cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
KANDUNGAN KOLAGEN SISIK IKAN BANDENG Chanos-chanos DAN SISIK IKAN NILA Oreochromis niloticus Nurhidayah B; Eddy Soekendars; Andi Evi Erviani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6341

Abstract

Kolagen adalah protein serat yang memberikan kekuatan dan kelenturan pada jaringan tulang dan memainkan peran penting dalam jaringan lain, termasuk kulit dan tendon. Protein kolagen dapat ditemukan di bagian tubuh ikan yang tidak digunakan seperti sisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kolagen dalam sisik ikan bandeng Chanos-chanos dan sisik ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian dilakukan dalam empat tahap, yaitu deproteinisasi, hidrolisis, ekstraksi dan freeze drier dengan analisis proksimat. Hasil rendemen kolagen sisik ikan bandeng hampir sama dengan rendemen kolagen sisik ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kolagen sisik bandeng adalah 0,3% sedangkan kolagen sisik ikan nila adalah 0,29%. Dari hasil analisis proksimat diperoleh kadar kolagen yang cukup baik pada kolagen sisik ikan nila dengan kadar abu 20,15% SNI ≤ 1%, kadar air SNI 19,05 ≤ 12%, kadar protein SNI 53,01 ≤ 75%, kadar lemak 0,48% dan kadar karbohidrat dari 7,3%. Kata kunci: Kolagen, sisik ikan, nila, bandeng.
Suhu dan Kelembaban Berdampak Pada Produktivitas Serasah Basah Vegetasi Dominan di Lahan Bera Womnowi Distrik Sidey, Manokwari Papua Barat Slamet Arif Susanto; Heru Joko Budirianto; Agatha Cecilia Maturbongs
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.5965

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur produktivitas serasah basah dari vegetasi dominan bergantung pada suhu dan kelembaban relatif di lahan bera Womnowi Distrik Sidey Manokwari. Kami menggunakan perangkap serasah berukuran 1 m x 1 m dari mesh 25 cm2 -1 dan dipasang selama bulan Maret hingga Mei 2018. Setiap minggu serasah diambil dan ditimbang di lapangan, selanjutnya diukur suhu dan kelembaban relatif di tiga titik berbeda. Analisis data menggunakan Ms. Excel 2007 dan SPSS 23.0 untuk menginterpretasikan data. Produktivitas serasah basah dapat diinterpolasikan dengan suhu dan kelembaban relatif, sehingga menjelaskan kontrol faktor lingkungan. Berdasarkan uji beda nyata terkecil (BNT) 5% tiga jenis vegetasi dominan memiliki rerata produktivitas serasah: Pometia pinnata Forst. & Forst. 24.59 ± 17.01 g m2 -1 minggu-1, Dracontomelon dao (Blanco.) Merr. et Rolfe. 42.09 ± 19.17 g m2 -1 minggu-1, dan Octomeles sumatrana Miq. 40.14 ± 15.28 g m2 -1 minggu-1 berbeda signifikan. Meskipun penelitian ini hanya berlangsung selama 12 minggu, model produktivitas serasah basah dapat digunakan untuk menduga produktivitas serasah per tahun. Produktivitas serasah basah merupakan salah satu ‘proses alami’, akan tetapi memiliki peran yang signifikan pada: kimia tanah, penahan air tanah, konservasi tanah, dan dapat digunakan untuk menentukan produktivitas lahan bera.
RESPON KINETIN DAN TIPE EKSPLAN JABON MERAH (Antocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil) SECARA IN VITRO Putriana Putriana; Gusmiaty Gusmiaty; Restu M; Musriati Musriati; Aida N
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6363

Abstract

Keberhasilan kultur jaringan dipengaruhi oleh jenis atau tipe eksplan dan penambahan zat pengatur tumbuh. Kinetin (6-furfurylaminopurine) merupakan zat pengatur tumbuh golongan sitokinin yang banyak digunakan dalam kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kinetin dan tipe eksplan terhadap pembiakan in vitro jabon merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetin 7 ppm memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan daun dan akar. Tipe eksplan bagian pucuk merupakan bagian terbaik digunakan untuk pembiakan in vitro. Keyword : Antocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil, kinetin, in vitro, tipe eksplan
Pertumbuhan Chlorella sp. Pada Beberapa Kombinasi Media Kultur Rimba Boroh; Magdalena Litaay; Muh Ruslan Umar; Ambeng Ambeng
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6759

Abstract

Penelitian tentang pengaruh beberapa perlakuan kombinasi antara media kultur organik berupa vermikompos cair dan media kultur anorganik berupa walne terhadap pertumbuhan Chlorella sp. telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi media kultur yang terbaik dalam merangsang peningkatan pertumbuhan populasi Chlorella sp.. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan kombinasi perlakuan faktorial 5 x 5 x 2 (5 konsentrasi perlakuan Medium Walne, 5 konsentrasi perlakuan vermikompos, masing-masing 2 kali ulangan). Chlorella dikultur selama 10 hari. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Univariate Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi media kultur yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dan diperoleh kepadatan rata - rata populasi tertinggi, yaitu perlakuan V4W4 pada hari ke-9 dengan jumlah kepadatan populasi 19.530 x 104 sel/ml dan nilai laju pertumbuhan sebesar 1,8 /hari. Hasil uji UNIANOVA menunjukkan tidak adanya pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan  Chlorella sp.Kata Kunci : Vermikompos. Chlorella sp., Walne, Kultur, Kombinasi.
KERAGAMAN VEGETASI TEBING KARST YANG MENJADI HABITAT TARSIUS MAKASSAR (Tarsius fuscus Fischer, 1804) DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Indra Putri; Muhammad Saad; Fajri Ansari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6695

Abstract

Tarsius fuscus merupakan salah satu satwa endemik sebaran terbatas, yang dapat dijumpai di Obyek Wisata Alam (OWA) Pattunuang Assue, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Di areal OWA ini, Tarsius fuscus memanfaatkan tebing karst sebagai habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman vegetasi di tebing karst yang menjadi habitat Tarsius fuscus. Areal habitat pada tebing karst ditentukan dengan terlebih dahulu menentukan lokasi sarang Tarsius fuscus. Lokasi sarang ditentukan dengan menggunakan metode pengamatan duet vokalisasi, pengamatan suara yang dikeluarkan saat malam, serta informasi masyarakat.  Pengamatan vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak yang diletakkan secara vertikal di tebing karst. Analisis data dilakukan untuk mengetahui nilai kerapatan vegetasi, indeks nilai penting, indeks keragaman hayati Shannon-Weiner, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan Pielou, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks kesamaan komunitas Sorensen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tebing karst tersebut memiliki nilai indeks keragaman jenis yang tergolong sedang, meskipun terdapat spesies yang mendominasi namun indeks dominansi pada areal tersebut tergolong rendah. Selain itu, vegetasi habitat menunjukkan indeks kemerataan jenis yang tergolong sedang dan indeks kekayaan jenis yang tergolong sedang hingga tinggi. Beragamnya kondisi yang dijumpai di tebing karst OWA Pattunuang Assue, masih tetap sesuai bagi Tarsius fuscus dan menunjukkan bahwa vegetasi yang terdapat di tebing karst tersebut dapat menjadi habitat yang baik bagi Tarsius fuscus. Kata kunci: Tarsius fuscus, vegetasi penyusun habitat, tebing karst, Taman Nasional
Pengaruh Molase dan Bioaktivator EM4 Terhadap Kadar Gula Pada Fermentasi Pupuk Organik Cair Fahruddin Fahruddin; Sulfahri Sulfahri
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6905

Abstract

Bioslurry merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak serta air melalui proses fermentasi anaerob, baik digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair (POC) karena kaya akan unsur hara seperti nitrogen, fosfor dan material organik yang bernilai lainnya serta mampu memperbaiki sifat fisik tanah . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengaruh molase dan bioaktivator EM4 pada kadar kadar gula dalam fermentasi POC. Perlakuan meliputi PI molase 0% dan EM4 5%, P2 molase 2% dan EM4 5%, P3 molase 4% dan EM4 5%, P4 molase 0% dan EM4 10%, P5 molase 2% dan EM410%, dan P6 molase 4% dan EM4 10%. Pengukuran kadar gula dengan metode DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi molase yang terkandung di dalam POC berpengaruh terhadap kadar gula, sedangkan perbedaan penggunaan konsentrasi EM4 tidak berpengaruh terhadap beberapa parameter pengamatan seperti kadar gula.  EM4 tidak berpengaruh terhadap kadar gula yang terkandung di dalam POC, sehingga persentase penggunaan EM4 pada POC tidak mengharuskan pada satu tingkatan saja. Namun, kadar gula berpengaruh nyata pada durasi fermentasi dan penggunaan molase pada POC.Kata kunci : molase, bioaktivator EM4, kadar gula,  pupuk organik cair
Etnobotani Tumbuhan Ritual Yang Digunakan Pada Upacara Jamasan di Keraton Yogyakarta Lily Yulia Surya Sari; Farah Diba Setiana W; Rina Setyawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6691

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari 350 etnis, setiap etnis mempunyai budaya, termasuk diantaranya upacara adat/ritual, salah satu ritual yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta adalah Upacara Jamasan Pusaka. Pada upacara jamasan ini biasanya banyak digunakan berbagai jenis sesaji yang berasal dari tumbuhan utuh atau bagian tumbuhan yang diolah menjadi makanan, minuman, dan hiasan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014. Data pada penelitian ini meliputi makna filosofis tumbuhan yang digunakan pada upacara jamasan, dan jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara jamasan. Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara deep Interview dengan informan kunci abdi dalem Keraton. Data pada penelitian ini dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil pada penelitian ini adalah tumbuhan yang paling banyak digunakan dalam upacara jamasan pusaka berasal dari famili Zingiberaceae dan Poaceae sebanyak 7,44%. Urutan kedua tumbuhan yang paling banyak digunakan pada upacara jamasan pusaka adalah famili Papilionaceae dan Myrtaceae 5,33%. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan pada upacara jamasan pusaka adalah buah sebesar 39,8% dan daun 15,9%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan ritual , Jamasan, Keraton Yogyakarta.
Keanekaragaman Hayati Kupu-kupu Berbasis Pelestarian Lingkungan di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Sri Nur Aminah Ngatimin; Andi Nasruddin; Ahdin Gassa; Tamrin Abdullah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6915

Abstract

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung adalah salah satu habitat kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Sejak beberapa tahun yang lalu terjadi penurunan populasi kupu-kupu yang sangat cepat karena kerusakan hutan dan perburuan liar oleh masyarakat. Tujuan penelitian yang telah dilakukan adalah mempelajari habitat dan preferensi kupu-kupu terhadap tumbuhan pakan di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode survei dengan pemasangan transek berdasarkan habitat kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Kabupaten Maros mulai bulan Juli sampai September 2017. Hasil pengamatan habitat kupu-kupu menunjukkan kupu-kupu paling banyak berada di lapangan terbuka yakni 18 ekor (35.3%), 12 ekor (23.5%) berada di hutan sekunder dan 6 ekor (11.8%) memilih berada dekat aliran air. Berdasarkan fungsi tumbuhan, 3 famili kupu-kupu menunjukkan preferensi terhadap tumbuhan penghasil nektar dan 4 famili kupu-kupu memilih tumbuhan penghasil daun untuk meletakkan telurnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lapangan terbuka (mating area) dan hutan sekunder merupakan habitat yang paling disukai oleh kupu-kupu untuk perkembangannya. Caesalpinia pulcherrima dan Clerodendron japonicum dapat digunakan sebagai sumber nektar kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Untuk jangka panjang diperlukan kerjasama antara Perguruan Tinggi, pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan pelestarian lingkungan hidup kupu-kupu di Sulawesi Selatan.Kata kunci : Bantimurung, habitat, keanekaragaman hayati, kupu-kupu, tumbuhan pakan
Analisis Kandungan Hara Kompos Johar Cassia siamea Dengan Penambahan Aktivator Promi Budirman Bachtiar; Andi Hamka Ahmad
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6493

Abstract

Pupuk kompos bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas media tanam tanaman dengan meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah; penggunaannya aman dan tidak merusak lingkungan; dan tidak memerlukan banyak biaya dan proses pembuatannya mudah. Penelitian ini menggunakan seresah Johar Cassia siamea yang untuk mengetahui kandungan nutrisi makro kompos Johar.Penelitian dipercepat dengan menggunakan aktivator promi. Variasi perlakuan yang digunakan adalah Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + air 1 liter (A1), Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + air 1,5 liter (A2), Cassia siamea 5 kg + aktivator promi 0,005 kg + 2 liter (A3) air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kompos N-Total A1, A2 dan A3 berturut-turut 1,05%, 1,16% dan 1,06%. Nilai kompos A1, A2 dan A3 kompos berturut-turut 0,169%, 0,233% dan 0,200%.Nilai-nilai tingkat Potassium A1, A2 dan A3 berturut-turut 0,724%, 0,879% dan 0,817%. Nilai kompos organik A1, A2 dan A3 berturut-turut 15,54%, 13,25% dan 13,06%. Rasio C/N kompos A1, A2 dan A3 berturut-turut 14.79, 11,39 dan 12,29. Semua perlakuan, baik A1, A2 dan A3, telah memenuhi SNI 19-7030-2004.Kata Kunci: Seresah, Aktivator Promi, Kompos, Johar
Status Konservasi Vegetasi Pohon di Lahan Bera Womnowi Sidey Manokwari (Sebuah Catatan Kecil Inventarisasi Vegetasi di Hutan Sekunder Papua Barat) Slamet Arif Susanto
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6693

Abstract

Studi konservasi di hutan sekunder khususnya di lahan bera penting di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah catatan kecil inventarisasi vegetasi pohon di lahan bera Womnowi Sidey Manokwari berdasarkan data Union for Conservation of Nature Resources (IUCN). Penelitian ini menggunakan metode analisis vegetasi―sebuah teknik continuous strip sampling, 10 x 10 meter untuk fase tiang dan 20 x 20 meter untuk fase pohon yang dilakukan pada awal bulan Mei 2018. Total individu jenis yang diinventarisasi pada luas satu hektar adalah 378 individu terdiri dari 65 jenis tiang dan pohon. Hasil menunjukkan vegetasi pohon didominasi oleh status LC. Dua jenis telah teridentifikasi sebagai NT dan V pada fase tiang: Aglaia odorata Lour. (NT) and Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze. (V). Indeks nilai penting (INP) jenis yang tergolong dalam IUCN adalah 76.05% pada fase tiang dan 83.53% pada fase pohon. Jenis dominan mungkin berpengaruh pada status konservasinya, penelitian lanjutan yang komprehensif perlu dilakukan dibeberapa tipe lahan bera di Papua Barat.Kata kunci: bera, konservasi, vegetasi pohon, analisis vegetasi, Manokwari

Page 5 of 22 | Total Record : 218