Kusdiantoro Mohamad
Division Of Anatomy, Histology, And Embryology, School Of Veterinary Medicine And Biomedical Sciences, IPB University, Bogor

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Proteomik Cairan Sinovial Sendi Domba: Efektivitas Metode dan Profil Protein Fungsional Mohamad, Kusdiantoro; Rahmaniyah, Wiwit Ridhani; Adnyane, I Ketut Mudite; Fahrudin, Mokhamad; Boediono, Arief
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.317 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.52-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode deplesi dan digesi protein, serta menganalisis proteom cairan sinovial (SF) sendi pada domba sehat menggunakan kromatografi cair–tandem spektrometri massa. Cairan SF dikoleksi dari enam ekor domba garut betina, umur ±4 tahun, berat 35-40 kg, dan sehat secara klinis. Deplesi protein berkelimpahan tinggi dilakukan dengan metode spin column menggunakan TOP 12 dan metode proteospin, sementara digesi protein dengan tiga metode, yaitu digesi in solution, in gel, dan in-solution + filter-aided sample preparation (FASP). Metode yang terbaik kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi peptida menggunakan ultra performance liquid chromatography. Metode deplesi proteospin dengan digesi protein in-solution + FASP merupakan metode terbaik berdasarkan nilai coverage dan sequest HT. Hasil analisis proteomik terkarakterisasi 52 protein pada database spesies domba. Anotasi gen ontologi menggunakan DAVID analysis menunjukkan bahwa protein-protein SF tersebut merupakan komponen sel terutama sebagai eksosom ekstraseluler, fungsi molekuler sebagai aktivitas inhibitor endopeptidase tipe-serin dan pengikat ion kalsium; serta proses biologis sebagai angiogenesis dan koagulasi darah atau pembentukan fibrin. Analisis KEGG pathway menunjukkan protein SF berperan utama pada jalur kaskade koagulasi dan komplemen.
Heterotopic grafting sites can be useful in producing oocytes for in vitro Fertilization, therefore, maximising the oocyte yield from the graft by gonadotrophin stimulation would be advantageous. The aim of this study was to investigate the number and quality of oocytes collected from heterotopic autografted ovary after Pregnant Mare Serum Gonadothropin (PMSG) induction. Graft recipients were treated either with or without PMSG stimulation 48 hours prior to graft collection. Ovarian tissue from . NURBARIAH; ITA DJUWITA; KUSDIANTORO MOHAMAD; IMAN SUPRIATNA
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 18 No. 4 (2011): December 2011
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.18.4.151

Abstract

Heterotopic grafting sites can be useful in producing oocytes for in vitro Fertilization, therefore, maximising the oocyte yield from the graft by gonadotrophin stimulation would be advantageous. The aim of this study was to investigate the number and quality of oocytes collected from heterotopic autografted ovary after Pregnant Mare Serum Gonadothropin (PMSG) induction. Graft recipients were treated either with or without PMSG stimulation 48 hours prior to graft collection. Ovarian tissue from four weeks old mice (DDY strain) were autotransplanted under the kidney capsule of the same ovariectomized mice and the oocytes were collected 21 days after autotransplantation. The results showed that the average number of oocytes collected from autografted ovaries without PMSG induction were 9.0. + 2.8 not significantly different with those received PMSG induction, 10.9 + 5.1. The percentage of matured and fertilized oocytes and the developed embryos from the autografted ovaries without PMSG induction were 52.4, 33.4, and 26.0%, respectively not significantly different with those received PMSG induction, 53.2, 35.1, and 29.9%, respectively. The number of oocytes and the capacity to matured, fertilized and developed were significantly lower (P < 0.05) compared to the superovulated nongrafted (control) ovaries. In conclusion, PMSG induction on the graft recipients did not significantly increase oocytes yield from grafted heterotopic ovaries. The number and quality of oocytes produced from the autografted ovaries were lower than the superovulated nongrafted ovaries, but still can be used for in vitro embryo production after sequential in vitro maturation and fertilization.
Allotransplantasi Testis Mencit Muda sebagai Upaya Preservasi Gonad In Vivo Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Kusdiantoro Mohamad; Mokhamad Fahrudin; Ita Djuwita; Srihadi Agungpriyono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 12 No. 1 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.442 KB)

Abstract

Cancer disease are not detected only at adult but also at young age. One therapy for cancer diseases is chemotherapy and radiation, that give a side effect of infertility in the gonad, therefore, it is necessary to preserve the gonad. Sperm collection from adult is easy but not from the young patients.Keyword: transpalantation, testis, mencit muda, spermatogenesis
Pemaparan Gelombang Elektromagnetik Telepon Genggam pada Mencit (Mus musculus albinus) Periode Awal Kebuntingan Vincentia Maria; Kusdiantoro Mohamad; Arief Boediono
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.16 KB) | DOI: 10.29244/avi.2.1.36-41

Abstract

Peningkatan penggunaan telepon genggam diiringi dengan peningkatan kepedulian masyarakatterhadap bidang kesehatan dan keamanan terkait emisi gelombang elektromagnetik yang berasaldari telepon genggam. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keamanan paparan gelombangelektromagnetik telepon genggam melalui pengamatan terhadap jumlah implantasi dan anak lahirdengan menggunakan mencit sebagai hewan model. Dua puluh empat ekor mencit betina disinkronisasidan dikawinkan dengan mencit jantan dengan perbandingan jantan dan betina 1:1 (single mating).Pemaparan dilakukan dengan gelombang berfrekuensi 900 MHz selama 7 hari pertama setelah mencitkawin. Mencit betina dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan lamanya waktu paparan. Waktupaparan adalah satu, dua, dan empat kali per hari dengan masing-masing lama paparan 15 menit untukkelompok pertama, kedua, dan ketiga, sementara kelompok keempat sebagai kelompok kontrol tidakdiberikan paparan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh nyata lama paparan gelombangelektromagnetik telepon genggam terhadap jumlah implantasi dan anak lahir dari induk yang terpapar(P>0,05). Untuk seluruh kelompok, jumlah implantasi berkisar antara 8,66 sampai dengan 10,00 danjumlah anak lahir berkisar antara 10,00 sampai dengan 12,33; tidak berbeda nyata dengan nilai padakelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, lama paparan gelombang elektromagnetik yang berasaldari telepon genggam dalam penelitian ini masih berada dalam tingkat aman untuk mencit bunting.
Analisis Proteomik Cairan Sinovial Sendi Domba: Efektivitas Metode dan Profil Protein Fungsional Kusdiantoro Mohamad; Wiwit Ridhani Rahmaniyah; I Ketut Mudite Adnyane; Mokhamad Fahrudin; Arief Boediono
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.317 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.52-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode deplesi dan digesi protein, serta menganalisis proteom cairan sinovial (SF) sendi pada domba sehat menggunakan kromatografi cair–tandem spektrometri massa. Cairan SF dikoleksi dari enam ekor domba garut betina, umur ±4 tahun, berat 35-40 kg, dan sehat secara klinis. Deplesi protein berkelimpahan tinggi dilakukan dengan metode spin column menggunakan TOP 12 dan metode proteospin, sementara digesi protein dengan tiga metode, yaitu digesi in solution, in gel, dan in-solution + filter-aided sample preparation (FASP). Metode yang terbaik kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi peptida menggunakan ultra performance liquid chromatography. Metode deplesi proteospin dengan digesi protein in-solution + FASP merupakan metode terbaik berdasarkan nilai coverage dan sequest HT. Hasil analisis proteomik terkarakterisasi 52 protein pada database spesies domba. Anotasi gen ontologi menggunakan DAVID analysis menunjukkan bahwa protein-protein SF tersebut merupakan komponen sel terutama sebagai eksosom ekstraseluler, fungsi molekuler sebagai aktivitas inhibitor endopeptidase tipe-serin dan pengikat ion kalsium; serta proses biologis sebagai angiogenesis dan koagulasi darah atau pembentukan fibrin. Analisis KEGG pathway menunjukkan protein SF berperan utama pada jalur kaskade koagulasi dan komplemen.
The Influence of Homologous and Heterologous Sera in Culture Medium on in Vitro Maturation and Fertilization of Sheep Oocytes Ita Djuwita; Yohan Rusyiyantono; Kusdiantoro Muhamad; Bambang Purwantara; Yuhara Sukra
Media Veteriner Vol. 5 No. 1 (1998): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.792 KB)

Abstract

The influence of various types of sera i.e. Fetal Calf Serum (FCS), Bovine Post Estrous Serum (SPES) as heterolog sera; and Ewes Fetal Serum (EFS) and Ewes Serum (ES) as homologue sera on in vitro maturation and fertilization of sheep oocytes was investigated using Tissue Culture Medium 199TM (TCM 199. Gibco). Sovine sera were collected from cow at seven days post-estrus, while ewes sera were collected during estrous (ES-HO) and six days post estrous (ES-H6). The result shows that the maturation rate of oocytes cultured in medium supplemented with EFS, ES-HO and ES-H6 at  concentrations of 32.9%, 68.7%, and 67.6% respectively is better than those supplemented with FCS and SPES at concentrations of 22.2% and 28.9%, respectively. In vitro fertilization rate were significantly higher in medium supplemented with ES-HO and ES-H6 at concentration of 65.4% and 65.8% (P < 0.05) than that supplemented with SPES at concentration of 31.7%. In conclusion, ewes sera could be used in culture medium for promoting both in vitro maturation and fertilization rate of sheep oocytes.
STUDI PERBANDINGAN EFEK DIURETIK DAN ANTIINFLAMASI GABUNGAN EKSTRAK SIDAGURI, TEMPUYUNG DAN SELEDRI PADA TIKUS Min Rahminiwati; Raudhatul Jannah; Kusdiantoro Mohamad
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2999

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifiola L.), tempuyung (Sonchus arvensis L.), dan seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan mengandung flavonoid yang berperan penting dalam mekanisme terjadinya efek diuretik dan antinflamasi beragam herbal. Namun potensi flavonoid dalam menimbulkan kedua efek tersebut berbeda pada setiap tanaman baik tunggal maupun ramuan. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari kekuatan efek diuretik dan antiinflamasi dari gabungan ketiga tanaman tersebut pada tikus. Lima ekor tikus dari masing masing kelompok uji diuretik dan 4 ekor tikus dari kelompok antiinflamasi diberi aquadest sebagai grup kontrol, ekstrak tempuyung 28 mg/200 g BB, dan kombinasi ketiga tanaman dosis 28 mg/200 g BB, 56 mg/200 g BB, dan 280 mg/200 g BB secara oral selama 8 hari berturut turut. Total volume urin kelompok tikus diuretik diukur pada hari ke 8 sampai dengan hari ke 10 sedangkan volume udem kaki tikus yang diinduksi karagenan kelompok tikus antiinflamasi diukur 30 menit sebelum dan sesudah induksi dan setiap jam selama 6 jam. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sediaan dosis 56 mg/kg BB mempunyai total volume urin dan percent diuretic index lebih besar dari kontrol dan pada dosis 28 mg/kg BB mempunyai nilai AUC terendah serta % DAI tertinggi. Dengan demikian sediaan. mempunyai efek antiinflamasi lebih kuat dibandingkan dengan efek diuretik.
Performa Broiler dengan Pemberian Jamu Kombinasi Jahe, Kunyit, dan Temulawak Aulia Andi Mustika; Andriyanto; Kusdiantoro Mohamad; Lina Noviyanti Sutardi; Siti Rabi’ah; Utami Idha Pangesti; SM Leluala
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.253-261

Abstract

Jamu dapat diberikan sebagai feed additive untuk meningkatkan performa dan kesehatan broiler. Penelitian bertujuan menentukan konsentrasi optimal pemberian jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak yang dapat meningkatkan performa broiler, pengaruh jamu terhadap fungsi organ dan cita rasa daging ayam broiler. Sebanyak 96 ekor ayam galur Cobb dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi jamu 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75% masing-masing dengan 2 kelompok ulangan. Pemberian jamu dimulai pada hari ke-20 sampai hari ke-36 dengan cara mencampur serbuk ke dalam air minum. Peubah yang diamati terdiri atas konsumsi pakan, konsumsi minum, bobot akhir, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), mortalitas, profil organ, dan karakteristik organoleptik daging. Hasil menunjukkan jamu dengan konsentrasi 0,25% dapat meningkatkan bobot akhir, pertambahan bobot badan, dan bobot karkas, tetapi tidak menunjukkan pengaruh terhadap konsumsi pakan, konsumsi minum, FCR, IP, dan cita rasa daging. Selain itu, mortalitas dapat ditekan pada konsentrasi jamu 0,25% dan 0,5%. Jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak dapat meningkatkan performa dan kesehatan broiler.
Laporan Kasus Auricular Hematoma pada Singa Afrika (Panthera leo) di Taman Margasatwa Ragunan Maria Yohana Simarmata; Rantimah .; Syafri Edwar; Kusdiantoro Mohamad
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.75951

Abstract

Singa afrika merupakan salah satu hewan yang dikategorikan rentan terhadap kepunahan (vulnerable) menurut IUCN. Kebun Binatang Ragunan merupakan lembaga konservasi ex-situ yang memiliki peran penting dalam upaya konservasi satwa liar. Seekor singa afrika di Taman Margasatwa Ragunan bernama Suki, berumur ± 14 tahun, betina, dilaporkan mengalami pembengkakan di telinga kanannya. Pembengkakan sudah berlangsung sekitar seminggu dan singa sering menggosokkan telinganya ke dinding kandang. Hasil pemeriksaan menunjukkan singa tersebut menderita auricular hematoma (othematoma). Perawatan pilihan adalah metode bedah dengan sayatan linier untuk menghilangkan cairan hematoma. Singa Suki diberi antibiotik, antiradang, dan multivitamin untuk perawatan pascabedah. Auricular hematoma pada singa Suki mengalami proses penyembuhan yang lambat dan sembuh setelah 47 hari pascabedah.
Postmortem Examination of Emu Bird (Dromaius novaehollandiae) in Ragunan Zoo Pardede, Friselsa; Rahardi, Nindya Anandaputri; Edwar, Syafri; Mohamad, Kusdiantoro
Jurnal Medik Veteriner Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol5.iss2.2022.252-260

Abstract

Ragunan Zoo is one of the ex-situ conservation sites in DKI Jakarta to protect the wildlife outside their natural habitat. The emu (Dromaius novaehollandiae) is one of the TMR collection animals originating from Australia. An emu bird named Lebo, aged 19 years, and male sex was found sick on January 12, 2022. Based on physical examination, the emu bird showed clinical symptoms of anorexia, unwilling to eat, lethargic, refusing or difficult to move, unable to lift his head, and inflammation of the right eye. No further examination was performed to determine the diagnosis. Treatments were taken symptomatically, namely the fluid therapy, injection of vitamins and energy sources, antibiotics, and anti-inflammatory. The emu was found dead on February 6, 2022 and a necropsy was performed. Postmortem findings obtained were glossitis, ventriculitis, gizzard erosion, hemorrhagic enteritis, hepatic lipidosis, epicarditis, testicular atrophy, and orchitis. Diagnosis of suspected cause of death is damage and decreased function of various organs of the body.
Co-Authors . NURBARIAH A.S. Satyaningtijas Aditianingrum, Kurnia Alysia Adrian Situmeang Ali, Ihfan Khaidir Andri Maruli Tua Lubis Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Anggara Widyawiratma Aprilia Hardiati Arief Boediono Aryani Satyaningtijas Aryani, Nursela Sofyanti Mirza Bambang Purwantara Damiana Rita Ekastuti Damiana Rita Ekastuti Deny Putra Romadhon Edwar, Syafri Ekayanti Mulyawati Kaiin Elsi Rahmadhani Erdiansyah Rahmi Faisal Anthony Faisal Mustafa Faralinda Sari Fitri Susana Gatot Prasojo Gustini Syahbirin Hamny Sofyan Handina Rakhmawati Harry Murti Hera Maheshwari Husna, Hanifati Ika Satya Perdhana Iman Supriatna Ita Djuwita Ita Djuwita ITA DJUWITA ITA DJUWITA Ita Djuwita Josephin Bernadette Kaiin, Ekayanti Mulyawati Ketut Adnyane Mudite Lina Noviyanti Sutardi M Agus Setiadi Mahendra, Arindina Maria Yohana Simarmata Min Rahminiwati Mokhamad Fahrudin Monica Silva Jerica Muhamad Evans Hardiansyah Muhammad Jalaluddin, Muhammad Muhammad Joserisal Alghifarry Pakkawaru Muhammad Naufal Febrian Jamaludin Nelza Putri Yasmin Ni Wayan Kurniani Karja Noval Ekarian Ramadan Nurhidayat . Nurhidayat Nurhidayat Pardede, Friselsa R. Iis Arifiantini Rahardi, Nindya Anandaputri Rahmadhani, Elsi Rahmaniyah, Wiwit Ridhani Rantimah . Raudhatul Jannah Ritonga, Mudhita Zikrullah Ronald Tarigan Siti Rabi’ah SM Leluala Sri Wahyuni Srihadi Agungpriyono Subangkit, Mawar Sulistyana, Yanti Syafri Edwar Tanjung, Fitri Aisah Tarigan, Ronald Taufan Hidayat Teresa Wening Anggitasari TUTY LASWARDI YUSUF Tuty Laswardi Yusuf Utami Idha Pangesti Vincentia Maria Vivit Riyacumala Wahono Esthi Prasetyaningtijas Wahono Esthi Prasetyaningtyas Wahono Esthi Prasetyaningtyas Wahono Esthi Prasetyaningtyas Wardhani, Lailia Dwi Kusuma Wasmen Manalu Wiwit Ridhani Rahmaniyah Yanti Sulistyana Yohan Rusiyanto Yuhara Sukra