cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication" : 9 Documents clear
FENOMENA GAYA HIDUP PASCAMODERN PADA KOMUNITAS KREATIF TELEMATIKA DI KOTA MALANG Dodot Sapto Adi; Budi Siswanto
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1926

Abstract

Abstrak Karakteristik yang menonjol dari pemikiran pascamodern terletak pada pandangan holistik mengenai realitas, relativitas kebenaran, subjektivitas, anti-rasionalitas dan hubungan sosial dalam kebersamaan. Kenyataannya bukan hanya perspektif tunggal yang dapat mempengaruhi perilaku mayoritas masyarakat, namun terletak pada semua faktor sosial budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, dan selanjutnya dapat tumbuh menjadi gaya hidup masyarakat kota. Komunitas kreatif telematika kota Malang, telah menampilkan perannya melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Identitas komunitas kreatif, telah direpresentasikan sebagai gaya hidup melalui bentuk konsep diri, status sosial dan harapan pribadi. Gaya hidup tersebut, diperkuat dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Studi ini berupaya menjelaskan gaya hidup pascamodern yang dimunculkan, dikembangkan dan dipelihara dalam lingkungan komunal. Dengan pendekatan kualitatif, didukung metode fenomenologi yang mengandalkan observasi dan wawancara mendalam, telah dapat menghimpun berbagai informasi kepada 11 informan. Hasil studi ini telah menemukan, bahwa terdapat satu kondisi yang mengarah pada semakin menguatnya inovatif-artistik, yaitu tumbuh seiring dengan ambisi komunitas untuk mendapatkan pengakuan internasional, dengan sedikit mengabaikan dampak keuntungan dari sisi ekonomi. Hal ini selayaknya gerakan sosial yang mengupayakan terbentuknya identitas baru, melalui proses adopsi secara kolektif terhadap nilai-nilai baru, dan kemudian diadaptasikan pada kehidupan internal komunitas. Abstract The salient features of postmodern thought are holistic view of reality, truth relativity, subjectivity and anti-rationality and social relationship. Not only those perspectives have influenced behavior of the majority of society but have deeply rooted in their lives. They have become people’s lifestyle. Creative telematics community at Malang city have done so which is best demonstrated in their way of behaving and doing their daily activities. Their identity along with self-concept, social status and personal expectations are representation of their lifestyle. Those lifestyle has then increasingly strengthened with rapid development of information and communication technology. The paper makes every effort to explicate how those postmodern lifestyle emerge, develop and maintain in the their communal setting. Employing qualitative approach along with phenomenological method in which observation and in-depth interview with 11 informant as means of collecting the data, the research found that their ambitious artistic innovative craftsmanship show that they did so for gaining international recognition without regarding economic advantage. This lifestyle have then created a new communal identity which then have impacted their internal social livelihood. The new values emerged are then being adopted collectively to adapt to the new environment. 
KONSTRUKSI PARTAI GOLKAR DALAM KASUS GUBERNUR PEREMPUAN PERTAMA DI INDONESIA MENURUT 2 MEDIA ONLINE Muhammad Asnan; Eko Budi Siswandoyo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2729

Abstract

Abstrak Dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Lebak dan korupsi pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten yang mendera Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia menjadi peristiwa yang cukup menarik. Aspek menariknya terletak pada aktor yang terlibat di dalamnya yakni Ratu Atut Chosyiah, Gubernur Provinsi Banten periode 2012 -2017. Selain dikenal sebagai pejabat pemerintah, Atut adalah seorang politisi sebuah partai politik (Partai Golkar) Bagi media massa, peristiwa politik semacam ini merupakan bahan liputan yang menarik karena bernilai berita tinggi. Dalam konteks konstruksi realitas oleh media, masing-masing media memiliki pertimbangan dan makna yang dirujukkan kepada kebijakan redaksi media besangkutan.  Pada akhirnya, satu peristiwa yang sama dimaknai secara berbeda-beda oleh media. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana metrotvnews.com dan viva.co.id mengonstruksi berita Partai Golkar dalam kasus Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia. Untuk keperluan analisis digunakan analisis framing Pan dan Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris dengan unit analisis berupa teks berita. Hasilnya, konstruksi berita Partai Golkar dalam  kasus Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia oleh Metrotvnews.com cenderung bersifat negatif. Sedangkan Viva.co.id, walaupun berupaya membingkai Partai Golkar ke arah lebih netral, namun dalam beberapa hal tercium aroma keberpihakan mediaAbstract Alleged bribery in the handling of dispute over Lebak Regional Election and the corruption in the procurement of medical devices in Banten Province that had plagued the First Female Governor in Indonesia became a quite interesting event. The interesting aspect lied in the involved  actor  in the case, namely Ratu Atut Chosyiah, Governor of Banten Province for the period 2012-2017. Besides being known as a government official, Atut was a politician of a political party (Golkar Party). For mass media, this kind of political event is an interesting material for coverage because it had high news value. In the context of the reality construction presented by the media, each media turned out to have considerations and meanings referring to the editors’ policies of the media. In the end, the same event was differently interpreted by the media Using the qualitative approach with descriptive type, this study aimed to describe how metrotvnews.com and viva.co.id  had constructed the Golkar Party news in the case of the First Female Governor in Indonesia. For the purpose of analysis, the framing analysis of Pan and Kosicki was used, which included syntactic, script, thematic and rhetorical structures with analysis unit in the form of news texts. As a result, the construction of the Golkar Party's news in the case of the First Governor of Women in Indonesia by Metrotvnews.com tended to be negative. While Viva.co.id, although trying to frame the Golkar Party in a more neutral direction behind these efforts, there was a smell of media alignments
PENGELOLAAN MANAJEMEN KRISIS OLEH HUMAS PADA INSTANSI KESEHATAN DI WILAYAH YOGYAKARTA TAHUN 2017 Kristina Andriyani; Rosalia Nurdiarti
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1930

Abstract

AbstrakKrisis dapat terjadi dimana saja, pada siapa saja dan kapan saja. Dalam hal ini yang akan menjadi sorotan utama adalah pengelolaan krisis pada instansi kesehatan dengan objek yang menjadi focus utama adalah rumah sakit jogja internasional. Karena pada dasarnya suatu organisasi tidak terlepas dari adanya factor eksternal dan internal. Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi terjadinya krisis bila manajemen tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penulisan  ini adalah untuk mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengelolan krisis di RS JIH Yogyakarta dengan metode data yang digunakan yaitu melalui dua tahap: 1. Menggunakkan pendekatan studi kasus melalui FGD dan yang ke 2 adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan pihak yang terkait dalam pengelolaan manajemen krisis di intansi setempat. Hasil dari penulisan ini adalah instansi dapat tetap menjaga reputasi perusahaan dengan pengelolaan yang baik melalui tahap-tahap perencaan dalam menanggulangi krisis.  AbstractCrisis can happen anywhere, to anyone and anytime. In this case, the main highlight is the management of crisis in health institutions with the object of the main focus is Jogja International Hospital. It is because basically an organization cannot be separated from the external and internal factors. Both of these can affect the occurrence of a crisis if not managed properly. The purpose of this paper is to know the stages performed in the management of the crisis at JIH Yogyakarta with the method of data used through two stages: the first is using a case study approach through FGD and the second is conducting in-depth interviews with relevant parties in the management of crisis management at the local institution. The result of this paper is that the institution can maintain the reputation of the company with good management through the stages of planning in tackling the crisis. 
SELEKTIFITAS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN ELEKTABILITAS FIGUR Aryo Prakoso Wibowo
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2730

Abstract

Abstrak                Gegar budaya hampir selalu menampilkan kedigdayaan penguasaan informasi, dan ditopang kemajuan di bidang teknologi komunikasi. Salah satu catatan penting terletak pada media sosial, meskipun awalnya hanya sebagai alternative solutif atas kegamangan masyarakat pengguna media massa. Problematika sosial ini timbul sejak hadirnya teknologi internet yang dipopulerkan melalui The Millenium of Age 2000. Megatrend ini pula yang mendorong terbentuknya masyarakat maya (cyber community), khususnya dalam memberikan kontribusi positif terhadap penyebaran informasi. Gerakannya yang masih telah dapat mengendalikan kehidupan sosial politik, dengan tendensinya pada pencitraan figur-figur yang ditampilkan. Inilah yang menjadikan urgensi penelitian dengan memfokuskan pada upaya mengungkap secara wajar kontribusi media sosial secara selektif dalam rangka meningkatkan elektabilitas figur politik. Penelitian ini sekaligus menganalisis data, khususnya pada pelaku-pelaku media sosial yang relatif tersembunyi, dan pada akhirnya dapat menetapkan 9 (Sembilan) informan secara purposif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) pemanfaatan media sosial lebih mengedepankan prinsip keseimbangan dalam mengagendakan kepentingan, mengingat terdapat filter literasi yang menjadikan audiens sangat selektif terhadap informasi, (2) etika bermedia konteks politik bukan berakar pada pelaku media, namun justru terletak pada karakter audiens yang sangat aktif, dan (3) intensitas komunikasi berbasis cybernetics dapat efektif apabila membuka ruang dialog yang bersifat konsultatif. Abstract Concussions almost always display the power of information mastery, and sustained advances in the field of communications technology. One of the important notes lies in social media, although initially only as an alternative solution to the crowds of mass media users. This social problem arises from the presence of internet technology popularized through the millennium of age 2000. This Megatrend also encourages the formation of cyber community (cyber community), especially in making a positive contribution to the dissemination of information. Its massive movement has been able to control socio-political life, with his tendency to imaging the figures shown. This is the urgency of research, focusing on the fair expression, the selective contribution of social media in order to improve the electability of political figures. This study uses a qualitative-interactive approach, in order to obtain the flexibility to dig as well as analyze the data, especially on the social media players are relatively hidden, and in the end can set as many as 9 informants purposively. The results of this study can be summarized as follows: (1) social media utilization more emphasizes the principle of balance in agenda of interest, considering there is filter of literacy make the audience very selective to information; (2) ethics in the media-based political context is not rooted in the media actors, but rather lies in the character of a very active audience; and (3) the intensity of cybernetics-based communication can be effective, if it opens a consultative dialogue space. 
PACK JOURNALISM DAN HOMOGENITAS INFORMASI PUBLIK Rani Dwi Lestari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1966

Abstract

 Abstrak  Dunia jurnalistik mengalami dinamika yang sangat pesat terutama dengan kemunculan teknologi dan media baru yang mengubah proses kerja jurnalis maupun penyebaran karya jurnalistik itu sendiri. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah terkait pola kerja jurnalis di lapangan. Dengan segala keterbatasan, jurnalis harus mampu memenuhi tuntutan media dan pasar yang semakin ketat akan persaingan informasi. Dalam perkembangannya, munculah fenomena pack journalism dalam proses peliputan berita di lapangan. Penelitian ini akan menjabarkan bagaimana bentuk dan factor terjadinya praktik pack journalism di kalangan jurnalis khususnya wilayah Yogyakarta dalam mendapatkan berita. Penelitian juga akan memaparkan bagaimana implikasi pack journalism terhadap homogenitas informasi bagi masyarakat dan kaitannya dengan pelanggaran etika jurnalistik. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menelaah persoalan. Hasil penelitian menunjukkan praktik pack journalism terjadi karena adanya sistem beat yang diterapkan perusahaan media bagi jurnalis dalam proses peliputan berita di lapangan. Pack Journalism juga terjadi karena adanya ketergantungan satu sama lain antar jurnalis yang bersumber dari perilaku malas dalam mencari sumber berita. Pack Journalismpada akhirnya menimbulkan impikasi lain terhadap produk informasi yang menjadi homogen. Pack journalism juga menjadi celah munculnya pelanggaran etika jurnalistik seperti praktik jurnalisme kloning.Abstract The world of journalism experienced a very rapid dynamics, especially with the emergence of new technologies and media that change the work process of journalism and the spread of journalistic work itself. One of the most significant changes is related to the work pattern of journalists in the field. With all the limitations, journalists must be able to meet the increasingly tight media and market demand for information competition. In its development, comes the phenomenon of pack journalism in the news coverage process in the field. This research will describe how the form and factor of pack journalism practice in journalists, especially in Yogyakarta region to get news. The research will also explain how the implications of pack journalism on the homogeneity of information for the community and its relation with violation of journalistic ethics. A case study approach is used to examine the problem. The results showed that the practice of pack journalism occurred because of the beat system applied by media companies for journalists in news coverage process in the field. Pack Journalism also occurs because of the interdependence of each other between journalists who sourced from lazy behavior in searching for news sources. Pack Journalism ultimately leads to other implications for information products that become homogeneous. Pack journalism is also a gap in the emergence of violations of journalistic ethics such as the practice of cloning journalism. 
KEGAGALAN PENGORGANISASIAN DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA CENTONG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Masnia Ningsih
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2738

Abstract

Abstrak Sampah merupakan persoalan klasik yang selalu ada disetiap tempat atau wilayah yang berpenduduk. Termasuk juga di desa Centong, dimana Desa Centong merupakan desa yang terletak di dataran tinggi dan terluas di Kecamatan Gondang yang terdiri dari 9 (Sembilan) dusun, dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul – angkut – buang menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah, merupakan agenda pemerintah yang dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang di turunkan dalam undang-undang no 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, beserta peraturan pemerintah no 81 tahun 2012. Dan bentuk tindak lanjut dari undang-undang tersebut adalah dicanangkannya program 3R (Reduce, Re-use, dan Recycle) oleh pemerintah, yang kemudian diteruskan  pemerintah daerah ke desa-desa yang ada di wilayahnya. Melalui penelitian yang menggunakan metode studi kasus ini, ingin diketahui faktor-faktor penyebab dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegagalan pengorganisasian dan manajemen pengelolaan sampah di desa Centong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dasar berdirinya bank sampah tersebut karena anjuran pemerintah dan bukan berasal dari inisiatif warga, sehingga tidak ada komitmen bersama didalamnya. Kedua, minimnya pengetahuan tentang manajemen Bank Sampah. Ketiga, kurangnya  komunikasi dan koordinasi, sehingga terjadi stagnasi dalam kegiatan-kegiatannya. Abstract               Garbage is a classic problem that always exists in every place or region that is inhabited. It is also included in the village of Centong, where the village located on the plateau and the widest in the District of Gondang which consists of 9 (nine) hamlets, with the majority of the people working as farmers. The fundamental paradigm change in waste management, from the paradigm of gathering - waste to processing that relies on reducing waste and handling waste, is a government agenda proclaimed by the Ministry of Environment which was passed down in Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management, along with government regulation No. 81 of 2012. And the follow-up form of the law is the launching of the 3R (Reduce, Re-use, and Recycle) program by the government, which is then forwarded by the regional government to the villages in the region. Through research using this case study method, it is desirable to know the causal factors and how they affect the failure to organize and manage waste management in the village of Centong. The results of the study show that the basis for the establishment of the waste bank is because of the government's suggestion and not from the citizens' initiative, so there is no joint commitment in it, lack of knowledge about the management of the Waste Bank and lack of communication and coordination, resulting in stagnation in its activities. 
MENGELOLA HUBUNGAN PEMANGKU KEPENTINGAN DAN HARAPAN PEMANGKU KEPENTINGAN Astri Wulandari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1976

Abstract

Abstrak               Yogyakarta adalah tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan asing. Persaingan bisnis di Yogyakarta semakin ketat karena investor dan pemangku kepentingan semakin melirik Kota Pelajar ini sebagai tempat untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan dari segmentasi pasar yang ada. Bisnis yang semakin cepat, padat dan ketat di Yogyakarta adalah bisnis perhotelan. Saat ini, konsumen memiliki banyak pilihan hotel di Yogyakarta mulai dari hotel berbintang hingga hotel budget. Semakin ketatnya persaingan bisnis membuat hotel-hotel berbintang berlomba-lomba untuk meningkatkan fasilitas, layanan, dan strategi promosi yang lebih efektif. E-commerce adalah pilihan untuk meningkatkan strategi promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada konsumen besar, membangun dan memelihara hubungan baik dengan pemangku kepentingan dan investor, menjaga dan mempertahankan harapan pemangku kepentingan, tetapi juga memberikan pencapaian hotel berbintang untuk keberlangsungan bisnis mereka. Oleh karena itu hotel berbintang harus memiliki strategi komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk mengelola hubungan pemangku kepentingan dan harapan pemangku kepentingan. 
KONTEKSTASI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN RELASI SOSIAL DAN KOMUNIKASI Saudah Saudah
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1931

Abstract

Abstrak Perkembangan yang sangat cepat serta pembangunan pasar modern di seluruh negri telah mengancam keberlanjutan dari pasar tradisional. Untuk dapat bertahan dari persaingan tersebut, pedagang pasar tradisional harus berjuang dan bekerja keras melalui penyediaan komoditas yang berkualitas serta mengimplementasikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Hubungan sosial yang harmonis serta norma-norma budaya yang kuat merupakan faktor penting yang memungkinkan untuk bersaing dengan pasar modern. Dilihat dari perspektif pertukaran sosial, apa yang dilakukan pedagang, bernegosiasi dan bertransaksi di pasar tradisional  harus sesuai dengan nilai dan norma yang telah disepakati. Makalah ini menggunakan pendekatan etnometodologi subjektivistik yang mencoba untuk menjelaskan hubungan yang beraneka ragam dan jaringan komunikasi interpersonal antarpedagang di pasar tradisional. Hubungan sosial yang dikembangkan dan dipelihara secara kolektif ditujukan untuk mempertahankan fungsi pasar tradisional sebagai tempat penyebaran informasi, interaksi dan pengembangan  jaringan distribusi komoditas. Implikasi teoritis dari temuan ini menggambarkan pentingnya proses pertukaran sosial yang dilandasi prinsip-prinsip keteraturan, kecukupan, keamanan dan kenyamanan. AbstractThe speedy development as well as the widespread construction of modern market has threatened the exsistence of traditional and its sustainability. To survive this stiff competition, traditional market traders therefore have to fight and work hard through the quality commodity provision and excellent customer service implementation. Their harmonious social relationship and strong cultural norms are of significant factor which enable them to compete with their modern supermarket counterparts. Viewed from social exchange perspective, what they act, negotiate and transact commodities within the traditional market complex should be in accordance with their agreed- upon values and norms. The paper which employs ethnomethodology subjectivist approach tries to elucidate multifarious relationship and networked interpersonal communication among traditional market traders. The social relationships are developed and maintained collectively in order  to sustain traditional market function as place of information dissemination, internal interaction cultivation and commodity distribution network advancement. The theoretical implications of this finding illustrates the importance of pseudo transaction during social exchange process which necessitates the employment such principles as regularity, adequacy, security and convenience. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJAYAAN DAKWAH SYEIKH ABDUL WAHAB ROKAN zikmal Fuad
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2462

Abstract

Abstrak            Artikel ini mengangkat kisah seorang ulama tersohor dari Besilam Langkat Sumatera Utara, yaitu Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejayaan dakwah Syeikh Abdul Wahab Rokan di kalangan masyarakat Besilam Langkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan analisa dan kajian dakwah masa kini. Metodologi kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kajian literatur atau kajian kepustakaan dan observasi lapangan. Kajian literatur menggunakan kaidah analisis isi dan analisis dokumen, sedangkan observasi lapangan menggunakan metode wawancara dengan responden dari berbagai golongan dan latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi kejayaan dakwah Syeikh Abdul Wahab Rokan di Besilam, yaitu faktor metodologi dakwah, pembinaan sentral dakwah, menjalin hubungan dengan pihak-pihak kerajaan, bijaksana dalam berdakwah dan teladan dalam perbuatan. Abstract               This article featured a famous ulama from Besilam Langkat North Sumatra, namely Sheikh Abdul Wahab Rokan. This study aims to examine the factors that influence the success of Sheikh Abdul Wahab Rokan's da'wah in the community of Besilam Langkat. The results of this study are expected to be the material for analysis and study of contemporary da'wah. The study methodology used in this study is a literature review and field observation. The literature study uses the rules of content analysis and document analysis, while field observations use interview methods with respondents from various groups and backgrounds. The results showed that there were five factors that influenced the triumph of Sheikh Abdul Wahab Rokan's preaching in Besilam, namely the methodology of da'wah methodology, the central formation of da'wah, establishing relationships with the royal parties, being wise in preaching and exemplary in deeds.    

Page 1 of 1 | Total Record : 9