cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 (4) 2021" : 12 Documents clear
Umur Pubertas Sapi Bali Dara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Mahasanti, I Gusti Ayu Puji; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.544

Abstract

Pubertas merupakan salah satu bagian penting dari penampilan reproduksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur pubertas pada sapi bali betina yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sapi bali betina sebanyak 105 ekor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, data yang digunakan adalah data hasil wawancara secara langsung kepada peternak atau responden sebanyak 73 orang dengan menggunakan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur pubertas pada sapi bali di Desa Galungan adalah 22,09±6,01 bulan. Pubertas diartikan sebagai umur atau waktu dimana organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Pubertas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor manajemen pemeliharaan yang meliputi kandang dan pakan, genetik dan faktor lingkungan. Nutrisi yang cukup baik dapat mempercepat munculnya pubertas pada sapi bali. Pakan sapi bali di Desa Galungan adalah pakan hijauan berupa rumput gajah, rumput benggala, daun gamal dan batang pisang. Rata-rata umur pubertas sapi bali 22,09±6,01 bulan menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan sapi bali di Desa Galungan tergolong baik.
Daging Sapi Bali yang Diistirahatkan Berdasarkan Tingkat Keasamannya Berkualitas Lebih Baik Dari pada yang Tidak Diistirahatkan Sebelum Disembelih Sukardika, Ketut Elok; Agustina, Kadek Karang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.599

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan 38 sampel daging sapi bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging sapi bali yang diistirahatkan dengan yang tidak diistirahatkan sebelum dipotong. Sampel daging diambil pada bagian gandik (M. biceps femoris), masing-masing sebanyak 100 g. Sampel daging diuji kualitasnya dengan uji subjektif (warna, bau, konsistensi, dan tekstur) dan objektif (pH, daya ikat air, dan kadar air). Hasil uji warna daging sapi bali yang diistirahatkan dan yang tidak diistirahatkan berturut-turut 8,2 dan 8,1, uji bau sama-sama memiliki skor 1, uji konsistensi memeliki skor 1,9 dan 2,0, uji tekstur memiliki skor 1,3 dan 1,2, uji pH masing-masing sebesar 5,8 dan 6,1, uji daya ikat air berturut-turut sebesar 77,29% dan 76,97%, dan uji kadar air sebesar 76,02% dan 76,63%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square, T test, dan Mann-Whitney. Dapat disimpulkan bahwa pengistirahatan ternak sebelum dipotong meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan.
Jarak Beranak Sapi Bali yang Dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Kristyari, Ni Putu Gita; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.553

Abstract

Calving interval atau jarak beranak merupakan jarak antara kelahiran satu anak sapi dengan kelahiran anak sapi berikutnya. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui lama calving interval sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 75 ekor sapi bali betina yang sudah melahirkan lebih dari satu kali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dan data diperoleh dari hasil wawancara secara langsung berdasarkan pertanyaan terstruktur (kuisioner) kepada para peternak di Desa Galungan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai yang cukup baik, dengan rata-rata calving interval pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, yaitu 12,64±1,48 bulan. Sistem kandang yang digunakan, yaitu kandang tunggal dengan tipe terbuka dan tertutup, serta menggunakan kawin alam. Jenis pakan yang diberikan berupa rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, daun gamal, dan batang pohon pisang. Rata-rata calving interval pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, yaitu 12,64±1,48 bulan yang tergolong baik.
Histopatologi Hepar Ayam Broiler yang Diberikan Infusa Daun Dadap (Erythrina subumbrans) dan Mengalami Stres Pengangkutan Firdaus, Ihsanul; Suastika, Putu; Merdana, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.564

Abstract

Stres pengangkutan pada ayam broiler yang akan mengakibatkan penurunan bobot badan dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun dadap (Erythrina subumbrans) dengan sediaan 10% sebagai antioksidan pada ayam broiler yang diberi stress pengangkutan pada suhu 33o-35oC selama 4 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x2x5 dengan tiga ulangan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor ayam broiler fase grower-finisher yang dibagi kedalam lima kelompok perlakuan. P0: kontrol negatif; P1: sebagai kontrol positif diberikan vitamin C 2 gram/L; P2 diberikan: infusa daun dadap 1000 ppm; P3 diberikan: infusa daun dadap 2000 ppm; dan P4 diberikan: infusa daun dadap 3000 ppm. Pada hari kedelapan setelah perlakuan stress pengangkutan dilakukan pengambilan organ hepar dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Data skoring histopatologi dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata degenerasi melemak dan nekrosis hepar memiliki perbedaan nyata (P<0,05) pada masing-masing perlakuan. Perubahan histopatologi dengan kerusakan paling parah terjadi pada kelompok P0, sementara pada kelompok P1 dan P2 menunjukkan hasil yang sama, sedangkan kerusakan yang ringan terjadi pada kelompok P4. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun dadap 10% dapat mengurangi kerusakan hepar ayam broiler akibat stress pengangkutan.
Pemunculan Birahi Pascamelahirkan pada Sapi Bali di Beberapa Kelompok Ternak Wilayah Kerja Puskeswan Sobangan, Badung, Bali Dhayanti, Ni Luh Evy; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah munculnya birahi pascamelahirkan atau estrus post partum dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan sapi bali pada kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 72 ekor sapi bali pascamelahirkan/post partum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan metode survei menggunakan teknik sampling jenuh. Data yang dikumpulkan adalah data primer. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuisioner dan melakukan observasi secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif dan dilanjutkan dengan hierarchial cluster dengan waktu muncul birahi pascamelahirkan/estrus post partum sebagai variable dan manejemen pemeliharaan sebagai objek, hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik dendrogram. Prosedur analisis menggunakan SPSS IBM versi 25. Hasil penelitian menunjukkan munculnya estrus post partum pada sapi bali yang dipelihara di beberapa kelompok ternak wilayah kerja Puskeswan Sobangan adalah 3,24±1,12 bulan. Berdasarkan analisis klaster diperoleh enam keanggotaan klaster dan keanggotaan klaster tidak berpengaruh oleh manajemen pakan dan manajemen kandang, hal ini dapat terlihat dari skor manajemen pakan dan manajemen kandang tersebar merata pada tiap klaster.
Kualitas Daging Babi yang Diistirahatkan Sebelum Disembelih Lebih Baik dalam Konsistensi, Warna, pH, Daya Ikat Air dan Kadar Air Sosiawan, I Gede Arya Mas; Agustina, Kadek Karang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas daging babi yang diistirahatkan dan tidak diistirahatkan sebelum disembelih. Parameter yang digunakan untuk menentukan perbandingan kualitas daging meliputi uji warna, uji bau, uji konsistensi dan tekstur, uji penetapan pH, uji daya ikat air dan uji kadar air. Penelitian ini mengambil daging babi di bagian paha belakang (muskulus biceps femoris), seberat ±100 g. Sebanyak 40 sampel daging diambil dari RPH Pesanggaran dan Tempat Pemotongan Hewan Rumahan di Br. Taman, Darmasaba. Sampel daging babi diuji secara subjektif terhadap warna, bau, konsistensi dan tekstur menggunakan 10 orang panelis yang telah memenuhi syarat dan di uji secara objektif terhadap pH, daya Ikat air dan kadar air. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik non parametric (uji Mann Whitney) di SPSS versi 25.0. Hasil penelitian perbedaan kualitas daging babi yang diistirahatkan dan tidak diistirahatkan sebelum disembelih didapatkan bahwa warna, pH, DIA, dan kadar air berbeda sangat nyata dan konsistensi berbeda nyata, sedangkan untuk tekstur dan bau tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kualitas daging babi yang diistirahatkan sebelum disembelih lebih baik dari yang tidak diistirahatkan sebelum disembelih.
Laporan Kasus: Pyelonefritis dan Cystitis pada Anjing Pitbull Paramita, Putu Wahyuni; Soma, I Gede; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.657

Abstract

Penyakit saluran kemih bagian bawah adalah penyakit umum pada anjing yang dapat terjadi pada anjing jantan dan betina. Penyakit ini dapat mengancam nyawa, terutama jika muncul sebagai penyakit obstruktif. Diagnosis dan pengobatan dini diperlukan, jika tidak maka dapat menyebabkan kematian. Seekor anjing Pitbull jantan berumur lima tahun dengan bobot 26 kg memiliki riwayat mengalami stranguria disertai hematuria selama tiga hari serta kelemahan pada kaki belakang. Pemeriksaan fisik menunjukkan vesika urinaria mengalami pembesaran dan nyeri saat dipalpasi. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anemia mikrositik hipokromik. Hasil pemeriksaan biokimia darah menunjukkan peningkatan kadar glukosa (381.86 mg/dL). Urinalisis menunjukkan darah (+), protein 100 mg/dL, leukosit (+), pH 8 dan berat jenis 1,005. Sedimentasi urin menunjukkan adanya eritrosit pada endapan urin. Pemeriksaan radiografi menunjukkan distensi pada vesika urinaria. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan peradangan pada medula ginjal kanan dan dinding vesika urinaria. Berdasarkan hasil temuan ini, anjing kasus didiagnosis mengalami pyelonefritis dan cystitis. Penanganan pertama dilakukan dengan pemasangan kateter. Urin yang berhasil dikeluarkan sebanyak 750 mL berwarna merah kecoklatan dan berbau amonia yang samar serta anyir. Terapi cairan Ringer Laktat diberikan untuk mengembalikan hidrasi anjing kasus. Terapi untuk penanganan pyelonefiritis dan cystitis diberikan amoxicillin 15 mg/kg BB selama tiga hari dan dexametasone 0,5 mg/kg BB selama 3 hari. Karena belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, pada hari ketujuh penggunaan amoxicillin diganti dengan cefotaxime 12 mg/kg BB selama tujuh hari. Terapi simtomatik diberikan kejibeling (1 kapsul/hari, p.o) selama 14 hari, Hematodin dan calcium glukonate 10% selama tujuh hari. Setelah menjalani terapi selama 14 hari anjing kasus menunjukkan kondisi yang semakin membaik ditandai dengan tidak terjadinya hematuria dan stranguria.
Aktivitas Aminotranfirase Anak Babi Peranakan yang Diberikan Suplementasi Enzim dan Tepung Kunyit Putera, I Gusti Ngurah Dwipayana; Merdana, I Made; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi enzim xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan terhadap aktivitas alanin aminotranferase (ALT) dan aspartate aminotranferase (AST). Menggunakan rancangan acak lengkap. Sebanyak 32 ekor anak babi peranakan/crossbreed umur empat minggu dengan bobot 7-9 kg dibagi menjadi empat kelompok (P0, P1, P2, dan P3) dengan delapan ulangan. Perlakuan berupa penambahan enzim dan tepung kunyit melalui pakan selama lima minggu. Pada P0 sebagai kontrol diberikan pakan tanpa perlakuan, P1 diberikan kombinasi enzim dosis 0,1% campuran pakan, P2 diberikan tepung kunyit dosis 1% campuran pakan dan P3 diberikan kombinasi enzim dan tepung kunyit dengan dosis 0,1% dan 1% campuran pakan. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan setelah pengambilan darah. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan menggunakan alat semiautomatic hematology analyzer. Hasil pemeriksaan aktifitas ALT dan AST pada P0 adalah110.00 u/L dan 62,67 u/L, pada P1 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) adalah 98,67 u/L dan 61,63 u/L, pada P2 yaitu anak babi yang diberikan tepung kunyit (1%) adalah 101,00 u/L dan 61,67 u/L dan pada P3 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) dan tepung kunyit (1%) adalah 88,67 u/L dan 61,67u/L. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi enzim kombinasi xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan anak babi peranakan/crossbreed periode nursery aman diberikan dan tidak memengaruhi aktivitas enzim ALT dan AST anak babi.
Laporan Kasus: Babesiosis pada Anjing Pomeranian Septianingsih, Ni Luh Putu Diah; Widyastuti, Sri Kayati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.622

Abstract

Babesiosis atau piroplasmosis merupakan penyakit parasit didalam sel darah merah akibat infeksi protozoa dari genus Babesia. Kejadian babesiosis pada anjing umumnya disebabkan oleh Babesia canis dan B. gibsoni. Caplak merupakan vektor penting dalam penyebaran penyakit protozoa darah. Jenis caplak daerah tropis dan subtropis yang mejadi vektor penyakit adalah Rhipicephalus sanguineus. Hasil pegamatan ditemukan kasus babesiosis pada anjing pomeranian, berjenis kelamin jantan, usia satu tahun dengan gejala klinis penurunan nafsu makan dan ditemukan infeksi caplak di seluruh tubuhnya. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Capillary Refill Time >2 detik, mukosa mulut pucat, peningkatan suhu tubuh dan dehidrasi. Hasil pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) diinterpretasikan bahwa anjing mengalami anemia mikrositik hiperkromik, leukositosis, eritrositopenia dan trombositopenia. Hasil pemeriksaan mikroskopik ulas darah menunjukkan adanya infeksi protozoa Babesia sp. yang ditandai dengan stadium merozoit dengan bentuk piriform secara khas berpasangan membentuk buah pir (the pear shaped form) dan tropozoit berbentuk lingkaran pada eritrosit. Terapi yang diberikan yaitu ivermectin (0,2-0,5 mg/kg BB, q: 7-14 hari, SC) setiap seminggu selama empat kali, diphenhydramine (1 mg/kg BB, q: 8-12 jam, SC), Clindamycin (25 mg/kg BB, q: 12 jam, PO) diberikan selama 14 hari dan hematopoetik sekali sehari 1 tablet yang diberikan selama 7 hari. Kondisi anjing membaik setelah 14 hari.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Kasus Konstipasi pada Kucing Lokal dengan Imbuhan Labu Kuning (Cucurbita moschata) pada Pakannya Ridwan, Isabella Anjari; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.673

Abstract

Konstipasi adalah berkurangnya, hilangnya, atau kesulitan dalam melakukan defekasi. Konstipasi seringkali dialami oleh hewan peliharaan dan dapat berakibat fatal jika dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Konstipasi sering dialami oleh kucing. Studi kasus ini mengangkat sebuah kasus mengenai seekor kucing lokal betina berumur 5 tahun yang diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, perut kucing terlihat lebih besar dan terlihat kesulitan melakukan defekasi sejak satu bulan sebelum dilakukan pemeriksaan. Feses yang dikeluarkan jika kucing mampu defekasi memiliki konsistensi keras dan kering dan terkadang ditemukan di luar litter box. Pemeriksaan klinis menunjukkan suara borborygmus dan adanya konsistensi keras di bawah os vertebrae lumbalis yang diduga sebagai akumulasi feses. Pemeriksaan hematologi dilakukan dan hasilnya menunjukkan leukositosis. Pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya akumulasi tinja yang mengeras. Kucing diberikan laktulosa dan campuran pakan dari wet food dan imbuhan labu kuning (Cucurbita moschata). Defekasi kucing menjadi lancar setelah hari ke-11 pengobatan dan tidak ada keluhan kembali.

Page 1 of 2 | Total Record : 12