cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "2017: SEMINAR NASIONAL " : 64 Documents clear
PENDIDIKAN YANG DEMOKRATIS DALAM ERA GLOBAL Dewi Pusposari
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai upaya dilakukan agar terwujud pendidikan yang ideal bagi sepuruh pihak. Termasuk di dalamnya mewujudkan demokratisasi pendidikan. Demokrasi dalam pendidikan dipandang perlu karena untuk menghindari kemungkinan pemaksaan kehendak dari satu kelompok, menghindari pengambilan keuntungan bagi sebagian pihak, dan pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.  Demokratisasi proses pendidikan bermakna menjamin dan mengembangkan kebebasan akademik. Demokrasi merupakan benteng pengembangan moral masyarakat dan menjadi sebagai lembaga pengontrol dari pelaksanaan nilai-nilai kebenaran, keindahan, moral, dan agama. Demokrasi dapat dikembangkan dengan meningkatkan pemikiran kritis, pemikiran alternatif, penjaminan  kebebasan berpikir dan bertanggung jawab atas alternatif yang dipilih. Demokrasi pada dasarnya mengakui setiap warga negara sebagai pribadi yang unik, berbeda satu sama lain dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demokrasi memberikan kesempatan yang luas bagi pelaksanaan dan pengembangan potensi masing-masing individu tersebut baik secara fisik maupun mental spiritual. Demokrasi juga mengakui bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Karena itu, pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai individu yang unik berbeda satu sama lain dan mempunyai potensi yang perlu diwujudkan dan dikembangkan semaksimal mungkin. Dengan demikian pendidikan yang demokratis memberikan pelayanan berbeda kepada sasaran didik  sesuai dengan karakteristik masing-masing. Kata Kunci: demokrasi, pendidikan, kebebasan, berpikir.  
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA (TULIS) MAHASISWA BIPA TINGKAT LANJUT UNIVERSITAS YALE, USA Esra Nelvi Siagian
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dan akhir pembelajaran bahasa asing adalah membekali pembelajar dengan kemahiran berkomunikasi. Menulis merupakan bentuk perwujudan komunikasi tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Untuk itu dituntut memperhatikan struktur yang berkaitan dengan unsur-unsur tulisan agar pembaca dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penulis.Tulisan yang baik memiliki ciri jelas, kesatuan dan organisasi, ekonomis, dan pemakaian bahasa dapat diterima.Kemampuan menulis mahasiswa BIPA Universitas Yale sudah cukup baik, tetapi masih memiliki kekurangan-kekurangan.Hal tersebut terjadi karena faktor dari diri pembelajar, seperti adanya pengaruh bahasa ibu (Inggris), minimnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia, dan terbatasnya penguasaan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta kesulitan khususnya dalam kaidah bahasa Indonesia yang dialami oleh mahasiswa tingkat lanjut. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengajar BIPA agar dapat menyusun materi ajar yang tepat sehingga mahasiswa mahir menggunakannya khususnya dalam bahasa tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jumlah tulisan yang akan dianalisis sebanyak 18 tulisan (hasil tulisan 18 mahasiswa, satu kelas) dari kelas tingkat lanjut disebut kelas L5. Adapun tulisan mahasiswa yang akan dianalisis bertema „Musik dan Lagu Indonesia”.Kesalahan aspek berbahasa pada tulisan mahasiswa yang paling banyak adalah sebagai berikut: 1) pilihan kata; 2) stuktur kalimat; 3) kalimat tidak efektif; dan 4) ragam lisan.Kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, mahasiswa BIPA, tingkat lanjut, Universitas Yale,
MIGRASI MANUSIA MADURA DI ERA GLOBAL DALAM NOVEL ISTANA PARA KULI KARYA YAHYA UMAR Siswanto Siswanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji fenomena manusia Madura dalam merespon perubahan interaksi sosial di era global. Adapun fokus kajian penelitian ini adalah motif, pola, sifat migrasi manusia Madura dan dampak migrasi terhadap sosial budaya Madura yang terefleksikan dalam teks sastra Indonesia, khususnya novel Istana Para Kuli karya Yahya Umar. Pendekatan dalam kajian ini adalah sosiologi sastra sekaligus sebagai objek formal yang ditujukan untuk mendedah relasi sastrawan, sastra dan realitas sosial budaya Madura, metode deskriptif interpretatif digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data dari objek material. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa novel tersebut menyajikan motif, pola, dan sifat migrasi inovatif dan konservatif, kekerabatan atau kedaerahan, serta ekses migrasi terhadap perubahan sosial budaya Madura khususnya nilai tradisi dalam masyarakat pesisir yang tercermin dalam novel IPK. Kata Kunci: Sastra, Madura, Migrasi, Interaksi Global 
NILAI PENDIDIKAN PADA KUMPULAN PUISI DI BUKU PAKET “INILAH BAHASA INDONESIAKU” Dzarna Dzarna
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah masa depan bangsa. Bangsa akan maju jika anak mempunyai karakter yang bagus. Sering kita lihat di televisi anak sekarang lebih berani dari pada anak dahulu. Contoh saja kejadian kriminal. Hal ini disebabkan karakter anak yang buruk. Mendidik anak dapat dilakukan dengan pembelajaran sastra, salah satunya adalah puisi. Puisi adalah karya sastra yang bahasanya singkat. Di dalam puisi tentu terdapat nilai pendidikan. Nilai pendidikan adalah nilai yang dapat merubah situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah nilai pendidikan pada kumpulan puisi di buku paket : Inilah Bahasa Indonesiaku” ? Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui bagaimana nilai pendidikan pada kumpulan puisi di buku paket “Inilah Bahasa Indonesiaku”. Buku paket adalah buku yang digunakan anak untuk belajar disekolah. Berdasarkan hasil analisis, nilai pendidikan pada kumpulan puisi di buku paket “Inilah Bahasa Indonesiaku” bahwa puisinya banyak mengandung nilai pendidikan, hal ini sangat baik sekali. Dengan demikian, nilai pendidikan memang harus dan perlu digunakan pada buku yang digunakan siswa karena dapat membentuk karakter siswa yang baik.Kata Kunci: nilai pendidikan, puisi, buku paket.
MEMBACA EFEREN-AESTETIK: UPAYA PEMINATAN PEMBELAJARAN BAHASA LINTAS KURIKULUM Rusdhianti Wuryaningrum; Suyono Suyono
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era global, pembelajaran keterampilan berbahasa merupakan piranti penting untuk memahamkan beragam ilmu pengetahuan. Konteks pembelajaran lintas kurikulum merupakan salah satu upaya mencapai kompetensi pembelajaran secara harafiah. Dengan kesuksesan keterampilan berbahasa, kemampuan pebelajar dalam berbagai ranah dapat ditingkatkan secara maksimal. Kegiatan tersebut merupakan upaya menggali potensi keterampilan bahasa siswa dalam memahami materi pembelajaran melalui penangkapan maksud bacaan. Definisi membaca kini berkembang sebagai upaya penangkapan makna dari bahan bacaan dengan pelibatan unsur grafafonik, sintaktis, dan semantik; pelibatan pengetahuan dan pengalaman diri dan konteks kehidupan pembaca. Realisasinya terdapat dalam kegiatan Membaca Eferen-Aestetik (MEA) atau efferent-aesthetic reading. Dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (SD), kegiatan MEA diterapkan pada berbagai bahan materi, salah satunya pada Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Pada kegiatan membaca tersebut terdapat pola-pola yang diterapkan sebagai upaya making connection in reading yang  dilakukan dengan menghubungkan text-to-self, text-to-text, dan text-to-world.  Kata Kunci: membaca eferen-aestetik, wacana lingkungan hidup
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI KRITIS Deasy Ariyati
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era global, keluarga sebagai tulang punggung pendidikan karakter sulit diwujudkan. Tuntutan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan hidup menjadi salah satu penyebabnya. Banyak orang tua yang tidak memiliki waktu cukup untuk anak-anak mereka. Oleh sebab itu, diharapkan ada peran signifikan dari sekolah untuk mengganti peran keluarga sebagai tempat pendidikan karakter. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia saat ini bertumpu pada teks yang harus dibaca dengan kritis (literasi kritis). Literasi kritis berkaitan dengan berpikir kritis dan kesadaran kritis. Teks yang dibaca secara kritis seharusnya mampu mengajarkan siswa untuk berkarakter. Teks sastra dan faktual yang digunakan dalam pembelajaran dapat disesuaikan oleh guru untuk mencapai tujuan pendidikan karakter tertentu. Literasi kritis tidak hanya berbicara tentang pemilihan teks namun juga tentang menyusun pertanyaan secara kritis untuk menggali informasi dalam teks. Setelah memilih teks yang mengandung unsur pendidikan karakter hendaknya guru mampu menyusun pertanyaan yang mampu menggali kemampuan berpikir kritis siswanya. Sehingga siswa mampu menerjemahkan teks secara kritis.Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran, literasi kritis
DIRECTED LISTENING ACTIVITY: PENGENALAN KEBUDAYAAN DALAM PENGAJARAN BIPA Octo Dendy Andriyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar bahasa membutuhkan proses dan strategi sesuai dengan situasi serta tujuan yang ingin dicapai. Salah satu metode yang diterapkan dalam perkuliahan pengenalan kebudayaan adalah directed listening activity pada mahasiswa asing. Directed listening activity atau aktivitas menyimak langsung mempunyai kelebihan yakni menuntut keaktivan dan konsentrasi penuh ketika pembelajaran berlangsung, sehingga mahasiswa dapat merespon dengan baik terhadap materi yang disampaikan. Keterampilan menyimak yang dimiliki mahasiswa asing sangatlah beragam. Penggunaan metode ini dalam pembelajaran pengenalan kebudayaan bertujuan mengasosiasikan pengetahuan yang sudah dimiliki hingga mengkonstruksinya menjadi pemahaman yang utuh. Pembelajaran yang disajikan secara sistematis disertai media penunjang akan membantu mahasiswa dalam mencerna dan memberikan umpan balik. DLA pengenalan kebudayaan dirancang menjadi tiga tahap. Pertama, perencanaan; memotivasi, menetapkan tujuan menyimak hal ihwal kebudayaan Indonesia. Kedua, pelaksanaan; aktivitas menyimak kebudayaan dipaparkan dengan ceramah dan penggunaan media. Proses ini dilaksanakan dengan mengecek pemahaman dengan cara berdiskusi. Tahap terakhir berupa tindak lanjut, yakni dengan membahas perilaku positif dan sebaliknya. Melalui proses menyimak DLA dengan pemberian tugas menulis dengan versi yang lain akan meningkatkan penguasaan dan perbendaharaan kosakata oleh mahasiswa asing. Materi kebudayaan merupakan salah satu daya tarik dalam pembelajaran BIPA, oleh karena itu diperlukan strategi pengajaran yang menarik agar mahasiswa dapat menyerap pengetahuan dengan baik.Kata Kunci: Directed Listening Activity, Pengajaran BIPA
PENGGUNAAN MEDIA LOGBOOK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ERA GLOBAL Dewi Anggraini P; Irawan Tri H; Mohammad Zainal F
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia bukan hanya membelajarkan mengenai keterampilan berbahasa saja, akan tetapi juga menumbuhkan karakter siswa. Tuntutan zaman di era global saat ini mengharuskan siswa untuk dapat mengembangkan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan siswa berpikir kritis sangat diperlukan untuk membuka wawasan dan dapat bermanfaat baik di bidang sosial, budaya, maupun teknologi. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk menciptakan proses dan media pembelajaran yang dapat mengembangkan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya melalui penggunaan media logbook. Penggunaan media logbook ini terintegrasi dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini dilakukan di SDN Jember Lor 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis permasalahan yang ada. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap guru, kemudian hasilnya dianalisis dan diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa, untuk memberikan media pembelajaran bagi guru, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam belajar mandiri maupun kreatif. Kata kunci: media logbook, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, dan pendidikan karakter. 
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBAL: KAJIAN MAKNA Erlina Zulkifli Mahmud
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era global merupakan era yang segala informasi dapat diakses tanpa hambatan, tanpa filter baik itu informasi yang positif maupun yang negatif terkait budaya yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita, bisa jadi informasi itu tidak berdasar atau hanya satu kebohongan belaka. Semua mudah diakses melalui berbagai media. Berbagai upaya dilakukan untuk membentengi bangsa ini terkait era global yang ditandai dengan derasnya arus informasi dari berbagai penjuru dunia, antara lain melalui pendidikan karakter yang bisa dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung. Pembelajaran Bahasa Indonesia di era global ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pendidikan karakter yang tidak kalah penting dengan media atau bentuk pendidikan-pendidikan karakter lain. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran kosakata, setiap kata digali maknanya hingga diperoleh komponen-komponen makna yang terkandung di dalamnya yang terkait erat dengan nilai-nilai kearifan lokal, nilai-nilai kebangsaan. Metode yang digunakan pada jenis pendidikan karakter ini yaitu metode pembiasaan. Dengan memahami secara mendalam makna yang terkandung pada satu kata, diharapkan para pembelajar Bahasa Indonesia mampu mengembangkan nilai-nilai karakter yang hendak dicapai antara lain, memiliki dan meningkatkan toleransi, cinta tanah air, kepedulian sosial, tanggung-jawab.Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran bahasa, kearifan lokal, komponen makna
PENANAMAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA Suhartiningsih Suhartiningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibandingkan dengan pelajaran lain, pembelajaran sastra dimungkinkan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan kepada siswa. Beberapa nilai kehidupan seperti: 1) sikap terhadap Tuhan; 2) sikap terhadap sesama manusia; 3) sikap terhadap diri sendiri; dan 4) sikap penghargaan terhadap alam sekitar dapat dikenalkan dan diperbincangkan melalui pembelajaran sastra. Upaya penanaman budi pekerti dalam pembelajaran sastra dapat dilakukan melalui tahapan: 1) pelacakan pendahuluan; 2) penentuan sikap kritis; 3) introduksi; 4) penyajian; 5) diskusi; dan 6) pengukuhan (tes). Kata Kunci: budi pekerti, pembelajaran sastra