONIST SEBAGAI PENANGANAN INSOMNIA PRIMER KRONIS Ni Luh Putu Ayu Maha Iswari; Anak Ayu Sri Wahyuni
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.633 KB)

Abstract

Melatonin is a hormone that has an important role in the mechanism of sleep. Hypnotic effects of melatonin and melatonin receptor agonist are mediated via MT1 and MT2 receptors, especially in circadian rhythm pacemaker, suprachiasmatic nucleus, which is worked on the hypothalamic sleep switch. This mechanism is quite different with the GABAergic drugs such as benzodiazepine. Agonist melatonin triggers the initiation of sleep and normalize circadian rhythms so that makes it easier to maintain sleep. The main disadvantage of melatonin in helping sleep maintenance on primary insomnia is that the half life is very short. The solution to this problem is the use of prolonged-release melatonin and melatonin receptor agonist agents such as ramelteon. Melatoninergic agonist does not cause withdrawal effects, dependence, as well as cognitive and psychomotor disorders as often happens on the use of benzodiazepine.  
ANGKA KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI TAHUN 2013 Ida Ayu Asri Wedhari; I Gusti Ayu Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.946 KB)

Abstract

Penurunan fungsi fisiologis pada lansia sering menyebabkan terjadinya  berbagai masalah  psikososiogeriatri.  Lansia  memiliki  resiko  yang  tinggi untuk mengalamidepresi. Depresi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal ataupun eksternal.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah lansia yang mengalami depresi sertafaktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi pada lansia di Panti  SosialTresna Werdha Wana Seraya.Dalam penelitian ini digunakan metode non-eksperimental, cross sectional. Sampelpenelitian berjumlah 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah Geriatric Depression Scale.Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok usia 60 – 70 tahun terdapat 1 orang lansiayang mengalami depresi (16,6 %). Pada kelompok usia 71 - 80 tahun tidak terdapat lansiayang mengalami depresi. Pada kelompok jenis kelamin perempuan  terdapat 1 oranglansia (9%) yang mengalami depresi. Pada jenis kelamin laki-laki tidak terdapat lansiayang mengalai  depresi.  Berdasarkan  gangguan  kejiwaan  dan  penyakit  yang mendasari, masing – masing terdapat 1 orang lansia (100%) yang mengalami depresi.Dapat disimpulkan bahwa terdapat  berbagai  faktor  yang  mempengaruhi  terjadinya depresi  pada lansia, yaitu usia, jenis kelamin, gangguan jiwa yang menyertai danpenyakit lainnya yang mendasari. Depresi cenderung terjadi pada usia yang lebih mudadan jenis kelamin perempuan. Lansia yang mengalami depresi juga dapat mengalamigangguan kejiwaan lain yang menyertai ataupun penyakit lain yang mendasari.
TOMATO BENEFITS IN REDUCING THE RISK OF PROSTAT CANCER Kadek Wisnu Mataram; Ida Ayu Ika Wahyuniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.772 KB)

Abstract

Consumption of fresh and processed tomato products is associated with reduced risk of prostate cancer. The emerging hypothesis is that lycopene, the primary red carotenoid in tomatoes, may be the principle phytochemical responsible for this reduction in risk. A number of potential mechanisms by which lycopene may act have emerged, including serving as an important in vivo antioxidant, enhancing cell-to-cell communication via increasing gap junctions between cells, and modulating cell-cycle progression. Although the effect of lycopene is biologically relevant, the tomato is also an excellent source of nutrients, including folate, vitamin C, and various other carotenoids and phytochemicals, such as polyphenols, which also may be associated with lower cancer risk. Tomatoes also contain significant quantities of potassium, as well as some vitamin A and vitamin E.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DEMAM NEUTROPENIA DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI – OKTOBER 2014 Made Dwi Puja Setiawan; Ketut Suega
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.398 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dan penyakit yang menyebabkan demam neutopenia di RSUP Sanglah periode Januari – Oktober 2014. Penelitian ini merupakan potong lintang deskriptif dengan data yang digunakan bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari hasil pencatatan pasien demam neutropenia di RSUP Sanglah periode Januari – Oktober 2014. Dari 54 sampel penelitian, 30 orang (55,6%) berjenis kelamin laki-laki dan 24 orang (44,4%) perempuan, dengan rata-rata umur penderita adalah 24,5 tahun. Usia terbanyak yang mengalami demam neutropenia adalah usia 0-10 tahun. Penyebab terbanyak adalah leukemia limfoblastik akut (LLA) sebanyak 18 (33,3%)  kasus, diikuti oleh kelainan hematologi, tumor, dan penyakit lain. Demam neutropenia terbanyak dialami oleh pasien laki-laki pada usia 0-10 tahun. Sedangkan jenis penyakit yang menyebabkan demam neutropenia terbanyak adalah keganasan hematologi.  
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DAN DUKUNGAN PETUGAS DI DESA BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM BALI TAHUN 2014 Nurul Farahan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.291 KB)

Abstract

DESCRIPTION OF USER EQUIPMENT CONTRACEPTION IN FERTILE WOMEN ON CHARACTERISTICS, LEVEL OF KNOWLEDGE, AND SUPPORT OFFICER IN THE VILLAGE BEBANDEM 2014 Data from 2010 Population Census note an increase in the rate of population growth, as well as the Bali Province. However, these excalations have not been followed by the implementation effectiveness of the family planning program. Data at Puskesmas Bebandem, we found the number of fertile couple than most other villages in the district Bebandem, number of fertile couple is 1815. However, the percentage of family planning acceptors in the Bebandem village at least than other villages in the districts Bebandem (54.98%). There are the kinds of factors that influence the decision of couples of childbearing age using contraception or not. From initial survey, we found characteristic, level of knowledge and health provider support had a diverse answer. However, from the aspect of attitude, affordability, support from husband and family had considered same enough. This study is a descriptive survey and using cross-sectional approach. Study sample are women of fertile couples in Bebandem village. The sample size used was 90, sampling techniques by convenience sampling (non-probability sampling). The variables studied were the involvement of predisposing factors (contraception, age, education level, parity, employment status, income level, level of knowledge), reinforcing factors (health provider support) and contraception usage. The collection of data done by interviews with the questionnaire. Data analysis performed were univariate and bivariate. From the research, more than half (55.6%) samples using contraception, while the rest (44.4%) did not use contraception. Older aged women with childs tends to not using contraception. Higher educational level, income, knowledge and health provider support tends to increase the usage of contraception.
KARAKTERISTIK DAN DIAGNOSIS PSIKIATRI PADA PASIEN PERCOBAAN BUNUH DIRI DI RSUP SANGLAH Ni Wayan Pradiumnati Pritiariesti; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.879 KB)

Abstract

Percobaan bunuh diri (PBD) adalah suatu tindakan mencederai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan untuk mati, namun tidak menyebabkan kematian. Tindakan tersebut merepresentasikan kesulitan psikologis dan terdapat beberapa faktor resiko yang berkaitan dengan percobaan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diagnosis psikiatri serta memberikan gambaran karakteristik pasien yang melakukan percobaan bunuh diri di RSUP Sanglah. Penelitian dilaksanakan di Bagian/ SMF Psikiatri RSUP Sanglah dari 1 Juni 2013 - 31 Mei 2014. Metode penelitian adalah cross-sectional descriptive untuk mengetahui proporsi diagnosis psikiatri pada pasien yang melakukan percobaan bunuh diri. Data merupakan data sekunder dari pasien yang berusia 11 sampai 60 tahun yang melakukan percobaan bunuh diri di Bagian/ SMF Psikiatri RSUP Sanglah yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan 91 subjek penelitian yang didapatkan, pasien PBD sebagian besar memiliki diagnosis psikiatri, yaitu sebanyak 78 pasien (85,7%). Diagnosis psikiatri terbanyak adalah depresi (36,3%). Pasien PBD paling banyak berjenis kelamin perempuan, usia 21 sampai 30 tahun, pendidikan terakhir SMA, tidak menikah, dan bekerja. PBD lebih banyak terjadi pada perempuan, usia 21 sampai 30 tahun, pendidikan SMA, tidak menikah, dan bekerja. Sebagian besar pasien PBD memiliki diagnosis psikiatri, terutama depresi.
HUBUNGAN SIKAP DUDUK DAN LAMA DUDUK TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN PERAK DI DESA CELUK, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR Ni Komang Sri Padmiswari B; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.672 KB)

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan suatu sindroma nyeri yang terjadi pada region punggung bagian bawah yang merupakan akibat dari berbagai sebab. Gangguan ini paling banyak ditemukan di tempat kerja, terutama pada mereka yang beraktivitas dengan sikap duduk yang salah dan duduk lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap duduk dan lama duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pengrajin perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional dengan menggunakan data primer melalui kuisioner dan wawancara. Populasi sampel penelitian ini adalah pengrajin perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dengan menggunakan metode random sampling menghasilkan 48 sampel. Analisis data menggunakan SPSS for Windows versi 21.0 dengan tingkat kemaknaan 0,05. Pada analisis bivariat menunjukkan didapatkan hubungan sikap duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pengrajin perak (p=0,030) dan lama duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pengrajin perak (p=0,005).  Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap duduk dan lama duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pengrajin perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut masih sangat diperlukan perhatian dan perubahan dari sikap duduk dan lama duduknya bagi pengrajin perak dan pemilik usaha perak untuk menunjang kesehatan para pengrajin perak.
GAMBARAN KARAKTERISTIK HERPES ZOSTER DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2011-DESEMBER 2013 Dewa Ayu Agung Anggita Ningrat; I.G.K. Darmada
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.556 KB)

Abstract

Herpes zoster is a disease that caused by varicella zoster virus (VZV), that results pain with blister coetaneous lesion following dermatome direction, as the clinical manifestations. This disease has high morbidity. Although the morbidity is high, there is not specific data about characteristic figure of herpes zoster in Bali in the last 5 years. A descriptive research was conducted to find out the characteristic figure of herpes zoster at Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah, January 2011-December 2013. The prevalence of herpes zoster in 2011-2013 is 229 cases with 48% male and 52% female. Cases with age range <20 years old is 14%, 20-39 years old 16%, 40-59 years old 43%, and >59 years old 27%. The percentages of herpes zoster cases based on dermatome are; herpes zoster generalisata 2%, optalmicus 11%, fascialis 5%, servicalis 6%, torachalis 20%, and lumbosacralis 4%. The conclusion is characteristic figures of herpes zoster are different based on age, sex, and dermatome location.Keywords: Herpes Zoster, Prevalence, Dermatome
KARAKTERISTIK AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM TCu 380A DI PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN PERIODE JANUARI HINGGA JUNI 2014 Oktaviarum Slamet Utama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.824 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki masalah jumlah penduduk tinggi. Program nasional untuk menanggulangi masalah tersebut adalah KB yang dilakukan melalui peningkatan penggunaan kontrasepsi jangka panjang non hormonal seperti AKDR TCu 380A. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik akseptor AKDR TCu 380A di Puskesmas IV Denpasar Selatan periode Januari hingga Juni 2014. Rancangan deskriptif retrospektif dengan sampel penelitian berupa data sekunder akseptor AKDR TCu 380A di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Hasil penelitian diperoleh proporsi 70,64% dari seluruh akseptor KB. Karakteristik umur tertinggi pada 30-34 tahun berjumlah 23 akseptor (29,9%) dan terendah pada umur 15-19 tahun berjumlah 1 akseptor (1,3%). Karakteristik paritas tertinggi pada paritas dua berjumlah 31 akseptor (40,3%) dan terendah pada paritas lebih atau sama dengan empat berjumlah 9 akseptor (11,7%). Karakteristik pendidikan tertinggi pada tamat SMA berjumlah 50 akseptor (64,9%) dan terendah pada tidak tamat SD dan tamat perguruan tinggi berjumlah 2 akseptor (2,6%). Karakteristik tertinggi pada tidak bekerja berjumlah 47 akseptor (61%) dan terendah pada pegawai pemerintah, petani dan nelayan masing-masing 1 akseptor (1,3%). Karakteristik tertinggi pada tanpa komplikasi berjumlah 70 akseptor (90,9%) dan sisanya sebesar 7 akseptor (9,1%) dengan komplikasi. Akseptor AKDR TCu 380A di Puskesmas IV Denpasar Selatan mayoritas berada pada kelompok umur 30-34 tahun sebanyak 23 akseptor (29,9%), paritas dua sebanyak 31 akseptor (40,3%), berpendidikan tamat SMA sebanyak 50 akseptor (64,9%), tidak bekerja sebanyak 47 akseptor (61%) dan tanpa komplikasi sebanyak 70 akseptor (90,9%). Kata Kunci: AKDR TCu 380A, karakteristik, komplikasi.

Page 84 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue