cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 (4) 2019" : 15 Documents clear
Efisiensi Pemberian Infusa Daun Dadap (Erythrina subumbrans) Terhadap Susut Bobot Badan Ayam Broiler Akibat Stress Transportasi Hartati, Ruth Dwi; Merdana, I Made; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.67 KB)

Abstract

Proses transportasi pascapanen ayam broiler menyebabkan ayam mengalami stress yang dan merupakan salah satu penyebab penyusutan bobot badan. Susut bobot badan di luar batas norrmal dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak dan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian infusa daun dadap (Erythrina Subumbrans) terhadap penyusutan bobot badan ayam broiler yang mengalami stress transportasi. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan (P0, P1, P2, P3 dan P4) dan lima ulangan. Ayam broiler jantan fase grower-finisher umur 25 hari diberikan infusa daun dadap 10% selama tujuh hari sebelum dipanen. Perlakuan melalui air minum sebagai berikut; P0 diberikan aquadest sebagai kontrol, P1 diberikan vitamin C dosis 2 g/L sebagai kontrol positif, dan pemberian infusa daun dadap 10% pada P2, P3, dan P4 secara berurutan dengan dosis 1.000 ppm, 2.000 ppm, dan 3.000 ppm. Stress transportasi dilakukan dengan cara pengangkutan ayam broiler selama empat jam, dengan mobil pickup pada kondisi lalu lintas yang padat dan cuaca panas (suhu 33o-35oC). Hasil diperoleh rerata susut bobot badan pada P0 sebesar 7,50%, pada P1 sebesar 8,60%, pada P2 sebesar 6,15%, P3 sebesar 7,93% dan pada P4 sebesar 10,05%. Analisis statistik menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot badan. Analisis ekonomi menunjukkan terdapat efisiensi dengan penggunaan infusa daun dadap dosis 1000 ppm terhadap penyusutan bobot badan ayam akibat stress transportasi.
Terapi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Penyembuhan Diare pada Sapi Bali Ujan, Katarina Kewa; Sudira, I Wayan; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.393 KB)

Abstract

Sapi bali merupakan plasma nutfah asli Bali, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Sapi bali merupakan hewan ruminansia yang mempunyai ciri khas tersendiri, dalam kenyataannya, sapi bali sering mangalami diare dikarenakan sistem pemeliharaan peternak Indonesia terutama peternak Bali masih menggunakan sistem tradisional. Tanaman daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman obat atau obat tradisional yang digunakan untuk mengobati diare atau mencret, disentri, dan kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi ekstrak daun jambu biji terhadap penyembuhan diare pada sapi bali. Penelitian ini menggunakan enam ekor sapi bali yang diberi perlakuan berupa pemberian ekstrak daun jambu biji dalam bentuk kapsul selama tiga hari berturut-turut dan data akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapsul dengan dosis 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB tidak menunjukkan perubahan konsistensi dan warna feses sedangkan dosis 500 mg/kg BB sedikit menunjukkan perubahan pada konsistensi feses, pada dosis 400 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB mengalami penurunan intensitas diare. Kesimpulan penelitian ini adalah dosis 500 mg/kg BB sedikit menunjukkan perubahan konsistensi feses sedangkan dosis 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB tidak menunjukkan adanya perubahan, sedangkan untuk intensitas diare mengalami penurunan pada dosis 400 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB.
Struktur Histologi dan Histomorfometri Duodenum Babi Landrace Cahyani, Luh Made Maha; Setiasih, Ni Luh Eka; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri duodenum babi landrace. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga ekor babi landrace berumur 6-7 bulan. Sampel duodenum diambil pada tiga bagian berturut-turut yaitu pars superior, medial dan ascendent duodenum, kemudian organ difiksasi dengan larutan Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% yang selanjutnya dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Haematoxillin-Eosin (HE). Hasil pengamatan struktur histologi disajikan secara deskriptif kualitatif, sedangkan data histomorfometri disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, struktur histologi duodenum tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis dan serosa. Tunika mukosa tersusun oleh lamina mukosa, propria dan muskularis dengan tebal pars superior 694,712 µm, pars medial 597,788 µm dan pars ascendent 640,795 µm. Tunika submukosa terdiri dari kelenjar Brunneri dan jaringan ikat longgar dengan tebal pars superior 1053,026 µm, pars medial 733,941µm dan pars ascendent 708,603 µm. Tunika muskularis tersusun oleh otot polos sirkular di bagian dalam dan longitudinal di bagian luar dengan tebal pars superior 394,902 µm, pars medial 409,656 µm dan pars ascendent 454,229 µm. Tunika serosa merupakan lapisan paling luar dari duodenum dengan tebal pars superior 224,838 µm, pars medial 128,716 µm dan pars ascendent 129,359 µm. Struktur histologi duodenum babi landrace pars superior, medial dan ascendent babi landrace tersusun oleh empat lapisan yang sama dan tebal histomorfometri yang berbeda.
Laporan Kasus: Penanganan Bedah untuk Nekrotik Miositis pada Anjing Kintamani Sultan, Nurul Fadillah; Gorda, I Wayan; Sudisma, I Gusti Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.98 KB)

Abstract

ABSTRAK Nekrotik miositis merupakan suatu keadaan dimana otot mengalami infeksi trauma yang terjadi dalam waktu cukup lama dan menyebabkan infeksi sangat parah. Penanganan pembedahan sangat perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya sepsis. Seekor anjing kintamani jantan berumur tujuh tahun, berat badan 19 kg, diperiksa dengan keluhan adanya benjolan pada otot bagian lateral os scapula sinister. Hasil pemeriksaan fisik dan klinis anjing sehat dengan nafsu makan dan minum baik, namun ditemukan adanya massa dengan konsistensi padat dan mengeluarkan eksudat serta berbau sejak lima bulan terakhir. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan adanya kenaikan limfosit, namun total eritrosit, hemoglobin, dan platelet normal. Gambaran histopatologi dari massa tersebut menunjukkan adanya nekrosis pada sel otot disertai dengan infiltrasi sel radang, sel neutrofil, dan sel plasma sehingga hewan kasus didiagnosis mengalami nekrotik miositis. Anjing ditangani dengan tindakan pengangkatan massa secara keseluruhan untuk menghindari sepsis dan meminimalisir kematian. Ciprofloxacin, asam mefenamat, dan salep betason-N diberikan sebagai perawatan pascaoperasi. Hari kedelapan pascaoperasi, anjing dinyatakan sembuh dengan luka yang sudah mengering dan menyatu dengan baik.
Lama Waktu Perendaman Daging Sapi Bali dalam Infusa Daun Salam 15% pada Penyimpanan Suhu Ruang Terhadap Warna, pH, dan Jumlah Bakteri Narty, Yasinta; Suada, I Ketut; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.981 KB)

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan untuk meningkatkan citarasa, tanpa disadari bahwa daun salam mengandung senyawa antimikroba yang bersifat bakterisidal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari perendaman infusa daun salam 15% terhadap uji kualitas dan daya tahan daging sapi bali yang disimpan pada suhu ruang ditinjau dari warna, pH dan jumlah bakteri. Uji warna menggunakan standar warna SNI, uji pH diukur menggunakan pH meter dan jumlah bakteri menggunakan uji reduksi metilin biru. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan empat perlakuan lama perendaman dengan daun salam yaitu: 0, 10, 20, dan 30 menit dengan empat faktor lama penyimpanan pada suhu ruang yaitu: 0, 4, 8, dan 12 jam dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak enam kali. Sehingga jumlah sampel yang diperlukan 4 = 96. Data hasil pengujian warna dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann Whitney sedangkan pH dan jumlah bakteri daging dianalisis dengan Sidik Ragam dan apabila berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman infusa daun salam 15% dengan lama perendaman (0 menit, 10 menit, 20 menit dan 30 menit) berpengaruh nyata terhadap warna dan jumlah bakteri. Lama penyimpanan pada suhu ruang berpengaruh nyata terhadap pH daging sapi. Dapat disimpulkan bahwa kualitas dan daya tahan daging sapi mampu dipertahankan melalui perendaman dengan infusa daun salam 15%.
Laporan Kasus: Anaplasmosis dan Ehrlichiosis pada Anjing Kampung di Denpasar, Bali Putra, Widihantoro Gunawan; Widiastuti, Sri Kayati; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.597 KB)

Abstract

Anaplasmosis dan ehrlichiosis merupakan penyakit penting pada anjing yang disebabkan oleh mikroorganisme intraselular Gram negatif. Seekor anjing kampung diperiksa di Rumah Sakit Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan; gatal-gatal, alopesia, infestasi caplak, eritema di seluruh tubuh anjing. Hasil pemeriksaan klinis; membran mukosa mulut pucat, anjing lemah, infestasi caplak Riphicephalus. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan terjadi leukositosis anemia mikrositik hipokromik, trombositopenia, eosinopenia, limfositopenia. Pemeriksaan ulas darah positif ditemukan agen anaplasma. Pemeriksaan darah dengan test kit (Antigen rapid, BioNote, inc, Republic of Korea) menunjukkan positif Ehrlichia canis dan Anaplasma spp. sehingga anjing kasus didiagnosis menderita erlichiosis dan anaplasmosis. Pengobatan dengan menggunakan doksisiklin (5 mg/kg BB, selama 14 hari), ivermectin (0,02-0,03 mg/kg BB, SC), vitamin B12 satu tablet perhari. Penanganan tersebut setelah hari ke-14 memberikan hasil yang memuaskan terhadap kesehatan hewan dari segi nafsu makan yang baik, pertumbuhan rambut, keaktifan hewan, dan hewan bebas dari caplak.
Efektivitas Pemberian Gel Ekstrak Daun Binahong Terhadap Kepadatan Kolagen pada Penyembuhan Luka Insisi Mencit Diabetes Sihotang, Tanti Fitri; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.289 KB)

Abstract

Tanaman obat berkembang pesat dikalangan masyarakat karena tanaman obat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman obat yang berkembang adalah tanaman binahong (Anredera cordifolia) yang terbukti mampu mempercepat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun binahong terhadap proses penyembuhan luka insisi pada kulit mencit (Mus musculus) penderita diabetes melitus. Hewan coba yang digunakan adalah mencit berjumlah 24 ekor, berjenis kelamin jantan, dengan berat badan 30-40 gram. Luka insisi sepanjang 1-1,5 cm dibuat pada punggung mencit menggunakan scaple. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari enam ulangan. Penanganan dilakukan satu kali dalam sehari selama lima hari yaitu P1 diberi gel placebo (kontrol, tanpa ekstrak daun binahong), P2 (ekstrak daun binahong 25%), P3 (ekstrak daun binahong 30%), P4 (ekstrak daun binahong 35%). Parameter proses penyembuhan 7luka yang diamati adalah kepadatan kolagen, diamati secara mikroskopis. Terbentuknya kolagen yang semakin padat menunjukkan proses kesembuhan luka yang semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 35% menunjukkan hasil kesembuhan yang lebih cepat pada luka insisi mencit diabetes dibandingkan dengan gel placebo (kontrol), ekstrak daun binahong konsentrasi 25% dan 30%, yang dilihat dari gambaran mikroskopis histopatologi. Kepadatan kolagen yang paling padat ditemukan pada perlakuan gel ekstrak daun binahong konsentrasi 35%. Pemberian gel ekstrak daun binahong dapat meningkatkan kepadatan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka insisi mencit dengan komplikasi diabetes dimana konsentrasi 35% lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 30% dan 25%.
Perubahan Histopatologi Otot Jantung dan Aorta Mencit Jantan Pascapaparan Asap Rokok Elektrik Putra, I Putu Werdikta Jayantika; Sartika, Nola Alfien; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.024 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi otot jantung dan aorta mencit jantan pasca paparan asap rokok elektrik. Sebanyak 24 ekor mencit dibagi menjadi dua kelompok perlakuan secara acak. Kontrol atau PO tidak diberikan paparan asap rokok sedangkan P1diberikan paparan asap rokok. Pada minggu pertama, kedua dan ketiga pasca perlakuan, dikorbankan empat ekor mencit dari masing-masing kelompok. Otot jantung dan aorta diambil untuk pembuatan preparat histopatologi. Dari analisis rerata skor variabel degenerasi dan nekrosis antara kedua perlakuan tersebut didapatkan bahwa adanya perubahan yang signifikan antara kelompok kontrol (P0) dan kelompok perlakuan (P1). Data hasil pengukuran diameter lumen aorta tidak menunjukan perbedaan antara kontrol dan perlakuan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok elektrik pada mencit selama tiga minggu dapat menyebabkan degenerasi vakuoler dan nekrosiskardiomiosit serta peradangan ringanpada miokardium.
Laporan Kasus: Penanganan Venereal Sarcoma pada Anjing Lokal Betina dengan Pembedahan dan Kemoterapi Laksmi, I Gusti Ayu Indira; Gorda, I Wayan; Jayawardhita, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.967 KB)

Abstract

Venereal sarcoma merupakan jenis tumor ganas yang bersifat menular pada anjing dan ditularkan melalui kontak langsung terutama saat hewan kawin. Seekor anjing lokal betina berumur 2,5 tahun dengan bobot badan 10 kg diperiksa dengan keluhan terdapat massa yang menutupi permukaan vagina disertai tetesan darah. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan sel tumor berupa sel-sel limfoblas dengan bentuk dan ukuran yang homogen, inti sel bulat, besar, bersifat hiperkromatis, disertai adanya stroma. Hewan didiagnosa menderita venereal sarcoma. Penanganan dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi menggunakan vinkristin sulfat. Massa tumor dieksisi total kemudian dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali. Pemeriksaan hematologi menunjukkan terjadi penurunan nilai total leukosit dan trombosit pada minggu terakhir kemoterapi. Pascaoperasi hewan diberikan antibiotik cefotaxime secara intravena, dilanjutkan dengan pemberian antibiotik cefixime oral, dan analgesik asam mefenamat selama lima hari. Hari ke-7 pascaoperasi, luka mengalami kesembuhan secara klinis. Kesimpulannya penanganan venereal sarcoma dengan pembedahan dan kemoterapi terbukti dapat mempercepat kesembuhan pasien.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo (Newcastle Disease) pada Ayam Buras di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Nirhayu, Nirhayu; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.852 KB)

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu penyakit virus yang penting dalam dunia perunggasan dan merupakan penyakit endemik di Indonesia. Inang yang diserang semua unggas meliputi ayam ras maupun ayam bukan ras (buras). Penyakit ND menginfeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan maupun pada sistem saraf. Gejala klinis ND dapat bersifat akut maupun kronis, mudah menular dan menginfeksi unggas disekitarnya. Newcastle Disease disebabkan oleh Avian Paramyxovirus type-1 (APMV-1), genus Paramyxovirus famili Paramyxoviridae. Avian Paramyxovirus type-1 termasuk kelompok virus RNA dengan genom serat tunggal (single stranded/ss) dan berpolaritas negatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi ND pada ayam buras di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali. Sampel penelitian menggunakan serum dari ayam buras yang tidak divaksinasi ND, tidak dikandangkan, dan yang berumur lebih dari tiga bulan. Sampel darah diambil dari delapan desa di Kecamatan Kerambitan. Setiap desa diambil sampel darah ayam dari tiga banjar, masing-masing banjar diambil delapan sampel dari penduduk yang memiliki ayam 3-10 ekor. Total sampel yang diambil sebanyak 192 serum ayam buras. Serum diuji dengan uji hambatan hemaglutinasi (HI) di Laboratorium Virologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 23 serum (11,9%) positif memiliki titer antibodi ND. Hal tersebut menunjukkan bahwa ayam buras di Kecamatan Kerambitan pernah terpapar oleh virus ND.

Page 1 of 2 | Total Record : 15