cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PERBANDINGAN KANDUNGAN GIZI IKAN NILA Oreochromis niloticus ASAL DANAU MAWANG KABUPATEN GOWA DAN DANAU UNIVERSITAS HASANUDDIN KOTA MAKASSAR Ramlah Ramlah; Eddy Soekendarsi; Zohra Hasyim; Munif Said Hassan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v1i1.1098

Abstract

Penelitian tentang “Perbandingan Kandungan Gizi Ikan Nila Oreochromis niloticus Asal Danau Mawang Kabupaten Gowa dan Danau Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar” telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni  2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi ikan nila Oreochromis niloticus yang hidup di perairan berbeda. Analisis kandungan gizi dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan. Metoda yang digunakan untuk mengukur kandungan karbohidrat adalah Luff Schroorl; kandungan protein menggunakan metode Kjeldhal; kadar lemak menggunakan metode Soxhlet. Pengukuran penetapan kandungan mineral kalsium dan besi dengan metode AAS (Atom Absorbance System) dan fosfor dengan metode spektrofotometer UV-Vis. Hasil  penelitian menunjukkan, bahwa: ikan nila Oreochromis niloticus asal danau Mawang (0,32 g) mempunyai kandungan karbohidrat ikan lebih tinggi dibanding asal Danau Unhas (0,18 g); kandungan protein ikan asal danau Mawang (12,94 g) lebih rendah dibanding ikan asal danau Unhas (16,79 g), kandungan lemak ikan asal danau Mawang (0,10 g) lebih rendah dibanding ikan asal danau Unhas (0,18 g); kandungan kalsium ikan asal danau Mawang (4,782 mg) lebih tinggi dibanding ikan asal danau Unhas (3,027 mg); kandungan fosfor ikan asal danau Mawang (360 mg) lebih rendah dibanding ikan asal danau Unhas (610 mg); dan kandungan zat besi ikan asal danau Mawang (2,756 mg) lebih rendah dibanding ikan asal danau Unhas (0,835 mg).Kata Kunci: Gizi, Ikan Nila Oreochromis niloticus, Danau Mawang, Danau Unhas.
PROFIL DNA GEN FOLLICLE STIMULATING HORMONE RESEPTOR (FSHR) PADA WANITA AKNE DENGAN TEKNIK PCR DAN SEKUENSING DNA Sjafaraenan Sjafaraenan; Handayani Lolodatu; Eva Johannes; Rosana Agus; Arfan Sabran
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v3i1.3909

Abstract

Penelitian tentang Profil DNA Gen Follicle Stimulating Hormone reseptor (FSHr) pada Wanita Akne dengan Teknik PCR dan Sekuensing DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil DNA Gen Follicle Stimulating Hormone reseptor (FSHr) pada Wanita Akne dengan Teknik PCR dan Sekuensing DNA. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2016. Metode penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional, teknik laboratorium dilakukan sesuai dengan prosedur PCR dan Sekuensing DNA. Pengambilan sampel dilakukan di Instalasi Laboratorium RS. Labuang Baji Makassar dan Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Genetika dan Laboratorium Terpadu Gedung SCIENCE BUILDING Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Pengambilan serum darah melalui vena mediana kubiti dilakukan pada 10 responden wanita penderita akne, yang bersedia menjadi responden dan telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa setiap responden memiliki gen FSHr, 4 sampel yang di sekuensing memiliki genotipe Asn385Asn, Asn385Ser, dan Ser385Ser. Kesimpulan dari penelitian diketahui bahwa Profil DNA Gen Follicle Stimulating Hormone reseptor (FSHr) pada wanita akne yaitu Asn385Asn, Asn385Ser, dan Ser385Ser dimana polimorfisme yang terjadi pada Gen FSHr dapat menyebabkan terjadinya gangguan signal tranduksi pada sel granulosa ovarium.Kata kunci : Gen FSHr, Akne, PCR, Sekuensing DNA
ANALISIS KERAGAMAN JENIS SERANGGA HERBIVORA DI AREAL PERSAWAHAN KELURAHAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Paramitha Sari; Syahribulan Syahribulan; Syilvia Sjam; Slamet Santosa
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1620

Abstract

Analisis Keragaman Jenis Serangga Herbivora di Areal Persawahan Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Serangga herbivora merupakan salah satu kelompok serangga pemakan tumbuhan yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman yang dihasilkan pada suatu area. Persawahan adalah salah satu tempat yang digunakan oleh serangga untuk hidup dan berkembang biak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis serangga herbivore di areal persawahan Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Penentuan lokasi sampling dengan metode transek garis yang dibagi kedalam lima plot. Sampling serangga dilakukan dengan metode pengamatan visual, jaring ayun, dan perangkap lampu. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 13 spesies serangga herbivora yang termasuk ke dalam 8 famili dan 4 ordo. Mayoritas serangga yang diperoleh adalah serangga peloncat daun (leafhopper), contoh : Nephotettix nigropicus (Stal), Nephotettix virescens (Distant), Cofana spectra (Distant), dan Recilia dorsalis Motsh (Cicadellidae). Serangga yang paling sedikit diperoleh adalah kepik hijau Nezara viridula (L) (Pentatomidae). Hasil penelitian diperoleh nilai indeks keanekaragaman jenis (H') serangga herbivora sebesar 2.38 dapat diartikan bahwa tingkat keanekaragaman jenis serangga herbivora di areal persawahan tergolong kategori sedang. Kata kunci : serangga herbivora, tanaman padi, keanekaragaman
PERBANDINGAN KANDUNGAN ZAT GIZI IKAN MUJAIR Oreochormis mossambica DANAU UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASASAR DAN IKAN DANAU MAWANG GOWA Syahrir Syahrir; Eddy Soekendarsi; Zohra Hasyim
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v1i1.989

Abstract

AbstrakPenelitian tentang “Perbandingan Kandungan Zat Gizi Ikan Mujair Oreochromis mossambica Danau Universitas Hasanuddin Makassar dan Ikan Danau Mawang Gowa” telah dilakukan pada bulan Mei 2016. Tujuan penelitian, yaitu: mengetahui perbandingan kandungan gizi ikan mujair O. mossambica asal danau Unhas (Universitas Hasanuddin) Makassar dan ikan mujair asal danau Mawang, Gowa. Sulawesi Selatan. Penelititan ini bersifat kualitatif. Pengukuran kadar protein menggunakan metode Kjeldhal, kadar lemak menggunakan metode Soxhlet, kadar karbohidrat menggunakan metode Luff Scrhoorll dan kadar mineral dengan menggunakan metode ASS dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan besar kandungan gizi ikan mujair asal danau Unhas, yaitu: Protein 14.16 g, Lemak 0.51 g, dan Karbohidrat 0.27 g, sedangkan kandungan gizi ikan mujair asal danau Mawang., yaitu Protein : 11.95 g, Lemak : 0.16 g, Karbohidrat : 0.18 g. Kandungan mineral ikan Mujair asal danau Unhas., yaitu: Kalsium 2.93 mg, Phosfat 370 mg, Besi 0.61 mg, sedangkan kandungan mineral ikan mujair asal danau Mawang, yaitu: Kalsium 4.46 mg, Phosfat 490 mg, dan Besi 3.49 mg.Kata kunci : Ikan mujair Oreochromis mossambica, nilai gizi, danau Unhas, danau Mawang.
EFEKTIFITAS MEDIA TANAM SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM Pleurotus sp. Metty Agustine; Elis Tambaru; As'adi Abdullah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i2.2827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram serta untuk mengetahui waktu tumbuh miselium, waktu tumbuh badan buah, diameter tudung buah, berat basah badan, dan berat kering badan buah setiap panen. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Pebruari – Juni 2017, di Perumahan BTP Jalan Kejayaan Selatan IX, Blok K/No. 224 dan Laboratorium Botani, Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 1 faktor. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 15 baglog yang digunakan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik pada uji F dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan beberapa dosis sabut kelapa sebagai media tanam jamur tiram berpengaruh nyata terhadap waktu tumbuh badan buah, diameter tudung buah, berat basah badan buah, dan berat kering, namun tidak berpengaruh nyata terhadap waktu tumbuh miselium. Waktu tumbuh miselium tertinggi yaitu  P1 (0% sabut kelapa) rata-rata 5,33 hari, waktu tumbuh badan buah tertinggi yaitu P2 (25% sabut kelapa) dan P3 (50% sabut kel apa) rata-rata 93,33 hari, berat basah tertinggi yaitu   P1 (0% sabut kelapa) rata-rata 143,33 g, berat kering tertinggi yaitu P3 (50% sabut kelapa) rata-rata 36,67 g, diameter tudung buah tertinggi yaitu P2 (25% sabut kelapa) rata-rata 9,67 cm.Kata kunci : Sabut kelapa, Jamur tiram Pleurotus sp.
PENGARUH PEMBERIAN VERMIKOMPOS CAIR Lumbricus rubellus Hoffmeister PADA PERTUMBUHAN Chlorella sp. Regista Regista; Ambeng Ambeng; Magdalena Litaay; M. Ruslan Umar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1346

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian vermikompos cair Lumbricus rubellus pada pertumbuhan Chlorella sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi media kultur vermikompos yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan populasi Chlorella sp.. Penelitian dilaksanaan di Balai Budidaya Air Payau Takalar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap, dengan konsentrasi larutan vermikompos cair  A 0%, B 0,3%, C 0,6%, D 0,9%, dan E 1,2%, masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Pengamatan pertumbuhan Chlorella sp. dilakukan selama 10 hari. Hasil analisis data menggunakan UNIANOVA diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan kepadatan tertinggi populasi Chlorella sp. terjadi pada hari kesembilan dengan kepadatan 1698,91x104sel/ml terjadi pada konsentrasi vermikompos cair 0,9%.Kata Kunci: Chorella sp., budidaya perairan, vermikompos, Chlorellaceae
KEANEKARAGAMAN DAN KOMPOSISI VEGETASI POHON PADA KAWASAN AIR TERJUN TAKAPALA DAN LANNA DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Tri Sutrisna; M. Ruslan Umar; Sri Suhadiyah; Slamet Santosa
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v3i1.4258

Abstract

Keanekaragaman dan komposisi vegetasi pohon di kawasan air terjun Lanna dan Takapala, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sudah diteliti pada bulan Desember 2016 dan januari 2017.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan komposisi vegetasi pohon yang tumbuh pada kawasan air terjun Takapala dan Lanna di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan yaitu metode Point Centered Quarter (PCQ) dan metode  analisis komunitas mencakup indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi .     Hasil identifikasi  di kawasan air terjun Lanna terdapat  24 species, 19 familia, sedangkan di kawasan air terjun Takapala terdapat 25 species, 17 familia.  Hasil penelitian indek  keanekaragaman jenis di kawasan air terjun Lanna dan Takapala berkisar 2.785- 2.965 (katagori sedang). Indeks keseragaman komunitas di kawasan Air Terjun Lanna dan Takapala berkisar antara 1.700 – 1.805 (katagori tinggi). Indeks dominansi di kawasan Air Terjun Lanna dan Takapala berkisar antara 0.053-0.075 (katagori rendah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis tumbuhan pembentuk vegetasi hutan di air terjun Lanna dengan di air terjun Takapala relatif berbeda.Kata kunci: Keanekaragaman, keseragaman , dominansi dan komposisi                      pohon
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI PADANG LAMUN PULAU TANAKEKE KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Febriyanti Angreni; Magdalena Litaay; Dody Priosambodo; Willeum Moka
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v2i1.1966

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas Echinodermata di padang lamun perairan desa Balangdatu, Pulau Tanakeke kabupaten Takalar Sulawesi Selatan telah dilakukan pada bulan Oktober 2016 - Pebruari 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata di padang lamun pulau Tanakeke. Pengambilan sampel dilakukan dengan  metode transek kombinasi plot dengan ukuran plot 2 x 2 meter pada tiga stasiun berbeda. Analisis data mencakup penghitungan nilai kepadatan, Indeks keanekaragaman dan Indeks penyebaran. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat 11 spesies Echinodermata dari 7 suku. Kepadatan jenis tertinggi ditemukan pada Ophiocoma  erinaceus yaitu 7,85 ind/m2.  Indeks  keanekaragaman tergolong rendah menunjukkan kondisi lingkungan yang tertekan. Nilai Indeks penyebaran yang di seluruh stasiun lebih dari satu, menunjukkan bahwa pola penyebaran individu cenderung mengelompok.Kata kunci : struktur komunitas, echinodermata, padang lamun, tanakeke
PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR KUBIS Brassica oleracea dan BUAH PEPAYA Carica papaya SEBAGAI PAKAN CACING TANAH Lumbricus rubellus Robin Elni Rosad; Slamet Santosa; Zohra Hasyim
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v1i1.990

Abstract

Penelitian Pemanfaatan Limbah Sayur Kubis Brassica oleracea dan Buah Pepaya Carica papaya Sebagai Pakan Cacing Tanah Lumbricus rubellus sudah dilakukan selama dua bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan cacing tanah pada tiga jenis pakan yaitu kotoran sapi, limbah sayur kubis, dan limbah buah papaya. Limbah sayur kubis dan limbah buah papaya difermentasikan selama tujuh hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), tiga perlakuan dan lima ulangan. Pengamatan dilakukan setiap dua minggu selama delapan minggu. Data dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dari limbah buah pepaya mempunyai nilai pertumbuhan berat 0.16 – 0.20 g, limbah sayur kubis dengan berat 0.12-0.14 g, dan kotoran sapi dengan berat 0.10 – 0.12 g. Pertumbuhan panjang dari limbah buah pepaya yaitu 0.9 -1.2 cm, limbah sayur kubis dengan panjang 0.89 – 0.99 cm, dan kotoran sapi 0.63 – 0.90 cm. Penggunaan limbah buah pepaya memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan berat 0.16 – 0.20 g dan panjang 0.9 -1.2 cm. Kata Kunci : Cacing Tanah, Limbah Kubis, Buah Pepaya, Pertumbuhan.
KOMPOSISI, STRUKTUR VEGETASI, DAN KEPADATAN UDANG DIKAWASAN MANGROVE TABULO SELATAN KABUPATEN BOALEMO Dewi Wahyuni K Baderan; Chairunnisah Lamangandjo; Al Ilham Bin Salim
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v3i1.5490

Abstract

 Ekosistem mangrove memberikan fungsi ekologis dan ekonomis bagi makhluk hidup di dalamnya dan disekitarnya. Salah satu fungsi ekologisnya adalah sebagi tempat memijah, bertelur, dan bersarang berbagai biota air seperti kepiting, udang, molusca dan berbagai jenis ikan. Guguran daun mangrove yang jatuh akan diuraikan oleh mikroorganisme dan berfungsi sebagai sumber makanan dari berbagai spesies fauna diantaranya adalah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan struktur vegetasi mangrove dengan kepadatan udang di wilayah pesisir Tabulo Selatan Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan enam jenis mangrove yaitu, Rhizophora apiculata Blume, Rhizophora mucronata, Brugueira gymnorrhiza Lamk, Ceriops tagal, Xylocarpus granatum, dan Sonneratia alba. Indeks nilai penting tertinggi ditempati oleh mangrove Rhizophora dengan rata-rata INP pada tiap stasiun adalah 75,5. Jumlah udang yang ditemukan berjumlah 66 individu yang terdiri dari tiga spesies yang berbeda, yaitu dua spesies dari genus Penaeus (Penaeus monodon dan Penaeus canaliculatus) dan 1 spesies dari genus Metapenaeus (Metapenaeus elegans). Spesies dengan kepadatan tertinggi adalah spesies Penaeus monodon dengan nilai rata-rata pada setiap stasiun sebesar 0,005. Hasil korelasi antara Indeks Nilai Penting mangrove dengan kepadatan udang di wilayah pesisir Tabulo Selatan tergolong dalam kriteria hubungan kuat. Hubungan kuat artinya kedua variabel (mangrove dan udang) saling memberikan kontribusi dalam rantai makanan di ekosistem mangrove. Pada stasiun II untuk tingkat pohon, pancang dan semai menempati urutan nilai korelasi tertinggi dibandingkan dengan pohon, pancang dan semai pada stasiun I dan III dengan nilai (r) masing-masing adalah 0,991, 0,994 dan 0,980. Nilai korelasi terendah ditempati oleh mangrove pada stasiun III untuk tingkat pohon, pancang dan semai dengan nilai (r) masing-masing adalah 0,901, 0,836 dan 0,909. Kata Kunci : Mangrove, Kepadatan Udang, Struktur Vegetasi

Page 3 of 22 | Total Record : 219