cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10 (1) 2021" : 16 Documents clear
Kajian Pustaka: Penggunaan Mencit Sebagai Hewan Coba di Laboratorium yang Mengacu pada Prinsip Kesejahteraan Hewan Mutiarahmi, Citra Nur; Hartady, Tyagita; Lesmana, Ronny
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.134

Abstract

Kesejahteraan hewan coba mencakup dua masalah utama yaitu pemeliharaan umum dan penanganan selama prosedur eksperimental. Kedua masalah utama tersebut berkaitan dengan perlakuan yang diberikan oleh peneliti sejak awal hewan coba diterima hingga penelitian berakhir. Penelitian yang menggunakan hewan percobaan terutama secara etis harus menerapkan prinsip replacement, reduction, dan refinement (3R), serta prinsip lima kebebasan hewan yaitu (1) bebas dari rasa lapar dan haus, (2) bebas dari rasa tidak nyaman, (3) bebas dari rasa nyeri, luka dan penyakit, (4) bebas dari rasa takut dan stres, dan (5) bebas untuk mengekspresikan tingkah laku alamiah. Penerapan kaidah kesejahteraan hewan dalam penelitian ini bertujuan meminimalisir stres pada hewan dan diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat.
Motilitas dan Daya Hidup Sperma Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Penyimpanan Suhu Ruang Aerawata, I Wayan Gede; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.94

Abstract

Ayam cemani merupakan unggas asli Indonesia yang berasal dari wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam cemani mempunyai populasi dan produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan semen terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani dengan pengencer susu skim fosfat yang disimpan pada suhu ruang atau 29°C. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan lama waktu penyimpanan spermatozoa sebagai berikut: T0 = penyimpanan selama 0 menit; T1 = penyimpanan selama 30 menit; T2 = penyimpanan selama 60 menit; T3 = penyimpanan selama 90 menit; T4 = penyimpanan selama 120 menit; T5 = penyimpanan selama 150 menit; T6 = penyimpanan selama 180 menit. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%) selama 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan semen ayam cemani dengan menggunakan pengencer susu skim fosfat mampu mempertahankan kualitas spermatozoa dengan waktu penyimpanan hingga 150 menit dengan motilitas progresif mencapai 41,75±1,70% dan daya hidup 47,5±1,29%. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer susu skim fosfat pada suhu 29°C layak digunakan untuk IB hingga 150 menit waktu penyimpanan.
Peningkatan Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih yang Diberikan Pakan Imbuhan Ragi Tape Permatasari, Serly Nur Indah; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.21

Abstract

Ragi tape dapat digunakan sebagai sumber probiotik asli karena di dalam ragi tape terdapat mikrob-mikrob baik berupa kapang, khamir, maupun bakteri yang mampu menghidrolisis amilum menjadi glukosa yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kolesterol darah tikus putih yang diberikan ragi tape selama 21 hari. Tikus-tikus putih (Rattus norvegicus) percobaan diberi empat perlakuan, yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape dosis 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape dosis 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape dosis 300 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Uric Acid) dengan strip dan chip test berwarna biru. Sampel berupa darah diambil dengan cara memotong ujung ekor tikus putih, kemudian menempelkannya ke strip untuk melihat hasil pada alat pengukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar kolesterol darah perlakuan P1: 211,00 mg/dL, P2: 282,00 mg/dL dan P3: 174,17 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol P0: 149,67 mg/dL. Berdasarkan uji sidik ragam menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan P1 (100 mg/kg BB), P2 (200 mg/kg BB), dan P3 (300 mg/kg BB). Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ragi tape dapat meningkatkan kadar kolesterol darah tikus putih.
Pemberian Ekstrak Kulit Manggis Meringankan Perubahan Histopatologi Jantung dan Ginjal Mencit yang Diberi Monosodium Glutamat Yogiana, Wayan; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.41

Abstract

Monosodium Glutamat (MSG) merupakan bahan kimiawi yang sering ditambahkan ke dalam makanan yang berfungsi sebagai penyedap makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histopatologi jantung dan ginjal pasca pemberian pemberian MSG dan kombinasi MSG dengan ekstrak kulit manggis. Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi tiga yaitu kontrol (P0) tanpa perlakuan, perlakuan MSG 1% (P1) dan perlakuan kombinasi antara MSG 1% dan ekstrak etanol kulit manggis 4,5% (P2), yang diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-30 mencit dikorbankan nyawanya dengan cara dislokasi capitis. Sampel jaringan jantung dan ginjal kemudian diambil untuk dijadikan preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan rutin. Hasil pemeriksaan histopatologi organ jantung dan ginjal tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Variabel yang diamati adanya perubahan degenerasi, nekrosis, dan peradangan. Hasil skoring perubahan degenerasi, nekrosis dan peradangan pada jaringan jantung dan ginjal ditabulasi dan dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan jika hasilnya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Uji sidik ragam menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan dengan pemberian MSG yang dikombinasi ekstrak etanol kulit manggis, dalam hal ini degenerasi, nekrosis, dan peradangan ditemukan lebih ringan dibandingkan dengan perlakuan pemberian MSG. Simpulan yang didapat yaitu pemberian MSG selama 30 hari berpengaruh buruk, dan mengakibatkanlesi degenerasi, nekrosis, dan peradangan pada jantung dan ginjal mencit dan lesi tersebut menjadi lebih ringan pada mencit yang memperoleh imbuhan ak etanol kulit manggis.
Laporan Kasus: Penanganan Hernia Umbilikalis pada Kucing Persilangan Persia Betina Septhayuda, Irdha Eka; Dada, I Ketut Anom; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.146

Abstract

Hernia umbilikalis adalah cacat anatomis karena otot–otot di sekitar umbilkus tidak menyatu dan tetap terpisah sehingga bagian dari usus atau omentum masuk dari rongga perut ke kantong hernia. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dalam mendiagnosis, penanganan dan pengobatan kasus hernia umbilikalis pada kucing. Seekor kucing persilangan persia berumur 14 bulan, dengan bobot 2,9 kg berjenis kelamin betina memiliki keluhan adanya benjolan lunak pada bagian perut bawah. Berdasarkan anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan radiografi bagian abdominal, kucing Kimi didiagnosis menderita hernia umbilikalis dengan prognosis fausta. Metode pengobatan yang dipilih adalah tindakan pembedahan. Sebelum dilakukan pembedahan, kucing kasus diberikan atropin sulfat sebagai premedikasi dan kombinasi ketamin dan xylazin sebagai anastesi. Pembedahan dilakukan dengan laparatomi yaitu tepat di atas dari cincin hernia. Selanjutnya mereposisi isi hernia dengan cara memasukkan omentum ke dalam rongga abdomen. Kemudian dilakukan penjahitan pada peritoneum dan subkutan menggunakan benang chromic catgut 3.0 serta di lanjutkan dengan jahitan kulit menggunakan benang silk 2.0. Pasca operasi diberikan antibiotik amoxicillin injeksi dengan dosis 10,3 mg/kg BB yang dilanjutkan dengan pemberian amoxicillin oral dengan dosis 51 mg/kg BB/hari serta pemberian asam tolfenamik sebagai analgesik dengan dosis 10 mg/hari dengan pemberian selama lima hari. Pada hari ke-10 pascaoperasi kucing dinyatakan sembuh dengan luka operasi yang sudah kering dan menyatu.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur yang Disimpan pada Suhu 4ºC Pandia, Yoga Mahendra; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.105

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen ayam cemani terhadap moltilitas dan daya hidup spermatozoa pada pengencer ringer laktat kuning telur yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh kelompok perlakuan lama penyimpanan masing masing: T0 = penyimpanan selama 0 jam, T1= penyimpanan selama 12 jam, T2 = penyimpanan selama 24 jam, T3 = penyimpanan selama 36 jam, T4 = penyimpanan selama 48 jam, T5 = penyimpanan selama 60 jam, T6 = penyimpanan selama 72 jam. Variabel yang diamati berupa motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Motilitas diamati secara subyektif di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x, sedangkan daya hidup diamati dengan pengecatan eosin-negrosin. Masing masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup sperma. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bawa lama penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer ringer laktat kuning telur pada suhu 4º C masih layak digunakan selama 60 jam penyimpanan dengan motilitas 46,00±0,81% dengan daya hidup 50.75±0,96%.

Page 2 of 2 | Total Record : 16