cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (4) 2016" : 11 Documents clear
Perbedaan Kraniometri Sapi Bali Jantan dan Betina Dewasa Agung, Mochamad Bale; Batan, I Wayan; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.56 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengukuran tulang kepala dan tulang rahang bawah sapi bali dewasa (kraniometri) dilakasanakan dari bulan Februari 2015 sampai Juni 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ukuran dari tengkorak sapi bali jantan dan betina dewasa. Dalam penelitian ini digunakan lima tengkorak sapi bali jantan dewasa dan lima tengkorak sapi bali betina dewasa lengkap dengan tulang rahang bawah (os mandibulare). Variabel yang diukur adalah 19 parameter ukuran tengkorak dan enam parameter ukuran tulang rahang bawah. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan ukuran nyata (P
Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Burung Puyuh (Coturunix coturnix japonica) dalam Pengencer Fosfat Kuning Telur pada Suhu 4ºC Sandra, Arista Novi; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.854 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu penyimpanan semen burung puyuh(Coturnix coturnix japonica) dalam pengencer fosfat kuning telur pada suhu 4ºC sampai motilitas ?40% dan viabilitas ? 45%. Penelitian ini menggunakan 30 ekor burung puyuh jantan sehat, umurkurang lebih 6 minggu sebagai sumber semen lalu diencerkan dengan pengencer fosfat kuning telurdengan konsentrasi 50 juta sel per mililiter pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan padasuhu 4°C lalu dilakukan pengamatan setiap 4 jam untuk mengetahui motilitas progresif dan viabilitasspermatozoa. Data yang diperoleh ditabulasikan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian diperoleh persentase motilitas spermatozoa burung puyuh dalam pengencer fosfat kuningtelur yang disimpan pada suhu 4ºC selama 32 jam sebesar 41,8 ± 3,56. Persentase daya hidupspermatozoa dalam pengencer fosfat kuning telur yang disimpan pada suhu 4ºC selama 32 jamsebesar 57 ± 3,56.
AKTIVITAS ASPARTAT AMINOTRANSFERASE (AST) DAN ALANIN TRANSAMINASE (ALT) PADA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) OBESITAS DI PURA LUHUR ULUWATU, BALI Lestari, Ayu Paramita; Rompis, Aida Louise Tenden; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.668 KB)

Abstract

Penelitian obsevasional-deskriptif dengan pendekatan cross-sectional telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas aspartat aminotransferase (AST) dan alanin transaminase (ALT) pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) obesitas yang hidup liar di kawasan Pura Luhur Uluwatu, Bali. Sebanyak 16 ekor monyet ekor panjang berhasil dibius menggunakan ketamine dosis 10 mg/kg berat badan dicampur dengan premedikasi xylasin dosis 1-2 mg/kg berat badan. Sampel yang digunakan adalah serum darah monyet obesitas yang diambil dari monyet dalam keadaan terbius. Dari 16 ekor monyet, 12 ekor tergolong obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Berat Badan. Aktivitas aspartat aminotransferase (AST) dan alanin transaminase (ALT) ditentukan menggunakan mesin automatic chemistry analyzer (Indiko-Thermo Scientific). Hasil penelitian menunjukkan nilai AST bervariasi dari 43-88 U/L dan ALT 26-77 U/L dengan rataan 69,4 ± 14,9 U/L. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai AST dan ALT monyet obesitas cenderung lebih tinggi dari nilai AST dan ALT normal.
Profil Umur, Jenis Kelamin, Berat Badan dan Jejas Eksternal pada Kulit Sapi Bali yang Disembelih di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar Periode Mei-Juni 2015 Yuliantika, I Made Yuda; Adnyana, Ida Bagus Windia; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.646 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil umur, jenis kelamin, berat badan danjejas eksternal pada kulit sapi bali yang disembelih di Rumah Potong Hewan Kota Denpasar periode Mei-Juni 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan metode survey. Padapenelitian ini digunakan 200 ekor sapi bali, tercatat umur sapi bali yang disembelih paling tinggi beradapada kisaran umur dibawah 2 tahun dengan jumlah 58 ekor (29%). Dari jenis kelamin menunjukansebanyak 147 ekor (73,5%) berjenis kelamin betina dan hanya 53 ekor (26,5%) berjenis kelamin jantan.Dari berat badan yang di potong terbanyak berada pada kategori berat 300-400 kg. Dari penelitiantersebut ditemukan jejas eksternal pada 2 ekor sapi (1%) dari 200 ekor sapi yang diamati di RPH kotaDenpasar. Hasil penelitian ini mengindikasikan diperlukan perhatian khusus dari pemerintah Balikhususnya dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait untuk mengambil langkah antisipasi untukmencegah berkurangnya populasi sapi Bali di masa-masa mendatang.
Kadar Glukosa Darah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Obesitas di Pura Luhur Uluwatu Bali Aryana, Carissa Saraswati Putri; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.602 KB)

Abstract

darah pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) obesitas di Pura Luhur Uluwatu, Badung, Bali. Sampel yang digunakan adalah dua belas serum darah monyet ekor panjang obesitas. Obesitas monyet ekor panjang ditentukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Monyet ekor panjang dengan bobot badan lebih dari 8 kg dan IMT di atas 33,92 kg/m2 dikategorikan obesitas. Pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan mesin automatic biochemistry analyzer by Indiko- Thermo Scientific. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah monyet ekor panjang di Uluwatu berkisar antara 44-208 mg/dL dengan rata-rata 120,58±46,94 mg/dL. Monyet ekor panjang dengan IMT tertinggi (61,51 kg/m2) memiliki kadar glukosa darah 124 mg/dL sedangkan kadar glukosa tertinggi yaitu 208 mg/dL dimiliki oleh monyet ekor panjang dengan IMT 52,00 kg/m2. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua monyet ekor panjang obesitas di Pura Luhur Uluwatu memiliki kadar glukosa darah yang tinggi.
Persebaran Wilayah Tertular Rabies dan Hubungan Kejadiannya pada Anjing dan Manusia di Kabupaten Jembrana, Bali Tahun 2010-2015 Indrawan, Hieronimus; Batan, I Wayan; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.145 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran penyakit rabies di Kabupaten Jembrana, Balidan hubungannya berdasarkan kejadian rabies pada anjing dan manusia. Metode penelitian dilakukandengan survey lapangan ke Kabupaten Jembrana, Bali. Survey dilakukan terhadap kejadian rabiespada anjing dan manusia yang terjadi pada tingkat desa. Data sekunder yang diperoleh dari instansiterkait dianalisis secara deskriptif dan analisis korelasi menggunakan uji Rank Spearman. Surveypenelitian dilakukan dengan wawancara langsung kepada pihak yang terkait dan memanfaatkan datasekunder. Hasil penelitian menunjukkan total kejadian rabies tahun 2010-2015 pada anjing 124 kasusdan pada manusia dua orang. Berdasarkan hasil analisis uji Rank Spearman menyatakan tidak adakorelasi antara kejadian rabies pada anjing dengan manusia. Hasil penelitian juga menyimpulkanbahwa penyakit rabies telah menyebar di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana, Bali yangmencangkup 38 desa dari 51 desa. Rabies dalam tempo enam tahun telah menyebar di seluruhKabupaten Jembrana, Bali dan meningkatnya kejadian rabies pada anjing didaerah ini tidak diikutidengan meningkatnya kejadian rabies pada manusia.
Perubahan Histopatologi Saluran Pernapasan Bagian Atas Mencit (Mus musculus) Akibat Paparan Asap Obat Nyamuk Bakar Pinem, Nuh Lasjuardi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.718 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi saluran pernapasan bagianatas mencit (Mus musculus) akibat paparan asap obat nyamuk bakar. Penelitian ini terdiri atas duaperlakuan yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipapar dengan asap obat nyamuk bakarselama + 10 jam. Nekropsi untuk pengambilan sampel organ dilakukan pada minggu ke-2, -4 dan -6pasca perlakuan. Sampel organ yang diambil berupa larynx, trakea, bronchus ekstrapulmonal diproseslebih lanjut untuk proses pembuatan histopatologi. Analisis berupa perubahan degenerasi, nekrosis,metaplasia pada epitel dan penebalan pada mukosa, dilakukan dengan pengamatan histopatologijaringan di bawah mikroskop pada pembesaran 400x dan 1000x dengan empat lapang pandang. Datahasil penelitian ditabulasi, diskoring dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan nyata (P<0,01) antara skordegenerasi, nekrosis, metaplasia dan penebalan pada mukosa larynx antara kelompok perlakuandengan kelompok kontrol. Sedangkan pada trakea dan bronchus ekstrapulmonal hanya terdapatperbedaan sangat nyata (P<0,01) pada skor degenerasi dan nekrosis antara kelompok perlakuandengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa paparan asap obat nyamuk bakar dapatmenimbulkan kerusakan histologi degenerasi, nekrosis, metaplasia dan penebalan pada saluranpernapasan bagian atas.
Kadar Kolesterol Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Obesitas di Pura Uluwatu Bali Sari, I Gusti Ayu Ratna Wulan; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi; Rompis, Aida Louise Tenden
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.201 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif-observasional dengan pendekatan cross-sectional telah dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol total monyet ekor panjang obesitas yang hidup liar di Pura Luhur Uluwatu, Bali. Sebanyak enam belas monyet ekor panjang berhasil ditangkap bius menggunakan ketamin dosis 10 mg/kg berat badan dicampur dengan premedikasi xylazin dosis 1-2 mg/kg berat badan, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, pengukuran morfometri dan pengambilan sampel darah. Penentuan kadar kolesterol menggunakan mesin automatic chemistry analyzer by Indiko- Thermo Scientific. Dari 16 ekor monyet, 12 ekor tergolong obesitas berdasarkan Indeks Masa Tubuh dan Berat Badan (IMT ?32,81±1,1 kg/m2 menurut Putra et al. (2006); BB ?8 kg. Hasil penelitian menunjukkan rataan kadar kolesterol total monyet obesitas adalah 107,75 ml/dL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar kolesterol monyet ekor panjang obesitas di Pura Uluwatu, Bali masih normal.
Tingkat Deteksi Parvovirus Anjing di Organ Jantung dan Usus Halus pada Infeksi Lapangan Dewi, Putu Bulan Sasmita; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.752 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat deteksi parvovirus anjing pada infeksi lapangan dari organ jantung dan usus halus yang dinilai berdasarkan pita hasil polymerase chain reaction (PCR). Obyek penelitian yang digunakan adalah spesimen jantung dan usus halus dari lima ekor anjing yang terinfeksi parvovirus alami. Isolasi DNA dilakukan dengan DNA isolation kit (Invitrogen) dan diamplifikasi menggunakan teknik PCR. Hasil PCR kemudian diskoring dan dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil PCR menunjukkan frekuensi infeksi pada usus halus (4/5) lebih tinggi dibandingkan jantung (3/5), akan tetapi, rerata skor pita PCR dari organ usus dan jantung masing-masing adalah (3,2 ± 0,97) dan (1,4 ± 0,75) yang secara statistik tidak berbeda nyata (p>0,05).
Perubahan Histopatologi Bursa Fabrisius Pascavaksinasi dengan Vaksin Infectious Bursal Disease pada Ayam Pedaging Silaban, Jesiaman; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made; Anggreni, Ni Kadek Wiwik; Paranitha, Dewa Ayu; Ratih, Dwi Kusuma Komala
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.841 KB)

Abstract

Vaksin Infectious Bursal Disease (IBD) dilaporkan menyebabkan imunosupresif pada ayampedaging. Keadaan tersebut diduga karena adanya kerusakan pada bursa Fabrisius. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi bursa Fabrisius pada ayam pedaging yangdivaksin dengan vaksin IBD. Lima puluh ayam pedaging dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok Iadalah ayam yang divaksin ND-AI tanpa IBD sebanyak 20 ekor, kelompok II adalah ayam yangdivaksin ND-AI dan IBD sebanyak 20 ekor, dan kelompok III adalah ayam yang tidak divaksinsebanyak 10 ekor. Vaksin ND-AI diberikan pada umur 4 hari dan vaksin IBD diberikan pada umur 14hari. Bursa Fabrisius diambil setengah dari jumlah tiap kelompok pada saat 2 minggu dan 3 minggupascavaksinasi untuk dibuat preparat histologi. Hasil pemeriksaan histopatologi bursa Fabrisiusdianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney danWilcoxon.Preparat diperiksa dibawah mikroskop dan diberi skor berdasarkan tingkat kerusakan. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa bursa Fabrisius pada ayam yang divaksin IBD dan dikombinasikandengan vaksin ND-AI mengalami kerusakan berupa deplesi folikel limfoid dan nekrosis dengantingkat keparahan sedang.

Page 1 of 2 | Total Record : 11