cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9 (2) 2020" : 18 Documents clear
Laporan Kasus: Penanganan Patah Miring pada Tulang Kering dan Tulang Betis Kanan pada Anjing Persilangan Dewi, Anak Agung Raka Isyani; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.912 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.206

Abstract

Fraktur merupakan kerusakan kontinuitas jaringan tulang. Anjing persilangan berjenis kelamin jantan, berumur dua tahun, bobot badan 11 kg, warna rambut coklat diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan mengalami kepincangan sejak 3 hari yang lalu akibat tertabrak motor. Secara fisik anjing nampak sehat, nafsu makan dan minum baik, urinasi dan defekasi normal. Inspeksi menunjukkan anjing mengalami pincang pada kaki kanan, mengalami kesakitan, bengkak serta terdengar suara krepitasi saat dilakukan palpasi. Pemeriksaan darah anjing mengalami limfositosis dan granulositosis. Pemeriksaan radiologi terlihat patahan pada os tibiae dan os fibulae dengan jenis patahan oblique. Tindakan praoperasi dengan pemberian atropine sulfat 0,25 mg/mL sebanyak 1 mL secara subkutan. Anastesi umum yang digunakan yaitu ketamine 100 mg/mL sebanyak 1,5 mL d an xylazine 20 mg/mL sebanyak 1 mL secara intravena dan anastesi inhalasi menggunakan isoflurence. Insisi dilakukan sepanjang daerah fraktur ±15 cm pada lokasi fraktur, musculus yang membungkus os tibiae dan os fibulae dikuakkan hingga bagian diafisis os tibiae dan os fibulae yang mengalami fraktur terlihat. Pemasangan intramedullary pin pada pada os tibiae dengan metode retrograded. Pascaoperasi diberikan antibotik cefotaxime 100mg/mL (2,5 mL intravena) dan dilanjutkan dengan ciprofloxazine 50 mg/tab (1 tab 2 kali/hari peroral), amoksan 250mg/tab (1 tablet 3 kali/hari selama tiga hari), analgesik meloxicam 7,5 mg/tab (0,2 tab hari ke-1 dan 0,1 tab pada hari selanjutnya), kalsium laktat 500 mg/tab (1 tab 1 kali/hari) dan enbatik serbuk pada luka insisi (secukupnya 1 kali/hari). Hasil operasi menunjukkan kesembuhan luka mulai pada hari ke-8 ditunjukkan dengan luka operasi sudah mulai mengering dan adanya usaha anjing untuk berdiri, berjalan walaupun masih pincang.
Laporan Kasus: Pemasangan Selang Drainase Dalam Penanganan Pasca-Operasi Reseksi Transmissible Venereal Tumor pada Vulva Anjing Persilangan Saulina, Renata; Wandia, I Nengah; Dada, I Ketut Anom
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.278 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.259

Abstract

Transmissible venereal tumor (TVT) adalah tumor yang ditularkan secara horizontal dengan sel tumor venereal berbentuk bulat besar yang didiagnosis pada anjing. Berdasarkan anamnesis, temuan klinis, serta dikonfirmasi hasil biopsi, anjing didiagnosis menderita TVT. Pada pemeriksaan sitologi yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar, sel-sel tumor yang ditemukan berupa sel-sel limfoblas dengan ukuran dan bentuk homogen disertai adanya stroma dan indeks mitosis sedang. Penangan dalam kasus anjing penderita TVT ini dilakukan dengan pengangkatan jaringan tumor pada vulva dan dilanjutkan dengan pemasangan selang drainase kemudian pemberian kemoterapi vincristine sulphate 0,025 mg/kg berat badan secara intravena diberikan sebanyak 1 kali setiap sekali seminggu selama 4 minggu. Setelah dua minggu observasi, luka operasi sembuh sepenuhnya. Kasus ini terbukti bahwa pemasangan selang drainase dapat mencegah akumulasi urin pada vulva.
Pemberian Serbuk Biji Kelor pada Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Tradisional Mampu Menurunkan Jumlah Escherichia coli Saputra, I Dewa Ketut Ari; Suada, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.449 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.148

Abstract

Serbuk biji kelor dapat berperan sebagai koagulan alami untuk memperbaiki kualitas air, mereduksi logam berat, menurunkan jumlah bakteri Escherichia coli dan alga serta sebagai surfaktan / hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk biji kelor pada konsentrasi berbeda terhadap jumlah E. coli pada limbah Rumah Pemotongan Ayam tradisional (RPA). Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola split-time. Bakteri E. coli dihitung dengan metode penumbuhan pada media EMBA (eosin methylene blue agar). Faktor utama yaitu konsentrasi serbuk biji kelor sebagai berikut ; 0 mg / L, 50 mg / L, 100 mg / L, 150 mg / L dan 200 mg / L, dengan faktor tambahan adalah waktu pengendapan yaitu 0 menit, 20 menit, 40 menit, 60 menit. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa serbuk biji kelor berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah bakteri E. coli pada limbah RPA tradisional. Dengan konsentrasi terbaik serbuk biji kelor, 200 mg/L dan lama pengendapan yakni 60 menit, memberikan pengaruh terhadap penurunan jumlah E. coli pada limbah RPA tradisional.
Pemberian Serbuk Biji Kelor (Moringa oleifera) Menurunkan Tingkat Keasaman Limbah Cair Peternakan Babi Putra, I Made Arya Udyana; Merdana, I Made; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.709 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.219

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi serbuk biji kelor dan lama waktu pengendapan pada limbah peternakan babi ditinjau dari pH. Penelitian ini menggunakan 5 sampel air limbah peternakan babi sebanyak 500 mL dan tiga kali pengulangan. Konsentrasi serbuk biji kelor yang digunakan yaitu 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L dengan lama waktu penendapan 0 menit, 20 menit, 40 menit dan 60 menit. Konsentrasi serbuk biji kelor dicampurkan pada 4 sampel limbah sedangkan sampel kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. Pengukuran pH dilakukan pada awal waktu pengendapan menggunakan pH meter digital. Nilai pH limbah peternakan babi sebelum diberikan perlakuan adalah 7,4. Setelah perlakuan, sampel kedua (50 mg/L) nilai pH turun hingga 7,3 pengendapan 0, 20, 40 dan 60 menit. Sampel ketiga (100 mg/L) pengendapan 0 dan 20 menit nilai pH 7,3 dan turun menjadi 7,2 pada pengendapan 40 dan 60 menit. Sampel keempat (150 mg/L) pH 7,2 pada pengendapan 0, 20 dan 40 menit, nilai pH turun menjadi 7,1 pada pengendapan 60 menit. Sampel kelima (200 mg/L) nilai pH 7,1 pada pengendapan 0 dan 20 menit dan menurun menjadi 7,0 pada lama waktu pengendapan 40 dan 60 menit. Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa serbuk biji kelor berpengaruh nyata terhadap penurunan pH pada limbah peternakan babi. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukkan hasil berbeda nyata pada berbagai konsentrasi dan berbagai lama waktu pengendapan. Penelitian ini konsentrasi serbuk biji kelor terbaik adalah 200 mg/L dengan lama waktu pengendapan 60 menit.
Uji Cemaran Mikroba pada Daun Mimba (Azadiractha Indica A. Juss) Sebagai Standarisasi Bahan Obat Herbal Saweng, Cikal Farah Irian Jati; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.288 KB)

Abstract

Tanaman mimba (Azadiractha indica A. Juss) merupakan bahan herbal yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Daun mimba mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, azadiracthin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin yang bermanfaat dalam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba yang terdapat pada simplisia daun mimba yang dikoleksi disekitar Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali memenuhi persyaratan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) No. 12 tahun 2014 serta peningkatan mutu dan keamanan obat herbal terstandar. Penentuan cemaran mikroba simplisia daun mimba dilakukan dengan uji angka lempeng total (ALT) mengunakan media Plate Count Agar (PCA) dan angka kapang khamir (AKK) menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA). Pertumbuhan koloni bakteri diinokulasikan pada lempeng agar dengan metode sebar dan diinokulasi pada suhu 35-370C selama 24 -48 jam dan pada suhu 20-250C untuk pertumbuhan angka kapang khamir selama lima hari. Diperoleh hasil dengan pengukuran kuantitaif angka lempeng total dan angka kapang khamir dari simplisia daun mimba yaitu 3750 cfu/g dan 100 cfu/g. Simpulan daun mimba yang dikoleksi dari Kampus Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar cemaran mikroba pada obat tradisional pada BPOM RI No. 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional yaitu jumlah angka lempeng bakteri maksimal 1.000.000 cfu/g dan angka kapang khamir maksimal 10.000 cfu/g dan layak digunakan sebagai bahan baku obat herbal karena telah memenuhi syarat.
Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi Bali di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali Fania, Bella; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Puja, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.68 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.177

Abstract

Inseminasi buatan (IB) merupakan suatu rangkain proses terencana dan terpogram karena menyangkut kualitas genetik ternak di masa yang akan datang.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan IB dan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan inseminasi buatan pada sapi bali di Mengwi. Jenis penelitian yang dilaksanakan yaitu penelitian observasional dengan rancangan crossectional data diambil dalam suatu waktu di Mengwi, Badung, Bali. Pengumpulan data dalam penelitian yaitu teknik pemeliharaan data diambil menggunakan kuisioner, dan untuk pengambilan data pelaksanaan diambil dari ISIKHNAS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa inseminasi buatan di Mengwi, sudah berhasil dan faktor peternak yang berpengaruh terhadap keberhasilan inseminasi buatan di Mengwi, terdiri dari pengetahuan inseminasi buatan, pengetahuan keunggulan inseminasi buatan, pengetahuan tentang kapan sapi dikawinkan, sedangkan faktor petugas inseminasi buatan seluruh faktor saling mempengaruhi terhadap keberhasilan inseminasi buatan di Mengwi, Badung, Bali.
Pengimbuhan Asam Format Menurunkan Jumlah dan Diameter Folikel Limfoid Limpa, dan Memperkecil Diameter Folikel Limfoid Bursa Fabricius Aristawati, I Dewa Agung Ayu Irma; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.579 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.228

Abstract

Salah satu cara dalam meningkatkan efisiensi kecernaan pakan adalah dengan menambahkan feed additive. Asam organik yang sering digunakan sebagai feed additive, adalah asam format, karena sifat kelarutannya yang tinggi dalam air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format terhadap folikel limfoid bursa Fabricius dan limpa ayam, dilakukan penelitian dengan menggunakan 18 ekor day old chick (DOC) ayam kampung dengan tiga perlakuan yakni perlakuan kontrol (P0) ayam diberikan minum yang tidak mengandung asam format. Perlakuan 1 (P1) ayam diberikan air yang mengandung asam format (pH 2,5) dan perlakuan 2 (P2) ayam diberikan air yang mengandung asam format (pH 3,5). Masing masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Ayam ditimbang bobot badannya sebelum diberikan perlakuan. Enam minggu pasca perlakuan, ayam ditimbang kembali dan dikorbankan nyawanya dengan cara dislokasi capitis serta dilanjutkan dengan nekropsi. Organ bursa Fabricius dan limpa diambil dan dimasukkan dalam formalin 10%, jaringan yang telah difiksasi kemudian diproses dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan pH air minum akibat pemberian asam format tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah folikel limfoid bursa Fabricius. Namun, berpengaruh nyata terhadap penurunan diameter folikel limfoid bursa Fabricius. Hasil penelitian juga menunjukkan penurunan pH air minum berpengaruh nyata terhadap penurunan jumlah dan diameter folikel limfoid pulpa putih limpa. Simpulannya adalah pemberian air minum yang asam menekan sistem imun ayam kampung.
Laporan Kasus: Pengangkatan Tumor Adenoma Kelenjar Ambing (Simple Mastectomy) pada Kucing Wulandari, Wulandari; Wirata, I Wayan; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.193 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.281

Abstract

Tumor mamae merupakan salah satu tumor pada kucing dengan persentase kejadian yaitu 17% dari tumor yang terjadi pada kucing betina. Kucing kasus adalah kucing lokal betina berwarna oranye, 5 tahun, berat badan 2,45 kg. Kucing memiliki benjolan besar pada mamae pertama sebelah kanan dengan luka berlubang dan nanah yang terus keluar. Hasil pemeriksaan fisik dan hematologi menunjukkan perlunya dilakukan treatment sebelum operasi untuk mestabilkan kondisi tubuh. Histopatologi dari biopsi jaringan adalah mammary gland adenoma. Prosedur pembedahan yang dilakukan yaitu mastektomi simpel. Pascaoperasi kucing diberikan antibiotik golongan sefalosporin, meloxicam, terapi cairan ringer laktat, serta terapi suportif untuk mendukung kesembuhan. Pascaoperasi luka jahitan menjadi terbuka. Pengobatan dilanjutkan dengan pengobatan luka terbuka tanpa penjahitan. Pengobatan pascaoperasi dilakukan hingga hari ke-50 dengan hasil luka hampir menutup. Namun, pengobatan tidak dapat dilanjutkan karena hilangnya kucing kasus.
Perubahan Patologik Sekum Ayam Pedaging (Gallus gallus) yang Terinfeksi Koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali Djara, Devita Vanessa Sukmawati; Ardana, Ida Bagus Komang; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.472 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan patologik pada sekum ayam pedaging (Gallus gallus) yang terinfeksi koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali. Ayam yang digunakan sebagai penelitian adalah ayam broiler berumur 23 hari berjenis kelamin jantan dan betina secara acak. Sebanyak 30 sampel sekum ayam pedaging yang terinfeksi koksidiosis diperiksa secara patologi anatomi dan histopatologi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan metode penelitian observasi. Hasil penelitian didapatkan secara patologi anatomi berupa pembengkakan dan perdarahan mukosa sekum, sedangkan secara histopatologi berupa infiltrasi makrofag, ookista, mikrogametosit, makrogametosit, nekrosis, peradangan dan perdarahan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada peternak untuk memperbaiki manajemen sistem pemeliharaan ayam pedaging.
Profil Biokimia Darah pada Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang dipelihara Secara Ex-Situ Hidayah, Dinda Nur; Wandia, I Nengah; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.443 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.239

Abstract

Lutung jawa (Trachyipithecus auratus) merupakan primata endemik Indonesia yang populasinya semakin menurun akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) sebagai lembaga konservasi ex-situ berperan dalam rehabilitasi lutung jawa sitaan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Pemeriksaan kesehatan satwa wajib dilakukan selama masa rehabilitasi. Profil biokimia darah merupakan metode yang sering digunakan untuk menilai kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil biokimia darah lutung jawa yang dipelihara secara ex-situ. Sebanyak lima ekor lutung jawa yang dipelihara di PPS Tabanan Bali dilakukan pemeriksaan profil biokimia darah. Hasil uji biokimia darah yang dilakukan pada 5 sampel adalah aspartat aminotransaminase (AST): 84,25 IU/L ± 47,07; alanin aminotransferase (ALT): 137,25 IU/L ± 83,44; alkalin fosfatase (ALP): 437,67 IU/L ± 189,21; ureum: 96,6 mg/dL ± 50,70; kreatinin: 1,76 mg/dL ± 0,21. Nilai yang bervariasi dari masing-masing parameter disebabkan oleh variasi jenis kelamin dan umur.

Page 1 of 2 | Total Record : 18