cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Identifikasi dan Prevalensi Nematoda Saluran Pencernaan Kuda Lokal (Equus caballus) di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa Prawira, Satria Yuda; Apsari, Ida Ayu Pasti; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.63 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada kuda lokal di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis cacing dan mengetahui prevalensi infeksi cacing nematoda saluran pencernaan kuda lokal (Equus caballus). Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 100 feses kuda dan diperiksa menggunakan metode konsentrasi apung dengan larutan pengapung garam jenuh.Hasil penelitian mengidentifikas telur cacing tipe Strongyl, Oxyuris equi, dan Parascaris equorum. Simpulan dari penelitian prevalensi nematode saluran pencernaan kuda lokal di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa sebesar 87%, dan hasil identifikasi ada tiga jenis cacing yaitu tipe Strongly 87% (87/100), Oxyuris equi 34% (34/100), dan Parascaris equorum 4%(4/100).
BASAL CELL EPITHELIOMA PADA ANJING PERSILANGAN Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra; Dewi, I Dewa Ayu Dian Sasmita; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.463 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.451

Abstract

Basal cell epithelioma adalah tumor jinak pada membrana basalis sel epitel kulit, yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Tumor ini bisa menyerang pada semua ras anjing baik jantan maupun betina dan umumnya ditemukan pada anjing yang berumur tua. Seekor anjing persilangan berumur tiga tahun, bobot badan 6,8 kg dan berjenis kelamin bertina diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan adanya benjolan disertai tukak pada bagian bawah leher. Secara fisik anjing teramati seakan-akan sehat dengan napsu makan dan minum baik, defikasi dan urinasi normal. Hasil pemeriksaan histopatologis jaringan yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar, terdapat bentukan seperti pita (garland) pada jaringan tumor tersebut, sehingga anjing didiagnosis menderita basal cell epithelioma dengan prognosis fausta. Anjing ditangani dengan melakukan pembedahan (eksisi) untuk mengangkat masa tumor pada bagian leher dan pemberian antibiotika cepotaxim dengan analgesik asam mefenamat. Satu minggu pascaoperasi anjing dinyatakan sembuh dengan luka operasi yang sudah kering dan menyatu.
Struktur Histopatologi Testis Tikus Wistar dengan Aktivitas Fisik Berlebih yang Diberikan Ekstrak Daun Kelor Gunawati, Luh Sri; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.551 KB)

Abstract

Aktifitas fisik berlebih merupakan salah satu pemicu penurunan produksi sperma dikarenakan radikal bebas yang terbentuk akibat aktifitas fisik berlebih merusak jaringan yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, salah satunya adalah testis. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, serta memiliki kandungan yang dapat meningkatkan produksi sperma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi testis tikus wistar dengan aktifitas fisik berlebih setelah pemberian ekstrak daun kelor. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus wistar berumur 3-4 bulan dengan berat 150-200 gram yang dibagi menjadi lima kelompok. Perlakuan stresss dilakukan dengan merenangkan tikus empat kali dalam seminggu selama 21 hari, kemudian diberikan ekstrak daun kelor dengan dosis 100, 200, 300 mg/kg berat badan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-21, organ difiksasi dengan larutan NBF 10% selama 24 jam, selanjutnya dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Variabel yang diperiksa adalah perubahan struktur histopatologi berupa jumlah sel spermatogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor dosis 300 mg/kg berat badan berefek baik pada peningkatan sel spermatogenik.
Prevalensi Nematoda Gastrointestinal pada Sapi Bali yang Dipelihara Peternak di Desa Sobangan, Mengwi, Badung Fadli, Muhsoni; Oka, Ida Bagus Made; Suratma, Nyoman Adi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.501 KB)

Abstract

Infeksi parasit cacing masih menjadi faktor yang sering mengganggu kesehatan sapi bali dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, pengaruh perbedaan tempat pemeliharaan (lantai kandang), dan jenis-jenis cacing nematoda gastrointestinal yang menginfeksi sapi bali yang dipelihara peternak di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Sampel penelitian adalah feses sapi bali berjumlah 100 sampel, diambil dari 50 sampel sapi bali yang dipelihara dengan lantai kandang semen, dan 50 sampel sapi bali yang dipelihara dengan lantai kandang tanah, yang dipelihara peternak sapi yang ada di Desa Sobangan. Sampel tinja diperiksa dengan metode apung menggunakan larutan NaCl jenuh. Parameter yang diamati adalah morfologi dan morfometri telur cacing untuk mengetahui jenis cacing nematoda gastrointestinal yang menginfeksi sapi. Kejadian infeksi cacing nematoda gastrointestinal dianalisis menggunakan analisis chisquare untuk mengetahui hubungan lantai kandang tanah dan lantai kandang semen. Prevalensi cacing nematoda gastrointestinal pada sapi bali yang dipelihara peternak di Desa Sobangan sebesar 21%. Prevalensi cacing nematoda gastrointestinal pada sapi bali yang dipelihara peternak berdasarkan lantai kandang tanah dibandingkan lantai kandang semen tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Jenis cacing nematoda gastrointestinal  yang ditemukan terdiri dari : Bunostomum phlebotomum, Chabertia ovina, Nematodirus filicollis, Strongyloides papillosus, Toxocara vitulorum, Trichostringylus axei, dan Trichuris ovis. Meskipun ditemukan beberapa jenis cacing, namun tidak membahayakan, karena intensitasnya rendah.
Lama Penyimpanan Daging Broiler terhadap Jumlah Cemaran Coliform pada Showcase Pasar-Pasar Swalayan di Denpasar Suprayogo, Danu; Suarjana, I Gusti Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.989 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Lama Penyimpanan Daging Broiler Terhadap Jumlah Cemaran Coliform Pada Showcase Pasar-pasar Swalayan di Denpasar bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan daging ayam broiler yang disimpan di dalam showcase terhadap pertumbuhan bakteri Coliform yang dijual di swalayan.Penelitian ini menggunakan sampel daging broiler yang disimpan di dalam showcase(0-8). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan waktu pengamatan nol jam tiga jam dan enam jam dengan enam kali ulangan. Parameter yang diamati adalah bakteri Coliform yang tumbuh pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) pada daging ayam yang disimpan di dalam showcase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Coliform mengalami peningkatan selama penyimpanan tiga jam dan enam jam di dalam showcase. Berdasarkan hasil uji Sidik Ragam menunjukkan bahwa pengaruh lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) meningkatkan jumlah Coliform dengan persamaan garis regresi Y=10(4.052+0.029L)dengan koefisien regresi R= 0.457.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah Coliform mengalami peningkatan selama penyimpanan tiga jam dan enam jam di dalam showcase pada suhu (0- 8).  
Kualitas Telur Ayam Ras Yang Dilapisi Bubur Kulit Manggis yang Disimpan pada Suhu 40C GINTING, HESTI YOHANA; SUADA, I KETUT; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam ras yang dilapisi bubur kulit manggis setelah penyimpanan pada suhu kulkas 40C selama empat minggu ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU). Sampel penelitian diambil dari peternakan di Desa Senganan, Penebel Kabupaten Tabanan sebanyak 40 butir, sedangkan bahan penelitian yaitu kulit manggis diambil di Pasar Badung sebanyak tiga kilogram. Manggis yang diambil dari Pasar Badung sebanyak tiga kg. Kemudian manggis dipisahkan antara kulit dan daging buahnya. Kulit buah yang digunakan adalah bagian endocarpnya. Setelah itu, kulit buah diblender.Setelah didapatkan bubur kulit manggisnya kemudian telur dilapisi dengan bubur kulit manggis sebanyak 10 gram setiap pelapisan pada kulit telur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan telur yang dilapisi bubur kulit manggis menunjukkan bahwa Indeks Putih Telur (IPT) dan Haugh Unit (HU) cenderung mengalami kenaikan sedangkan nilai Indeks Kuning Telur (IKT) cenderung mengalami penurunan. Rataan nilai IPT dari minggu ke-0 sampai ke-4 : 0,1395, nilai IKT : 0,4257, nilai HU : 76, 582. Untuk telur yang tidak dilapisi bubur kulit manggis nilai IPT, IKT dn HU cenderung mengalami penurunan. Rataan nilai IPT : 0,0957, nilai IKT : 0,3999, nilai HU : 49,832. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa kualitas telur ayam ras yang dilapisi lebih baik dibandingkan dengan yang tanpa dilapisi bubur kulit manggis
Sebaran Umur Korban Gigitan Anjing Diduga Berpenyakit Rabies pada Manusia di Bali Iffandi, Calvin; Batan, I Wayan; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (1) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.391 KB)

Abstract

rabies termasuk penyakit zoonosis yang menyerang susunan saraf pusat serta dapat menyebabkan kematian. Kasus kematian akibat gigitan anjing rabies pada manusia di Bali dari Oktober 2008 sampai Februari 2011 adalah sebanyak 122 orang. Sebaran umur dari 122 orang korban gigitan akibat penyakit rabies bervariasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari beberapa instansi seperti Dinas Peternakan Kabupaten dan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi Bali, dan BBVet Denpasar. Survey lapangan dilakukan dengan wawancara terhadap sejumlah keluarga korban rabies di Provinsi Bali. Data tersebut ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban gigitan hewan pembawa rabies (anjing) yang paling banyak berumur 41-50 tahun. Umur 81-90 tahun merupakan umur yang paling sedikit tergigit oleh hewan pembawa rabies (anjing). Untuk memperkecil jumlah korban penyakit rabies perlu digalakkan program vaksinasi secara berkala, pengontrolan terhadap populasi anjing, serta memberikan penyuluhan ke masyarakat luas tentang bahaya penularan penyakit rabies.
VARIASI PANJANG KAKI KERBAU LUMPUR (BUBALUS BUBALIS) DI KABUPATEN JEMBRANA BALI: PANJANG HUMERUS - METACARPUS DAN FEMUR – METATARSUS Primanditha, Gde Angga Caka; Suatha, I Ketut; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.774 KB)

Abstract

Kerbau rawa atau kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan hewan ternak yang cukup potensial dikembangkan di daerah pertanian. Penelitian ditujukan untuk mengkaji variasi panjang kaki kerbau lumpur (panjang dari humerus sampai dengan metacarpus dan dari femur sampai metatarsus)  dari dua blok di Kabupaten Jembrana, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Blok Barat, panjang kaki depan atas merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah  merupakan ukuran kaki yang paling beragam. Pada Blok timur,  panjang kaki belakang bawah merupakan ukuran kaki yang paling seragam dan panjang kaki depan bawah  merupakan ukuran yang paling beragam. 
Gambaran Sitologi Sediaan Ulas Darah Kambing Kacang yang didapat dari Rumah Potong Kambing Tradisional di Denpasar Barat Pratiwi, Zulva Hanif; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.443 KB)

Abstract

Kambing kacang merupakan salah satu kambing asli Indonesia yang keberadaannya semakin langka sehingga perlu dilestarikan dan diteliti berbagai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi sel darah abnormal pada kambing kacang yang berada di Rumah Potong Kambing tradisional Denpasar Barat. Sampel diambil dari kambing kacang betina berwarna coklat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 ekor kambing kacang yang diperiksa ada yang mengalami kelainan pada sel darahnya. Kelainan-kelainan yang dijumpai pada leukosit adalah: neutrofilia 7,5%, neutropenia 5%, eosinofilia 7,5%, limfositopenia 5%. Kelainan pada eritrosit berupa : anisositosis, akantosit, dan hipokromasia. Dapat disimpulkan bahwa kambing kacang yang diamati mengalami kelainan pada sel sel darahnya.
Pengaruh Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Nugraha, Putri; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.843 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatologi ginjal tikus putih dan mengetahui efek protektik vitamin E terhadap ginjal tikus putih yang diberikan etinil estradiol. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi atas 5 kelompok perlakuan yaitu K(-) sebagai kontrol negatif; K(+) sebagai kontrol positif, diberikan etinil estradiol (EE) 150 mg/kgBB/hari; P1, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 100 mg/kgBB/hari; P2, diberikan EE 150 mg/kgBB/hari dan vitamin E 150 mg/kgBB/hari; P3, diberikan EE 200 mg/kgBB/hari. Pemberian EE dilakukan secara subkutan dan vitamin E secara oral, selama 30 hari. Pada hari ke 31, semua hewan percobaan diterminasi dan dinekropsi, selanjutnya diambil organ ginjalnya. Organ ginjal diproses untuk dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan hematoxylin eosin (HE). Variabel yang diukur berupa tingkat lesi glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal. Hasil menunjukkan adanya pengaruh pemberian EE pada ginjal. Pemberian vitamin E dosis 100 mg/kgBB/hari tidak berbeda signifikan dengan 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Simpulannya adalah pemberian etinil estradiol dapat ditemukan perubahan histopatologi ginjal tikus putih berupa glomerulosklerosis dan nekrosis tubulus ginjal. Pemberian vitamin E dengan dosis 100 mg/kgBB/hari sudah mampu memberikan efek protektif terhadap kerusakan jaringan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat pemberian etinil estradiol 150 mg/kgBB/hari secara subkutan.