cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
STUDI KEBIASAAN MAKANAN IKAN BARONANG LINGKIS Siganus canaliculatus DI KEPULAUAN TANAKEKE TAKALAR SULAWESI SELATAN Selviani Selviani; Irma Andriani; Eddy Soekendarsi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v3i1.4383

Abstract

Penelitian studi kebiasaan makanan Ikan Baronang Lingkis Siganus canaliculatus di Kepulauan Tanakeke Takalar Sulawesi Selatan telah dilakukan pada bulan Februari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan Baronang Lingkis berdasarkan habitat aslinya yaitu di Takalar Sulawesi Selatan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 10 ekor. Sampel dibedah pada bagian  belakang operculum dan menuju bagian dasar perut lalu sistem pencernaanya dipisahkan kemudian diawetkan dengan menggunakan formalin 1%. Kemudian alat pencernaan dibedah lalu dikerik dan dikeluarkan semua isinya. Selanjutnya isi pencernaan diidentifikasi hingga tingkat spesies menggunakan referensi indentifikasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis makanan yang ditemukan adalah alga, lamun, crustacea dan detritus atau sisa makanan yang sulit teridentifikasi dan pasir. Hasil perhitungan nilai Indek preponderance (IP), diperoleh nilai tertinggi pada alga yaitu 58,3%, lamun 20,5%, detritus 20,5% dan  crustacea  0,06%.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan baronang lingkis di kepulauan Tanakeke mempunyai kebiasaan memakan alga yang utama, lamun dan destritus sebagai tambahan dan crustacea makanan pelengkap.Kata kunci : Tanakeke, Ikan Baronang, Kebiasaan Makanan
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN JERUJU Acanthus ilicifolius TERHADAP Artemia salina Leach. Eva Johannes; Sjafaraenan Sjafaraenan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1974

Abstract

Jeruju Acanthus ilicifolius adalah tumbuhan mangrove yang memiliki berbagai potensi dalam bidang pangan dan kesehatan. Untuk dikembangkan sebagai tanaman obat perlu dilakukan penelitianlebih lanjut tentang bioaktivitas ekstrak daun jeruju terhadap A. Salina sebagai uji awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun A.illicifolius terhadap artemia salina L. Pengambilan sampel di Karst Ramang Ramang Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Uji toksisitas dilakukan di lakukan di laboratorium Biokimia Departemen Kimia Fakultas MIPA Unhas, dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil yang diperoleh ekstrak daun jeruju A. ilicifolius memiliki bioaktivitas  tinggi dengan nilai LC50 = 7,56µg/mL. Diharapkan jeruju A. Ilicifolius dapat dikembangkan sebagai tanaman obat yang memiliki potensi dalam mengobati penyakit.Kata kunci : toksisitas, ekstrak, Jeruju Acanthus ilicifolius, Artemia salina Leach
AKTIVITAS UJI ANTIMITOTIK SENYAWA ASAM HEKSADEKANOAT ISOLAT DARI HYDROID Aglaophenia cupressina Lamoureoux PADA CLEAVAGE BULU BABI Tripneustes gratilla Linn Sjafaraenan Sjafaraenan; Eva Johannes
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v1i1.1064

Abstract

AbstrakStudi tentang aktivitas antimitotik senyawa asam heksadekanoat isolat dari hydroid Aglaopehenia cupressina Lamoureoux pada cleavage bulu babi Tripneustes gratilla Linn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senyawa bioaktif asam heksadekanoat dari hydroid Aglaopehenia cupressina Lamoureoux pada cleavage bulu babi Tripneustes gratilla Linn. Metode yang digunakan adalah metode uji aktivitas antimitotik senyawa asam heksadekanoat pada cleavage bulu babi Tripneustes gratilla Linn. pada konsentrasi 1, 10, dan 100 µg/ml dengan kontrol positif vinkristin pada konsentrasi 0.01, 0.1, dan 1 µg/ml setelah fertilisasi penghambatan tertinggi terjadi pada konsentrasi 100 µg/ml yaitu 66,66 %. Kemudian setelah dihitung dengan analisis probit, asam heksadekanoat memiliki IC50 sebesar 22,076 µg/ml yang memiliki kesamaan sifat antimitotik dengan vinkristin yang memiliki IC 50 sebesar 0,219 µg/ml. Sehingga asam heksadekanoat isolat dari hydroid Aglaopehenia cupressina Lamoureoux berpotensi untuk dijadikan bahan dasar anti kanker
GENERA KARANG KERAS DI PULAU BARRANG LOMPO DAN BONE BATANG BERDASARKAN METODE IDENTIFIKASI CORAL FINDER Wahyulfatwatul UAS; Magdalena Litaay; Dody Priosambodo; Willem Moka
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i2.2854

Abstract

Penelitian tentang “Genera Karang Keras Di Pulau Barranglompo Dan Bonebatang Berdasarkan Metode Identifikasi Coral Finder” telah dilakukan pada bulan Januari hingga April 2016. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi genera karang keras yang ada di Pulau Barranglompo dan Pulau Bonebatang. Pengambilan data dilakukan dengan metode “Line Intercept Transect (LIT)”, di sisi selatan, barat dan utara masing – masing pada kedalaman 3 dan 10 m. Penentuan genera karang dilakukan berdasarkan metode identifikasi Coral Finder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 3 m genera karang yang ditemukan di Pulau Bonebatang (31 genera) lebih banyak dibandingkan dengan Pulau Barranglompo (24 genera). Kondisi sebaliknya ditemukan pada pada kedalaman 10 m jumlah genera karang di Pulau Barranglompo (29 genera) lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bonebatang (27 genera). Genera yang paling umum ditemukan pada kedalaman 3 m di Barranglompo yaitu Acropora, Fungia,dan Porites. Sedangkan di Pulau Bonebatang ditemukan pada genera Ctenactis, Fungia, Pachyseris danPorites. Pada kedalaman 10 m, genera karang yang paling dominan di Pulau Barranglompo adalah Acropora dan Fungia. Sedangkan di Pulau Bonebatang didominasi olehAcropora, Fungia, dan Seriatopora. Dampak antropogenik di Pulau Barranglompo didominasi oleh pembuangan sampah sedangkan Pulau Bonebatang dipengaruhi oleh aktifitas pengeboman ikan. Kata Kunci: Genera Karang, Coral Finder Pulau Barranglompo, Pulau Bonebatang, Spermonde.
PENGARUH PRA PERLAKUAN SEBELUM PENGERINGAN SINAR MATAHARI DARI KULIT BUAH KAKAO TERHADAP KADAR KOMPONEN FENOLIK DALAM EKSTRAK Sartini Sartini; Rangga M Asri; Ismail Ismail
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1491

Abstract

Kulit buah kakao merupakan limbah utama dari pengolahan biji kakao yang kaya akan senyawa golongan fenolik. Senyawa-senyawa ini memiliki implikasi yang menguntungkan bagi kesehatan, tetapi mudah teroksidasi selama proses pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pra perlakuan sebelum  pengeringan di bawah sinar matahari  terhadap total fenolik, tannin, dan flavonoid dari ekstrak kulit buah kakao yang dihasilkan. Kulit buah kakao sebelum dikeringkan diberi 3 perlakuan: direndam dalam larutan asam sitrat 1 %, larutan metabisulfit 0,5 % , dan tanpa pra perlakuan. Kulit buah kakao tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari dengan ditutup kain hitam dan tanpa ditutup kain hitam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) dari perlakuan yang dilakukan terhadap kadar total polifenol, tannin, dan  flavonoid dari ekstrak kulit buah kakao. Pra perlakuan sebelum pengeringan yang direkomendasikan untuk menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid  yang  tinggi  adalah kulit buah kakao yang direndam sebelumnya dengan larutan sodium metabisulfit 0,5 % selama 15 menit sebelum dikeringkan di bawah sinar matahari. Kata kunci : pra perlakuan, pengeringan matahari,  kadar fenolik, kulit buah kakao 
JENIS-JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT DESA YANIM DAN BRASO DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA Sophia Marcelina Yansip; Elis Tambaru; Muhtadin Asnady Salam
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i2.2027

Abstract

Penelitian jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional di masyarakat Desa Yanim dan Braso, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 – Januari 2017, yang bertujuan untuk mengetahui  jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura. Identifikasi sampel tumbuhan dilakukan di Laboratorium Botani, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Jenis penelitian ini adalah eksploratif yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan metode jelajah Cruised method, sedangkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal yang berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa desa setempat adalah  57 jenis tumbuhan dari 35 Familia dan 2 Classis yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa Yanim yaitu 30 jenis dan di Desa Braso 55 jenis. Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (66,7%) dan yang paling sedikit adalah biji (1,78%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak dilakukan dengan cara direbus (71,4%) dan paling sedikit dengan cara dikunyah (3,57%) dan diremas-remas (3,57%).
JENIS-JENIS JAMUR BASIDIOMYCETES FAMILIA POLYPORACEAE DI HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BENGO-BENGO KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS Elis Tambaru; Asadi Abdullah; Nur Alam
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v1i1.1086

Abstract

Jamur Basidiomycetes dari Familia Polyporaceae di hutan Pendidikan UniversitasHasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berbagai jenis jamur Basidiomycetes makroskopis Familia Polyporaceae tumbuh di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros.Penelitian ini digunakan metode jelajah (Cruise Method) sedangkan dalam identifikasi dan deskripsi specimen jamur digunakan deskriptifeksploratif. Pengambilan sampel dibagi menjadi 5 stasiun. Hasil penelitian ditemukan Familia Polyporaceaeada 18 species: Amylosporus campbellii, Laetiporus cincinnatus, Microporus affinis, Microporellus obovatus, Microporus xanthopus, Panus strigellus, Polyporus arcularius, Polyporussp., Polyporus brumalis, Polyporus varius, Polyporusdermoporus, Polyporus versicolor, Pycnoporus cinnabarinus, Trametes sp., Trametes spp.,Trametes suaveolens, Trametes versicolor, dan Ganoderma aplanatum.Kata Kunci: Jamur,Basidiomycetes, Polyporaceae, Maros
KARAKTERISTIK FENOTIPIK DAN PENGELOMPOKAN GALUR JAGUNG PULUT HIBRIDA Zea mays L. Indo Tenri Ampa; Hj. Juhriah; Muhammad Azrai; Hj. Andi Masniawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i2.3097

Abstract

Penelitian tentang Karakteristik Fenotipik dan Pengelompokan Galur Jagung Pulut Hibrida Zea mays L. telah dilaksanakan pada bulan Januari 2016 sampai bulan April 2016 di Balai Penelitian Tanaman Sereal, Maros. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fenotipik galur jagung pulut hibrida dan membuat pengelompokan berdasarkan kesamaan fenotipiknya yang berdasarkan pada 31 perameter pengamatan. Penelitian disusun dalam metode Rancangan Acak Kelompok dengan 7 Perlakuan dan 3 ulangan dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm. pengamatan dilakukan pada 31 karakter fenotipik, variable yang diamati ada beberapa yaitu pada daun, batang, malai, tongkol dan tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Analisis of Variansi. Hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 14 karakter yang dianalisis ada 4 karakter yang tdak berbeda nyata dan 10 karakter berbeda nyata. Analisis selanjutnya diolah menggunakan program Numerical Taxonomy System (NTSYS) dengan hasil berupa koefisien kesamaan fenotipik dan dendogram yang menunjukkan pengelompokan antara seluruh aksesi yang diteliti. Hasil menunjukkan adanya dua kelompok berdasarkan  kesamaan fenotipik 0,70 dan galur G2 dan G3 memiliki tingkat koefisien kesamaan tertinggi yaitu 0,80.Kata kunci : jagung pulut, hibrida, karakteristik fenotipik 
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE ASOSIASI DI SEKITAR AREA TAMBAK DESA BALANDATU KEPULAUAN TANAKEKE KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Riska Annisa; Dody Priosambodo; Muhtadin Asnadi Salam; Slamet Santosa
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1496

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas mangrove asosiasi di sekitar area tambak telah dilakukan pada bulan Mei-Desember 2016 di Desa Balandatu Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kerapatan, frekuensi, penutupan, INP, SDR (Standard Dominance Rasio), dan penyebaran mangrove asosiasi di daerah tersebut, serta membandingkan struktur komunitas mangrove asosiasi di daerah tambak dan non tambak. Pengambilan dilakukan dengan metode purposive sampling menggunakan transek sabuk di daerah tambak dan transek kuadrat di daerah non tambak. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif untuk mendapatkan nilai SDR (Standard Dominance Rasio). Data penyebaran spesies dihitung berdasarkan Indeks Morisita. Dari hasil pengambilan data diperoleh 36 spesies mangrove asosiasi dari 22 familia, terdiri dari 11 spesies (7 familia) di daerah tambak dan 26 spesies (19 familia) di daerah non tambak. Nilai SDR tertinggi dari 5 stasiun di daerah tambak terdapat di stasiun 1 ditemukan pada rumput Fimbristylis cymosa dengan nilai 100%, sedangkan di daerah non tambak nilai SDR tertinggi ditemukan di stasiun 3 pada semak Kirinyu Eupatorium odoratum dengan nilai 75,48 %.  Mangrove asosiasi umumnya memiliki pola penyebaran mengelompok. Dapat disimpulkan bahwa mangrove assosiasi di daerah non tambak dan tambak memiliki struktur komunitas berbeda dengan penyebaran mengelompok. Kata kunci: Struktur komunitas, mangrove asosiasi, Desa Balandatu, Tanakeke, Sulawesi Selatan
ANALISIS KERAGAMAN JENIS SERANGGA PREDATOR PADA TANAMAN PADI DI AREAL PERSAWAHAN KELURAHAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Sri Ervina Azima; Syahribulan Syahribulan; Syilvia Sjam; Slamet Santosa
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i2.2042

Abstract

Analisis Keragaman Jenis Serangga Predator pada Tanaman Padi di areal Persawahan  Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Serangga predator merupakan salah satu agen pengendali hayati yang dapat menekan laju populasi hama di ekosistem persawahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman serangga predator yang hidup di areal persawahan Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Penentuan lokasi serangga dengan metode transek garis yang dibagi kedalam lima plot. Sampling serangga dilakukan dengan metode pengamatan visual, jaring ayun  dan perangkap lampu. Hasil penelitian diperoleh 11 spesies serangga predator yang termasuk kedalam 8 famili dan 5 ordo. Jenis serangga predator yang diperoleh mayoritas kumbang koksi, yaitu Menochilus sp. (42,03%) dan Micraspis sp. (16,48%) (Coccinelidae), Serangga yang paling sedikit yaitu Brachytemis sp. (1,37%) (Libellulidae). Hasil penelitian diperoleh nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) serangga predator sebesar 1,82 artinya keanekaragaman jenis serangga predator di areal persawahan ini tergolong rendah.Kata kunci : Serangga predator, Tanaman padi, Keragaman jenis        

Page 2 of 22 | Total Record : 219