cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
INSIDEN DAN PROFIL MELASMA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2014 SAMPAI DESEMBER 2014 Ni Kadek Setyawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.456 KB)

Abstract

Melasma yang juga diketahui sebagai “chloasma” atau “mask of pregnancy” merupakan penyakit hipermelanosis yang paling sering ditemui dan biasanya terdapat pada bagian wajah yang paling sering terkena paparan sinar matahari. Faktor-faktor lain seperti kosmetik, alat kontrasepsi, dan lain-lain juga dapat berpengaruh terhadap timbulnya melasma. Kegiatan luar rumah tidak luput dari paparan sinar matahari, tidak terkecuali di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insiden terjadinya melasma dan bagaimana profil melasma di Bali, sehingga diambilah sampel dari kartu registrasi melasma di Poli Klinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian profil ini digolongkan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, lokasi lesi, pola lesi, riwayat pemakaian kosmetik, pengobatan yang didapat, dan keterangan tambahan yang didapat dari sumber penelitian. Insiden melasma di RSUP Sanglah Denpasar periode Januari 2014 sampai Desember 2014 adalah 54 kasus, dan hanya ditemukan satu kasus laki-laki. Tidak ditemukan kasus pada usia 1-24 tahun dan diatas 65 tahun, 59,2% kasus ditemukan pada usia 25-44 tahun dan 40,8% pada usia 45-64 tahun. Berdasarkan lokasi ditemukan 38,9% pada epidermal, 11,1% pada dermal, 50% pada campuran. Kasus tertinggi berdasarkan pekerjaan ditemukan pada pegawai yaitu 75,9%. Berdasarkan polanya ditemukan 37% sentrofasial, 59% malar, dan 4% mandibular. Dilihat dari riwayat pemakaian kosmetik didapatkan 50% tanpa riwayat, 38,9% kosmetik lain, dan 11,1% kosmetik dari dokter. Didapatkan juga keterangan tambahan dari sumber yang merupakan faktor risiko terjadinya melasma seperti paparan sinar matahari, obat anti hamil, obat hormon, saat hamil, pemakaian kontrasepsi, dan pasca inflamasi. Kata kunci: Melasma, Insiden, Faktor Risiko, Kosmetik
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MASALAH PERILAKU DAN EMOSIONAL PADA ANAK DI SD SARASWATI 5 DENPASAR D. A. Devi Anjaswari Putera; A. A. Sri Wahyuni; Ni Ketut Putri Ariani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.895 KB)

Abstract

Masalah perilaku dan emosional sejak kanak dikhawatirkan bisa berkembang menjadi gangguan kejiwaan yang lebih berat semakin bertambahnya usia anak. Sehingga orang tua perlu memerhatikan tumbuh kembang anak sejak dini termasuk kesehatan fisik dan mental anak. Praktik pengasuhan dikaitkan dengan pembentukan karakter termasuk perilaku dan emosional anak. Menemukan hubungan antara praktik pola asuh orang tua dengan masalah perilaku dan emosional yang terjadi pada anak sekolah dasar merupakan tujuan dilakukannya penelitian. Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional merupakan jenis penelitian yang digunakan. Seratus siswa kelas VI di SD Saraswati 5 Denpasar dipilih sebagai sampel menggunakan teknik simple random sampling. Parental Acceptance Rejection Questionnaire (PARQ) diisi oleh orang tua dan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) diisi oleh siswa atas persetujuan wali kelas. Pola asuh yang dipraktikkan oleh orang tua didapatkan memiliki hubungan dengan masalah perilaku dan emosional pada anak di SD Saraswati 5 Denpasar dengan nilai r= -0,36 dan p= 0,0001. Maka dapat disebutkan bahwa masalah perilaku dan emosional pada anak sekolah dasar dipengaruhi oleh pola asuh (penerimaan) yang diterapkan orang tua. Kata kunci: praktik pola asuh, masalah perilaku dan emosional, anak sekolah dasar
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SWAMEDIKASI OAINS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA Ni Putu Devi Purnamayanti; I Gusti Ayu Artini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.024 KB) | DOI: 10.24843/eum.2020.v09.i01.p03

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu alternatif dalam meningkatkan kemandirian kesehatan di masyarakat. Studi terbaru dari International Research Journal of Pharmacy tahun 2015 menemukan bahwa Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) merupakan obat yang paling sering digunakan dalam swamedikasi sebesar 50%. Tingkat swamedikasi OAINS yang tinggi memiliki kekhawatiran terhadap resiko pemakaian obat yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tingkat swamedikasi dan pengaruh karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan tentang swamedikasi OAINS pada mahasiswa Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan pada tahun 2016 terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana. Total sampel penelitian adalah 116 sampel. Hasil dari penelitian ini yaitu persentase tingkat swamedikasi umum seluruhnya mencapai 81%, sedangkan pada tingkat swamedikasi OAINS mencapai 75,9%. Berdasarkan masing-masing karakteristik, proporsi tingkat pengetahun baik didominasi oleh sampel yang berusia ?20 tahun, jenis kelamin perempuan, serta dari sampel yang berasal dari mahasiswa non kedokteran. Hasil uji chi-square menunjukkan, berdasarkan usia nilai p = 0,002 (p<0,05), pada jenis kelamin p = 0,871 (p>0,05) dan pendidikan dengan p = 0,624 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu usia memiliki pengaruh yang bermakna secara statistik, sedangkan jenis kelamin dan pendidikan tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna secara statistik terhadap suatu tingkat pengetahuan tentang swamedikasi OAINS. Kata kunci : swamedikasi, OAINS, tingkat pengetahuan, Universitas Udayana
DIAGNOSIS AND MANAGEMENT BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV) Putu Prida Purnamasari
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.229 KB)

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) is one of the most frequent Neurotology disorders. Benign Paroxysmal Positional Vertigo is a vestibular disorder in which 17% -20% of patients complained of vertigo. In the general population the prevalence of BPPV is between 11 to 64 per 100,000 (prevalence 2.4%). Benign Paroxysmal Positional Vertigo is a disturbance in the inner ear with positional vertigo symptoms that occur repeatedly with the typical nystagmus paroxysmal. The disorders can be caused either by canalithiasis or cupulolithiasis and could in theory be about three semicircular canals, although superior canal (anterior) is very rare. The most common is the form of the posterior canal, followed by a lateral. The diagnosis of BPPV can be enforced based on history and physical examination, including some tests such as Dix-Hallpike test, caloric test, and Supine Roll test. The diagnosis of BPPV is also classified according to the types of channels. Management of BPPV include non-pharmacological, pharmacological and operations. Treatment is often used non-pharmacological includes several maneuvers such as Epley maneuver, Semount maneuver, Lempert maneuver, forced prolonged position and Brandt-Daroff exercises.
SIFILIS SEKUNDER DENGAN GEJALA NON-SPESIFIK PADA SEORAANG PRIA DEWASA: LAPORAN KASUS Dian Galih SIliwangi; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.36 KB)

Abstract

Sifilis sekunder ditandai dengan munculnya ruam di kulit dan selaput lendir, kadangdisertai demam dan malaise. Gejala klinis siflis sekunder bisa mengenaikulit mukosa,kulit kepala, kelenjar limfe dan generalisata. Dilaporkan satu kasus sifilis sekunder padaseorang pria berusia 22 tahun. Gejala yang muncul berupa papul di anus disertai dengannyeri dan gatal sejak 3 bulan. Pada pemeriksaan serologidi dapatkan VDRL reaktif 1 :16, TPHA reaktif 1 : 2560 dan DFM negatif. Pengobatan diberikan injeksi BenzatinPenicilin 2,4 juta IU dosis tunggal. Prognosis penderita baik.
DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA GARMEN I Made Stepanus Biondi Pramantara; I Made Brathiarta
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.102 KB)

Abstract

Occupational contact dermatitis is a dermatitis that occurs due to contact with thematerials that exist in the workplace, and this is not the case if the person does not work.In the textile workers, the incidence of occupational contact dermatitis ranks fourth ofall occupational skin diseases annually in Finland. Contact dermatitis is of two kinds,namely contact dermatitis (DKI) arising through non-immunologic mechanisms andallergic contact dermatitis (DKA)as a result of specific immunologic mechanism (slowtype hypersensitivity reaction (type IV)). To assign a material cause of contactdermatitis required a careful history taking about, a complete medical history, physicalexamination and patch test and is also required investigation into the workplace toobserve the work and what materials are usually in contact with the patient when thepatient works. Some of the materials most commonly cause dermatitis due to work ingarment workers are resins, formaldehyde and dyes. Handling contact dermatitis can bedivided into non-pharmacological therapy and pharmacology. The best way toovercome work-related contact dermatitis is prevention by avoiding contact of thematerial causes. Long-term prognosis of occupational contact dermatitis is very bad,despite the best efforts of treatment and change the type of work has been done.
GANGGUAN CEMAS PADA MAHASISWA SEMESTER I DAN VII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Dyah Chandratika; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.647 KB)

Abstract

Penting untuk dilakukan penelitian mengenai gangguan cemas pada mahasiswa kedokteran karena tingginya tingkat stres mahasiswa terutama pada tahun pertama perkuliahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan perbedaan skor  gangguan  cemas  pada mahasiswa  semester  I dan  VII serta untuk  mengetahui perbedaan skor gangguan cemas antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian ini adalah cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Sampel mengisi identitas, kuesioner L-MMPI, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Kemudian dihitung prevalensi gangguan cemas tiap kelompok serta data dianalisis menggunakan uji t-independen. Terdapat 15 orang (25,0%) mahasiswa semester I dan 7 orang (11,7%) mahasiswa semester VII yang mengalami gangguan cemas. Dari hasil uji t-independen antara skor gangguan cemas mahasiswa semester I dan VII diperoleh nilai p = 0,001 (<0,05). Sedangkan diperoleh p = 0,080 antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada semester I dan p = 0,744 antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada semester VII. Prevalensi gangguan cemas pada mahasiswa semester I yaitu 25,0% sedangkan 11,7% pada mahasiswa semester VII. Terdapat perbedaan bermakna antara skor gangguan cemas mahasiswa semester I dan VII. Tidak ditemukan perbedaan bermakna skor gangguan cemas antara laki-laki dan perempuan.   
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA BINAAN PUSKESMAS KLUNGKUNG 1 Gede Wahyu Pratama; Ni Luh Putu Ariastuti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.516 KB)

Abstract

FACTORS THAT AFFECTING HYPERTENSION TREATMENTS COMPLIANCE ON ELDERLY AT KLUNGKUNG 1 PUBLIC HEALTH CENTREBased on data from 2014, hypertension is one of the diseases that included in the top 10 diseases in Klungkung 1 PHC. Interviews with health workers in Klungkung 1 PHC shows that there are still elderly with hypertension who are not adherent to the treatment. It certainly requires appropriate care. Identifying the factors that influence the compliance of hypertension treatment in elderly is the first step that needs to be done. This study is a cross-sectional analytical study with all elderly hypertensive patients (?45 years) who came for treatment and recorded at Klungkung 1 PHC in 2014 as study population. Samples were obtained by calculating the minimum sample size and performed simple random sampling to obtain 97 samples. Data obtained by structured interviews and direct observation. The data analysis was done by using univariate and bivariate analyzes. Results of this study are: from the 97 samples, 62 (63.9%) samples had low adherence and 36.1% of the sample had a high adherence to the treatment of hypertension. Statistical test results on the factors that affect adherence showed significant result on; the level of knowledge (p = 0.015), motivation (p = 0.02), support from health worker (p = 0.048) and family support (p = 0.000). While the number of drugs types consumed (p = 0.485) and access to health care services show insignificant results.
KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBUKU IKABUPATEN BANGLI TAHUN 2016 Illham Setiawan; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.833 KB)

Abstract

Diare masih merupakanmasalah kesehatan pada anak di bawah lima tahun (balita). Di wilayahkerja Puskesmas Tembuku I, diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang ditangani. Hasil survei awal didapatkan sebanyak 2 dari 10 balita pernah mengalami diare dalam 6 bulan terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPT (Unit Pelayanan Teknis) Puskesmas Tembuku I. Studi deskriptif cross-sectional dilakukan terhadap 65 balita yang dipilih dengan metode sampel multistage. Kejadian diare diukur berdasarkan pengalaman berak encer lebih dari 3 kali sehari selama 6 bulan terakhir. Penelitian dikumpulkan dengan metode wawancara. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 43,1% balita dinyatakan pernah mengalami diare selama 6 bulan terakhir. Diare pada balita sebagian  besar ditemukan pada balita yang memiliki ibu dengan tingkat pengetahuan kurang (44,0%), kondisi jamban layak (45,8%) serta  memiliki riwayat air susu ibu (ASI) non-ekslusif (44,0%). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ASI ekslusif sangat dibutuhkan oleh bayi untuk mencegah kejadian penyakit infeksi khususnya diare.
Tingkat Pengetahuan dan Kategori Persepsi Masyarakat Terhadap Penyakit Tuberkulosis (TB) di Desa Kecicang Islam Kecamatan Bebandem Karangasem-Bali Luh Made Hannisa Sandha; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.808 KB)

Abstract

Knowledge and perception are very important in disease control and management of tuberculosis. A good awareness of tuberculosis will help the prevention and management program of TB to be successful. The aim of the study was to explore the level of knowledge and category of perception of the society regarding TB in Kecicang Islam village, Bebandem district, Karangasem. This research was a cross-sectional study, where the samples were from all family registers in Kecicang Islam village, Bebandem district. The instrument used was questionnaire consisted of knowledge of TB and perception of early detection of TB. Data analysis was by univariate analysis and cross tabulation. The result showed that 55.1% of the respondents had low knowledge of TB, while 67.3% had positive perception regarding early detection of TB. From this study, it could be concluded that the society of Kecicang Islam village has low knowledge and good perception of TB. Keywords: tuberculosis, knowledge, perception

Page 85 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue