cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI KANDUNGAN RHODAMIN B, FORMALIN, DAN BORAKS PADA JAJANAN KANTIN SERTA GAMBARAN PENGETAHUAN PEDAGANG KANTIN DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI I Nyoman Anggha Shaputra Irawan; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.079 KB)

Abstract

Beberapa tahun terakhir, penyalahgunaan bahan-bahan kimia berbahaya seperti rhodamin B, formalin,dan boraks sebagai bahan tambahan makanan mulai marak terjadi. Meskipun telah dilarangpenggunaannya untuk pangan, namun terdapat berbagai faktor yang mendorong terjadinyapenyalahgunaan zat-zat tersebut, salah satunya adalah karena kurangnya pengetahuan pedagangterhadap bahaya bahan kimia tersebut bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiprevalensi rhodamin B, formalin, dan boraks pada jajanan kantin serta pengetahuan pedagang kantin disekolah dasar Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Dengan demikian, diharapkan mampu mencegahdampak kesehatan yang ditimbulkan akibat mengonsumsi jajanan yang mengandung rhodamin B,formalin, dan boraks. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data diperoleh daripemeriksaan kandungan rhodamin B, formalin, dan boraks pada 75 jajanan dengan rapid test sertawawancara terstruktur dengan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan pedagang terhadappenggunaan rhodamin B, formalin, dan boraks. Sampel penelitian adalah 21 orang pedagang dan 75jajanan yang diambil di 16 kantin SD dengan teknik total sampling. Dari 75 sampel jajanan, didapatkanprevalensi kandungan rhodamin B adalah sebesar 4,5%, formalin sebesar 8,8%, dan boraks sebesar 7%.Dari 21 responden, 66,7% pedagang memiliki pengetahuan yang kurang mengenai rhodamin B, 52,4%pedagang memiliki pengetahuan yang baik mengenai formalin, dan 61,9% pedagang memilikipengetahuan yang baik mengenai boraks. Hasil uji rhodamin B positif ditemukan pada 7% pedagangdengan tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan hasil uji formalin positif ditemukan pada 20%pedagang dengan tingkat pengetahuan yang kurang dan 18% pedagang dengan tingkat pengetahuanyang baik. Hasil uji boraks positif ditemukan pada 25% pedagang dengan tingkat pengetahuan yang kurang dan 15,4% pedagang dengan tingkat pengetahuan yang baik.
GAMBARAN MIKROSKOPIS SEDIAAN HAPUSAN SERVIKS PADA PASIEN GONORRHEA DI PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN Ni Luh Wayan Pani Ambarasari; I W P Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gonorrhea is the second-most sexual transmitted disease after Chlamydia infection in Europe. This infection caused by gram negative bacterial Neisseria Gonorrhoeae which usually infect the columnar epithelium of urethra, endocervix, rectum, pharynx, and conjunctiva. Transmission of the infection through genitalia organ, genitalia-anorectal, oro-genital or oro-anal, or perinatal direct infection from the mother to baby which the mother already infected. Infection in male three times more than female because case in male usually symptomatic than female which usually asymptomatic. Purpose of this research is to know the microscopic picture of gonorrhea infection in female. This microscopic picture can be used as the first diagnose to prevent the spreading N. Gonorrhea infection. This study used cross sectional design. The data was taken from patients' medical records of women with gonorrhea who have cervical smear tests at Puskesmas II Denpasar Selatan. The result of microscopic picture from 24 samples cervical swab, there was finding gram-negative diplococcal. Almost patient was in asymptomatic conditions. About 54.2% are the patients with lower education at least elementary school. Microscopic picture of the patient we can claim all of the cervical swab contain gram-negative diplococcal and 23 samples contain with gram-negative diplococcal intracellular in polymorphonuclear cells. After this study done it can be concluded that we found gram-negative diplococcal intracellular in polymorphonuclear cells from gonorrhea patients’ cervical smears. Keywords: Gonorrhea, Gram-negative diplococcal, cervix, Polymorphonuclear
Angka kejadian dan gambaran klinikopatologi kanker rongga mulut di Bali pada periode januari 2015 – oktober 2016 Tiara Awidia Damayanti; I Gede Budhi Setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.984 KB)

Abstract

Head and neck cancer is a serious problem and the most common cancer in the world. Oral cancer that belongs to this group, is in the top position of six types most common malignancies in Asia. Malignancies of the oral cavity often rarely detected. This study was conducted to determine the incidence and clinicopathological patterns as well as the distribution of oral cancer in Bali based on several characteristics. Descriptive method with cross-sectional design using secondary data from patient’s medical records in Sanglah Hospital and Cancer Registry of PERABOI in Bali. Samples are collected with the criteria of patients who first diagnosed with oral cancer in the period January 2015-October 2016. Based on the data obtained from Sanglah Hospital and Cancer Registry of PERABOI, 90 samples of oral cancer were obtained. Furthermore, the results show that of the 90 samples: thirty-five samples are tongue as the location of primary tumor; thirty-six samples are stage IVA with thirty-four samples of tumor that invades adjacent structures (T4a), thirty-seven samples with no regional lymph nodes metastasis (N0) and sixty-seven samples of no distant metastasis (M0); thirty-two samples with well differentiated tumor (grade I); sixty-nine samples of squamous cell carcinoma histopathological type. The incidence of oral cancer in Bali in the period of January 2015–October 2016 was 90 cases with the most common characteristics: tongue is the most common location of primary tumor, stadium IVA, T4a, N0, M0, grade I and squamous cell carcinoma histopathological type. Keywords: location of primary tumor, TNM, stage, grade, histopathological type
KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN PERILAKU PARTISIPAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI YAYASAN KERTI PRAJA DENPASAR TAHUN 2000-2013 Luh Ayu Bangkitaryani; Anak Agung Sagung Sawitri; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.205 KB)

Abstract

Layanan voluntary counseling and testing (VCT) memiliki peran penting sebagai pintu masuk ke seluruh layanan HIV/AIDS. Yayasan Kerti Praja (YKP) merupakan penyedia layanan VCT pertama di Provinsi Bali yang hingga tahun 2013 telah melayani belasan ribu partisipan. Eksplorasi data rekam medik partisipan VCT di YKP dapat mengungkap karakteristik sosiodemografi dan perilaku partisipan VCT dari tahun 2000-2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional. Dari 17.747 sampel didapatkan hasil sebanyak 8,5% partisipan VCT di YKP berstatus HIV positif. Mayoritas partisipan VCT di YKP adalah perempuan, berusia 16-40 tahun, bertempat tinggal di kota Denpasar, memiliki pekerjaan berisiko tinggi terinfeksi HIV, termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi untuk terpapar HIV dan transmisi penularan HIV dicurigai melalui hubungan seks vaginal berisiko. Sedangkan proporsi status HIV positif terbanyak ditemukan pada kelompok lelaki (14,6%), berusia lebih dari 40 tahun (10,3%), berdomisili di luar kota Denpasar (10,5%), tidak bekerja (16,3%), tergolong ke dalam kelompok risiko tinggi terpapar HIV (8,5%) dan pengguna injecting drug user (35%). Didapatkan kesimpulan bahwa angka kunjungan VCT di YKP setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, dengan angka kejadian positif HIV yang semakin menurun. Kata kunci : Infeksi HIV, voluntary counseling and testing (VCT), cross sectional, sodiodemografi, Yayasan Kerti Praja
TINGKAT HARAPAN HIDUP PASIEN LIMFOMA NON-HODGKIN BERDASARKAN SKOR IPI YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI LINI PERTAMA DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I Putu Dhidhi Pradnya Suryadiarsa; Ni Made Renny Anggraeni Rena; Tjokorda Gde Dharmayuda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.515 KB)

Abstract

Limfoma Non-Hodgkin (LNH) merupakan penyakit hematologi dengan keganasan yangterjadi pada limfosit, disebabkan oleh abnormalitas dari perkembangan limfosit yang akanmembentuk suatu tumor, apabila dibiarkan maka dapat berkembang menjadi kanker. SkorInternational Prognostic Index (IPI) merupakan alat ukur yang digunakan untuk memperkirakantingkat harapan hidup pasien LNH secara multidimensional dengan beberapa komponen, yaituumur, stadium penyakit, kadar serum Lactate Dehydrogenase (LDH), keterlibatan ekstranodul,dan status kinerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat harapan hidup pasien LNHberdasarkan skor IPI yang mendapatkan kemoterapi lini pertama di RSUP Sanglah Denpasartahun 2014. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif retrospektif terhadap pasienLNH di RSUP Sanglah Denpasar selama tahun 2014. Dari 25 pasien yang menjadi responden,memiliki rentang umur antara 61-76 tahun dengan rerata umur 65,68 + 4,7 tahun dan medianumur 65 tahun. Pasien lelaki berjumlah 19 orang dengan persentase 76%. Gejala klinis penyakitLNH ditandai dengan adanya benjolan (100%), demam (80%), penurunan berat badan (80%),lemas (80%), anemia (72%), dan keluhan organ (52%). Diffuse Large B-Cell Lymphoma(DLBCL) merupakan gambaran histopatologi tersering di RSUP Sanglah Denpasar denganpersentase 68%. Hasil skor IPI diantaranya empat pasien (16%) kategori low risk, dua pasien (8%)kategori low-intermediate risk, dua pasien (8%) kategori high-intermediate risk, dan 17 pasien(68%) kategori high risk. Sebagian besar kasus LNH di RSUP Sanglah Denpasar memilikiprognosis yang buruk, sehingga memiliki tingkat harapan hidup sebesar 34% dalam dua tahundan 26% dalam lima tahun.Kata kunci: Tingkat harapan hidup, Limfoma Non-Hodgkin, Skor IPI
PERBEDAAN PHYSICAL FITNESS PADA BERBAGAI FREKUENSI OLAHRAGA DAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Dewa Ayu Agung Diah Sutarini; I Made Muliarta; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.233 KB)

Abstract

Mahasiswa membutuhkan physical fitness yang baik demi melaksanakan aktivitas perkuliahan sehari-hari. Physical fitness sangat berkontribusi terhadap kesehatan tubuh yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti komposisi tubuh, fungsi kardiovaskular, fungsi otot, dan fleksibilitas tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui perbedaan physical fitness pada frekuensi olahraga ?3 kali perminggu dan < 3 kali perminggu dan indeks massa tubuh normal dan lebih dari normal pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian menggunakan pendekatan analytic cross sectional, dengan banyaknya sampel minimal yaitu 81 sampel. Pengukuran physical fitness dilakukan dengan cooper test lari 2,4 Km. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan waktu lari yang signifikan antar kedua kelompok sampel berdasarkan frekuensi olahraga dan indeks massa tubuh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kelompok sampel yang memiliki physical fitness yang lebih baik, yaitu kelompok dengan olahraga ?3 kali perminggu dan IMT normal. Untuk kelompok olahraga > 3 kali perminggu dan IMT lebih dari normal masih sangat diperlukan olahraga yang rutin dan mengatur pola makan untuk menjaga physical fitness. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, frekuensi olahraga, physical fitness
PERILAKU BUNUH DIRI PADA KLIEN TERAPI METADON DI PTRM SANDAT RSUP SANGLAH Cok Istri Sadwitri Pemayun; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.687 KB)

Abstract

Perilaku bunuh diri yang dimaksud adalah ide bunuh diri dan percobaan bunuh diri. Pengguna opioid bebas berada pada risiko yang lebih tinggi terkait perilaku bunuh diri dibandingkan mereka yang sedang menjalani terapi menggunakan metadon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah perilaku bunuh diri serta distribusinya berdasarkan waktu kejadian dan lama terapi yang dijalani. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional descriptive. Penelitian berlangsung selama 2 minggu di bulan September 2014 dan dilakukan di PTRM Sandat RSUP Sanglah. Data yang diperoleh merupakan data primer melalui wawancara dengan daftar pertanyaan terlampir, data demografi, serta telah memenuhi kriteria inklusi. Total subjek yang didapatkan 35 orang, hampir sebagiannya memiliki perilaku bunuh diri (40%) dan sisanya tidak memiliki perilaku bunuh diri (60%). Waktu kejadian perilaku bunuh diri tersering saat sebelum terapi yaitu 31,4% dibandingkan saat sebelum dan setelah terapi 8,6%. Perilaku bunuh diri sebagian besar terdapat pada klien yang telah menjalani terapi lebih dari 1 tahun 50%. Karakteristik klien terapi metadon mayoritas laki-laki, berusia 31-40 tahun, telah menikah, memiliki pekerjaan, pendidikan terakhir SMA dan telah menjalani terapi metadon lebih dari 1 tahun. Sebagian besar subjek tidak memiliki perilaku bunuh diri. Perilaku bunuh diri sebagian besar terdapat pada kelompok umur 31-40 tahun, yang telah menikah maupun belum menikah, memiliki pekerjaan, pendidikan terakhir SMA, dan menjalani terapi metadon lebih dari 1 tahun. 
Gambaran Umum Kelainan Refraksi pada Pasien Anak Usia 6-12 Tahun di Divisi Refraksi dan Lensa Kontak Poliklinik Mata RSUP Sanglah Tahun 2014 Putu Gian Mihartari; I Wayan Eka Sutyawan; AA Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.948 KB)

Abstract

Refractive error is one major cause of visual impairment worldwide that may affect various age groups and gender. This study aims to know the characteristics of pediatric patients aged 6-12 years with refractive error who came to Sanglah General Hospital in 2014. This study used secondary retrospective data from administration book at Eye Clinic Sanglah General Hospital and patient’s medical records that came to examined their eyes. All data that meet the criteria then analyzed descriptively. From 30 patients (60 eyes), most of them are male (53.3%) with ages 9-12 years old (63.3%). Myopia astigmatism compositus is the most common diagnosis (48.3%). Refractory errors also happened bilaterally in 96.7% patients. Uncorrected visual acuity examination had been done in all patients, >80% of them had visual acuity <6/6 and after corrected >70% of them had visual acuity <6/6. Around 83.3% of them categorized with normal vision or mild visual impairment. Anisometropia also found in 46.7% and the other 36.7% suspected amblyopia. Most pediatric patients with refractive errors in this study are male and the most common diagnosis is myopia astigmatism compositus which happen bilaterally in almost all patients. The results of this study could be applied as a basis data to other studies of refractive error in children. Keyword : pediatric, refractive errors, visual acuity, amblyopia, anisometropia
HUBUNGAN OBESITAS PADA ORANGTUA DENGAN TERJADINYA OBESITAS PADA ANAK REMAJA SMA DI KOTA DENPASAR, PROVINSI BALI Theodorus Onesiforus Gozali
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.856 KB)

Abstract

Pada mulanya Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia sempurna, namun manusia jatuh dalam berdosa. Akibatnya, muncul banyak masalah tubuh manusia, salah satunya obesitas. Melalui indeks massa tubuh (IMT) ? 25 menunjukan seseorang mengalami obesitas menurut kriteria Asia-pasifik. Studi ini melakukan pencarian prevalensi obesitas orangtua, anak, serta hubungan obesitas orangtua terhadap obesitas anak remaja sekolah menengah atas (SMA) di Denpasar tahun 2015. Penelitian observasional ini memiliki rancangan studi potong melintang dengan melakukan pengambilan data anak sekolah menengah atas dibeberapa sekolah di Denpasar. Secara acak dipilih sampel yang sekiranya dapat mewakili Denpasar. Kuesioner dibagikan dan diminta untuk diisi oleh siswa-siswi. Dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, maupun lingkar lengan atas. Pengukuran dilakukan pada siswa-siswi maupun kedua orangtuanya. 298 kuesioner, 188 (63,09%) yang dapat diambil menjadi data. Melalui data, prevalensi obesitas orangtua 40,96% dan obesitas anak sekolah menengah atas 15,4%, di Denpasar tahun 2015. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status nutrisi atau gizi ibu ditinjau dari indeks massa tubuh dengan lingkar pinggang atau lingkar lengan atas terhadap status gizi anak sekolah menengah atas di Denpasar. Hubungan dari status gizi pada jumlah orangtua obesitas berdasarkan indeks massa tubuh dengan status gizi pada anak sekolah menengah atas di Denpasar pada 2015 juga ditemukan, nilai p < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan obesitas orangtua ditinjau dari indeks massa tubuh terhadap obesitas anak sekolah menengah atas di Denpasar pada tahun 2015. Adanya kelemahan di dalam penelitian membuat perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut dengan topik ini, dengan sampel lebih besar dan memperhatikan faktor-faktor perancu penelitian. Katakunci: Obesitas, orangtua, anak remaja sekolah menengah atas, Denpasar, 2015
GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016 Luh Sonya Astana Putri; Bagus Komang Satriyasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.55 KB)

Abstract

Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Diperlukan manajemen yang tepat untuk mengontrol hipertensi, salah satunya dengan pemberian terapi farmakologis antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat antihipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016. Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif cross-sectional. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi periode April-Desember 2016. Data bersumber dari rekam medis pasien dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 subyek penelitian sebanyak 60,7% mendapat politerapi dan 39,3% mendapat monoterapi. Golongan obat yang paling banyak digunakan untuk monoterapi adalah ACE-I dan untuk politerapi yaitu golongan ACE-I dan CCB. Berdasarkan derajat hipertensi, sebagian besar monoterapi diberikan pada pasien dengan hipertensi stadium 1 dan politerapi pada pasien dengan hipertensi stadium 2. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa penatalaksanaan farmakologis antihipertensi sebagian besar dalam bentuk politerapi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemberian terapi farmakologis antihipertensi pada pasien hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, pola penggunaan, obat antihipertensi, rawat inap.

Page 83 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue