cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AKSIOMA
ISSN : 20862725     EISSN : 25797646     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP N 1 KASIMAN PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Anis Umi Khoirotunnisa
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.4917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.Dari 8 kelas terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 soal tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian yang sudah di uji validitas, dengan reliabilitas 0,81 merupakan reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan uji prasarat diperoleh data yang normal untuk kelas kontrol dan eksperimen,  dari uji homogenitas  dan dengan taraf signifikansi 5% (tobs< ttabel ). Jadi diperoleh data yang homogen. Pada uji keseimbangan tobs = 0,002 sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs<ttabel ). Jadi diperoleh data seimbang. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh tobs = 2,637, sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs> ttabel ). Maka dari hasil perhitungan statistik tersebut H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP N 1 KASIMAN PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Khoirotunnisa, Anis Umi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.4917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.Dari 8 kelas terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 soal tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian yang sudah di uji validitas, dengan reliabilitas 0,81 merupakan reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan uji prasarat diperoleh data yang normal untuk kelas kontrol dan eksperimen,  dari uji homogenitas  dan dengan taraf signifikansi 5% (tobs< ttabel ). Jadi diperoleh data yang homogen. Pada uji keseimbangan tobs = 0,002 sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs<ttabel ). Jadi diperoleh data seimbang. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh tobs = 2,637, sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs> ttabel ). Maka dari hasil perhitungan statistik tersebut H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019
Design Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Stem (Science, Technology, Engineering, Mathematics) Susanti, Eva; Kurniawan, Haris
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.5292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar siswa pada materi pelajaran matematika pola bilangan berdasarkan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEM (science, Technology, Engineering, mathematics). Penelitian ini merupakan penelitian design research yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : preliminary design, design experiment,  retrospective analysis. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 27 Palembang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, wawancara, rekaman video, foto, dan lembar aktivitas siswa. Semua data dikumpulkan dan dianalisis secara retrospective yang beracuan pada HLT (Hypothetical Learning Trajectory). Hasil analisis data menyimpulkan bahwa peneltian ini telah menghasilkan lintasan belajar materi pola bilangan kelas VIII yang valid dan reliable. Validitas tergambar dari HLT dan trackability. Dan reabilitas dilihat dari triangulasi data yang dilihat dari catatan lapangan, lembar observasi, dan rekaman video. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa lintasan belajar materi pola bilangan model pembelajaran PjBL pendekatan STEM membuat aktivitas pembelajaran siswa lebih aktif dan antusias, mengajak siswa untuk kreatif dalam berkreasi, aktif dalam berdiskusi, dan siswa memiliki kemampuan komunikasi presentasi atas hasil kerja kelompoknya menyelesaikan tugas proyek.
Design Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Stem (Science, Technology, Engineering, Mathematics) Susanti, Eva; Kurniawan, Haris
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.5292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar siswa pada materi pelajaran matematika pola bilangan berdasarkan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEM (science, Technology, Engineering, mathematics). Penelitian ini merupakan penelitian design research yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : preliminary design, design experiment,  retrospective analysis. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 27 Palembang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, wawancara, rekaman video, foto, dan lembar aktivitas siswa. Semua data dikumpulkan dan dianalisis secara retrospective yang beracuan pada HLT (Hypothetical Learning Trajectory). Hasil analisis data menyimpulkan bahwa peneltian ini telah menghasilkan lintasan belajar materi pola bilangan kelas VIII yang valid dan reliable. Validitas tergambar dari HLT dan trackability. Dan reabilitas dilihat dari triangulasi data yang dilihat dari catatan lapangan, lembar observasi, dan rekaman video. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa lintasan belajar materi pola bilangan model pembelajaran PjBL pendekatan STEM membuat aktivitas pembelajaran siswa lebih aktif dan antusias, mengajak siswa untuk kreatif dalam berkreasi, aktif dalam berdiskusi, dan siswa memiliki kemampuan komunikasi presentasi atas hasil kerja kelompoknya menyelesaikan tugas proyek.
Perbandingan Model Pembelajaran Make A Match dan Teams Games Tournament ditinjau dari Tingkat Kecemasaan Dewi Krisyanti; Fika Widya Pratama
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.6091

Abstract

Penelitian ini akan membandingkan model pembelajaran Make a Match (MaM) dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini: 1) untuk mengetahui diantara model pembelajaran Make a Match dan TGT yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 2) untuk mengetahui diantara tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 3) untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, dengan tingkat kecemasan mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 4) untuk mengetahui pada masing-masing tingkat kecemasaan, dengan model pembelajaran mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian dilakukan di SMP N 7 Salatiga kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen, tes dan angket. Penelitian ini menggunakan program SPSS 17.0 sebagai alat bantu pengolahan data. Uji yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogen, uji keseimbangan rerata dan uji anava dua jalur. Hasil dari penelitian ini: (1) model pembelajaran TGT  menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran Make a Match, (2) siswa dengan tingkat kecemasan rendah menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat kecemasan sedang atau tinggi, (3) dengan model pembelajaran TGT maupun model pembelajaran Make a Match dengan tingkat kecemasan yang sama menghasilkan hasil belajar yang sama, (4) siswa dengan tingkat kecemasan dikenai dengan model pembelajaran TGT ataupun Make a Match menghasilkan hasil belajar  yang sama.
Perbandingan Model Pembelajaran Make A Match dan Teams Games Tournament ditinjau dari Tingkat Kecemasaan Krisyanti, Dewi; Pratama, Fika Widya
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.6091

Abstract

Penelitian ini akan membandingkan model pembelajaran Make a Match (MaM) dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini: 1) untuk mengetahui diantara model pembelajaran Make a Match dan TGT yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 2) untuk mengetahui diantara tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 3) untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, dengan tingkat kecemasan mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 4) untuk mengetahui pada masing-masing tingkat kecemasaan, dengan model pembelajaran mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian dilakukan di SMP N 7 Salatiga kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen, tes dan angket. Penelitian ini menggunakan program SPSS 17.0 sebagai alat bantu pengolahan data. Uji yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogen, uji keseimbangan rerata dan uji anava dua jalur. Hasil dari penelitian ini: (1) model pembelajaran TGT  menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran Make a Match, (2) siswa dengan tingkat kecemasan rendah menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat kecemasan sedang atau tinggi, (3) dengan model pembelajaran TGT maupun model pembelajaran Make a Match dengan tingkat kecemasan yang sama menghasilkan hasil belajar yang sama, (4) siswa dengan tingkat kecemasan dikenai dengan model pembelajaran TGT ataupun Make a Match menghasilkan hasil belajar  yang sama.
Optimasi Trim Loss menggunakan Integer Linear Programming pada Cutting Stock Problem untuk industri meubel (Studi Kasus pada UD. Flybers) Ismail Djakaria; Fenly B Mohamad; Djihad Wungguli
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i1.7002

Abstract

Trim loss merupakan kerugian yang timbul dari hasil pemotongan yang tidak optimal. Trim loss dipengaruhi beberapa faktor salah satunya yaitu peletakan pola pemotongan yang kurang tepat. Trim loss dapat diselesaikan dengan beberapa metode salah satunya menggunakan metode cutting stock. cutting stock digunakan pada pengoptimalan pemotongan sisa material yang tidak dapat digunakan lagi. Pada cutting stock dipengaruhi oleh masalah pola pemotongan disebut cutting stock problem(CSP). CSP dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan integer linear programming (ILP). ILP adalah salah satu model dalam program linear yang variabel keputusannya berbentuk bilangan positif atau nol.
Perbandingan Think Talk Write (TTW) Dan Pembelajaran Langsung Dengan Talking Stick (TS) Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Doni Susanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i2.6874

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3 yang bertujuan untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang paling baik antara siswa yang diajar dengan menggunakan TTW-TS atau DL-TS ditinjau dari kemandirian belajar siswa . Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Negeri kelas XI di Kabupaten Ngawi pada tahun pelajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket kemandirian belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama.berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TS (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (3) pada masing-masing model pembelajaran, Prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (4) pada masing-masing kategori kemandirian belajar, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TSKata kunci: Think Talk Write, Pembelajaran langsung, Talking Stick, Kemandirian Belajar
Profil kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional Nihara Aulyana Utami; Yanuar Hery Murtianto; Nizaruddin Nizaruddin
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i2.6501

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek tiga siswa kelas VIII yaitu siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis, siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis, dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis kurang memiliki kemampuan representasi matematis, karena semua indikator kemampuan representasi matematis yaitu representasi gambar, representasi simbol, maupun representasi verbal kurang terpenuhi. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi dan menonjol pada representasi simbol. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi, dan menonjol pada representasi verbal. Uniknya, subjek yang diambil dalam penelitian ini memiliki kecerdasan emosional yang tidak signifikan dengan kemampuan berpikir kritisnya. Namun, ada pengaruh positif  yang signifikan  antara kemampuan berpikir kritis siswa terhadap  kemampuan representasi matematisnya. Kata kunci: Berpikir Kritis; Kecerdasan Emosional; Representasi Matematis
Menumbuhkan Kemampuan Representasi Matematis dan Metakognitif Siswa Kelas XIII SMP Menggunakan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) Fany Fadilla; Jayanti Putri Purwaningrum
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i1.7679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menumbuhkan kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa kelas VIII SMP melalui model CORE. Penelitian yang kami lakukan dengan mengkaji, mengaitkan karakteristik, dan indikator kemampuan representasi dan metakognitif. Pada dasarnya representasi matematis memiliki tiga indikator yang lebih abstrak dan memiliki tingkat kemampuan representasi pemecahan masalah yang lebih tinggi, yaitu representasi bahasa, representasi kata/ungkapan matematika dan representasi kata/teks tertulis. Fakta dilapangan membuktikan bahwa hasil kemampuan representasi matematika di Indonesia masih banyak yang kurang memuaskan. Jika strategi pada representasi yang digunakan sesuai dengan masalah, masalah yang dianggap kompleks menjadi lebih sederhana. Oleh karena itu, pemilihan model representasi memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan kebijakan dalam penyelesaian masalah. Selain keterampilan representasi pada penelitian ini juga mengkaji mengenai metakognitif,  Metakognisi adalah pemikiran seseorang tentang pikirannya sendiri, termasuk pemahaman tentang hal-hal yang diketahui. Metakognisi meliputi pengetahuan metakognitif dan pengalaman atau regulasi metakognitif. Sehingga dari penelitian kajian pustaka ini dapat disimpulkan bahwa dari beberapa fakta dilapangan yang telah diteliti oleh peneliti lain, kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa masih banyak yang belum memuaskan dan beberapa siswa masih belum dapat menumbuhkan kemampuan representasi maupun metakognitif  dalam pembelajaran. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting dan Extending) dapat menumbuhkan kemampuan representasi matematik dan metakognitif siswa kelas VIII SMP.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 3 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 2 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2024): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 3 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2023): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2017): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2016): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma Vol 5, No 2/septembe (2014): aksioma Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA Vol 4, No 2/Septembe (2013): AKSIOMA Vol 4, No 2/September (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA Vol 3, No 2 (2012): AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma Vol 2, No 2/Septembe (2011): AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA Vol 1, No 2/September (2010): AKSIOMA Vol 1, No 2/Septembe (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA More Issue