cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
PACK JOURNALISM DAN HOMOGENITAS INFORMASI PUBLIK Rani Dwi Lestari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1966

Abstract

 Abstrak  Dunia jurnalistik mengalami dinamika yang sangat pesat terutama dengan kemunculan teknologi dan media baru yang mengubah proses kerja jurnalis maupun penyebaran karya jurnalistik itu sendiri. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah terkait pola kerja jurnalis di lapangan. Dengan segala keterbatasan, jurnalis harus mampu memenuhi tuntutan media dan pasar yang semakin ketat akan persaingan informasi. Dalam perkembangannya, munculah fenomena pack journalism dalam proses peliputan berita di lapangan. Penelitian ini akan menjabarkan bagaimana bentuk dan factor terjadinya praktik pack journalism di kalangan jurnalis khususnya wilayah Yogyakarta dalam mendapatkan berita. Penelitian juga akan memaparkan bagaimana implikasi pack journalism terhadap homogenitas informasi bagi masyarakat dan kaitannya dengan pelanggaran etika jurnalistik. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menelaah persoalan. Hasil penelitian menunjukkan praktik pack journalism terjadi karena adanya sistem beat yang diterapkan perusahaan media bagi jurnalis dalam proses peliputan berita di lapangan. Pack Journalism juga terjadi karena adanya ketergantungan satu sama lain antar jurnalis yang bersumber dari perilaku malas dalam mencari sumber berita. Pack Journalismpada akhirnya menimbulkan impikasi lain terhadap produk informasi yang menjadi homogen. Pack journalism juga menjadi celah munculnya pelanggaran etika jurnalistik seperti praktik jurnalisme kloning.Abstract The world of journalism experienced a very rapid dynamics, especially with the emergence of new technologies and media that change the work process of journalism and the spread of journalistic work itself. One of the most significant changes is related to the work pattern of journalists in the field. With all the limitations, journalists must be able to meet the increasingly tight media and market demand for information competition. In its development, comes the phenomenon of pack journalism in the news coverage process in the field. This research will describe how the form and factor of pack journalism practice in journalists, especially in Yogyakarta region to get news. The research will also explain how the implications of pack journalism on the homogeneity of information for the community and its relation with violation of journalistic ethics. A case study approach is used to examine the problem. The results showed that the practice of pack journalism occurred because of the beat system applied by media companies for journalists in news coverage process in the field. Pack Journalism also occurs because of the interdependence of each other between journalists who sourced from lazy behavior in searching for news sources. Pack Journalism ultimately leads to other implications for information products that become homogeneous. Pack journalism is also a gap in the emergence of violations of journalistic ethics such as the practice of cloning journalism. 
KEGAGALAN PENGORGANISASIAN DAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA CENTONG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Masnia Ningsih
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2738

Abstract

Abstrak Sampah merupakan persoalan klasik yang selalu ada disetiap tempat atau wilayah yang berpenduduk. Termasuk juga di desa Centong, dimana Desa Centong merupakan desa yang terletak di dataran tinggi dan terluas di Kecamatan Gondang yang terdiri dari 9 (Sembilan) dusun, dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul – angkut – buang menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah, merupakan agenda pemerintah yang dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang di turunkan dalam undang-undang no 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, beserta peraturan pemerintah no 81 tahun 2012. Dan bentuk tindak lanjut dari undang-undang tersebut adalah dicanangkannya program 3R (Reduce, Re-use, dan Recycle) oleh pemerintah, yang kemudian diteruskan  pemerintah daerah ke desa-desa yang ada di wilayahnya. Melalui penelitian yang menggunakan metode studi kasus ini, ingin diketahui faktor-faktor penyebab dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegagalan pengorganisasian dan manajemen pengelolaan sampah di desa Centong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dasar berdirinya bank sampah tersebut karena anjuran pemerintah dan bukan berasal dari inisiatif warga, sehingga tidak ada komitmen bersama didalamnya. Kedua, minimnya pengetahuan tentang manajemen Bank Sampah. Ketiga, kurangnya  komunikasi dan koordinasi, sehingga terjadi stagnasi dalam kegiatan-kegiatannya. Abstract               Garbage is a classic problem that always exists in every place or region that is inhabited. It is also included in the village of Centong, where the village located on the plateau and the widest in the District of Gondang which consists of 9 (nine) hamlets, with the majority of the people working as farmers. The fundamental paradigm change in waste management, from the paradigm of gathering - waste to processing that relies on reducing waste and handling waste, is a government agenda proclaimed by the Ministry of Environment which was passed down in Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management, along with government regulation No. 81 of 2012. And the follow-up form of the law is the launching of the 3R (Reduce, Re-use, and Recycle) program by the government, which is then forwarded by the regional government to the villages in the region. Through research using this case study method, it is desirable to know the causal factors and how they affect the failure to organize and manage waste management in the village of Centong. The results of the study show that the basis for the establishment of the waste bank is because of the government's suggestion and not from the citizens' initiative, so there is no joint commitment in it, lack of knowledge about the management of the Waste Bank and lack of communication and coordination, resulting in stagnation in its activities. 
MENGELOLA HUBUNGAN PEMANGKU KEPENTINGAN DAN HARAPAN PEMANGKU KEPENTINGAN Astri Wulandari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1976

Abstract

Abstrak               Yogyakarta adalah tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan asing. Persaingan bisnis di Yogyakarta semakin ketat karena investor dan pemangku kepentingan semakin melirik Kota Pelajar ini sebagai tempat untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan dari segmentasi pasar yang ada. Bisnis yang semakin cepat, padat dan ketat di Yogyakarta adalah bisnis perhotelan. Saat ini, konsumen memiliki banyak pilihan hotel di Yogyakarta mulai dari hotel berbintang hingga hotel budget. Semakin ketatnya persaingan bisnis membuat hotel-hotel berbintang berlomba-lomba untuk meningkatkan fasilitas, layanan, dan strategi promosi yang lebih efektif. E-commerce adalah pilihan untuk meningkatkan strategi promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada konsumen besar, membangun dan memelihara hubungan baik dengan pemangku kepentingan dan investor, menjaga dan mempertahankan harapan pemangku kepentingan, tetapi juga memberikan pencapaian hotel berbintang untuk keberlangsungan bisnis mereka. Oleh karena itu hotel berbintang harus memiliki strategi komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk mengelola hubungan pemangku kepentingan dan harapan pemangku kepentingan. 
KONTEKSTASI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN RELASI SOSIAL DAN KOMUNIKASI Saudah Saudah
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1931

Abstract

Abstrak Perkembangan yang sangat cepat serta pembangunan pasar modern di seluruh negri telah mengancam keberlanjutan dari pasar tradisional. Untuk dapat bertahan dari persaingan tersebut, pedagang pasar tradisional harus berjuang dan bekerja keras melalui penyediaan komoditas yang berkualitas serta mengimplementasikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Hubungan sosial yang harmonis serta norma-norma budaya yang kuat merupakan faktor penting yang memungkinkan untuk bersaing dengan pasar modern. Dilihat dari perspektif pertukaran sosial, apa yang dilakukan pedagang, bernegosiasi dan bertransaksi di pasar tradisional  harus sesuai dengan nilai dan norma yang telah disepakati. Makalah ini menggunakan pendekatan etnometodologi subjektivistik yang mencoba untuk menjelaskan hubungan yang beraneka ragam dan jaringan komunikasi interpersonal antarpedagang di pasar tradisional. Hubungan sosial yang dikembangkan dan dipelihara secara kolektif ditujukan untuk mempertahankan fungsi pasar tradisional sebagai tempat penyebaran informasi, interaksi dan pengembangan  jaringan distribusi komoditas. Implikasi teoritis dari temuan ini menggambarkan pentingnya proses pertukaran sosial yang dilandasi prinsip-prinsip keteraturan, kecukupan, keamanan dan kenyamanan. AbstractThe speedy development as well as the widespread construction of modern market has threatened the exsistence of traditional and its sustainability. To survive this stiff competition, traditional market traders therefore have to fight and work hard through the quality commodity provision and excellent customer service implementation. Their harmonious social relationship and strong cultural norms are of significant factor which enable them to compete with their modern supermarket counterparts. Viewed from social exchange perspective, what they act, negotiate and transact commodities within the traditional market complex should be in accordance with their agreed- upon values and norms. The paper which employs ethnomethodology subjectivist approach tries to elucidate multifarious relationship and networked interpersonal communication among traditional market traders. The social relationships are developed and maintained collectively in order  to sustain traditional market function as place of information dissemination, internal interaction cultivation and commodity distribution network advancement. The theoretical implications of this finding illustrates the importance of pseudo transaction during social exchange process which necessitates the employment such principles as regularity, adequacy, security and convenience. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJAYAAN DAKWAH SYEIKH ABDUL WAHAB ROKAN zikmal Fuad
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.2462

Abstract

Abstrak            Artikel ini mengangkat kisah seorang ulama tersohor dari Besilam Langkat Sumatera Utara, yaitu Syeikh Abdul Wahab Rokan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejayaan dakwah Syeikh Abdul Wahab Rokan di kalangan masyarakat Besilam Langkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan analisa dan kajian dakwah masa kini. Metodologi kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kajian literatur atau kajian kepustakaan dan observasi lapangan. Kajian literatur menggunakan kaidah analisis isi dan analisis dokumen, sedangkan observasi lapangan menggunakan metode wawancara dengan responden dari berbagai golongan dan latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi kejayaan dakwah Syeikh Abdul Wahab Rokan di Besilam, yaitu faktor metodologi dakwah, pembinaan sentral dakwah, menjalin hubungan dengan pihak-pihak kerajaan, bijaksana dalam berdakwah dan teladan dalam perbuatan. Abstract               This article featured a famous ulama from Besilam Langkat North Sumatra, namely Sheikh Abdul Wahab Rokan. This study aims to examine the factors that influence the success of Sheikh Abdul Wahab Rokan's da'wah in the community of Besilam Langkat. The results of this study are expected to be the material for analysis and study of contemporary da'wah. The study methodology used in this study is a literature review and field observation. The literature study uses the rules of content analysis and document analysis, while field observations use interview methods with respondents from various groups and backgrounds. The results showed that there were five factors that influenced the triumph of Sheikh Abdul Wahab Rokan's preaching in Besilam, namely the methodology of da'wah methodology, the central formation of da'wah, establishing relationships with the royal parties, being wise in preaching and exemplary in deeds.    
Mengkaji Efektivitas Kampanye Politik dalam Perspektif Public Relations Rofiq Anwar
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3072

Abstract

AbstrakKampanye politik dalam perspektif public relations menekankan pada bagaimana organisasi dan aktor-aktornya seperti elit politik membangun dan meningkatkan kualitas hubungan dengan publik. Tulisan ini merupakan kajian konseptual yang berusaha menguraikan bagaimana perspektif public relations memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas dan efektifitas kampanye partai politik. Kualitas kampanye politik dalam perspektif public relations dapat dilihat dalam tiga hal mendasar: pertama, komunikasi dalam public relations tidak semata-mata sebagai aktivitas menyampaikan pesan melalui media kepada khalayak tetapi lebih fokus pada bagaimana membangun hubungan-hubungan (relationship) dengan publik. Kedua, hubungan-hubungan dengan publik ditujukan pada hubungan jangka panjang. Ketiga, Ada usaha dan strategi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan dengan publik termasuk hubungan dalam media sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kampanye politik dalam konteks menjaga kepentingan publik belum dapat dikatakan efektif jika visi, misi, dan program yang dijanjikan belum direalisasikan. Perspektif  political public relations meskipun kurang populer dibandingkan dengan komunikasi politik dan marketing politik namun memiliki keunggulan terutama memberi perhatian utama pada upaya membangun hubungan organisasi partai politik dan publik (konstituen). Dalam konteks public relations, publik bukanlah obyek yang dipandang pasif tetapi subyek aktif yang memiliki partisipasi dalam menjaga kepentingannya. Publik yang aktif tersebut dapat ditemukan dalam ruang media sosial yang berkembang beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu perspektif public relations memiliki masa depan yang baik dengan melihat meningkatnya partispasi publik dalam isu-isu politik dalam media sosial. AbstractPolitical campaigns in the public relations’s perspective emphasize how organizations and actors such as the political elite build and improve the quality of relations with the public. This paper is a conceptual study that seeks to describe how the public relations perspective contributes to improving the quality and effectiveness of political party campaigns. The quality of political campaigns in the perspective of public relations can be seen in 3 basic things: first, communication in public relations is not merely an activity of conveying messages through the media to the public but more focused on how to build relationships with the public. Second, relations with the public are aimed at long-term relationships. Third, there are efforts and strategies to maintain and improve the quality of relations with the public including relationships on social media. The conclusion of this study is that political campaigns in the context of protecting the public interest cannot be said to be effective if there is a realization of the promised vision, mission, and programs that have not been realized. The political public relations perspective even though it is less popular than political communication and political marketing, but has the advantage, especially giving main attention to efforts to build organizational relations between political parties and the public (constituents). In the context of public relations, the public is not an object that is seen as passive but an active subject who has participation in maintaining his interests. The active public can be found in the social media space that has developed in recent years. Therefore the public relations perspective has a good future by seeing increasing public participation in political issues on social media.
Propaganda Media Sosial Facebook dan Blog dalam Berkembangnya Konflik di Suriah dan Mesir 2011-2013 Novi Rizka Amalia
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1052

Abstract

Perkembangan media social sangat pesat seiring berjalannya waktu, karena semakin lama teknologi akan semakin berkembang. Salah satu fungsi dari media sosial adalah untuk menghubungkan satu pihak ke pihak lain, tetapi karena perkembangan zaman tersebut fungsi dari media sosial bukan hanya untuk menghubungkan satu pihak dengan pihak lain tetapi dengan media sosial opini publik bisa dirubah bahkan disesuaikan dengan kepentingan pihak yang memulai provokasi tersebut. Setiap manusia memiliki kepentingan dan kepentingan itulah yang dijadikan kunci dari segala hal. Dari kepentingan ini muncul fungsi lain dari sosial media yang disini adalah facebook dan blog, yang menjadi salah satu media yang membantu oknum dalam menghubungkan kepentingan oknum tersebut kepada masyarakat yang ingin dijadikan massa-nya. Propaganda dalam media sosial memiliki peran dalam konflik di Suriah dan Mesir salah satunya adalah karena adanya propaganda tersebut masyarakat menjadi emosi dan hal ini adalah pemicu revolusi sehingga berdampak konflik terjadi di Mesir dan Suriah.    
STUDI SEMIOTIK SIKAP HUMANIS-RELIGIUS DALAM TRAILER FILM KETIKA MAS GAGAH PERGI Rila Setyaningsih
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1054

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan: Bagaimana peran sikap humanis-religius mas Gagah direpresentasikan dalam trailer film ‘Ketika Mas Gagah Pergi’?.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Semiotika Pierce. Semiotika melihat teks media sebagai sebuah struktur secara keseluruhan. Objek dalam penelitian ini adalah trailer film ‘Ketika Mas Gagah Pergi’, merupakan adopsi dari novel karya Helvy Tiana Rosa. Film yang dirilis pada tanggal 21 Januari 2016 ini diproduksi oleh Indobroadcast dengan sutradara Firman Syah dan penulis skenario Fredy Aryanto. Film ini menceritakan kehidupan hubungan keluarga, hijrah dan keindahan Islam. Adapun pemeran dalam film ini antara lain: Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto, dan Izzah Ajrina.Dapat disimpulkan bahwa (1) representasi sikap humanis-religius seorang pendakwah muda (da’i muda) tampak dari keseharian yang ditampilkan oleh Mas Gagah setelah pulang dari Ternate yang berhijrah dari sosok yang hidup hedonis menuju seseorang yang sangat Islami, yakni melakukan kegiatan dakwah dengan santun dan mau bergaul dengan siapapun. (2) Sikap gigih seorang pendakwah ditunjukkan pula oleh Mas Gagah ketika ditentang oleh adiknya. Disamping itu kegigihan dakwah juga muncul dari seorang pemuda bernama Yudi yang cara dakwahnya ditentang oleh ayahnya sendiri. (3) Islam adalah agama tanpa kekerasan dan paksaan tetapi mengedepankan cinta dan uswah (teladan).
Ahok Effect dan Etika Bermedia Fathul Qorib
ETTISAL : Journal of Communication Vol 2, No 2 (2017): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v2i2.1415

Abstract

AbstrakMenggunakan media merupakan salah satu keperluan primer bagi masyarakat sekarang, sehingga setiap saat dan setiap waktu bergelut dengan yang namanya media. Pembahasan utama dalam paper ini adalah “Ahok effect dan Etika bermedia”. Kasus yang digeluti mantan Gubernur Jakarta tersebut membuat kehebohan di Media terutama online. Banyak pengguna media yang merespon dan mengakibatkan masyarakat bermusuhan akibat efek kasus Ahok terlebih soal SARA. Pada kasus Ahok VS FPI salah satu contohnya, bagaimana para pendukung Ahok dan FPI bisa saling buli dan merasa superior pada golongannya masing-masing. Menggunakan metode analisis media, artikel ini bertujuan supaya bagaimana masyarakat mengerti apa yang terjadi akibat Ahok effect  dalam media dan juga masyarakat bisa mengetahui bagaimana beretika dalam penggunaan media terutama media sosial.AbstractUsing the media is one thing that spelled out the basic necessity for the community, so that every moment and every time wrestle with the name of the media. The main discussion in this paper is "Ahok effect and Ethics bermedia". The case of the former Governor of Jakarta is making a furore in the Media, especially Online. Many media users are making hostilities due to the effects of the Ahok case. In the case of Ahok vs. FPI one example, how the supporters of Ahok and FPI can bully and feel superior to their respective groups. fanaticism becomes a factor that causes the supporters of each party to feel superior and ignore the ethics in using the media.
Disintermediasi Industri Musik Melalui Konstruksi Pengguna Akhir Most Viral Project MIchael Tristan; Teguh Priyo Sadono; Rustono Farady Marta
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.2969

Abstract

 Pembajakan hak karya orang lain sudah menjadi hal yang sangat serius di beberapa tahun ini semenjak teknologi semakin cepat berkembang, terlebih dalam pembajakan musik. Semakin mudah kita memperoleh musik yang free download karena selalu ada orang yang dengan sengaja menyebar luaskan karya orang lain dengan cuma-cuma dan tidak bertanggung jawab. Latar belakang yang mendasari penelitian ini adanya aplikasi yang menyediakan jasa untuk menanggulangi hal tersebut melalui aplikasi streaming musik dan download berbayar, dengan cara tersebut orang yang memiliki karya bisa mendaftarkan karyanya, kemudian pemilik karya pun bisa mendapat keuntungan atas hasil karyanya sendiri, hasil karyanya pun bisa didengar orang lain dan mendapat keuntungan ketika ada yang men-download-nya sehingga dapat mengurangi pembajakan. Hasil penelitian berupa wawancara dan FGD serta temuan lapangan lainya dikaji dalam teknik analisis resepsi Stuart Hall dan pemilahan hasil temuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bagaimana peluncuran musik online Most Viral Project di kalangan pengguna Smartphone Android dapat mengubah perilaku dan gaya hidup dalam mengkonsumsi musik. Namun penjualan utama dalam target MVP sendiri adalah sebuah bisnis yang berbentuk MLM. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Determinasi Teknologi Marshall Mcluhan. Hasil dari penelitian ini, aplikasi ini memiliki daya jual pada pasar MLM yang sempat meledak di pasar indonesia beberapa tahun lalu, dan kini dikembangkan kembali dan memiliki pusat di Indonesia sendiri. Selain itu aplikasi berguna sebagai peubah pengantara penjualan dari produsen langsung ke pengguna akhir.  Abstract Piracy of the rights of other people's work has become a very serious thing lately since technology is growing rapidly, especially in music piracy. The easier we get music that is free download because there are always people who deliberately spread the work of others for free and irresponsible. The background that underlies this research is an application that provides services to overcome this through music streaming applications and paid downloads, in this way the person who has the work can register his work, then the owner of the work can benefit from his own work, his work can heard by others and get benefits when someone downloads it so it can reduce piracy. The results of the study in the form of interviews and FGDs and other field findings were examined in the analysis techniques of Stuart Hall reception and sorting out the finding. The results of this study show how the launch of the Most Viral Project online music among Android Smartphone users can change behavior and lifestyle in consuming music. But the main sales in the MVP target itself is a business in the form of MLM. The method in this study uses qualitative research methods using Marshall Mcluhan's Determination Technology theory. The results of this study, this application has the selling power of the MLM market which had exploded in the Indonesian market a few years ago, and is now being developed again and has a center in Indonesia itself. Besides that, the application is useful as an intermediary variable for sales from producers directly to end users. 

Page 2 of 18 | Total Record : 172