Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2: Oktober 2020"
:
10 Documents
clear
RHIZOPHORACEAE DI EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH
Slamet Mardiyanto Rahayu;
Sunarto Sunarto
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7063
Ekosistem pesisir memiliki tumbuhan tingkat tinggi seperti mangrove dan lamun. Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan mangrove familia Rhizophoraceae di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi di ekosistem mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil identifikasi jenis dan kerapatan individu per hektar tumbuhan mangrove Familia Rhizophoraceae. Berdasarkan penelitian diperoleh dua (2) jenis tumbuhan mangrove familia Rhizophoraceae di ekosistem mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yaitu Rhizophora mucronata dan R.stylosa. Status kondisi mangrove Familia Rhizophoraceae pada fase semai termasuk baik. Adapun status kondisi mangrove Familia Rhizophoraceae fase pohon termasuk rusak. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui stategi rehabilitasi mangrove yang perlu dilakukan. Kata kunci: Mangrove, Purworejo, Rhizophoraceae
EFEKTIVITAS EDMODO DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM JARINGAN TUMBUHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 MAGELANG
Erna Setyana;
Krispinus Kedati Pukan;
Ely Rudyatmi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7059
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Edmodo dalam pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Magelang. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar kognitif dianalisis ketuntasan klasikal dan diuji t. Hasil belajar afektif, psikomotor dan tanggapan siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil tersebut diperkuat dengan pencapaian ketuntasan klasikal kelompok eksperimen sebesar 87,50% sedangkan kelompok kontrol hanya 21,88%. Ketercapaian hasil belajar afektif dan psikomotor kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen ketercapaian hasil belajar afektif dan psikomotor telah mencapai >80% yaitu 100% siswa sikapnya baik-sangat baik dan 93,75% siswa terampil-sangat terampil. Tanggapan siswa terhadap Edmodo sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media Edmodo efektif digunakan dalam pembelajaran praktikum struktur jaringan tumbuhan di SMA Negeri 4 Magelang. Kata kunci : edmodo, hasil belajar, praktikum, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
PENGARUH EKSTRAK TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIO ANGGREK Phaius tankervilleae KHAS GUNUNG GALUNGGUNG KABUPATEN TASIKMALAYA
Risty Agustin;
Suharsono Suharsono;
Rinaldi Rizal Putra
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7064
Anggrek menjadi salah satu tanaman berbunga yang paling banyak diminati oleh sebagian besar kalangan, sehingga menjadikannya banyak diincar baik di habitat alaminya maupun yang telah dibudidayakan. Salah satu anggrek yang banyak diminati tersebut adalah jenis Phaius tankervilleae, yang merupakan anggrek tanah terbesar. Anggrek ini cukup jarang dibudidayakan, sehingga dikhawatirkan keberadaannya di alam menjadi teracam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tomat terhadap pertumbuhan embrio anggrek Phaius tankervilleae khas Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Juli di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan adalah metode true experimental dengan populasi seluruh biji/embrio anggrek yang ditabur dari satu buah ke dalam cawan petri berisi media VW dengan tambahan 5 variasi konsentrasi ekstrak tomat (PA: 50 g/L, PB: 100 g/L, PC: 150 g/L, PD: 200 g/L, dan PE: 250 g/L) dan kontrol (P0) atau tanpa penambahan ekstrak tomat. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 20 embrio pada setiap cawan petri. Untuk mengukur pertumbuhan embrio anggrek digunakan parameter pertumbuhan berupa perubahan ukuran dan warna embrio anggrek yang disimbolkan dengan 6 fase pertumbuhan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji one way ANOVA dengan α 0,05 dan uji lanjutan LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak tomat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan embrio anggrek Phaius tankervilleae khas Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, dengan perlakuan terbaik ditunjukan oleh perlakuan penambahan ekstrak tomat 100 gr/l (perlakuan PB). Kata kunci : ekstrak tomat, pertumbuhan, embrio, Phaius tankervillea
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI SISTEM SIRKULASI MANUSIA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE DI SMAN 1 KARANGRAYUNG
Anggun Saraswati;
Nugroho Edi Kartijono;
Partaya Partaya
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7055
Observasi awal di SMA Negeri 1 Karangrayung diketahui pembelajaran yang dilakukan dengan cara presentasi dan diskusi yang dilakukan oleh siswa, namun penguasaan terhadap konsep materi masih kurang. Hasil belajar siswa pada materi sistem sirkulasi menunjukkan hanya 47% siswa belum mencapai KKM. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah menerapkan model Pembelajaran Think, Pair, Share. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Think, Pair, Share. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangrayung tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 4 kelas. Sampel ditentukan secara purposive, menggunakan dua kelas dengan tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang relatif lebih rendah diantara kelas yang ada dan ditentukan oleh guru. Hasil observasi aktivitas siswa pada kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 berturut- turut mencapai kriteria kategori aktif dan sangat aktif pada saat pembelajaran. Hasil belajar pada kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 berturut-turut menunjukkan kategori sangat baik dan baik dengan ketuntasan klasikal secara berturut-turut mencapai 94,44% dan 97,14%. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share pada pembelajaran sistem sirkulasi yang diterapkan dapat menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran dengan hasil belajar yang memuaskan.Kata kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Think Pair Share, Sistem sirkulasi
METODE PEMBELAJARAN STUDENT-CREATED CASE STUDIES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Moh. Najih Wafi;
Wuryadi Wuryadi;
Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7060
Data hasil survey pra-penelitian menunjukkan keterampilan proses sains siswa masih dalam kategori cukup dan rendah. Rendahnya keterampilan proses sains siswa akan berpengaruh pada penilaian ketiga ranah standar kompetensi lulusan yang meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Metode pembelajaran student created case studies digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan metode pembelajaran student created case studies untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design, dengan populasi penelitian siswa kelas X IPA SMAN 1 Kalasan kemudian dilakukan sampling dengan metode simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji independent t-test dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode pembelajaran student created case studies efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi kingdom plantae. Penggunaan metode pembelajaran student created case studies dapat membiasakan siswa untuk menerapkan konsep keterampilan proses sains. Kata kunci: Metode Pembelajaran, Science process skill, Student created case studie..
DAYA KECAMBAH KABESAK (Acacia leucophloea) DAN ASAM JAWA (Tamarindus indica) MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN DAN WAKTU PERENDAMAN
Arnold Christian Hendrik;
Agus Maramba Meha
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7056
Pada pembudidayaan jenis tanaman kehutanan lokal perlu pengetahuan mengenai teknik perkecambahan yang tepat, untuk memperoleh semai secara cepat dalam jumlah banyak. Tanaman Kabesak (Acacia leucophloea) dan asam jawa (Tamarindus indica) merupakan tanaman yang memiliki manfaat penting secara ekonomis dan ekologis karena itu pemahaman teknik perkecambahan yang tepat penting diketahui. Penelitian ini mengkaji pengaruh bahan perendaman dan waktu perendaman terhadap daya kecambah kabesak dan asam jawa. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan (faktorial) dan 3 ulangan. Faktor perlakukan pertama adalah bahan perendaman yaitu monosodium glutamat, urine sapi dan air panas. Faktor kedua adalah waktu perendaman yaitu 6 jam, 12 jam dan 24 jam. Perlakuan diujikan masing-masing ke benih kabesak dan asam jawa. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah daya kecambah benih kabesak dan asam jawa. Hasil uji daya kecambah benih kabesak menunjukkan perendaman dengan air panas menghasilkan daya kecambah tertinggi dibanding perlakuan perendaman dengan bahan lainnya terhadap benih kabesak. Interaksi terbaik untuk bahan perendaman dan lama perendaman terhadap daya kecambah kabesak yaitu perlakuan perendaman dengan air panas selama 12 jam. Untuk uji daya kecambah Asam jawa diketahui bahwa bahan perendaman tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap daya kecambah benih tersebut. Daya kecambah Asam jawa dipengaruhi oleh lama perendaman, dengan lama perendaman terbaik selama 6 jam. Kata kunci: asam jawa, kabesak, monosodium Glutamat, semai, urin
MIKOREMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH TERCEMAR LOGAM PB DENGAN FUNGI PELARUT KALIUM SEBAGAI BIOFERTILIZER POTENSIAL
Nur Azizah;
Eka Sari;
Nur Annis Hidayati;
Suyatno Suyatno
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7061
Aktivitas penambangan menyebabkan peningkatan cemaran logam Pb yang dapat berdampak negatif pada tumbuhan dan hewan. Aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanah. Mikoremediasi merupakan teknik bioremediasi menggunakan fungi. Selain sebagai agen mikoremediasi, fungi juga dapat berperan sebagai agen biofertilizer yang dapat meningkatkan nutrisi tanah termasuk N, P, dan K. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan menguji potensi fungi pelarut kalium sebagai agen mikoremediasi yang berpotensi sebagai biofertilizer. Metode yang penelitian meliputi isolasi, uji resistensi logam Pb, uji patogenitas fungi dan hemolisis. Berdasarkan hasil penelitian didapat tiga isolat fungi pelarut kalium dari golongan Gliocladium yang dapat berpotensi sebagai agen mikoremediasi Pb hingga 100 ppm. Gliocladium juga berpotensi sebagai agen biofertilizer yang ramah lingkungan dan tidak patogen terhadap tumbuhan dan hewan.Kata kunci: Biofertilizer, Mikoremediasi, Fungi Pelarut Kalium
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM BIOKIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI
Henny Sulistiany;
Handi Darmawan
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7057
Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa adalah kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum dapat mempertajam pemahaman mahasiswa terhadap konsep yang diperoleh pada mata kuliah teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul praktikum Biokimia dan profil KPS mahasiswa setelah mengunakan modul tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D). Tahap penelitian meliputi needs assess (penilaian kebutuhan), design (desain) dan tahap develop/implement (pengembangan dan implementasi). Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket validasi ahli dan laporan hasil praktikum mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum Biokimia memiliki kualitas sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan praktikum Biokimia. Capaian aspek KPS mahasiswa setelah menggunakan modul praktikum Biokimia secara keseluruhan tergolong tinggi dengan nilai rata-rata 79.47%. Capaian aspek KPS tertinggi adalah aspek merumuskan masalah dengan nilai 99.96% sedangkan terendah adalah aspek mengkomunikasikan data percobaan dengan nilai 54%. Kata kunci: biokimia, modul praktikum, keterampilan proses sains
ANALISIS SCIENCE MOTIVATION KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP PADA SISWA SMP N 2 TAMAN
Ratnawati Ratnawati;
Fenny Roshayanti;
Joko Siswanto
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7062
Penelitian ini bertujuan menganalisis Science Motivation siswa pada konsep Klasifikasi Makhluk Hidup, Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII SMPN 2 Taman tahun pelajaran 2019/2020. Sampel diambil dari anak kelas VII A dan VII B sejumlah 32 anak laki-laki dan perempuan. Metode pengambilan data yang dilakukan berupa penggunaan angket Science Motivation dan lembar hasil wawancara peneliti. Berdasarkan analisis terhadap hasil angket science Motivation siswa menunjukkan bahwa Science motivation atau motivasi sains siswa SMPN 2 Taman adalah sebesar 61%. Sedangkan ditinjau dari masing-masing indikatornya sebagai berikut : indikator motivasi intrinsik dan relevansi pribadi adalah 60,5% (kriteria Sedang), indikator penilaian kemasan 61,25% (kriteria sedang), indikator penentuan karir sendiri 65,15% (kriteria sedang), indikator motivasi karir 67,03% (kriteria sedang) dan indikator motivasi kelas 53,9% (kriteria sedang). Data tersebut didukung dengan hasil wawancara peneliti terhadap siswa sampel yang memiliki hasil rendah dan hasil tinggi. Kata kunci: Science Motivation, klasifikasi Makhluk Hidup.
PREFERENSI INANG LALAT BUAH Bactrocera cucurbitae (Coquillet) DAN Bactrocera dorsalis (Hendel) PADA BERBAGAI JENIS BUAH
Dwi Harya Yudistira;
Ilyafad Syahputera Tanjung;
Lilian Rizkie
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 9 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/bioma.v9i2.7058
Lalat buah (Diptera: Tephritidae), Bactrocera cucurbitae (Coquillet) dan Bactrocera dorsalis (Hendel), merupakan hama bersifat polifag dan menjadi penyebab kerugian ekonomi berbagai buah dan sayuran di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kisaran inang OPT di Indonesia dan pengaruh berbagai jenis buah-buahan terhadap kemampuan oviposisi dan kelangsungan hidup keturunannya. Metode penelitian menggunakan Choice test dengan menggunakan buah-buahan yang berbeda seperti apel hijau (apel malang), belimbing, pisang, jambu biji dan jeruk. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan dua spesies lalat buah koleksi hasil pemeliharaan Laboratorium Hama Tanaman generasi ke-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. cucurbitae dapat berkembang baik pada buah pisang dan belimbing dengan jumlah dewasa 4,25 ± 1,70 / buah dan 7,50 ± 1,90 / buah, sedangkan B. dorsalis pada buah jambu biji dengan jumlah dewasa 14,25 ± 1,55 / buah. Dapat disimpulkan secara keseluruhan B. dorsalis memiliki kisaran inang yang lebih luas dibandingkan B. cucurbitae. Kata kunci: B. cucurbitae, B. dorsalis, preferensi, tanaman inang.