Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis (JSPH) issued by the Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, State University of Malang in collaboration with the Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). JSPH committed to being a scientific journals, relevant to the development of science, as a reference, especially in the fields of sociology, education and culture. JSPH published twice a year continuously (July and December). JSPH contains the results of research and conceptual ideas that have not been published anywhere.
Articles
258 Documents
Internalization of Harmony through Interfaith Interaction in the Kampung Toleransi Community
Pandu Hyangsewu;
Hilman Taufiq Abdillah;
Vina Aulia
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 8 No. 2 (2023): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v8i22023p145-156
When religious diversity in society is not addressed wisely, it becomes a source of inter-religious conflict. The misalignment between the hope to live in harmony with the reality that occurs in society encourages an urgency to internalize values and activities to create harmony in society. So this research aims to further analyze the inter-religious interaction in the Kampung Toleransi community as a form of internalization of harmony. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. This research reveals that the inter-religious interaction built by Kampung Toleransi continues to be carried out and delivered culturally by various parties. So that interaction is rooted in everyday life and can realize harmony in society. The development of interfaith interaction models and strategies that apply in general can be studied in further research.
Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Naga Sebagai Wujud Menjaga Alam Dan Konservasi Budaya Sunda
Agung Wiradimadja
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i12018p1-8
Setiap orang cenderung menganggap kehidupan modern itu selalu baik. Orang-orang di perkotaan besar di Jawa Barat berlomba-lomba dalam modernisasi. Namun ternyata hal tersebut menimbulkan permasalahan, yakni permasalahan terganggunya lingkungan hidup dan terdegradasinya kebudayaan daerah. Atas permasalahan tersebut peneliti merasa prihatin dan mencoba mengangkat tema kearifan lokal masyarakat Kampung Naga sebagai wujud menjaga alam dan konservasi terhadap budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualtitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menyatakan: 1) Masyarakat menetapkan peraturan adat dalam hal tata kelola keruangan menjadi tiga peruntukkan yakni pemukiman serta perternakan, pertanian dan hutan larangan (hutan keramat). 2) Semua orang yang tinggal di wilayah Kampung Naga berprofesi sebagai petani yang menggunakan peralatan tradisional, ada beberapa warga yang memiliki pekerjaan tambahan dengan berjualan dan juga beternak ikan, 3) Semua bangunan rumah di Kampung Naga adalah rumah panggung yang mempertahankan arsitektur bangunan rumah adat Sunda. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa segala aktivitas masyarakat Kampung Naga selalu berupaya selaras dengan alam, tidak boleh merusak alam serta mempertahankan kebudayaan sunda berdasarkan pesan dari karuhun-nya (leluhur).
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris Siswa Kelas 4 Sd Negeri 03 Sambigede
Ifan Andriado;
Hamida Zama Rahmatillah;
Dinda Ayu Pebriana
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i12018p9-15
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan dan hasil siklus dari model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran bahasa Inggris siswa kelas 4 SD Negeri 03 Sambigede. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas 4 SD Negeri 03 Sambigede tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 29 anak. Dalam penelitian tindakan kelas ini, dilakukan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus tindakan terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data diperoleh dari observasi, dan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Berdasarkan data yang didapatkan setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Sambigede 3 dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dari peningkatan hasil belajar siswa pada keseluruhan proses pembelajaran. Presentase ketuntasan pada siklus I adalah sebesar 65,5%, dan presentase ketuntasan pada siklus ke II adalah sebesar 72,4%. Dari presentase tersebut terjadi peningkatan presentase ketuntasan dri siklus I ke siklus II sebesar 7,9%.
Menakar Kaderisasi KAMMI Komisariat Universitas Brawijaya Malang
Titi Fitrianita;
Zulia Antan Ambarsari
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i12018p16-28
KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) merupakan salah satu organisasi ekstra kampus Universitas Brawijaya yang aktif di dalam kegiatan politik kampus dan mendominasi posisi penting organisasi intra kampus. Keterlibatannya di dalam politik kampus merupakan pengejawantahan usaha menanamkan nilai-nilai Islam melalui sarana politik. Untuk mempertahankan visi KAMMI dan bentuk organisasi, kaderisasipun dilakukan. Sayangnya, upaya kaderisasi KAMMI tidaklah mudah. Hal ini berkaitan dengan berbagai faktor yang menyebabkan kader KAMMI tetap bertahan atau tidak. Menggunakan metode kualitatif deskriptif tulisan ini bertujuan untuk mengungkap alasan kader KAMMI untuk bertahan atau tidak bertahan di dalam organisasi. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara secara mendalam kepada 13 informan dan data sekunder seperti dokumen dan jurnal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode induktif dengan triangulasi sebagai metode validitas data. Dari penelitian ini diketahui sistem kaderisasi yang dilakukan oleh KAMMI menggunakan sistem berjenjang dimana untuk naik setiap levelnya membutuhkan pelatihan khusus. Upaya kaderisasi lewat sistem pendidikan berjenjang ini merupakan upaya menghasilkan kader yang loyal dan setia terhadap nilai-nilai di dalam organisasi. Namun ternyata latar belakang keluarga, lingkungan pergaulan, dan pilihan serta harapan individu sangat mempengaruhi keputusan kader untuk bertahan atau tidak bertahan sebagai kader KAMMI. Akhirnya, ketika tidak banyak kader yang bertahan maka KAMMI mengalami kesulitan untuk mempertahankan organisasi dan nilai yang diperjuangkan. Maka memperhatikan 3 faktor tersebut dalam kaderisasi menjadi penting untuk dilakukan KAMMI agar organisasi dapat bertahan.
Persaingan Antara Ojek Online Dengan Ojek Konvensional Di Stasiun Lempuyangan, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kiki Setiyorini;
Grendi Hendrastomo
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i12018p29-35
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persaingan yang terjadi antara ojek online dengan ojek konvensional di Stasiun Lempuyangan, Daerah Istimewa Yogyakarta dan untuk mengetahui upaya apa saja yang sudah dilakukan guna mengatasi persaingan yang ada. Persaingan ini melibatkan empat paguyuban ojek konvensional dan dua komunitas ojek online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan narasumber penelitian; ojek konvensional, ojek online, dan pihak kementrian Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persaingan antara ojek online dengan ojek konvensional di Stasiun Lempuyangan, Daerah Istimewa Yogyakarta dilatarbelakangi oleh perbedaan harga pada kedua jenis ojek tersebut, di mana tarif ojek online lebih murah dari pada ojek konvensional, yang berakibat pada menurunnya pendapatan bagi ojek konvensional. Persaingan yang terjadi terlihat pada penetapan harga dan proses mendapatkan penumpang. Adapun upaya yang sudah dilakukan guna mengatasi persaingan yang ada adalah berupa peraturan pengambilan penumpang bagi ojek online untuk tidak mengambil penumpang di depan stasiun. Kesepakatan ini disepakati bersama antara ojek online dengan ojek konvensional di Stasiun Lempuyangan, meski begitu masih saja terdapat pihak ojek online yang melanggar peraturan yang sudah disepakati tersebut.
Konstruksi Sosial Dalam Keluarga Pengemis Di Kecamatan Sukun Kota Malang
Risdawati Ahmad;
Nila Irchamniah;
Okta Pujiana;
Joan Hesti Gita Purwasih
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i12018p47-54
Dalam proses sosial, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas dalam dunia sosialnya, oleh karena itu konstruksi yang dibangun oleh tiap-tiap individu berbeda-beda. Begitu pula dengan konstruksi sosial yang dibangun dalam keluarga hingga menciptakan sebuah fenomena pengemis yang terjadi secara turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konstruksi yang dibangun hingga menyebabkan perilaku mengemis menjadi sebuah budaya dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan terhadap dua keluarga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dimana keluarga pertama terdiri dari 3 informan dan keluarga kedua terdiri dari 2 informan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan yaitu anggota keluarga yang beprofesi sebagai pengemis. Dari hasil penelitian ditemui berbagai macam konstruksi sosial yang dilakukan informan. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dalam eksternalisasi diketahui informan melakukan adaptasi nilai dan norma berupa penyesuaian sikap dan penampilan. Informan melakukan pembedaan realitas yang berfungsi sebagai pembeda dan pemantapan atas peranan yang dipilih dalam bentuk penampilan dan sikap sebagai seorang pengemis. Internalisasi informan atas nilai dan norma dalam sosialiasi primer dan sekunder tidak berlangsung sempurna. Hal inilah yang menyebabkan informan mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang pengemis.
Komodifikasi Otoritas Kiai Dalam Kontestasi Politik (Studi Komodifikasi Otoritas Kiai Di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan)
Hisnuddin Lubis;
Nelly Rohmatillah
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 2 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i22018p57-64
Kiai merupakan gelar kultural dalam masyarakat Madura yang memiliki Otoritas tersendiri termasuk dalam urusan politik. Habitus dan modal kiai berperan penting dalam arena kontestasi Politik di Kabupaten Pamekasan Madura. Otoritas kiai ini seringkali dijadikan komoditas dalam proses kontestasi politik. Komodifikasi ini dapat diidentifikasi dengan adanya pertukaran sumberdaya nilai guna menjadi nilai materiil. Kajian ini menggunakan perspektif Habitus arena dari Bourdieu dan perspektif komodifikasi dalam pandangan postmodernisme. Pendekatan kajian ini menggunakan Studi kasus dalam bingkai metode kualitatif berlokasi di kecamatan Pasean Pamekasan Madura. Temuan : adanya akumulasi Habitus kiai dan tradisi masyarakat dengan modal budaya baik embodied, objectified maupun institutinalized yang membentuk otoritas kiai. Habitus kiai berupa keturunan dan proses pendidikan agama yang panjang. Sementara modal budaya kiai berupa warisan keturunan, lembaga pesantren dan legitimasi institusi atas kapasitas intelektualnya. Sejalan kemudian otoritas kiai digunakan untuk kepentingan kontestasi politik dengan berpartisipasi langsung sebagai kontestan maupun sebagai “political broker” untuk memenangkan kontestan tertentu. Dalam proses ini terdapat pertukaran sumberdaya otoritas dengan imbalan materiil dan non materiil. Proses inilah yang kemudian disebut sebagai komodifikasi otoritas kiai dalam kontestasi politik. Dalam logika commodity fetishism otoritas kiai terus diproduksi sebagai komoditas yang dapat dipertukarkan dengan nilai materiil maupun non metriil untuk memenuhi hasrat “kapitalis politik”.
Dinamika Literasi Politik Menjelang Tahun 2019 :Urgensitas Memahami Perilaku Pemilih Milenial
Bakhtiyar
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 2 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i22018p65-72
Gonjang ganjing perhelatan politik nasional terasa semakin memanas menjelang tahun politik 2019. Implikasinya sangat mempengaruhi literasi politik dan perilaku informasi pemilih milenial, dalam menentukan pilihannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden.Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) peran media menjelang tahun politik 2019,(2) perilaku informasi pemilih milenial.Obyek penelitian berintikan perilaku informasi dan literasi politik pemilih milenial. Ruang lingkup berbasis menggayuh kemenangan dalam memperebutkan pemilih milenial, melalui pehaman terhadap perilaku informasi dan literasi politik. Pendekatan penelitian adalah historical approach dan data primer dianggap sebagai sumber informasi primer. Library research digunakan sebagai metode penelitian melalui membaca literatur-literatur bersubyekkan perilaku informasi dan literasi politik pemilih milenial. Analisis menggunakan analisa diskriptif kualitatif dan Content analysis untuk menganalisis makna keseluruhan konsep perilaku informasi dan literasi politik pemilih milenial. Observasi dilakukan untuk mendukung dan pelengkap konstruksi teoritis. Adapun hasil penelitian ; (1) Media sebagai sarana ampuh membentuk pencitraan dan opini publikmenjelang tahun politik 2019. (2). Perilaku informasi pemilih milenial senantiasa didominasi oleh kepentingan masing-masing individu, yang didasari oleh aspek psikologis, aspek lingkungan dan jejaring sosial.
Implementasi Perda Syariah Sebagai Upaya Memperjuangkan Kesetaraan Gender
Mustika Saraini;
Siti Kholifah
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 2 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i22018p73-87
Penelitian ini bertujuan untuk melihat realitas kesetaraan gender di Provinsi Aceh tepatnya didaerah dataran tinggi Gayo Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah, dengan pemberlakuan perda syariah. Kesetaraan gender dalam sektor publik dilihat melalui fenomena berdasarkan keadaan pada saat terjadinya konflik RI-GAM di Provinsi Aceh dan pasca pemberlakuan perda syariah dilingkungan kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan kajian teori feminisme liberal, untuk membahas perjuangan dan kesetaraan gender dalam konteks kebijakan politik. Selain itu juga menggunakan konsep kesetaraan gender dengan ideologi pembebasan perempuan mendapatkan kekuatan hukum yang sama dengan laki-laki dalam perspektif Islam. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dan informasi melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dan Snowball. Pembahasan terkait perda mengalami perguliran proses hingga lahirnya qanun Aceh yang mengatur pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan yang diatur dalam qanun nomor 6 tahun 2009. Aturan dalam qanun tersebut didasari oleh ketidaksetaraan gender yang dipengaruhi oleh konflik dan kuatnya budaya patriarki. Namun, berdasarkan pada temuan dilapangan saat ini peran qanun memiliki pengaruh yang signifikan dalam kesetaraan peran dan hak antara laki-laki dan perempuan seperti dalam isu perceraian dan pemberlakuan hukum syariat bagi pelanggar aturan.
Pemuda, Elit Agama Islam Dan Politik: Preferensi Gus Dan Lora Dalam Kontestasi Politik
Titis Thoriquttyas
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 3 No. 2 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um021v3i22018p88-97
Penelitian ini berfokus pada deskripsi tokoh elit muda Islam (Gus dan Lora) dan keterlibatannya dalam kontestasi politik. Keterlibatan tersebut tidak serta merta dianggap bahwa mereka aktif dalam dunia politik, namun hal yang harus diingat bahwa karisma yang dimiliki Gus dan Lora mampu berperan dalam memberikan pilihan alternatif politik bagi santri-santrinya.Penelitian ini akan membidik asparagus (aspirasi para Lora dan Gus), komunitas non-formal Gus dan Lora yang terdapat di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada beberapa kota di Jawa Timur dengan melibatkan beberapa Gus dan Lora. Realitas Sosial yang dialami oleh responden dapat dikaji dimensinya menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya tiga tipologi umum mengenai preferensi Gus dan Lora dalam hal politik. Sederhananya, dimensi karisma yang bersumber dari legitimasi secara sosial dan teologi mampu memberikan peluang besar bagi Gus dan Lora untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Lebih lagi posisi Gus dan Lora sebagai tokoh elit muda Islam mampu mempengaruhi pilihan politik bagi santri-santri khusunya yang berasal dari generasi milenial.