Tjok Gde Oka Pemayun
Laboratorium Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali.

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Gambaran Hormon Progesteron Sapi Bali selama Satu Siklus Estrus ARIMBAWA, I WAYAN PUTRA; TRILAKSANA, I GUSTI NGURAH BAGUS; OKA PEMAYUN, TJOK GDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.061 KB)

Abstract

Banyaknya masalah yang dilaporkan mengenai kurang optimalnya fungsi reproduksi sapi bali sehingga dipandang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai status reproduksi dari sapi bali tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hormon progesteron sapi bali selama satu siklus estrus. Sampel berupa serum darah diambil dari sentra peternakan sapi bali Sobangan dengan menggunakan 5 ekor sapi bali yang telah pernah beranak, menunjukkan siklus estrus secara normal dan secara reproduksi dinyatakan sehat. Sampel darah diambil setiap hari dimulai dari saat munculnya estrus sampai dengan munculnya estrus kembali. Pengukuran kadar progesteron dilakukan dengan metode ELISA dan data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan kadar progesteron pada sapi bali mulai hari ke- 0 (estrus) : 0,52 ± 0,03, mulai meningkat pada hari ke-4 pada kadar 2.03 ± 0,06, mencapai puncak pada hari ke-14 dengan kadar 9,52 ± 0,06 dan mulai menurun pada hari ke-15 dengan kadar 7,96 ± 0,07.
Induksi Berahi dengan PGF2 Alfa dan Penyuntikan Gn-RH Setelah di Inseminasi Buatan pada Sapi Bali Budiasa, Made Kota; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.615 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa dan angka kebuntingan setelah penyuntikan Gn-RH (Gonadotrophin Releasing Hormone) pada sapi bali. Materi penelitian adalah 20 ekor sapi bali betina yang sudah dua kali beranak, dan kondisi sehat serta mempunyai siklus berahi normal. Sapi-sapi penelitian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I disuntik PGF2 alfa (LutalyseTM, Pharmacia & Upjohn Company, Prizer Inc.) Sebanyak 25 mg/ml/ekor secara intramuskuler. Kelompok II disuntik PGF2 alfa 25 mg/ml/ekor secara intrauterin dengan masing – masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Sapi-sapi yang menunjukkan gejala berahi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I diinseminasi tanpa penyuntikan Gn-RH (kontrol), dan kelompok II disuntik Gn-RH 250 ug/ekor (Fertagyl, Intervet. Inc) secara intramuskuler, 3 hari setelah inseminasi buatan, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa secara intramuskuler adalah 65.,60 ± 8.26 jam dan 40.80 ± 6.19 jam secara intrauterin, dan secara statistik menunjukkan perbedaan yang nyata. Persentase kebuntingan pada penyuntikan Gn-RH adalah 100% dan tanpa Gn-RH (adalah 70%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian PGF2 alfa secara intrauterin mampu menginduksi munculnya berahi lebih cepat dan penyntikan Gn-RH mampu meningkatkan angka kebuntingan.
Motilitas dan Daya Hidup Sperma Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Penyimpanan Suhu Ruang Aerawata, I Wayan Gede; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.94

Abstract

Ayam cemani merupakan unggas asli Indonesia yang berasal dari wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam cemani mempunyai populasi dan produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan semen terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani dengan pengencer susu skim fosfat yang disimpan pada suhu ruang atau 29°C. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan lama waktu penyimpanan spermatozoa sebagai berikut: T0 = penyimpanan selama 0 menit; T1 = penyimpanan selama 30 menit; T2 = penyimpanan selama 60 menit; T3 = penyimpanan selama 90 menit; T4 = penyimpanan selama 120 menit; T5 = penyimpanan selama 150 menit; T6 = penyimpanan selama 180 menit. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%) selama 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan semen ayam cemani dengan menggunakan pengencer susu skim fosfat mampu mempertahankan kualitas spermatozoa dengan waktu penyimpanan hingga 150 menit dengan motilitas progresif mencapai 41,75±1,70% dan daya hidup 47,5±1,29%. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer susu skim fosfat pada suhu 29°C layak digunakan untuk IB hingga 150 menit waktu penyimpanan.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur yang Disimpan pada Suhu 4ºC Pandia, Yoga Mahendra; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.105

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen ayam cemani terhadap moltilitas dan daya hidup spermatozoa pada pengencer ringer laktat kuning telur yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh kelompok perlakuan lama penyimpanan masing masing: T0 = penyimpanan selama 0 jam, T1= penyimpanan selama 12 jam, T2 = penyimpanan selama 24 jam, T3 = penyimpanan selama 36 jam, T4 = penyimpanan selama 48 jam, T5 = penyimpanan selama 60 jam, T6 = penyimpanan selama 72 jam. Variabel yang diamati berupa motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Motilitas diamati secara subyektif di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x, sedangkan daya hidup diamati dengan pengecatan eosin-negrosin. Masing masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup sperma. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bawa lama penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer ringer laktat kuning telur pada suhu 4º C masih layak digunakan selama 60 jam penyimpanan dengan motilitas 46,00±0,81% dengan daya hidup 50.75±0,96%.
Kadar Estrogen dan Munculnya Estrus setelah Pemberian Buserelin (Agonis GnRH) pada Sapi Bali yang Mengalami Anestrus Postpartum Akibat Hipofungsi Ovarium Ni Ketut Suartini; I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana; Tjok Gde Oka Pemayun
Veterinary Science and Medicine Journal Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.489 KB)

Abstract

The purpose of this study was to measure the levels of estrogen and the onset of estrous after administration of Buserelin on bali cattle experiencing anestrous postpartum due to ovarian hypofunction. This research used twenty seven bali cattles which were divided evenly into three groups of treatment, namely group-one as control group (P0, without treatment), group-two, receiving a single injection of Buserelin at dose of 0.02 mg (P1) and group three, receiving repeated injection of Buserelin at dose of 0.02 mg at 24 hours interval (P3). Serum estrogen levels were measured at a time off before estrous, a time of estrous, and five days after the onset of estrous using ELISA method. Data were analyzed using statistical analysis of variance and a Duncan’s Multiple Range Test for a further analysis. The results showed that at the stage of estrous, the estrogen level of P0 was lower significantly (p<0.05) than two others treatments (P1 and P2), but those of P1 and P2 were statistically the same (p>0.05). The onset of estrous on P2 was shorter than those of P1 (p<0.05). It can be concluded that the administration of Buserelin can trigger an estrous on Bali cattle that experiencing anestrous postpartum due to ovarian hypofunction and repeated administrations of Buserelin can shorten the onset of estrous.
Bioaktivitas Gel Aloe vera pada Gonad Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) I Ketut Suardita; I Ketut Puja; Tjok Gde Oka Pemayun
Veterinary Science and Medicine Journal Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.684 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine Bioactivity of Aloe vera gel on gonad of male white rats (Rattus norvegicus). This research used complately random design, with three treatments namely T0, received placebo as a control; T1, received gel of Aloe vera 300 mg/kg body weight orally; and T2, received gel of Aloe vera 400 mg/kg body weight orally. Aloe vera gel was administrated every day for 21 days. All the treatments repeated three times, and each experimental unit used one white rat. Data found was analyzed using one way of Anova, and the Least Significant Differences (LSD) Test was applied for further analysis. Results showed that Aloe vera gel administration with a dose of 300 mg/kg body weight had effected significantly on the number of spermatogonia cells, live-daed rasio of spermatozoa, and the percentage of sperm abnormality. The result of the research indicates that Aloe vera gel is potentially cytotoxic to testes cells, and so, it’has a high possibilities as an alternative herbal contraceptive agent for animals
PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI BALI PADA SISTEM TIGA STRATA Tjok Gde Oka PemayunSentana Putra2; Sentana Putra; W. Puger
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.613 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sistem tiga strata terhadap penampilan reproduksi sapi bali. Penelitian dalam bentuk demo plot dengan rancangan acak lengkap terdiri atas 2 sistem peternakan yakni Sistem Tiga Strata (STS) dan Sistem Tradisional (NTS) dengan 5 ulangan. Sistem Tiga Strata adalah tata cara penanaman dan pemangkasan rumput dan legum (sebagai stratum 1), semak (sebagai stratum 2), dan pohon (sebagai stratum 3), sehingga pakan hijauan tersedia sepanjang tahun untuk sapi yang selalu dikandangkan. Sistem tradisional (NTS) adalah pengembalaan sapi waktu siang hari dan pengandangan waktu malam hari dengan pemberian pakan hijauan yang dipotong dari tegalan. Estrus pascapartus dan interval beranak pada sapi STS lebih pendek dibandingkan NTS. Bobot lahir dan bobot sapih pada STS lebih berat daripada NTS, sedangkan lama kebuntingan tidak menunjukkan perbedaan nyata. Penampilan reproduksi sapi bali yang dipelihara dengan sistem pemeliharaan STS lebih baik dibandingkan dengan sistem pemeliharaan NTS.
PHYSIOLOGICAL AND BEHAVIOURAL DYNAMICS OF INDO-PACIFIC BOTTLENOSE DOLPHINS DURING THE PROCESS OF TRANSFER, ADAPTATION, AND ENVIRONMENTAL ENRICHMENT IN A NEW EX-SITU HABITAT Adnyana, Ida Bagus Nararya Primastana; Adnyana, Ida Bagus Windia; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Suartha, I Nyoman; Pemayun, Tjok Gde Oka; Sudisma, I Gusti Ngurah
Buletin Veteriner Udayana Bul. Vet. Udayana. February 2026 Vol. 18 No. 1
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2026.v18.i01.p26

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of ex-situ habitat transfer on physiological and behavioral stress responses in Indo-Pacific bottlenose dolphins (Tursiops aduncus) and to assess the effectiveness of environmental enrichment in mitigating stress and enhancing welfare. Seven dolphins were monitored across four periods: before transfer, immediately upon arrival at the new facility, after 15 days of adaptation, and following 30 days of environmental enrichment using interactive toys. Parameters measured included neutrophil-to-lymphocyte (N/L) ratio, respiratory rate, frequency of stereotypic behaviors, food intake, social interactions, and compliance with trainer commands. The results demonstrated that habitat transfer induced significant increases in N/L ratio and respiratory rate. A 15-day adaptation period was insufficient to restore physiological and behavioral parameters to baseline levels. However, after 30 days of environmental enrichment, stress indicators improved markedly, with decreased N/L ratios, normalized respiratory rates, reduced stereotypic behaviors, and increased food intake, social interactions, and compliance. These findings underscore the importance of integrating structured environmental enrichment strategies into ex-situ conservation and management programs to support optimal welfare in captive dolphins.
QUALITY OF BERKSHIRE BOAR SEMEN DILUTED WITH A COMBINATION OF BELTSVILLE THAWING SOLUTION AND MELATONIN AT DIFFERENT STORAGE TIMES Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Susari, Ni Nyoman Werdi
Buletin Veteriner Udayana Bul. Vet. Udayana. February 2026 Vol. 18 No. 1
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2026.v18.i01.p29

Abstract

Berkshire pigs are a popular choice for small and large scale pig farming enterprises worldwide, including in Bali. Berkshire pigs are well known for their superior meat quality and relatively fast growth rate. This study aimed to determine the effect of storage duration on the quality of Berkshire boar spermatozoa diluted with Beltsville Thawing Solution (BTS®) supplemented with melatonin. Semen from Berkshire boars was diluted using BTS® supplemented with melatonin at a concentration of 1.0 mM and stored at a temperature of 15 –20°C. Semen quality was evaluated at different storage intervals: (P1) 48 hours, (P2) 60 hours, and (P3) 72 hours. The observed semen quality parameters included sperm motility, sperm abnormalities, sperm viability, and plasma membrane integrity of spermatozoa, which were examined using smear preparations observed under a microscope. In addition, sperm malondialdehyde (MDA) levels as an indicator of oxidative stress were measured using the Porcine MDA ELISA Kit. Duncan’s multiple range test analysis showed that the storage duration of Berkshire boar semen diluted with BTS® supplemented with melatonin was able to maintain sperm motility, abnormality, viability, plasma membrane integrity, and malondialdehyde levels up to 72 hours of storage, with sperm motility of 40.66%, sperm viability of 53.00%, and sperm abnormalities of 6.33%. These values met the minimum standards set by the Indonesian National Standard (SNI 8034:2023) for liquid boar semen. These results indicate that melatonin acts as an antioxidant capable of neutralizing free radicals, thereby inhibiting the occurrence of oxidative stress in spermatozoa cells.