cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
PERKAPALAN NUSANTARA ABAD 16-18 M Al fiqri, Yanuar
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p1-21

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknologi perkapalan Nusantara pada masa abad 16-18 M, yang terdiri dari jenis-jenis kapal, teknik pembuatannya serta ciri-ciri yang dimiliki oleh kapal-kapal Nusantara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Historis, dengan langkah-langkahnya yaitu Heuristik, kritik ekstern dan intern, verifikasi dan terakhir Historiografi. Sumber-sumber sejarah yang digunakan adalah sumber sejarah sekunder, dan didukung oleh sumber-sumber etnografi. Kapal dan perahu Nusantara pada abad 16-18 M yang terdiri dari kapal dan perahu tipe papan seperti kapal Jong, Padewakang, Mayang dan Kora-kora serta perahu-perahu tipe lesung seperti Jukung dan Paduwang dibuat dan digunakan oleh orang-orang Nusantara. Kapal dan perahu tersebut memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan perkapalan bangsa lain, diantaranya, teknik konstruksi, bentuk lambung, tipe kemudi dan tipe layar yang digunakan.
Peran Perempuan Samin Dalam Budaya Patriarki Di Masyarakat Lokal Bojonegoro Huda, Khoirul
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p76-90

Abstract

The purpose of this article is to identify and explain the role of women in the Samin community that still holds the patriarchal culture in modern. The research applies a qualitative approach that  find several findings of phenomena that take place in the Samin community  in Bojonegoro. The Samin women as subjects of  the research area could be  divided into three categories namely women of past generations, women who were influenced by outside influences or commonly mentioned splinter and current generation women the were selected by using purposive sampling technique. Data were collected by observation, interviews and analysis of documents both physical documents and documentation, which are then analyzed by interactive techniques from concepts offered by Miles & Huberman which, the implementation begins by gathering initial findings of research material, then from the reduced findings will be sorted to get an accurate data presentation, then only analyzed for review in order to get the correct conclusions. The results of the study showed that the women from the Samin community fighter group still showed the contribution of their role under the control of patriarchal culture. Cultural products that have become a system of customs and traditions, whose binding has been processed from the teachings of the ancestors of the Samin community in the past. In more detail, there are a number of findings from the role of Samin women, especially including their involvement in the process of inheriting the value of Samin's teachings for the next generation that is never interrupted, the form of the role of praxis in daily life activities that are manifested in teaching children, including controlling for honesty, politeness and building good relations with humans and the natural surroundings, and building a preventive role to strengthen cultural uniqueness through communication relations with surrounding communities that continues to be carried out even though the patriarchal culture system continues to be implemented.Tujuan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan peran perempuan dalam komunitas Samin yang masih memegang budaya patriarki di zaman modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menemukan beberapa temuan fenomena yang terjadi di komunitas Samin di Bojonegoro. Wanita Samin sebagai subyek dari wilayah penelitian dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu wanita dari generasi sebelumnya, wanita yang dipengaruhi oleh pengaruh luar atau wanita yang biasa disebut sempalan dan wanita generasi saat ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan analisis dokumen baik dokumen fisik maupun dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik interaktif dari konsep-konsep yang ditawarkan oleh Miles & Huberman yang, pelaksanaannya dimulai dengan mengumpulkan temuan awal dari bahan penelitian, kemudian dari hasil temuan yang dikurangi akan disortir untuk mendapatkan presentasi data yang akurat, kemudian hanya dianalisis untuk ditinjau untuk mendapatkan kesimpulan yang benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para wanita dari kelompok pejuang komunitas Samin masih menunjukkan kontribusi peran mereka di bawah kendali budaya patriarki. Produk budaya yang telah menjadi sistem adat dan tradisi, yang ikatannya telah diproses dari ajaran nenek moyang masyarakat Samin di masa lalu. Secara lebih rinci, ada sejumlah temuan dari peran wanita Samin, terutama termasuk keterlibatan mereka dalam proses mewarisi nilai ajaran Samin untuk generasi berikutnya yang tidak pernah terputus, bentuk peran praksis dalam kehidupan sehari-hari. kegiatan yang diwujudkan dalam mengajar anak-anak, termasuk mengendalikan kejujuran, kesopanan dan membangun hubungan baik dengan manusia dan lingkungan alam, dan membangun peran preventif untuk memperkuat keunikan budaya melalui hubungan komunikasi dengan masyarakat sekitar yang terus dilakukan meskipun patriarki sistem budaya terus diimplementasikan.
VISUALISASI MATERI TOKOH PAHLAWAN DALAM KARYA GAMBAR SISWA PENYANDANG TUNARUNGU DI SDLB PURWOSARI KUDUS Fajrie, Nur; Purbasari, Imaniar
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p31-41

Abstract

Proses belajar pada mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) SD memiliki tujuan pemahaman konsep tokoh-tokoh pahlawan Indonesia sebagai bentuk materi apresiasi jasa-jasa kemerdekaan terhadap nilai-nilai nasionalisme berbangsa-negara. Kesulitan apresiasi verbal pada siswa tunarungu dapat optimalkan melalui indra penglihat anak yaitu visualisasi ide yang dikomunikasikan dalam tokoh dan peristiwa sejarah untuk memupuk nasionalisme penyandang disabilitas. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada materi pahlawanku yang diterapkan siswa-siswa SDLB-B Purwosari Kudus. Fokus penelitian pada siswa-siswa penyandang tunarungu pada kelas 4 dan 5. Jumlah siswa 7 siswa yang dikelompokkan menjadi 1 kelompok belajar disebabkan keefektifan kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan konsep diri dalam nilai nasionalisme siswa tunarungu terbentuk melalui kemampuan deteksi potensi visual dan komunikasi, optimalisasi pengalaman dan pengamatan sekitar, penerjemahan visual, pemahaman sikap, dan pengembangan diri. Mengenal sosok pahlawan dan memiliki makna terhadap kemerdekaan merupakan konsep sosial yang terkonstruksi dalam penelitian ini.
KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT TRANSMIGRAN DI DESA SUNGAI TENANG KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT 1973-1980 Suparmi, Suparmi; Yasin, Nirwan Il
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p91-104

Abstract

Abstract – This resaerch is aimed to know for the history of the transmigration rebirth and the early life of the economic social of transmigrants in Desa Sungai Tenang,  Nagari Kunangan Parik Rantang, Kamang Baru Subdistrict, Sijunjung District, West Sumatra. The method uses historical method, there are four steps to historical methods: (1) Heuristic; (2) Source Criticism; (3) Interpretation; (4) Historiography. The sources used are transmigration letter documents, books, journals, articles, interviews and observations. The research revealed the transmigrants in Desa Sungai Tenang were included in the new pattern of self-initiated transmigrants. The life of transmigrants in 1973-1980 or after seven years of its arrival that there were still having economic difficulties.[KBP1]  It's completely different from the extremely developed social conditions of the transmigrant communities or with the local indigenous communities where the Minangkabau folks live. Transmigrants still maintained their Javanese customs and traditions, and also still keep respecting local customs and traditions (Minangkabau).Keywords - early life, transmigrants, Desa Sungai TenangAbstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah transmigrasi dan bagaimana kehidupan awal sosial ekonomi masyarakat transmigran di Desa Sungai Tenang, Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang terdiri dari empat langkah, yakni: (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Sumber yang digunakan berupa dokumen surat transmigrasi, buku, jurnal, artikel, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmigran di Desa Sungai Tenang termasuk pada transmigran swakarsa pola baru. Kehidupan transmigran pada 1973-1975 dan pada 1975-1980 atau tujuh tahun paska kedatangannya, masih kesulitan dalam hal perekonomian. Hal itu berbeda dengan kondisi sosial mereka yang berkembang dengan baik terhadap sesama masyarakat transmigran, ataupun dengan masyarakat setempat yang notabane-nya masyarakat Minangkabau. Transmigran tetap mempertahankan adat istiadat dan tradisi Jawa disamping tetap menghormati adat istiadat dan tradisi setempat (Minangkabau).Kata Kunci- Kehidupan awal, Transmigran, Desa Sungai Tenang
SEJARAH TERBENTUKNYA LEMBAGA ADAT PARTUHA MAUJANA SIMALUNGUN Siregar, Zulham
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p42-52

Abstract

Artikel ini membahas sejarah terbentuknya lembaga adat Partuha Maujana Simalungun. Artikel ini menjawab permasalahan bagaimana indentitas orang Simalungun sebelum terbentuknya lembaga adat Partuha Maujana Simalungun dan mengapa orang simalungun perlu membentuk lembaga adat Partuha Maujana Simalungun. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui empat tahap: heuristik (pengumpulan sumber sejarah); verifikasi (kritik sumber); interpretasi (analisis sejarah dan penafsiran); dan historiografi (penulisan sejarah). Sumber sebagai data sejarah yang diperoleh dari sejumlah dokumen dan literatur dari periode kolonial hingga pascakolonial. Penelitian ini menemukan bahwa identitas orang simalungun sebelum terbentuknya lembaga adat Partuha Maujana Simalungun sudah ada namun karena kedatangan  dan pengaruh dari orang orang luar khususnya  batak toba dan kolonial membuat kegamangan identitas orang Simalungun. Akibat kegamangan inilah membuat para cendekiawan orang Simalungun tergerak untuk membuat sebuah lembaga adat untuk mengatasi kegamangan identitas orang-orang Simalungun.
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT KETURUNAN ARAB DAN PENDUDUK LOKAL DESA PULOPANCIKAN GRESIK Mafazah, Elsa Diah; Wahyuningtyas, Neni; Ruja, I Nyoman
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p105-115

Abstract

Interaksi sosial sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, terutama dalam proses untuk melakukan hubungan sosial. Hubungan sosial dalam masyarakat dapat menciptakan suatu bentuk interaksi dalam kelompok sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa awal mula keberadaan Kampung Arab Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik berasal dari datangnya bangsa Arab Hadramaut pada sekitar abad ke-19 yang melakukan kegiatan berdagang dan juga berdakwah untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Masyarakat keturunan Arab di Kampung Arab Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik mempunyai karakteristik budaya yang khas dimana masih terdapat budaya-budaya Arab meskipun telah terdapat akulturasi dengan budaya Jawa.  Karakteristik budaya masyarakat keturunan Arab di Kampung Arab Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik dapat dilihat dari bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem mata pencaharian hidup, sistem peralatan dan teknologi, Religi, dan kesenian. Interaksi sosial masyarakat keturunan Arab dengan penduduk lokal Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik dimana terdapat makna dalam setiap proses interaksi sosial yang terjadi. Interaksi sosial masyarakat keturunan Arab dengan penduduk lokal bersifat baik, akan tetapi untuk proses komunikasi antara masyarakat Arab dengan penduduk lokal jarang terjadi karena masyarakat keturunan Arab memiliki prinsip untuk lebih baik diam daripada tidak bisa tapi banyak berbicara.
JIMPITAN; TRADISI MASYARAKAT KOTA DI ERA MODERN Sari, Kiki Agustina Wulan; Eskasasnanda, I Dewa Putu; Idris, Idris
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p53-61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penghimpunan dana sosial melalui kegiatan jimpitan di Perumahan Griya Tanggung Asri Kota Blitar. Penelitian ini berfokus pada sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, bentuk pengelolaan kegiatan jimpitan dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Teknik pemilihan informan menggunkan teknik purposive. Purposive merupakan teknik pengambilan sumber data melalui pertimbangan yang sekiranya informan mengetahui tentang  informasi yang dicari, untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan sebagai teknik analisis data dari penelitian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) sejarah terbentuknya kegiatan jimpitan, disebabkan keresahan masyarakat  adanya tindakan kriminal pada tahun 2014 di perumahan berupa pencurian barang berharga. Setelah itu semua masyarakat, ketua RT dan ketua RW mengadakan musyawarah untuk menyelesaikan permaslahan dan hasil dari musyawarah membentuk kegiatan ronda malam untuk mengamankan lingkungan. Untuk memberi semangat petugas ronda malam, masyarakat bersepakat mengadakan kegiatan jimpitan, 2) bentuk pengelolaan jimpitan dilakukan masing-masing RT. Bentuk pengelolaan dibagi menjadi dua yaitu, pengelolaan ronda malam serta kegiatan jimpitan  dan pelaporan hasil jimpitan yang dibagi atas tiga tahapan yaitu mingguan, bulanan dan akhir tahun, 3) manfaat yang diperoleh dari kegiatan jimpitan yaitu sebagai pendanaan kegiatan masyarakat dan lingkungan menjadi aman dan nyaman sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. 
TARI MOYO PADA MASYARAKAT NIAS SELATAN Putra, Dharma Kelana
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p116-126

Abstract

Tari Moyo adalah salah satu seni tari tradisional yang dikenal luas oleh masyarakat di kepulauan Nias. Tarian ini dulunya hanya boleh dipertunjukkan kepada kaum bangsawan (si’ulu), tetapi saat ini tarian ini berkembang menjadi bagian dari kesenian rakyat. Asumsi dasar dari tulisan ini adalah bahwa Tari Moyo bagi masyarakat Nias tidak hanya dimaknai sebagai sebuah tarian semata, tetapi ada hal lain yang lebih dalam dari itu. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang 1) bagaimana asal-usul tari moyo di Kepulauan Nias; 2) bagaimana Tari Moyo dalam perspektif Antropologis; serta 3) bagaimana fungsi Tari Moyo pada masyarakat Nias saat ini. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa asal-usul Tari Moyo belum diketahui secara pasti, karena setiap daerah di kepulauan Nias  memiliki versi cerita rakyat yang berbeda-beda, diantaranya; 1) Tari Moyo diadaptasi dari seorang perempuan yang berubah menjadi elang untuk mencari kekasihnya yang tak kunjung pulang; 2) Tari Moyo diadaptasi dari kisah induk ayam yang berkelahi dengan elang demi melindungi anak-anaknya; 3) Tari Moyo merupakan ritual pemanggilan arwah leluhur. Tari Moyo bagi masyarakat Nias tidak hanya berfungsi sebagai sebuah bentuk kesenian, tetapi lebih jauh dari itu juga sebagai sarana pembentukan karakter. Ini menjawab asumsi dasar bahwa perubahan yang terjadi memunculkan sebuah konstruksi atas Tari Moyo dalam bentuk yang lebih dinamis serta fungsinya yang semakin berkembang pada masyarakat Nias saat ini
PROSTITUSI DI SURABAYA PADA AKHIR ABAD KE-19 Mahardika, Moch. Dimas Galuh
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p22-30

Abstract

Abstrak: Prostitusi merupakan salah satu media yang sering dimanfaatkan oleh kaum pria untuk melampiaskan gairah seksualitasnya. Terlebih para pegawai Eropa yang bekerja di tanah Hindia, mereka dilarang membawa keluarga selama bertugas di Hindia. Prostitusi berkembang di kota-kota besar pada masa Hindia-Belanda. Surabaya yang pada saat itu merupakan kota besar dengan pelabuhannya yang menjadi tempat penjamuran praktik prostitusi. Penikmat para pelacur ini selain dari orang-orang Eropa juga terdapat orang-orang kelas menengah dari kaum pribumi. Pelacur-pelacur yang di sewakan rumah-rumah bordil diantaranya adalah dari orang-orang dari kaum Pribumi, Eropa, Cina dan Jepang. Prostitusi merebak di seluruh penjuru tempat di Surabaya sehingga menyebabkan maraknya penyakit kelamin.
DEPRESI EKONOMI DAN KRISIS KEPERCAYAAN RAKYAT TERHADAP PEMERINTAH KOLONIAL 1930-1936 Utomo, Ilham Nur
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v14i12020p62-75

Abstract

Artikel ini membahas mengenai dampak depresi ekonomi dan tingkat kepercayaan rakyat atas kebijakan pemerintah kolonial yang berkaitan dengan penyelesaian masalah dampak tersebut.  Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Depresi ekonomi tahun 1930an merupakan peristiwa kompleks yang tidak hanya berdampak pada perekonomian Hindia Belanda. Dalam hal ini, relasi antara pemerintah kolonial dan rakyat menjadi menarik ketika pemerintah berusaha mengatasi masalah dengan kebijakan campur tangan. Depresi ekonomi yang dipicu oleh faktor eksternal dan diperparah oleh faktor internal karena kelebihan produksi berdampak pada merosotnya perekonomian Hindia Belanda. Dampak tersebut menghantam bidang usaha yang digerakan oleh bangsa Eropa dan bumiputra. Penghematan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial dan perusahaan swasta menimbulkan peningkatan pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas. Sikap diskriminatif pemerintah kolonial pun menjadi salah satu faktor pemicu respon keras bumiputra. Puncaknya  yaitu melakukan gerakan protes melalui serikat buruh dan organisasi pergerakan. Krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah kolonial muncul karena ketidakmampuan pemerintah kolonial mengatasi masalah selama masa depresi ekonomi secara proporsional.

Page 1 of 1 | Total Record : 10