cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpg.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpg.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : 08539251     EISSN : 2527628X     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published two times a year in January and June. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi provides scientific papers on Education and Geography both in Indonesian and English. A paper published in Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi are result of research, conceptual and literature review. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published by the Department of Geography Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Journal publishing in print (since 1995) namely PENDIDIKAN GEOGRAFI: KAJIAN, TEORI, DAN PRAKTEK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN ILMU GEOGRAFI. Since 2015, it is equipped with ISSN 0853-9251 (print) and 2527-628X (online).
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
KDT Betty Masruroh
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 23, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.925 KB)

Abstract

KDT betty masruroh
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 23, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.925 KB)

Abstract

Minat belajar geografi siswa SMA Negeri Se-Kabupaten Bangka Arvina Meyzilia; Darsiharjo Darsiharjo; Mamat Ruhimat
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.015 KB)

Abstract

Geography is one of the oldest branch in natural sciences but people's understanding is still low. This is also evidenced by the results of the national geography examination (UN) of students which are still relatively low compared to the national average. This study aims to determine the learning interest and geography learning difficulties of public high school students in Bangka Regency. This research is quantitative descriptive. The research respondents were all geography teachers in all public high school and 214 students grade XII in 2018. The data collection techniques used were documentation and questionnaires. Documentation is used to obtain data on the number of students who choose geography specialization subjects in 2018 National Examination. Questionnaires are used to obtain data on geography material that is considered difficult by students. In addition, questionnaires are also used to obtain data about material that is difficult and easy to teach by teachers to students. The results showed that the geography learning interest of social studies students in grade XII of the public high school in Bangka Regency was very low. 22.22% of students' interest in geography subjects has been categorized as high, 11.11% are moderate, and 66.67% are very low. Students believe geography material covers very wide area so that they feel very hard to be understood. So that geography teachers better implementing several media and appropriate learning method in order to improve understanding among students.Geografi merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berumur tua namun pemahaman masyarakat masih rendah. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil Ujian Nasional (UN) geografi siswa masih tergolong rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar dan kesulitan belajar geografi siswa SMA Negeri Se-Kabupaten Bangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Responden penelitian yaitu seluruh guru geografi di SMA Negeri se-Kabupaten Bangka dan 214 siswa kelas XII IPS di SMA Negeri se-Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah dokumentasi dan angket. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai jumlah siswa yang memilih mata pelajaran peminatan geografi dalam UNBK tahun 2018. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai materi geografi yang dianggap sulit oleh siswa. Selain itu angket juga digunakan untuk memperoleh data mengenai materi yang sulit dan mudah diajarkan oleh guru kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan dari 214 responden hanya 42 siswa yang menyatakan tertarik dengan pembelajaran geografi. Rata-rata siswa menganggap materi geografi terlalu luas dan sulit untuk dipelajari secara mendalam. Berikut ini materi geografi yang dianggap sulit oleh siswa; Sistem Informasi Geografis, Penginderaan Jauh, Materi yang berhubungan dengan hitungan (skala, jarak, demografi), Litosfer, Geosfer, dan Tatasurya. Materi yang sulit dijelaskan guru kepada siswa adalah; Penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Dasar-dasar geografi. Kendala guru geografi dalam menjelaskan materi adalah kekurangan media pembelajaran yang memadai dan waktu pembelajaran.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p025
KDT betty masruroh
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.925 KB)

Abstract

Acknowledment betty masruroh
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 23, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.881 KB)

Abstract

KDT r r
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Factors affecting land transfer function and its impact on farmers' income in Srigading Village, Sanden Sub-district, Bantul Regency Wenang Anurogo; Muhammad Zainuddin Lubis; Hanah Khoirunnisa
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.111 KB)

Abstract

Coastal area is a specific area where the region can be used as a tourist area, settlements, and agriculture. Some forms of utilization in the field of agriculture, among others, is farming of paddy fields or fishery ponds. As is the case along the southern coast of the Special Territory of Yogyakarta. Coastal residents of Bantul and Kulon Progo districts utilize coastal land as dryland farming and fishery ponds. This study aims to determine the effect of land use change in the Srigading Village (especially for the conversion of shrimp ponds) to the farmers' income in the Village. This research uses the tools of remote sensing technology to identify land use change that happened in the research area and combine with interview result data to know earnings difference from a farmer. The result of the analysis shows that land use in the coastal area of Srigading Village, Sanden Sub-District, Bantul Regency, before being used as shrimp pond is dominated by agricultural land and garden/moor. There are also settlements, and bodies of water contained in the study area. Land in the form of gardens/moor and agricultural land is a land that has the potential to switch function to shrimp farms as long as get enough brackish water supply. The distance is quite close to the beach and the river makes the land is very potential to switch functions into ponds. The results of the analysis also showed that farmers' income before and after shrimp farming in Srigading village experienced an average increase of almost 50%.Kawasan pesisir merupakan wilayah yang berpotensi mengalami perubahan penggunaan lahan. Penduduk pesisir Kabupaten Bantul dan Kulon Progo memanfaatkan lahan pesisir sebagai pertanian lahan kering dan kolam perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan di Desa Srigading (terutama untuk konversi tambak udang) terhadap pendapatan petani di desa. Penelitian ini menggunakan alat teknologi penginderaan jauh untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian dan digabungkan dengan data hasil wawancara untuk mengetahui perbedaan pendapatan dari petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lahan di wilayah pesisir Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, sebelum digunakan sebagai tambak udang didominasi oleh lahan pertanian dan kebun/tegalan. Ada juga pemukiman, dan area air yang terdapat di wilayah studi. Kebun/tegalan dan lahan pertanian adalah lahan yang berpotensi untuk beralih fungsi ke tambak udang selama mendapat pasokan air payau yang cukup. Jaraknya yang cukup dekat dengan pantai dan sungai menjadikan tanah sangat potensial untuk beralih fungsi menjadi kolam. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pendapatan petani sebelum dan sesudah budidaya udang di desa Srigading mengalami peningkatan rata-rata hampir 50%.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p034
Kajian hidrogeomorfologi pada DAS orde 0 (nol) di Dusun Brau Kota Batu Ferryati Masitoh; Alfi Nur Rusydi; Ilham Diki Pratama
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.748 KB)

Abstract

This study aims to obtain an overview of hydrogeomorphological conditions in Zero Order Basin in Brau Village. Quantitative approaches are used by using primary and secondary data sources. Primary data includes: geomorphological, geological, and hydrological conditions. Secondary data used is Topographic Map data. The result of the study was in the form of a hydrogeomorphology of Zero Order Basin in Brau Village. Steep topography causes landslides, and water flows down gravitatively along the slope. The process of sedimentation occurs in a narrow depression zone located around seepage and springs. Tuffs and breccias (with cracks) cause high both porosity and permeability. Surface flow is not visible, but the baseflow occurs over the year. The baseflow that comes out as seepage and spring, is located in the bending area of the slope which has a narrow depression zone. The springs belt is formed at an elevation of 1,120-1,140 masl. The main function of Zero Order Basin in Brau Village is to accumulate water to form a complex river network system.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi hidrogeomorfologi pada DAS Orde 0 (Nol) di Dusun Brau. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer mencakup: kondisi geomorfologi, geologi, dan hidrologi. Data sekunder yang digunakan adalah data Peta Topografi. Hasil kajian berupa deskripsi hidrogeomorfologi DAS Orde 0 (Nol) di Dusun Brau. Topografi curam mengakibatkan terjadinya longsor dan air mengalir secara gravitatif menuruni lereng. Proses sedimentasi terjadi pada zona depresi sempit di sekitar rembesan dan mata air. Tuff dan breksi (dengan retakan) menyebabkan tingginya porositas dan permeabilitas. Aliran permukaan tidak nampak, tetapi aliran dasar terjadi sepanjang tahun. Aliran dasar yang keluar sebagai rembesan dan mata air, berada pada daerah tekuk lereng yang memiliki zona depresi yang sempit. Sabuk mata air terbentuk pada elevasi 1.120–1.140 mdpl. Fungsi utama DAS Orde 0 (Nol) di Dusun Brau yaitu untuk mengakumulasikan air sebelum terbentuknya sistem jaringan sungai yang lebih kompleks.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i22019p073
Multiple ring buffer untuk mengetahui aksesibilitas fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat masyarakat kecamatan prambanan Eka Septiyaningsih; Muhammad Rizal Pahleviannur; Nabila Kinthen; Mulyani Mulyani; Else Nungky Delisa Putri; Alfi Okta Syahputra
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.912 KB)

Abstract

The development of a region is closely related to the availability of facilities and infrastructure, especially those used as drivers of the economy, education, and health. Good natural resources and human resources in a region will serve as a center of development, one of them is the development of accessibility of health service. The purpose of the research was to determine the effect of health facilities on a healthy lifestyle and to establish a good standard of healthy living in Prambanan Sub-district. The research method used is a quantitative and descriptive method, the data collected using the questionnaire research instrument. The population in this research is the whole plot of residential buildings which amounted to 20,943 buildings with a sample of 2,235 respondents. Respondent data which included in the sample will be input into a multiple ring buffer map to distinguish the healthy lifestyle of the peoples with accessibility criteria for 1.5 km residential area. The result of the research is known the healthy lifestyle of the peoples in Prambanan Sub-district can be distinguished with accessibility criteria of settlement area within 1.5 km and outside 1.5 km. A healthy lifestyle is divided into 2 types, type 1 includes the benefits of drinking water, a good time to eat, waste and cleaning food. Type 2 includes cleaning up the living environment, draining the tub, washing hands with soap and sports. Peoples within the 1.5 km area are understood about a healthy lifestyle with a percentage of 60% and because they have better accessibility than peoples outside the 1.5 km area. Peoples who are not within the 1.5 km area are less understand about a healthy lifestyle with the percentage of 28% and because they have less accessibility than peoples within the 1.5 km area.Perkembangan suatu wilayah sangat terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana, khususnya yang digunakan sebagai penggerak perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang baik di suatu wilayah akan berfungsi sebagai pusat perkembangan, salah satunya perkembangan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh fasilitas kesehatan terhadap pola hidup sehat dan membentuk standar hidup sehat masyarakat yang baik di Kecamatan Prambanan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian berupa angket berisikan daftar pertanyaan atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh persil bangunan pemukiman yang berjumlah 20.943 bangunan dengan sampel sebanyak 2.235 responden. Data responden yang termasuk ke dalam sampel akan dimaksukan ke dalam peta multiple ring buffer untuk dibedakan  pola hidup sehat  masyarakat dengan kriteria aksesibilitas daerah permukiman 1,5 km. Hasil penelitian diketahui pola hidup sehat masyarakat Kecamatan Prambanan dapat dibedakan dengan kriteria aksesibilitas daerah pemukiman dalam 1,5 km dan diluar 1,5 km. Pola hidup sehat dibedakan menjadi 2 tipe, tipe yang pertama meliputi manfaat minum air putih, waktu makan yang baik, membuang sampah, dan kebersihan makanan. Tipe yang kedua meliputi lingkungan tempat tinggal, menguras bak mandi, mencuci tangan dengan sabun, dan olahraga. Masyarakat yang masuk dalam wilayah 1,5 km paham akan pola hidup sehat dengan persentase 60% dan karena mereka memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang lebih baik daripada masyarakat di luar wilayah 1,5 km. Masyarakat yang tidak masuk dalam wilayah 1,5 km kurang paham tentang pola hidup sehat dengan persentase 28% dan memiliki aksesibilitas keterjangkauan yang kurang baik daripada masyarakat di dalam wilayah 1,5 km.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p042
Analysis of carrying capacity and land suitability in Kenjeran Coastal Area, Bulak Sub Regency, Surabaya City, East Java Zulqi Fahreza Akbar; Rudianto Rudianto; Andik Isdianto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.324 KB)

Abstract

Beach tourism is an activity that spends time while feeling the beauty of the atmosphere around the beach. The city of Surabaya has one of the most attractive natural tourist destinations and is located on the Kenjeran beach in the eastern part of Surabaya. This beach tourism activity can cause water pollution due to waste from tourism activities and can cause damage to coastal ecosystems. The purpose of this study is to determine the value of the Land Suitability Index and the value of carrying capacity of the land as a beach tourism. The method used in this study was to measure water quality, measure grain size of sediments, observe criteria for objects and tourist attractions, and conduct interviews. The results of this study indicate that of the 4.3 hectares of the Kenjeran Beach Conformity Index value for the coastal tourism category a score of 47.8% was obtained in the S3 category. This category includes having more limiting factors to fulfill. These factors will have an impact on reducing tourist satisfaction for tourism. This Kenjeran Beach has a maximum value with regional carrying capacity that can accommodate 2,580 people per day for 9 hours.Wisata pantai adalah kegiatan yang menghabiskan waktu sambil merasakan keindahan suasana di sekitar pantai. Kota Surabaya memiliki salah satu tujuan wisata alam yang paling menarik dan terletak di pantai Kenjeran di bagian timur Surabaya. Kegiatan wisata pantai ini dapat menyebabkan pencemaran air karena limbah dari kegiatan pariwisata dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai Indeks Kesesuaian Lahan dan nilai daya dukung lahan sebagai wisata pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengukur kualitas air, mengukur ukuran butiran sedimen, mengamati kriteria untuk objek dan tempat wisata, dan melakukan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4,3 hektar nilai Indeks Kesesuaian Pantai Kenjeran untuk kategori pariwisata pantai diperoleh skor 47,8% dalam kategori S3. Kategori ini termasuk memiliki faktor pembatas yang lebih banyak untuk dipenuhi. Faktor-faktor ini akan berdampak pada pengurangan kepuasan wisatawan untuk pariwisata. Pantai Kenjeran ini memiliki nilai maksimum dengan daya dukung regional yang dapat menampung 2.580 orang per hari selama 9 jamDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i12019p052

Page 7 of 15 | Total Record : 149