cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
The Involvement of Parents in the Children’s Care Process; a Comparison of Various Countries Meilanny Budiarti Santoso
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i1.10008

Abstract

Abstract. To be a parent means to put the commitment of time and unselfish self during serving as a parent as well as spouse, part of big family, friends, and colleagues. Someone is becoming a parent because adults have been prepared to respond positively to the existing of a baby as well as strong community drive as the influence to have children. This article is aiming at describing the parental involvement in child care influenced by culture and geographical location of their living. This article is formulated using literature study on child care practices around the world. Parent is defined as individuals who provide care, protection, and guidance since the baby until growing up. During conducting their role in providing care, guidance and needs fulfillment, the parent is very much influenced by culture and geographical location. Therefore the role and parental involvement in child care practice are unique in every region/country.Abstrak. Menjadi orang tua berarti menempatkan komitmen waktu dan tak mementingkan diri sendiri selama berperan sebagai orang tua dan suami/istri, bagian dari keluarga besar, teman dan kolega. Seseorang yang sedang menjadi orang tua dikarenakan masa dewasa yakni sudah disediakan untuk merespon secara positif kehadiran bayi. Juga dukungan dan pengaruh kuat dari masyarakat agar memiliki anak. Artikel ini bertujuan menggambarkan keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan lokasi geografis tempat tinggal. Artikel ini disusun menggunakan studi pustaka tentang praktik pengasuhan anak di dunia. Orang tua diartikan sebagai individu yang memberikan kepedulian, perlindungan dan arahan sejak bayi hingga tumbuh dewasa. Selama berperan memberi perawatan, arahan dan memenuhi kebutuhan anak, orang tua sangat dipengaruhi oleh budaya dan lokasi geografis. Maka dari itu, peran dan keterlibatan orang tua dalam praktik mengasuh anak bersifat unik di setiap daerah/negara.
KUALITAS KELEKATAN ANAK DENGAN PENGASUH DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AL-KAUTSAR LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Mu'alimatus Sholihah; Denti Kardeti; Meiti Subardhini
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.16406

Abstract

Abstract. Attachment refers to a relationship or emotional bonding that last for a long time, intertwined between individuals and attachment figures that are characterized by a desire to seek and maintain closeness to the attachment figures, especially in pressure time. This research aims to gain the empirical description about warmth of children to caregivers. The method in this research uses descriptive method with a quantitative approach.  Sampling in this research is census, and data collection technique uses: 1) questionnaire, 2) interview, 3) observation, and 4) documentation study. As for the measuring instrument validity test uses face validity. Furthermore, the result analysed through quantitative and qualitative analysis. The result shows that the attachment quality of children to caregivers in Al-Kautsar’s Children Welfare Institution Lembang, West Bandung Regency is in moderate category. Therefore, it is necessary to make an improvement throught the proposed program which is EDUFAS (Education and Fun Sharing) “Improvement of The Attachment Quality of Children to Caregivers in Al-Kautsar’s Children Welfare Institution Lembang, West Bandung Regency”. Abstrak. Kualitas kelekatan (attachment) merujuk pada ikatan emosional yang bertahan dalam waktu yang lama, terjalin antara individu dengan figur lekatnya yang ditandai adanya keinginan untuk mencari dan memelihara kedekatan dengan figur lekat tersebut terutama pada saat-saat yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empiris tentang kehangatan (warmth) anak dengan pengasuh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus, yaitu dengan jumlah responden sebanyak 38 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuesioner, 2) wawancara tidak terstruktur, 3) observasi, dan 4) studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kelekatan anak dengan pengasuh di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al-Kautsar Lembang Kabupaten Bandung Barat termasuk dalam kategori sedang. Begitu pula pada semua aspek dalam kualitas kelekatan termasuk dalam kategori sedang. Maka dari itu diperlukan upaya peningkatan melalui program yang diusulkan yaitu EDUFAS (Educating and Fun Sharing) “Peningkatan Kualitas Kelekatan Anak dengan Pengasuh di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Kautsar Lembang Kabupaten Bandung Barat”.   
Eksplorasi Program Reintegrasi Sosial pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Siti Asisah; Nurhayati -
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v6i1.9780

Abstract

Social reintegration is the process of establishing new norms and values for people with social problems in prisons. This article discusses the understanding of how Social Reintegration Programs for Correctional Prisoners program, especially to drug cases. The research conducted using a qualitative descriptive approach. The primary data derived from interview results combined with other printed documents. The results of this study indicate that the Social Reintegration Program has a potential to play a role in reducing overcapacity in the prisons, but its implementation still requires development. In addition, there is still a negative stigma labelled by the community to the prisons inhabitants in addition to inadequate facilities, infrastructure and budget as well as a lack of skills owned by the targeted citizens when out of prisons. Keywords: General election, people with disabilities, disability rights, voters.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS, DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT STRES TERHADAP PERILAKU COPING ORANG TUA ANAK PENYANDANG DISABILITAS UNIT PELAYANAN DISABILITAS (UPD) KOTA TANGERANG SELATAN Muhammad Nurman Novian
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i1.14697

Abstract

Abstract. “Coping” behavior towards families of children with disabilities is suspected by a variety of parental conditions, such as the spiritual parent in dealing with social problems, parental stress levels and social support will trigger the direction of “coping” behavior of parents with children with disabilities. This study will look at the influence of spiritual variables, social support and stress levels in influencing the “coping” behavior of parents with children with disabilities who receive UPD Tangsel assistance. This research uses a quantitative approach. Based on the techniques in data collection, this research is a survey research. Survey research was carried out through questionnaires and formal interviews to collect information, background, behavior, beliefs and attitudes of people. Data processing was carried out using SPSS 25 software. At the value of the level of religiosity is smaller than α (0.005). So, 0,000 <0.005, then Ho is rejected and H1 is accepted. Thus, there is a relationship between the level of religiosity with the level of coping. At the level of social support, the value is smaller than α (0.005). So, 0,000 <0.005, then Ho is rejected and H1 is accepted. In the stress level variable, the value is smaller than α (0.005). So, 0,000 <0.005, then Ho is rejected and H1 is accepted. The conclusion is that there is a relationship between the level of religiosity, the level of social support and the level of stress with the level of coping of parents of children with disabilities in the South Tangerang City Disability Service Unit (UPD). Abstrak.  Perilaku coping terhadap keluarga anak penyandang disabilitas ditengarai oleh berbagai kondisi orang tua, seperti spiritual orangtua dalam menghadapi permasalahan sosialnya, tingkat stres orangtua dan dukungan sosialnya akan memicu arah perilaku coping orangtua dengan anak penyandang disabilitas. Penelitian ini akan melihat pengaruh dari variabel spiritual, dukungan sosial dan tingkat stres dalam mempengaruhi perilaku coping orangtua dengan anak penyandang disabilitas penerima bantuan UPD Tangsel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, berdasarkan teknik dalam pengambilan datanya maka penelitian ini merupakan penelitian survei. Penelitian survei dilakukan melalui kuesioner tertulis serta wawancara formal guna mengumpulkan informasi, latar belakang, perilaku, kepercayaan dan sikap orang, pengolahan data dilakukan menggunakan software SPSS 25. Pada nilai tingkat religiusitas lebih kecil dari α (0,005). Sehingga 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian terdapat hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat coping. Pada tingkat dukungan sosial nilainya lebih kecil dari α (0,005). Sehingga 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Pada variabel tingkat stress nilainya lebih kecil dari α (0,005). Sehingga 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara tingkat religiusitas, tingkat dukungan sosial dan tingkat stress dengan tingkat coping orang tua anak penyandang disabilitas Unit Pelayanan Disabilitas (UPD) Kota Tangerang Selatan. 
Pengembangan Usaha Mikro melalui Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Ahmad Rifki Fathurrohman
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v3i1.9770

Abstract

Abah Nasrudin adalah tokoh masyarakat yang banyak dikenal sebagai Bapak Lele Sangkuriang. Julukan ini diberikan berdasarkan apresiasi masyarakat karena kiprahnya yang telah mengembangkan serta menyebarluaskan budidaya ikan lele sangkuriang dari Bogor hingga hampir ke seluruh nusantara. Penyebaran budidaya ikan lele ini memiliki misi untuk mengangkat harkat dan martabat para pengangguran, korban PHK, serta anak putus sekolah. Dengan berbagi pengetahuan tentang pengembangan budidaya ikan lele, Abah Nasrudin berharap mampu melahirkan pengusaha-pengusaha sukses dari budidaya ikan Lele Sangkuriang, khususnya di Kecamatan Megamendung. Dengan begitu, pengangguran di Kecamatan Megamendung dapat ditanggulangi melalui peningkatan dan pengembangan usaha budidaya Ikan Lele Sangkuriang.Keywords: pemberdayaan masyarakat, usaha mikro, budidaya lele, modal sosial
KEBIJAKAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA SEBAGAI USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA CIDOKOM Enung Khoeriyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i2.11331

Abstract

Abstract. Village management is a crucial as the government closest unit to the community. So it needs a clear planning and arrangement to realize the welfare of the local community. A transparent planning involving citizens through the Village Mid-Term Development Plan (RPJM Desa) and the Village Government Work Plan (RKP Desa). Citizens’ engagement will produce results like meeting the needs of clothing, food and shelter, as well as to have an easy access to various services and other social activities. But creating a prosperous village community is uneasy; a government policy should be in place to regulate the welfare efforts, one of which is through a development policy. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection is performed through observation, interviews and documentation study. The findings show that the village development planning policy carried out based on the stages adjusted to the policy promulgated by the central government through Village Law Number 6 of 2014. Furthermore, it contains the elaboration of the stages of village development planning adjusted to the priority development policies. It is through this policy priority that Cidokom Village conducts a development program to improve the welfare of the village community. Abstrak. Pengelolaan desa menjadi penting, sebab unit pemerintahan tersebut paling dekat dengan masyarakat. Sehingga perlu perencanaan dan penataan yang jelas untuk mewujudkan kesajahteraan masyarakat setempat. Perencanaan yang transparan dan juga melibatkan warga dapat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa). Pelibatan Warga akan membuahkan hasil terhadap terpenuhinya kebutuhann sandang, pangan, dan papan., serta untuk memiliki akses yang mudah pada berbagai layanan dan kegiatan sosial lainnya. Namun mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera tidaklah mudah, perlu adanya kebijakan pemerintah yang mengatur langsung usaha kesejahteraan, salah satunya melalui pembangunan. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriprif. Tujuannya untuk memudahkan peneliti dalam menjelaskan bagaiman hasil temuan diperoleh di lapangan. Adapun metodenya melalui observasi, wawancara dan juga studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan perencanaan pembangunan desa dilakukan berdasarkan tahapan yang disesuaikan dengan kebijakan yangtelah dibuat olehpemerintahpusat melalui undang- undang desa nomor 6 tahun 2014. Selanjutnya berisi penjabaran tahapan perencanaan pembangunan desa yang disesuaikan dengan kebijakan prioritas pembangunan. Melalui prioritas kebijakan inilah Cidokom melakukan program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 
Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Bantaran Kali Ciliwung Dormiana Yustina Manurung
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v3i1.9761

Abstract

Masyarakat miskin yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung sudah lama mengalami beragam persoalan sosial, dari serangan banjir, keterbatasan kesempatan kerja, hingga ancaman penggusuran. Namun, melalui pendampingan Yayasan Ciliwung Merdeka (YCM),  masyarakat bantaran Kali Ciliwung mampu bertahan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membangun sistem komunal, mengembangkan usaha informal, serta menciptakan pola hidup yang dinamis. Karenanya, YCM memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan program-program sosial dalam dimensi luas, yang meliputi kegiatan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesenian dan kebudayaan, serta aksi peduli lingkungan. Dengan modal dan jaringan sosial yang dimiliki YCM, masyarakat di bantaran Kali Ciliwung mampu menjadi mandiri dan produktif. Tulisan ini akan mengkaji dinamika dan relasi sosial masyarakat miskin yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung.Keywords: social capital, trust, networking, community development, civil society.
Kualitas Pengasuhan Anak dan Celah Kekerasan di Panti Sosial Asuhan Anak: Studi Kasus di PSAA Darul Aitam Nahdlatul Wathan, Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Lisma Dyawati Fuaida
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v1i1.9661

Abstract

This paper presents a research fi ndings about the picture of children in the “panti” (childcare institutions). The phenomenon of many children who live in the “panti” are still have complete parents who still live at home. This is a picture of the large number of childcare institutions in Indonesia, both organized by community and by religious organizations. This research aimed to explain the detail assessment of the quality of child care in the Darul Aitam Nahdlatul Wathan, Lombok, in September 2006. The research method is qualitative by using 5 (fi ve) aspects of quality of service as a conceptual framework: 1) professional practice, 2) personal care, 3) staffi ng, 4) sources; 5) administration. The results showed that there are so many things should be addressed based on those aspects in childcare institution. Keywords: kekerasan anak, pengasuhan, panti sosial asuhan anak, hak anak.
PELAYANAN SOSIAL KARITATIF POSKO “OMNIA IN CARITATE” KEUSKUPAN RUTENG KEPADA KELOMPOK RENTAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MANGGARAI RAYA MARIANUS MANTOVANNY TAPUNG; MAX REGUS; MARSEL R. PAYONG; MARIANUS S. JELAHUT
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v9i1.16623

Abstract

Abstract. The elderly, people with disabilities, people with HIV/AIDS, and people with mental disorders in vulnerable groups during the Covid-19 pandemic. This group must be given special attention because they are susceptible to Corona virus. The church as a social humanitarian institution is very concerned to pay attention to this group by doing charitable social services. This charitable social service aims to restore the physical and psychological state of this vulnerable group from the bad situation caused by the emergence of this Corona outbreak. These charitable social service activities are carried out using a combination of social work and social analysis methods. The impact of this activity is the recovery of physiological and psychological conditions of vulnerable groups. They were finally allowed to undergo this pandemic and new normal without any worries. Charitable social services have helped to make this group aware of their hygiene awareness in maintaining the condition of their bodies during this pandemic and in the future. The presence of the OiC Command Post in charitable social service activities in the form of providing social assistance in the form of food, vitamins and masks is enough to help vulnerable groups in meeting their nutritional needs during this pandemic. Adequate nutritional intake will greatly help maintain immunity and physical stamina, sustain economic needs, and maintain a healthy body. This charitable social service activity also had an impact on recognizing the existence of the Catholic Church as a religious social institution that not only offered heavenly (eschatological) salvation, but was also able to proclaim the real worldly salvation, now and here. Abstrak. Kaum lanjut usia/jompo, difabel, penderita HIV/AIDS, dan kaum yang mengalami gangguan mental termasuk kelompok rentan pada masa pandemi Covid-19. Kelompok ini mesti diperhatikan secara khusus karena rentan terpapar virus Corona. Gereja sebagai lembaga sosial kemanusiaan sangat berkepentingan untuk memperhatikan kelompok ini dengan melakukan pelayanan sosial karitatif. Pelayanan sosial karitatif ini bertujuan untuk memulihkan keadaan fisik dan psikis kelompok rentan ini dari situasi buruk akibat munculnya wabah Corona ini. Kegiatan pelayanan sosial karitatif ini dijalankan dengan menggunakan metode gabungan antara pekerjaan sosial dan analisis sosial. Dampak dari kegiatan ini adalah pulihnya keadaan fisiologis dan dan psikologis kelompok rentan. Mereka akhirnya boleh menjalani masa pandemi dan new normal ini tanpa rasa khawatir dan cemas. Pelayanan sosial karitatif telah turut menyadarkan kelompok ini agar tetap memiliki kesadaran higienik dalam memelihara dan menjaga kondisi tubuhnya selama masa pandemi ini dan masa-masa yang akan datang. Kehadiran tim posko OiC dalam kegiatan pelayanan sosial karitatif dalam bentuk pemberian bantuan sosial berupa sembako, vitamin dan masker cukup membantu kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi selama masa pandemi ini. Asupan gizi yang cukup akan sangat membantu mempertahankan imunitas dan stamina fisik, kelangsungan kebutuhan ekonomi, serta menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan pelayanan sosial karitatif ini juga berdampak pada pengakuan terhadap eksistensi Gereja Katolik sebagai lembaga sosial religius yang tidak saja menawarkan keselamatan surgawi (eskatologis), tetapi juga mampu mewartakan secara nyata keselamatan duniawi, sekarang dan di sini.
Efektivitas Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta Muhammad Ali Equatora
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v7i1.9648

Abstract

Abstract. Research on the effectiveness in coaching independence prisoners in Wirogunan Yogyakarta has begun and aims to determine the effectiveness in coaching independence inmates start with the implementations aimed at the realization of prisoners who have self-reliance skills. This study used a qualitative descriptive approach, where the primary data found by asking questions of the officials on issues related to assimilation processing job (coaching independence) from both structural field officials. Base on the research, it is known that the effectiveness of coaching independence inmates still not optimal condition apart from several factor, including the human factor other support, human resources, process guidance, available budget and bureaucracy. Effort needs to be done to overcome obstacles in coaching independence inmates were cooperating with the government agencies and institutions in an effort to increase public guidance to prisoners; strong motivation from the persons with the principles of morality and idealist; the effort to improve the walfare agency officials to increase the loyality of officers in carrying out the existence of moral. Researchers sugget the necessity of an understanding of the responsibilities in coaching independent prisoners with all parties, especially the components in the criminal justice system such as police, prosecutors, and court to actively enroll people, and the government and the private sector in efforts to confront obstacles in the face of prison. Abstrak. Penelitian tentang efektifitas pembinaan pada para narapidana yang bebas di Wirogunan Yogyakarta bertujuan guna menentukan efektifitas pembinaan atas mereka yang dimulai dengan berbagai implementasi untuk mewujudkan tahanan yang memiliki keterampilan kemandirian diri. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif di mana data primer diperoleh dengan mengajukan pertanyaan pada petugas resmi terkait isu pekerjaan proses asimilasi (melatih tahanan yang bebas) dari petugas yang terbagi secara struktural. Berdasarkan riset ini, diketahui bahwa efektifitas pembinaan narapidana jauh dari kondisi optimal terkait beberapa faktor yang meliputi faktor kemanusiaan, seperti dukungan, sumber daya manusia, pembinaan, ketersediaan anggaran, dan birokrasi. Upaya yang diperlukan untuk mengatasi tantangan pembinaan narapidana yang bebas adalah bekerjasama dengan agen-agen pemerintah dan berbagai lembaga guna meningkatkan peningkatkan pembinaan narapidana, motivasi yang kuat dari orang-orang beserta prinsip-prinsip moralitas dan idealisme, upaya meningkatkan kesejahteraan oleh petugas guna meningkatkan loyalitas dalam mengemban eksistensi moral. Peneliti menyarankan perlunya pemahaman tanggung jawab dalam membina narapidana bebas dengan seluruh bagian-bagiannya khususnya komponen-komponen di dalam sistem keadilan hukum seperti polisi, jaksa, dan pengadilan agar secara aktif mendaftarkan masyarakat, pemerintah dan sektor privat dalam upaya mengatasi tantangan menghadapi narapidana.

Page 2 of 31 | Total Record : 304


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue