PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PAUDIA is scientific journal about early childhood education; it hereby states that the publication of the articles is true research outcomes and it is scientifically.
PAUDIA is a scientific journal about early childhood education. It belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University. It publishes twice a year; it is on July and October. This journal is research outcomes which are talking about early childhood educatio
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2016)"
:
9 Documents
clear
UPAYA MENINGKATKAN PENGENALAN GEOMETRI MELALUI MODEL KOOPERATIF TEKNIK LEARNING TOGETHER-CIRCLE OF LEARNING PADA KELOMPOK B DI TK KUNCUP SARI SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Wahyu Rahmawati;
Muniroh Munawar
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1178
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui teknik lerning together-circle of learning pada anak Kelompok B di TK Kuncup Sari Semarang. Teknik pengambilan data saat penelitian adalah menilai beberapa aspek yaitu, 1) mengenal geometri, 2) mengelompokkan geometri, 3) mengurutkan pola geoemtri, dan 4) menggambar bentuk geometri. Subjek penelitian sebanyak 18 anak,yang terdiri 10 laki-laki dan 8 perempuan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana tiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Peningkatan kemampuan mengenal geometri menggunakan teknik lerning together-circle of learning di TK Kuncup Sari Semarang tahun pelajaran 2015/2016 pada penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase pada siklus I yaitu 22.2% dalam kategori baik dan karena ada penyempurnaan dari beberapa kekurangan siklus I pada siklus II meningkat menjadi 88.9% dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian yang suah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan melalui teknik lerning together-circle of learning meningkatkan pengenalan geometri anak.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA AUD MELALUI KEGIATAN BERMAIN KONSTRUKSI PLASTISIN BENTUK HURUF KELOMPOK B RA TAQWAL ILAH SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016
Kuntum Feminin;
Ratna Wahyu Pusari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1173
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak kurang optimal, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak dalam memegang pensil yang benar, kemampuan motorik halus anak belum optimal seperti menggunakan jari jemari tangan (berlatih meremas, mencubit, dan menggenggam), anak belum mampu membuat bentuk benda atau suatu objek menggunakan plastisin, anak hanya melakukan kegiatan menggambar, mewarnai, melipat yang itu merupakan kegiatan monoton, dan adanya kecenderungan siswa bosan karena melakukan kegiatan motorik halus yang sudah sering dilakukan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana melalui kegiatan bermain konstruksi plastisin bentuk huruf dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak Kelompok B di RA Taqwal Ilah Semarang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelompok B di RA Taqwal Ilah Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 yang jumlah peserta didiknya 10 anak. Data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian setelah melakukan kegiatan bermain plastisin bentuk huruf, menunjukkan adanya peningkatan terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok B RA Taqwal Ilah Semarang tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dengan tindakan yang terdiri dari 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, dan diperoleh hasil yaitu 40% pada siklus I dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain konstruksi plastisin bentuk huruf. Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah supaya kegiatan bermain konstruksi plastisin bentuk huruf dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MEMBENTUK MELALUI MEDIA BOTOL BEKAS PADA KELOMPOK B DI KB-TK MADINATUL ILMI AL-AMIEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016
Ika Nova Aromawati;
Agung Prasetyo
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1174
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui cara meningkatkan kreativitas membentuk melalui media botol bekas pada Kelompok B di KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunkan dua variabel bebas atau variabel (X) yaitu media botol bekas, dansatu variabel terkaitatauvariabel (Y) yaitu kreativitas membentuk. Populasi penelitian adalah anak kelompok B KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang tahunajaran 2015/2016 yang berjumlah empat belas siswa.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi pengamatan. Penelitian dilakukan dengan dua siklus diperoleh hasil peningkatan, yaitu 50% pada siklus I dan 85,7% pada siklus II (indikator kinerja tercapai). Dapat disimpulkan bahwa “Media Botol Bekas dapat meningkatkan Kreativitas Membentuk anak Kelompok B di KB-TK MadinatulIlmi Al-Amien Semarang Tahun Ajaran 2015/2016. Saran yang hendak peneliti sampaikan, sebaiknya pendidikan dapat menggunakan media pembelajaran yang kreatif, menarik dan menyenangkan dalam kegiatan sehari-hari, Sehingga target pembelajaran tercapai.
UPAYA MENINGKATKAN GERAK LOKOMOTOR ANAK MELALUI PERMAINAN ENGKLEK UNTUK KELOMPOK A TK KUNCUP SARI SEMARANG TAHUN AJARAN 2015/2016
Rizky Amalina;
Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1175
Peningkatan gerak lokomotor anak melalui permainan engklek pada kelompok A TK Kuncup Sari Semarang tahun ajaran 2015/2016 pada penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase pada siklus I yaitu 33,33% dalam kategori baik dan karena ada penyempurnaan dari beberapa kekurangan siklus I pada siklus II meningkat menjadi 86,66% dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan melalui permainan engklek dapat meningkatkan gerak lokomotor anak.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAJINATIF (MAJALAH PINTAR EDUKATIF) PADA PEMBELAJARAN SAINS UNTUK ANAK
Muhammad Yusuf Setia Wardana;
Suci Lintiasri
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1170
Pembelajaran sains untuk anak lebih ditekankan pada proses daripada produk. Sains pada anak usia SD dituangkan dalam mata pelajaran IPA. Sains untuk anak bertujuan untuk memupuk pemahaman, minat dan penghargaan anak didik terhadap dunia tempat hidup. Untuk mengenalkan itu perlu adalah media atau referensi yang menarik, variatif, dan mudah dipahami anak. Media dalam penelitian ini adalah media Majinatif (Majalah Pintar Edukatif). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengembangkan media pembelajaran majalah menjadi Majinatif untuk siswa kelas I SD. Hasil penelitian menunjukkan media Majinatif dinyatakan valid oleh ahli media dan materi dengan rata-rata persentase keidealan 94,53% dan 89,84% menunjukkan kriteria baik sekali, dan media Majinatif dinyatakan praktis berdasarkan respon guru dan siswa dengan rata-rata persentase keidealan 95,58% dan 93,60% dengan kriteria baik sekali. Media Majinatif dinyatakan layak sebagai media pembelajaran untuk siswa kelas I.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK PADA SISWA KELOMPOK B TK KARTIKA III-41 DEMAK TAHUN AJARAN 2015 / 2016
Uci Kartika Wati;
Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1176
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di TK, dibutuhkan kegiatan motorik halus yang diajarkan kepada anak sejak prasekolah karena sangat penting bagi anak usia dini. Fungsi motorik halus sebenarnya bukan sekedar untuk melatih keterampilan gerak kedua tangan akan tetapi untuk mengembangkan aspek perkembangan anak, terutama mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata dan melatih penguasaan emosi. Kegiatan motorik halus bisa digunakan melalui metode demonstrasi yang dilakukan anak usia dini melalui kegiatan memasak yang dapat melatih motorik halus anak, seperti mengembangkan koordinasi kecepatan tangan dengan gerakan mata saat mengupas dan memotong buah dan melatih penguasaan emosi. Masalah penelitian tindakan kelas adalah motorik halus anak pada kelompok B usia 5-6 tahun yang perlu ditingkatkan, kemampuan anak dalam motorik halus belum terbentuk dengan baik, anak masih bermain dengan teman yang menurut mereka nyaman, beberapa anak belum melakukan aturan bermain yang telah disepakati. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil observasi yang dilakukan pada pra siklus diperoleh hasil 20% dimana anak masih kurang dalam melakukan kegiatan motorik halus yang disebabkan karena metode dan pendekatan yang digunakan kurang tepat. Setelah diadakan perbaikan pada siklus I melalui kegiatan memasak diperoleh hasil sebesar 26,67% dengan kegiatan memetik sayur bayam sedangkan pada siklus II dengan tingkat kesulitan dengan membuat sate buah diperoleh sekitar 53,33%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan memasak di siklus I dan II pada anak kelompok B usia 5-6 tahun dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan memasak dapat meningkatkan motorik halus anak.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DI TK TERHADAP KREATIVITAS ANAK DI KOTA SEMARANG
Purwadi Purwadi;
Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1171
Latar belakang dari penelitian ini adalah Perbedaan model pembelajaran yang digunakan di TK menimbulkan hasil atau output yang berbeda juga pada anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran terhadap kreativitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan t-test sebagai teknik analisis datanya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua TK yang ada di Semarang. Purposive sampling adalah cara yang digunakan untuk metode pengambilan sampel. Dimana sampel yang diambil adalah sekolah yang menggunakan model pebelajaran area dan sentra. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t maka diperoleh hasil thitung ¬sebesar 38,6068 dan ttabel sebesar 1,645, hal ini berarti thitung > ttabel maka Ho ditolak, sehingga bisa disimpulkan model pembelajaran sentra lebih baik dibandingkan model pembelajaran area, ditinjau dari kreativitas anak. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran memiliki pengaruh dalam mengembangkan kreativitas anak.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PUZZLE PADA ANAK
Fajar Cahyadi;
Mega Insyani Hernita
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1177
Masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung merupakan permasalahan dalam pembelajaran yang harus dipecahkan. Siswa kelas II pada dasarnya aktif tetapi bukan aktif dalam pembelajaran. Siswa cenderung bermain, karena memang karakteristik siswa kelas II masih sama dengan karakteristik anak PAUD. Ditambah lagi dengan anggapan bahwa berhitung atau matematika itu sulit menyebabkan kurang termotivasinya siswa dalam belajar matematika sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung siswa dalam mata pelajaran matematika. Maka perlu alternatif media yang mengajak siswa untuk bermain sambil belajar. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media puzzle dan model NHT Penelitian ini dilaksanakan pada semester II selama 1 bulan pada bulan April 2016 bertempat di SDN 02 Ngampelkulon Kendal. Subyek penelitian adalah siswa kelas II yang berjumlah 23 orang yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan terhadap tindakan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada siklus I keaktifan belajar siswa 67,50% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83, 48%. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 75, 65 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,04. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dengan model NHT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 02 Ngampelkulon Kendal.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar (Kaki) Anak Melalui Permainan Lari Pindah Ikan Pada Tk A Kb-Tk Madinatul Ilmi Al-Amien Tlogosari Semarang Tahun Ajaran 2015/2016
Shofwah Shofwah;
Kristanto Kristanto
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1172
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menstimulasi gerak lokomotor dan kefokusan anak serta kemampuan motorik kasar (Kaki) anak melalui permainan lari pindah ikan pada peserta didik kelas TK A KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing setiap siklus tiga kali pertemuan yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Disimpulkan bahwa “Kegiatan permainan lari pindah ikan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar (Kaki) pada anak TK A KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016”. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui permainan lari memindahkan ikan telah mencapai indikator keberhasilan ditandai dari peningkatan nilai pada kondisi awal hanya 1 anak dengan persentase 7 % mendapat nilai Baik. Pada siklus I dengan indikator berlari dengan cepat yaitu dari 3 anak dengan persentase 21% mendapat nilai baik. Pada siklus II, dengan indikator yang sama hasilnya mencapai indikator keberhasilan dan dalam kategori baik yaitu dari 9 anak dengan persentase 64% yang mendapat nilai baik. Dari hasil data tersebut maka indikator kinerja pada penelitian ini dapat dikatan berhasil pada siklus II sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus III. Saran yang hendak peneliti sampaikan supaya pendidik dapat menggunakan sebagaian tunjangan profesinya untuk pengembangan diri, dengan membeli buku-buku serta mengikuti penataran, pelatihan, dan seminar seminar tentang kependidikan dan memberikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar anak lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.