cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3 (2) 2014" : 11 Documents clear
Angka Lempeng Total Bakteri pada Broiler Asal Swalayan di Denpasar dan Kabupaten Badung Syahruddin, Magfirah; Suarjana, I Gusti Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.93 KB)

Abstract

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) ini dilakukan untuk mengetahui nilai Angka lempeng Total Bakteri (ALTB) pada daging broiler yang dijual di tiga swalayan wilayah Denpasar (S2 dan S3) dan Kabupaten Badung (S1). Metode penanaman bakteri yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode tuang. Sebanyak 1 ml larutan sampel yang telah diencerkan dimasukkan kedalam cawan petri. Kemudian ke dalam cawan tersebut dituangkan nutrient agar steril sampai media padat, diinkubasi dan dilakukan perhitungan bakteri yang tumbuh. Hasil penelitian ini menunjukkan rataan nilai ALTB pada swalayan S1, S2 dan S3 berturut- turut adalah 6,90x106 CFU/gr; 5,33x106 CFU/gr dan 7,50x106 CFU/gr. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ALTB broiler pada ketiga swalayan tidak bebeda nyata dan secara statistik nilai ALTB pada masing- masing swalayan lebih tinggi dari Standar Nasional Indonesia 1,00x106 CFU/gr (p< 0,01).
Seroprevalensi Avian Influenza Pada Itik Di Pasar Hewan Beringkit Dan Peternakan Di Badung Siahaan, Lusiana Lasmari; Suartha, I Nyoman; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.224 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seroprevalensi virus Avian Influenza (VAI) pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan peternakan di Badung. Sampel darah itik diambil secara acak dari Pasar Hewan Beringkit dan Peternakan.Jumlah sampel masing-masing sebanyak 35 sampel darah itik setiap bulan mulai dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2012.Anti-VAI antibodi dideteksi dengan uji hambatan hemaglutinasi baku internasional menggunakan isolat VAI H5N1 yang sudah dikarakterisasi di lab Biomedik FKH Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukkan Seroprevalensi Avian Influenza subtipe H5 pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan peternakan di Badung sangat tinggi yaitu masing-masing 90,5% dan 80,5%. Seroprevalensi di Pasar Hewan Beringkit nyata lebih tinggi dibandingkan peternakan di Badung (p<0,05).Seroprevalensi antara kedua tempat tersebut setiap bulannya tidak berbeda nyata (p>0,05) kecuali bulan Juli.
Perbedaan Daya Simpan Telur Ayam Ras yang Dicelupkan dan Tanpa Dicelupkan Larutan Kulit Manggis Cornelia, Anastasia; Suada, I Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.967 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas telur ayam ras yang dicelupkan dan tanpa dicelupkan larutan kulit manggis (Garcinia mangostana L) terhadap daya simpan telur ayam ras yang disimpan pada suhu ruang ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU). Pada penelitian ini menggunakan telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis selama 1 menit, selanjutnya dihitung nilai IPT, IKT dan HU. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap IPT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap IKT dan HU. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap IPT, IKT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap HU. Kualitas telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis lebih baik dibandingkan dengan telur yang tanpa dicelupkan larutan.
Efektifitas Ekstrak Kulit Batang Kelor Terhadap Perubahan Histopatologi Testis Tikus yang diinduksi Aloksan Napitupulu, Vaswani Samaria; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.219 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak kulit batang kelor terhadap perubahan histopatologi testis tikus wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian menggunakan sampel testis tikus wistar yang berumur 2-3 bulan dengan berat badan berkisar antara 150-200 gram. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol positif diberikan aquades steril, kelompok 2 sebagai kontrol negatif diberikan aloksan 125mg/kg bb, kelompok 3 sebagai kontrol obat diberikan aloksan dan glibenklamid 0,045mg/kg bb, kelompok 4 diberikan ekstrak kulit batang kelor dosis 100mg/kg bb, kelompok 5 diberikan ekstrak kulit batang kelor dosis 200mg/kg bb dan kelompok 6 diberikan esktrak kulit batang kelor dosis 400mg/kg bb. Setelah 21 hari dilakukan nekropsi pada seluruh tikus wistar yang diberi perlakuan untuk pengambilan sampel testis dan dibuat preparat histologi. Metode pewarnaan menggunakan Hematoxilin-Eosin. Selanjutnya dilakukan pengamatan di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan, terhadap perubahan histopatologi testis tikus wistar yang meliputi degenerasi dan nekrosis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kulit batang kelor terhadap perubahan histopatologi testis tikus wistar yang diinduksi aloksan dengan dosis 100mg/kg bb, 200mg/kg bb dan 400 mg/kg bb tidak memberikan hasil yang berbeda nyata (p>0,05).
Vermisidal dan Ovisidal Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Cacing Ascaris suum Secara In Vitro Bili Bora, Agung Mourizd Adventus; suri, Sam; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.108 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui vermisidal dan ovisidal dari ekstrak daun pepaya terhadap cacing Ascaris suum. Menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL), dengan perlakuan beberapa konsentrasi ekstrak daun pepaya 1,5%, 3%, 4,5% dan 6%; kontrol negatif menggunakan NaCl fisiologis dan kontrol positif menggunakan Albendazole 0,12%. Dilakukan uji vermisidal dan uji  ovisidal, uji ovisidal dibagi  menjadi  dua  uji,  yaitu kontak langsung dan kontak tidak  langsung. Untuk uji vermisidal data dianalisis dengan Analisis Probit untuk mengetahui LC100 (Lethal concentration) dan LT100 (Lethal  time), sedangkan  untuk  uji  ovisidal  data dianalisis dengan Sidik Ragam dan  jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil  penelitian  vermisidal  didapatkan  LC100 ekstrak  daun  pepaya adalah  3,362%  dan  LT100 39,822  jam.  Untuk  uji  ovisidal  kontak  langsung  dan kontak tidak langsung didapatkan ekstrak daun pepaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap daya berembrio telur A. suum. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif sebagai vermisidal dan ovisidal terhadap cacing A. suum secara in-vitro.  
Kelengkungan (Kurvatura) Tanduk (Silak) yang Menyimpang pada Sapi Bali Nealma, Minda; Batan, I Wayan; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2012.105 KB)

Abstract

Masyarakat Bali mengenali kelengkungan tanduk sapi bali dengan nama silak bajeg, silak cono, silak pendang, silak congklok, dan silak manggulgangsa. Tidak semua kelengkungan tanduk sapi bali bisa dikelompokkan kedalam silak tanduk tersebut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap silak tanduk  menyimpang pada sapi bali yang ditemukan pada sapi bali. Penelitian ini menggunakan sampel 1000 ekor sapi bali dewasa, yang terdiri dari 500 pasang tanduk sapi bali jantan dan 500 pasang tanduk sapi bali betina. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati langsung tanduk sapi bali. Pengamatan dilakukan selama bulan Oktober-November 2012 dikota Denpasar (Desa Serangan, Desa Pemongan, Desa Padang Galak Sanur, Desa Panjer, Desa Meregaya) dan Kabupaten Badung (Desa Kuta,dan Desa Mengwi Tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sapi bali jantan silak tanduk yang menyimpang (0,3%) dan silak tanduk yang menyimpang pada sapi betina (7,4%). Sapi bali dengan silak tanduk normal ditemukan berupa tanduk silak bajeg pada sapi jantan  (26,5%), dan sapi betina (8,1%), tanduk silak cono pada sapi jantan (11,7%), dan pada sapi betina (2,8%), tanduk silak congklok pada jantan (1%), tanduk silak pendang pada jantan (10,2%), dan pada sapi betina (0,9%), tanduk silak manggulgangsa pada betina (27,2%), tanduk silak anoa pada sapi jantan (0,3%), dan pada sapi betina (3,6%). Silak menyimpang pada sapi bali ditemukan keberadaannya, dan penyimpangan tersebut lebih banyak ditemukan pada sapi bali betina. 
Penampilan Reproduksi Induk Babi Landrace yang Dipelihara Secara Intensif di Kabupaten Badung Purba, Ita Octarina; Budiasa, Made Kota; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.788 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penampilan reproduksi induk babi landrace yang dipelihara secara intensif di Kabupaten Badung. Penelitian ini bersifat deksriptif dengan melakukan wawancara dan mengamati secara langsung di peternakan babi intensif di kecamatan Abiansemal, Petang dan Mengwi Kabupaten Badung, tentang penampilan reproduksi yang meliputi  lama kebuntingan, litter size, umur sapih, dan berat sapih. Pengamatan dan pencatatan kinerja reproduksi dilakukan pada 106 ekor induk babi landrace yang dibagi empat kelompok yaitu kelompok induk babi yang pertama kali melahirkan, kedua kali melahirkan, ketiga kali melahirkan, dan keempat kali melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kebuntingan induk babi tidak berbeda nyata (p>0.05), namun relatif konstan dengan kisaran 114 hari atau 3 bulan 3 minggu 3 hari. Adanya perbedaan litter size pada kelahiran pertama dengan  kedua mungkin disebabkan karena adanya perbedaan kualitas induk yang dipelihara, namun pada kelahiran berikutnya litter size cenderung meningkat. Umur sapih yang dilakukan peternak babi intensif di Kabupaten Badung tidak berbeda nyata (p>0.05), dengan kisaran 4 minggu dengan berat  sapih mencapai standar. Simpulan dari penelitian ini yaitu lama kebuntingan induk babi, umur sapih dan berat sapih tidak berbeda nyata (p>0.05), namun litter size pada kelahiran pertama dan kedua berbeda dimana pada kelahiran berikutnya litter size cenderung meningkat.
Lama Penyimpanan Daging Broiler terhadap Jumlah Cemaran Coliform pada Showcase Pasar-Pasar Swalayan di Denpasar Suprayogo, Danu; Suarjana, I Gusti Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.989 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Lama Penyimpanan Daging Broiler Terhadap Jumlah Cemaran Coliform Pada Showcase Pasar-pasar Swalayan di Denpasar bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan daging ayam broiler yang disimpan di dalam showcase terhadap pertumbuhan bakteri Coliform yang dijual di swalayan.Penelitian ini menggunakan sampel daging broiler yang disimpan di dalam showcase(0-8). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan waktu pengamatan nol jam tiga jam dan enam jam dengan enam kali ulangan. Parameter yang diamati adalah bakteri Coliform yang tumbuh pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) pada daging ayam yang disimpan di dalam showcase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Coliform mengalami peningkatan selama penyimpanan tiga jam dan enam jam di dalam showcase. Berdasarkan hasil uji Sidik Ragam menunjukkan bahwa pengaruh lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) meningkatkan jumlah Coliform dengan persamaan garis regresi Y=10(4.052+0.029L)dengan koefisien regresi R= 0.457.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah Coliform mengalami peningkatan selama penyimpanan tiga jam dan enam jam di dalam showcase pada suhu (0- 8).  
Implikasi Pengetahuan Ayat Tentang Pemotongan Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Terhadap Sapi Bali Fansidar, Ahmat; Rudyanto, Mas Djoko; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.541 KB)

Abstract

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui tingkat implikasi pengetahuan masyarakat tentang undang-undang pemotogan sapi bali dan seberapa banyak sapi bali betina yang produktif dan tidak produktif yang dipotong di RPH mergantaka Mandala Temesi, pada bulan April 2012. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode porpusive sampling  atau pengambilan sampel dilakukan secara disengaja. Jumlah per hari sapi yang akan dipotong, berdasarkan jumlah sapi bali betina yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara diskriptif. Sapi bali betina yang di potong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar selama delapan hari sebanyak 127 ekor. Jumlah ini terdiri atas 108 ekor sapi betina produktif dan 22 ekor sapi betina non produktif dengan rata-rata sapi betina produktif yang dipotong sebanyak 13 ekor perhari dan sapi betina non produktif sebanyak dua ekor perhari. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah sapi betina produktif yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah sapi betina non produktif. Dapat disimpulkan tingginya implikasi pengetahuan jagal, karyawan dan petani tentang undang-undang peternakan dan kesehatan hewan tidak berpengaruh terhadap tingginya angka pemotongan sapi bali betina produktif. Disarankan kepada berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang peternakan untuk tidak memotong sapi bali betina usia produktif serta perlu dilakukan tindakan nyata untuk melestarikan plasma nutfah asli Bali ini agar tidak terjadi kepunahan di kemudian hari.
Karakteristik Karang Gigi pada Kucing vira, El; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.926 KB)

Abstract

Penelitian observasional yang dilakukan terhadap 50 ekor kucing ras maupun lokal di Denpasar-Bali bertujuan untuk mengetahui keberadaan karang pada gigi. Pengamatan difokuskan pada: warna, ketebalan, serta predileksi karang gigi tersebut. Pengendalian kucing dilakukan secara fisik ataupun kimiawi. Mulut kucing dibuka untuk melihat keberadaan karang gigi. Hasil dicatat pada formulir pengamatan keberadaan karang gigi pada kucing. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya karang gigi warna kuning sampai coklat pada kucing yang berumur 2-4 tahun, sedangkan warna coklat tua sampai hitam dijumpai pada kucing berumur 3-7 tahun. Ketebalan karang gigi meningkat seiring dengan meningkatnya umur kucing kucing tersebut. Predileksi keberadaan plak dan karang tersebut di Caninus, Premolar 2, Premolar 3, Premolar 4¸ dan Molar 1. Dapat disimpulkan bahwa warna karang gigi yang didapat adalah kuning tua, coklat muda, coklat, coklat tua, dan hitam. Sementara dari ketebalan, kebanyakan kucing memiliki karang gigi yang tipis. Dan untuk predileksi, cenderung banyak pada Premolar terakhir dan Molar pertama

Page 1 of 2 | Total Record : 11