cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 1 (2023)" : 18 Documents clear
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover, Editorial Board, Indeks, dan Daftar Isi
Correlation Between Testis Weight, Testis Volume, and Total Sperm Count in the Indonesian Domestic Cats (Felis catus) Karisma Mardatillah; Aulia Miftakhur Rahman; Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Arief Boediono
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.69

Abstract

Information regarding the domestic cat as a model animal in the biomedical research has not been widely carried out. This study was aimed to see the correlation between testicular weight, testicular volume and total sperm count between the left testicle, right testicle and both testes. In addition, this study was aimed to examine the effect of testicular weight and volume on quantitative histomorphometry of the testes in domestic cats in Indonesia. The results showed that there was no difference between the left and right testes. Testes weight has a positive and highly significant correlation with testes volume and total sperm count, both in the left, right, and both testes. The heavier the weight of the testes, the wider the diameter of the seminiferous tubules, the wider the lumen, and the taller the tubular epithelium. It can be concluded that the increase in testicular weight is in line with the increase in cells in the seminiferous tubules.
Kejadian Infeksi Dengue Berdasarkan Variasi Curah Hujan di Makassar, Maros dan Gowa, Sulawesi Selatan Fadly Rian Saputra; Upik Kesumawati Hadi; Supriyono Supriyono; Isra Wahid
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.109

Abstract

Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros merupakan tiga daerah dengan potensi menyebabkan wabah infeksi dengue di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kontribusi wilayah tersebut terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain studi ekologi. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan kontribusi kejadian dengue dan bulan variasi tertinggi (kejadian dengue dan curah hujan) serta analisis korelasi untuk mengetahui hubungan curah hujan dengan kejadian dengue di tiga daerah selama tahun 2017 sampai 2021 dengan uji Spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi daerah ini (Makassar, Gowa dan Maros) terhadap kejadian dengue sebesar 32,3% di Provinsi Sulawesi Selatan dan termasuk dalam kategori 10 kabupaten atau kota tertinggi kejadian dengue selama lima tahun berturut-turut. Bulan dengan kejadian dengue tertinggi terjadi di bulan Januari-Mei dan curah hujan terjadi di bulan November-Januari selama tahun 2017 sampai 2021. Curah hujan tidak berhubungan terhadap kejadian dengue di Kota Makassar (p=0,391;p>0,05) dan Kabupaten Gowa (p=0,109;p>0,05) sedangkan Kabupaten Maros berhubungan (p=0,001;p<0,05). Simpulan penelitian ini yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros merupakan kontributor utama kejadian dengue di Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2017 sampai 2021. Meskipun daerah tersebut saling berbatasan, namun hubungan curah hujan terhadap kejadian dengue terlihat berbeda.
Penambahan Bobot Badan dan Morfometrik Kalong Hitam (Pteropus alecto) pada Umur yang Berbeda Tiltje Andretha Ransaleleh; F. M. M. Bapuli; S. C. Rimbing; Martha Kawatu; Indyah Wahyuni
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan bobot badan dan morfometri anak kalong/kelelawar Pteropus alecto pada umur yang berbeda. Anak kelelawar dilahirkan oleh induk yang telah dipelihara dalam kandang sejak tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi. Pengambilan data konsumsi pakan dilakukan setiap hari, penimbangan bobot badan dan morfometri dilakukan seminggu sekali. Lama pengambilan data 98 hari (14 minggu/3,5 bulan). Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dianalisis secara deskrptif. Variabel yang diukur yaitu jumlah konsumsi buah, penambahan bobot badan dan morfometri. Hasil yang diperoleh untuk jumlah konsumsi buah P. alecto 1, 2 dan 3 secara berurutan yaitu 102.91 g/hari, 139.54 g/hari, 181.07 g/hari. Persentase konsumsi buah pepaya, pisang dan mangga secara berurutan yaitu P. alecto 1 sebesar 50,97%., 29,65%., 19,38%. P. alecto 2 sebesar 61,02%., 24,39%., 14,59%., dan P. alecto 3 sebesar 58,63%., 32,66%., 8,71%. Penambahan bobot badan masing masing sebesar 0.40 g/hari, 0.56 g/hari, dan 0.85g/hari. Penambahan ukuran morfometri kelelawar P. alecto 1 untuk panjang tubuh total, panjang badan, panjang kepala, panjang telinga, panjang lengan bawah sayap, panjang tibia dan lebar bentangan sayap secara berurutan sebesar 0,11 mm/hari., 0,08 mm/hari., 0,03 mm/hari., 0.02 mm/hari., 0,06 mm/hari., 0.03 mm/hari., 0,007mm/hari, P. alecto 2 sebesar 0.13 mm/hari, 0.04 mm/hari, 0.06 mm/hari, 0.02 mm/hari, 0.08 mm/hari, 0.04 mm/hari dan 0,12 mm/hari dan P. alecto 3 sebesar 0.33 mm/hari, 0.29 mm/hari, 0.04 mm/hari, 0.03 mm/hari, 0.15 mm/hari, 0.06 mm/hari dan 0.31 mm/hari. Berdasarkan pada penambahan bobot badan dan morfometri maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan penambahan bobot badan, ukuran morfometri dan konsumsi kelelawar disebabkan oleh umur yang berbeda, dan penambahan bobot badan dan morfometri yang besar terjadi pada kelelawar P. alecto yang berumur dari 4,4 bulan hingga 7,7 bulan.
Desain Primer Spesifik Vektor Dengue Aedes aegypti Berdasarkan DNA Pengkode ITS-1, 5.8S Ribosomal RNA, dan ITS-2 Kurnia Ayu Miranti; Sri Wahyuni; Tutut Indria Permana; Diani Fatmawati; Moh Mirza Nuryady
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.76

Abstract

Identification of dengue hemorrhagic fever (DHF) vector species is important for vector control programs. Internal Transcribed Spacer (ITS) of DNA markers is one of the DNA markers that is generally used to identify a species. This study was aimed to obtain potential primers with specific results for Aedes aegypti mosquito species based on DNA sequences ITS-1, 5.8S Ribosomal RNA and ITS-2. This research was an in silico descriptive study using Primer3 and Primer-BLAST, as well as an in vitro confirmation stage was used the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The sequence of DNA data was obtained from NCBI with accession numbers GU980956.1 and ON652374.1. The results of in silico primer design obtained two pairs of potential primers, namely primer 1) Left 5’-CATTTGCTAGTCCCTCGGG-3’ Right 5’-CACCACACCACGTCTGAC-3’, and primer 2) Left 5’-CATTTGCTAGTCCCTCGGG-3’ Right 5’-CATCAACCGCGG TGTGTC- 3’. Visualization of PCR results was detected using a 1.5% agarose gel with a product size of aroind 800 bp. The conclusion of this study was that two pairs of ITS primers were obtained which had the potential to identify A. aegypti mosquitoes.
Deteksi Gen Resistan Kuinolon qnrA, qnrB, dan qnrS pada Escherichia Coli Patogen Resistan Kuinolon dari Ayam Petelur Maria Fatima Palupi; Siti Khomariyah; Nurhidayah Nurhidayah; Anna Miftahuhul Jannah Nurrohmani; Novida Ariyani; Indriyana Indriyana
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.1

Abstract

Resistansi antibiotik merupakan ancaman global yang sangat nyata. Salah satu penyebab meningkatnya kasus resistansi pada manusia adalah penyebaran bakteri ataupun materi genetik resistan dari hewan ke manusia. Penyebaran materi genetik resistan melalui plasmid semakin meningkatkan risiko penyebaran resistansi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen resistan kuinolon yang berada dalam plasmid yaitu qnrA, qnrB, dan qnrS pada Escherichia coli. Isolat yang digunakan adalah 74 isolat Escherichia coli patogen resistan kuinolon arsip Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) yang diisolasi dari usap kloaka ayam petelur pada tahun 2022. Arsip bakteri E. coli yang digunakan adalah patogen serta resistan terhadap salah satu atau lebih antibiotik kuinolon yaitu siprofloksasin, enrofloksasin, norfloksasin, flumekuin, dan marbofloksasin. Uji deteksi gen diuji qnrA, qnrB, dan qnrS dilakukan dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Berdasarkan hasil uji PCR, didapatkan 32 isolat (42,24%) memiliki gen qnrA, 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrB, 25 isolat (33,78%) memiliki gen qnrS, 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrA serta qnrB, 2 isolat (2,70%) memiliki gen qnrA serta qnrS, dan 5 isolat (6,76%) memiliki gen qnrB serta qnrS. Hasil uji ini menunjukkan bahwa semua isolat E. coli yang diuji memiliki minimal satu jenis gen resistan kuinolon yang terdapat dalam plasmid. Keberadaan gen resistan dalam plasmid di E. coli asal hewan produksi menunjukkan bahwa risiko penyebaran sifat resistansi kuinolon di peternakan ayam petelur cukup tinggi.
Noni simplistic effect with Chicken Shank Gelatin Film on White Rat Spleen Exposed to Dexamethasone Virita Rossa Pratiwi; Yasmi Purnamasari Kuntana; Ruly Budiono; Desak Made Malini; Joko Kusmoro
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.122

Abstract

Dexamethasone is a corticosteroid drug belong to glucocorticoid group. Dexamethasone is immunosuppressant and anti-inflammatory in various inflammatory conditions. Side effects of its use can cause cell apoptosis in various organs such as the spleen. The immunosuppressant effect of dexamethasone can reduce and inhibit peripheral lymphocytes and macrophages until the death of lymphoid cells in the white pulps of the spleen. The simultaneous effect of administering chicken shank gelatin and noni has the potential to improve the structure of the spleen. This study was aimed to prove and obtain effective and safe dose of chicken shank gelatin and noni on the spleens of rats exposed to dexamethasone. The research was carried out experimentally in the laboratory with a completely randomized design (CRD). A total of 25 heads male rats were grouped into five treatments and each treatment consist of five repetitions. There was a treatment group P1 as a negative control, P2 as a positive control (dexamethasone 5 mg/kg BW), P3-P5 (dexamethasone 5 mg/kg + gelatin 1.585 mg/kg + noni simplicia 50; 112; 250 mg/kg BW). The results of the study showed an increase in the area of white pulps and a decrease in the percentage of necrotic cells in the spleen, however, it did not increase the relative weight of the spleen and serum albumin levels (P>0.05). In conclusion, the effective and safe dose for the spleen organs of rats exposed to dexamethasone is 250 mg/kg BW.
Perbedaan Morfologi dan Ekspresi Dazl dan Vasa pada Sel Germinal Fetus dan Anak Mencit Jantan Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Ni Wayan Kurniani Karja; Mokhamad Fahrudin; Kusdiantoro Mohamad; Srihadi Agungpriyono
Jurnal Veteriner Vol 24 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.1.49

Abstract

Sel germinal merupakan salah satu sumber sel yang masih bersifat totipotensi dan berperan dalam pembentukan organisme baru. Morfologi dan ekspresi protein pada sel germinal bersifat dinamis bergantung pada umur dan tahap perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan morfologi dan ekspresi protein sebagai marka sel germinal jantan pada fetus umur 13,5 hari pascakawin (days post coital/ dpc) dan anak mencit umur lima hari pascalahir. Hasil Rigi kelamin dan testis diisolasi dari mencit umur 13,5 dpc dan 5 hari. Jaringan kemudian dipreparasi histologi rutin, dan diwarnai dengan pewarnaan hematoksilineosin (HE), sedangkan untuk mengidentifikasi keberadaan protein Dazl, Vasa dan Oct4, jaringan diwarnai dengan pewarnaan imunohistokimia menunjukkan morfologi sel germinal jantan pada fetus mencit umur 13,5 dpc dan anak mencit umur lima hari pascalahir sama-sama berbentuk bulat oval. Namun, sel germinal jantan pada mencit umur lima hari pascalahir berukuran lebih besar, jumlah yang lebih sedikit dan terletak jauh dari membran basal. Pada sel germinal jantan umur 13,5 dpc menunjukkan positif lemah terhadap antibodi Oct 4 dan DAZL serta positif kuat terhadap antibodi Vasa. Pada umur lima hari, sel germinal jantan menunjukkan positif kuat terhadap antibodi Oct-4 dan DAZL, serta positif lemah terhadap antibodi Vasa. Simpulan dari penelitian ini adalah morfologi dan ekspresi marka sel germinal dipengaruhi oleh tahapan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel germinal. Vasa dapat digunakan sebagai marka untuk sel germinal umur 13,5 dpc dan DAZL sebagai marka untuk sel germinal umur lima hari pascalahir.

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2023 2023