cover
Contact Name
Seli Septiana Pratiwi
Contact Email
jsph.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsph.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
ISSN : 25027875     EISSN : 25275879     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Humanities,
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis (JSPH) issued by the Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, State University of Malang in collaboration with the Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). JSPH committed to being a scientific journals, relevant to the development of science, as a reference, especially in the fields of sociology, education and culture. JSPH published twice a year continuously (July and December). JSPH contains the results of research and conceptual ideas that have not been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Aktualisasi Nilai Siri’ Na Pacce Pada Masyarakat Suku Bugis-Makassar Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Nurazizah Rahmi R; Yadi Ruyadi; Wilodati
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i12025p57-71

Abstract

The Bugis-Makassar tribe has a strong life principle, Siri’ na Pacce, which is interpreted as self-esteem and is highly sensitive, making it forbidden for them to remain silent if they are harassed or hurt. In its actualization, Siri’ Na Pacce often undergoes a shift in meaning that does not align with reality, triggering conflicts due to misunderstandings. This study aims to examine how the value of Siri’ Na Pacce is applied by the Bugis-Makassar community in Rappocini District, Makassar City, South Sulawesi Province. The research method used is a mixed method with a concurrent triangulation approach.The study involved 100 respondents aged 20-54 years from Rappocini District, determined using the Slovin formula (10%tolerance). Qualitative data were obtained through interviews with the community, Bugis-Makassar community leaders, and local police. Quantitative data analysis was performed descriptively and statistically, while qualitative data analysis involved data collection, data reduction, data presentation,and conclusion drawing. The research results indicate that the actualization of siri’ and pacce falls into three categories: siri’ that directs the arrangement of group life; siri’ that harms individuals or groups; and siri’ that triggers criminal acts. Quantitatively, the shift in Siri’ Na Pacce values significantly influences criminal acts by 52.1%. Qualitative findings indicate that the category of siri’ leading to criminal consequences is often influenced by gender, where women are vulnerable sources of siri’ and men take action, generally assault due to infidelity/adultery, to cover it.
Realitas Pemuda Pekerja Paruh Waktu dan Ketidakpastian Risiko Masa Depan Dunia Kerja Luly Triningsih; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi; Deny Wahyu Apriadi
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i12025p72-82

Abstract

The problems in the world of work do not only arise when someone has graduated from their education. There are many part-time job opportunities for young people, even though they are studying. The proliferation of cafes and various types of trade and service businesses in the Malang City area, one of Indonesia's educational cities, has also contributed to creating additional jobs for students. However, the context of part-time work has dynamics and is also prone to exploitative contexts when viewed from the perspective of the world of work. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach to explore data from informants of part-time student workers in the Malang City area. The results obtained indicate that part-time work also has future risks where there is a system that tends to be exploitative. Therefore, the dynamics of part-time work should be viewed from various perspectives, such as sociology, economics, youth studies, and even law, to reduce potential risks in the future.
Developing an Instrument to Measure Student Acceptance of the Academic Information System (SIAKAD) at UNS Septina Galih Pudyastuti
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i12025p83-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas model pengukuran serta menguji hubungan antar konstruk dalam model penerimaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Instrumen penelitian mencakup konstruk Perfomance Expentancy (PE), Effort Expenctancy (EE), Sosial Influence (SI), Facilitating Conditions (FC), Behavioral Intention (BI), dan Use Behavior (UB). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar indikator memenuhi syarat validitas konvergen (loading faktor ≥ 0,5), meskipun terdapat beberapa indikator lemah. Dari segi reliabilitas, hanya konstruk Use Behavior (UB) yang memiliki reliabilitas tinggi (CR = 0,796), sementara konstruk lain berada dalam kategori cukup hingga kurang. Evaluasi model struktural menunjukkan bahwa Perfomance Expentancy (PE), Social Inflence (SI), dan Faciliating Conditions (FC) signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) maupun Use Behavior (UB), sedangkan Effort Expenctancy (EE) tidak berpengaruh signifikan. Behavioral Intention (BI) terbukti sebagai variabel mediasi yang kuat terhadap Use Behavior (UB) (β = 0,832; p < 0,001). Analisis goodness of fit mengonfirmasi bahwa model memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan data empiris (CFI = 0,983; RMSEA = 0,030). Temuan ini menekankan pentingnya kepercayaan, dukungan sosial, dan fasilitas dalam meningkatkan pemanfaatan sistem informasi, serta perlunya peningkatan kualitas instrumen untuk pengukuran yang lebih akurat di masa mendatang.
Feminist Body Image on Victoria's Secret's Instagram Caption "Body Positivity" Campaign Siluh Putu Sisylia Paramitha; Ni Komang Arie Suwastini; Rina Saraswati; Ni Nyoman Artini; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i12025p95-108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi caption postingan Instagram Victoria’s Secret sebagai kampanye body positivity bagi wanita di seluruh dunia. Penelitian kali ini menggunakan pendekatan analisis data kualitatif interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, menggunakan analisis tekstual McKee dengan perspektif feminisme mengenai citra tubuh. Studi tersebut mengungkapkan bahwa kampanye kepositifan tubuh oleh Victoria Secret di Instagram memuat pesan-pesan yang mematahkan stigma standar kecantikan patriarki dengan takarirnya wanita tidak dapat didefinisikan, meningkatkan kepercayaan diri wanita dengan meninggikan suara wanita, dan mendukung kesehatan wanita melalui pengaruh seksi tidak kurus. Oleh karena itu, meskipun tujuan utama akun Instagram Victoria's Secret adalah untuk memasarkan pakaian dan tata rias wanita, Victoria Secret juga memberikan dukungan dengan menyisipkan citra feminis mengenai tubuh perempuan, yang dapat menginspirasi perempuan untuk tidak terobsesi dengan standar kecantikan, menginspirasi perempuan untuk percaya diri, dan mendukung kesehatan wanita.
Strategi Gerakan Agraria Organisasi Lidah Tani dalam Wacana Perhutanan Sosial di Randublatung Naufal Achmad; Theofilus Apolinaris Suryadinata
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p25-37

Abstract

Konflik kepentingan atas kawasan hutan mendorong negara untuk mengimplementasikan skema Perhutanan Sosial, yang terus bertransformasi dari program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) menjadi Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Dinamika pengelolaan hutan ini memicu kemunculan Organisasi Lidah Tani, sebuah poros gerakan yang mengadvokasi hak atas tanah dan kesejahteraan petani melalui wacana agraria populis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perhutanan sosial di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, serta strategi gerakan agraria yang digunakan oleh Organisasi Lidah Tani dalam menuntut akses lahan yang berkeadilan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 3 perwakilan Organisasi Lidah Tani, 3 Organisasi Petani lainnya di Randublatung, 3 Pegawai Perhutani, 3 Anggota LSM ARuPA, dan 3 kriteria bebas yang terlibat dalam wacana agraria di Randublatung, observasi, serta dokumentasi, penelitian ini menggunakan Teori Analisis Wacana Laclau dan Mouffe: Titik Simpul (Nodal Point), Artikulasi, Rantai Ekuivalensi (Chain of Equivalence), Logika Perbedaan (Logic of Difference), dan Antagonisme sebagai kerangka teoretisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi program perhutanan sosial berdampak signifikan terhadap pergeseran tuntutan petani, yang pada gilirannya memengaruhi proses artikulasi gerakan Organisasi Lidah Tani. Kesimpulannya, dinamika program perhutanan sosial tersebut telah menyebabkan wacana dan gerakan Organisasi Lidah Tani saat ini kehilangan posisi hegemonik yang pernah dipegangnya pada fase awal.
Collective Identity Formation in Campus-Based Sexual Violence Prevention: : A Case Study of Girl Up UNS Rizky Azzahra Amallia; Siany Indria Liestyasari
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p52-59

Abstract

This study analyzes the process of collective identity formation in Girl Up UNS as the foundation for sustaining sexual violence prevention efforts on campus, viewed through Alberto Melucci's New Social Movement theory. It employed a qualitative approach with a case study design. Ten informants were selected through purposive sampling, including the founder, former core board members (2022–2025), and active board members from various divisions. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, non-participant observation of regular Bi-Weekly Meetings and campaign activities, and analysis of organizational documents from 20222025. Data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through technique and source triangulation. Findings show Girl Up UNS's collective identity forms through an ongoing negotiation process. Collective identity underpins the organization's sexual violence prevention education programs, while interactions and value negotiations during these activities continually strengthen and sustain that identity. Activism through gender literacy education, hotline services, and policy advocacy also challenges campus culture and bureaucracy. The study's novelty lies in the mutually reinforcing relationship between collective identity and collective action: identity drives action, while repeated action continues to build, strengthen, and sustain Girl Up UNS's collective identity as a student movement.
Self-Control dan Adiksi Konten Boys' Love di Tiktok pada Mahasiswa Indonesia:: Studi Fenomenologi Alya Kamilia; Mamat Supriatna; Dodi Suryana
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p76-87

Abstract

Peningkatan intensitas penggunaan platform TikTok di kalangan mahasiswa Indonesia berdampak pada meningkatnya konsumsi konten Boys' Love (BL), yaitu genre fiksi romantis sesama jenis yang berakar dari tradisi manga Jepang. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait perilaku adiktif dan kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan konsumsi konten digital, mengingat platform TikTok dirancang dengan arsitektur algoritmik yang secara sengaja memaksimalkan keterlibatan pengguna melalui mekanisme reward dopaminergik berulang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengalaman mahasiswa dalam mengonsumsi konten BL di TikTok beserta indikator adiktifnya; (2) menganalisis fungsi dan bentuk-bentuk self-control yang diterapkan mahasiswa; serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat kemampuan pengendalian diri. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan mahasiswa aktif pengguna TikTok yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15 berdasarkan hasil temuan wawancara, melalui proses koding dan kategorisasi hingga terbentuknya tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konten BL memperlihatkan sejumlah indikasi kecenderungan perilaku adiktif yang meliputi dominasi konten pada For You Page (FYP) algoritmik, modifikasi suasana hati, gangguan pada pola tidur dan produktivitas akademik, serta pola kekambuhan. Self-control mahasiswa menjalankan tiga fungsi utama: preventif melalui modifikasi lingkungan digital, kuratif melalui penetapan jadwal dan pengalihan aktivitas, serta kompensatoris melalui regulasi konsumsi berbasis porsi. Faktor penghambat utama adalah arsitektur algoritmik TikTok, fungsi koping emosional konten BL, dan keterikatan identitas sosial dalam komunitas fandom. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya intervensi bimbingan dan konseling berbasis penguatan literasi digital kritis, manajemen tujuan yang bersaing, serta pengembangan strategi koping alternatif yang sehat.
Ekofeminisme Kultural dan Pewarisan Kearifan Lokal Obat Herbal Tradisional pada Perempuan Jawa: : Studi Kasus Lintas Generasi di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung Zidane Arrosyid; Eufrasia Kartika Hanindraputri; FX Sri Sadewo; Febriandita Tedjomurti
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p38-51

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik pewarisan kearifan lokal obat herbal tradisional (jamu) melalui lensa ekofeminisme kultural. Riset kualitatif ini mengaplikasikan pendekatan observasional etnometodologi. Pengumpulan data dilakukan pada periode Maret-April 2026 di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, yang melibatkan lima informan perempuan Jawa dari tiga generasi berbeda melalui teknik purposive sampling. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada ruang domestik dan komunitas, seperti dapur, pekarangan, dan pasar tradisional. Hasil analisis wacana secara teoritis menunjukkan tiga temuan utama: pertama, perempuan Jawa diposisikan sebagai otoritas kesehatan domestik yang legitimasinya dibangun melalui bahasa keseharian dan praktik perawatan lintas generasi. Kedua, pengetahuan jamu diwariskan sebagai pengetahuan yang menubuh (embodied knowledge) melalui jalur lisan, keteladanan praktik, dan ritual siklus hidup, dengan dapur dan pekarangan berfungsi sebagai infrastruktur epistemik bagi perempuan dalam mengelola biodiversitas rumah tangga. Ketiga, dalam menghadapi modernisasi medis dan tekanan ekologis, informan mengembangkan strategi hibrida dengan mengombinasikan jamu dan pengobatan modern serta merekontekstualisasikannya sebagai bagian dari praktik wellness tanpa meniadakan otoritas generasi tua. Kajian ini memperlihatkan bagaimana pewarisan tersebut menjadi bentuk negosiasi pengetahuan dan perlawanan kultural harian guna menjaga otonomi kesehatan domestik.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 2 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 1 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 9 No. 2 (2024): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 9 No. 1 (2024): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 8 No. 2 (2023): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 8 No. 1 (2023): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 7 No. 2 (2022): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 7 No. 1 (2022): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 6 No. 2 (2021): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 6 No. 1 (2021): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 5 No. 2 (2020): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 5 No. 1 (2020): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 4 No. 2 (2019): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 4 No. 1 (2019): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 3 No. 2 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 3 No. 1 (2018): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 2 No. 2 (2017): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 2 No. 1 (2017): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol. 1 No. 2 (2016): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 1 No. 1 (2016): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis More Issue