cover
Contact Name
Rachmat Hidayat
Contact Email
jurnaliptekspspuh@gmail.com
Phone
+6285241717899
Journal Mail Official
jurnaliptekspspuh@gmail.com
Editorial Address
Universitas Hasanuddin, JL. Perintis Kemerdekaan Km. 10, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL IPTEKS PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2355729X     EISSN : 26145014     DOI : -
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan is a peer-reviewed journal published by the Faculty of Marine Science and Fisheries Hasanuddin University. The journal is a scientific and independent journal covering original research and review on fishing technology, fishing strategy and management, marine fisheries information system, and fish handling and processing technology, including: Aquatic Science, Fishing Technology, Fishing Gear and vessel, Fishing Ground, Fish Handling and Processing, Fisheries Information System, Fishing Management, Fisheries Oceanography, Estimation of Fish Stock and Conservation, This journal publishes papers in the field of marine and fisheries science for the first time in the April 2014 issue and the Faculty of Marine and Fisheries Sciences is its publisher. This journal is the Scientific Journal of Science, Technology, and the Art of Fisheries Resources Utilization which is published twice a year (April and October).
Articles 166 Documents
KONDISI DAN ANALISIS KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) TERNATE Ilham Jaya; Muhammad Kurnia; Firman Firman
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 4 No. 7 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.721 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v4i7.3123

Abstract

Penelitian tingkat kondisi dan pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate bertujuan menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas teknis dan fungsional dan kemungkinan pengembangan fasilitas PPN Ternate. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder melalui observasi serta wawancara dengan nelayan dan staf pelabuhan, meliputi: jenis dan jumlah kapal per hari, produksi hasil tangkapan (ton/hari), distribusi bahan logistik (BBM, air bersih, es balok); ukuran fasilitas dermaga, kolam pelabuhan, Kedalaman perairan, dan gedung TPI serta data sekunder meliputi jumlah armada, produksi dan nilai produksi dari PPN Ternate dan instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perbandingan nilai pemanfaatan fasilitas dengan nilai kebutuhan fasilitas yang ada pada saat penelitian dilakukan. Tingkat pemanfaatan fasilitas-fasilitas PPN Ternate yakni: Dermaga sebesar 128 m;  TPI 1 sebesar 738 m2;  TPI 2 sebesar 369 m2; kolam pelabuhan sebesar 5767,593 m2; kedalaman area kolam sebesar 3560 m; dan luas area daratan pelabuhan sebesar 2650 m2.  Namun hanya TPI 1 dan TPI 2 yang masuk kategori pemanfaatan yang sangat baik dan membutuhkan pengembangan guna memaksimalkan pelayanan pendaratan jumlah hasil tangkapan (ton/hari) di PPN Ternate.
PENENTUAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LAYANG (Decapterus Sp.) DI PERAIRAN TIMUR SULAWESI TENGGARA Eddy Hamka; Mohammad Rais
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 3 No. 6 (2016)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.305 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v3i6.3060

Abstract

Sumberdaya  ikan  layang  (Decapterus  sp)  merupakan  komoditas  utama  (pelagis kecil) yang banyak tertangkap di Perairan Timur Sulawesi Tenggara dengan alat tangkap utama adalah purse seine. Efektivitas penangkapan dipengaruhi berbagai faktor, salah satu yang utama adalah informasi mengenai musim penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pola musim penangkapan  ikan layang di perairan  timur  Sulawesi Tenggara berdasarkan daya statistik Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari antara tahun 2008 hingga 2016. Analisis musim penangkapan menggunakan pendekatan metode rata – rata bergerak (moving average) berdasarkan analisis runtun waktu (times series analysis). Data yang digunakan  yaitu produksi tangkapan ikan layang (Decapterus  sp) yang tertangkap pada purse seine dan trip penangkapan purse seine yang bersumber dari statistik perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari antara tahun 2008 – 2015. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks musim penangkapan  ikan layang (Decapterus  sp) di perairan timur Sulawesi Tenggara  berkisar antara 69,21% - 136,46%.  Musim penangkapan  ikan layang  (Decapterus  sp)  terjadi  pada  bulan  April  –  Oktober  dengan  nilai  IMP  antara 100,67% - 136,46% dengan puncak musim penangkapan terjadi pada bulan Juli (136,46%). Untuk itu pada optimalisasi penangkapan ikan layang untuk kapal purse seine sebaiknya dilakukan  pada  bulan  April  hingga  Juni  sedangkan  perbaikan  kapal  dan  alat  tangkap dilakukan diluar musim penangkapan.
Pengaruh Penggunaan Jenis Umpan Yang Berbeda Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Menggunakan “Bubu Rakkang” Di Perairan Muara Sungai Appabatu, Kabupaten Kepulauan Selayar Andi Assir; Mahfud Palo
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 3 No. 5 (2016)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.013 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v3i5.1936

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) adalah salah satu sumberdaya perairan yang banyak ditemukan di area mangrove Kabupaten Kepulauan Selayar. Ada banyak alat tangkap untuk menangkap kepiting tersebut yang beroperasi di Selayar yaitu bubu lipat, “Bubu Rakkang”, jaring insang dan pancing ulur. Studi pendahuluan telah dilaksanakan di perairan estuaria Pulau Selayar pada bulan Oktober 2014 menggunakan tiga macam umpan, yaitu daging ikan pari, beronang dan peperek. Diapatkan bahwa ada hubungan antara hasil tangkapan kepiting  dengan jenis umpan yang digunakan. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umpan lain yang cocok untuk memikat kepiting bakau yaitu daging ikan hiu, usus ayam dan cumi-cumi dan diperoleh hasil bahwa cumi-cumi memberi hasil tangkapan tertinggi.
PENANGKAPAN IKAN DENGAN BUBU DI BAWAH AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PULAU LIBUKANG, KABUPATEN JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Najamuddin Najamuddin; M. Abduh Ibnu Hajar; Rustam Rustam; Mahfud Palo
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 4 No. 8 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.766 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v4i8.3890

Abstract

Budidaya rumput laut sudah berkembang dengan pesat di wilayah perairan pesisir Sulawesi Selatan.  Petani rumput laut hanya mengandalkan hasil dari rumput laut sementara ikan-ikan juga berkembang dengan baik. Ikan-ikan tersebut cenderung tidak dimanfaatkan oleh para petani rumput laut. Penelitian bertujuan mengeksplorasi potensi sumberdaya ikan di bawah area budidaya rumput laut untuk meningkatkan pendapatan petani rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif.  Alat penangkapan ikan yang digunakan bubu bambu dengan ukuran panjang 92 cm, lebar 72 cm,  dan tinggi 34 cm. Ada 4 buah bubu yang digunakan,  dioperasikan di dasar perairan dengan menggunakan rumput laut sebagai umpan.  Bubu dipasang terus di dasar perairan.  Hasil tangkapan dicek setiap pagi hari pada saat petani rumput laut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap meliputi: ikan baronang, beronang lingkis, ikan kerapu.  Hasil tangkapan rata-rata 6 ekor per hari dengan nilai Rp 20000. Jumlah ikan hasil tangkapan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga petani rumput laut dan masih ada kelebihan untuk dijual.  Kegiatan penangkapan ikan dengan bubu pada area budidaya rumput laut mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani rumput laut.Kata Kunci: budidaya rumput laut, penangkapan ikan, bubu bambu, ikan hasil tangkapan.
Efek Penambahan Gelatin Dari Tulang Ikan Terhadap Kandungan Protein Dan Tingkat Kesukaan Pada Minuman Jus Buah Segar Metusalach Metusalach; Kasmiati Kasmiati; Abraham Horisanto
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 2 No. 4 (2015)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2222.295 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v2i4.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan gelatin tulang ikan terhadap kandungan protein dan karakteristik organoleptik minuman jus buah segar. Jus buah segar yang digunakan dibuat dari buah apel, nanas dan pepaya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan konsentrasi gelatin (0, 2, 4, 6 dan 8%) dan dengan 3 ulangan untuk masing-masing jenis jus buah.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gelatin tulang ikan yang ditambahkan secara signifikan meningkatkan kandungan protein jus buah segar, dan kandungan protein masing-masing jenis jus buah berbeda  nyata  antar perlakuan yang  diberikan. Penambahan gelatin 2  –  8% menyebabkan kandungan protein meningkat 12.4 – 33.85 kali lipat pada jus apel, 3.49 – 9.64 kali lipat pada jus nanas dan 5.44 – 13.41 kali lipat pada jus pepaya. Kandungan protein jus apel dapat diduga menggunakan persamaan regeresi: Y=0.617x + 0.358, R2=0.988; jus nanas, Y=0.848x + 0.936, R2=0.975; dan jus pepaya, Y=0.621x + 0.701, R2=0.980. Hasil penilaian berdasarkan penerimaan karakteristik organoleptik menunjukkan bahwa jus buah segar yang ditambahkan 4% gelatin tulang ikan masih disukai konsumen.
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN HANDLINE DENGAN BASIS PENANGKAPAN IKAN DI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Sudarmintha Sudarmintha; Mukti Zainuddin; Safruddin Safruddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.138 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6192

Abstract

Rendahnya efektivitas pengoperasian alat tangkap yang beroperasi di perairan Selat Makassar tidak terlepas dari masalah keterbatasan informasi mengenai fishing ground pancing ulur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik oseanografi, dan memetakan lokasi sebaran fishing ground pancing ulur yang beroperasi di perairan Selat Makassar serta mendeskripsikan distribusi hasil tangkapan pancing ulur pada setiap zona penangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juni 2018 di perairan bagian Selatan Selat Makassar dengan jumlah sampel 42 titik. Hasil penelitian menunjukkan daerah fishing ground pancing ulur yang beroperasi di perairan selatan Selat Makassar terbagi dalam 3 zona yakni sekitar perairan Pulau Tanakeke (zona I), Karang Bone Laisi (zona II) dan Karang Masalima (zona III) dengan sebaran karakteristik oseanografi yang masing-masing berbeda pada setiap zona penagkapan yang diakibatkan oleh perbedaan letak geografis. Distribusi hasil tangkapan pada setiap zona ditemukan turut memiliki perbedaan dari aspek dominasi spesies maupun ukuran tangkapan. Adapun jenis tangkapan yang dominan tertangkap pada setiap zona penangkapan terdiri atas jenis Butterfly Whiptail (zona I), Spotcheek Emperor (zona II) dan Longface Emperor (zona III).  Kata Kunci: Pemetaan, Oseanografi, Tangkapan, Pancing Ulur, Zonasi
PENILAIAN RISIKO TERHADAP PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN (STUDI KASUS PERIKANAN TONGKOL Euthynnus affinis, DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR) Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.334 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6193

Abstract

Fokus manajemen perikanan merupakan bentuk fisik yang digunakan untuk pendugaan stok ikan dalam pengelolaan berkelanjutan. Manajemen risiko sangat penting dalam merencanakan pengelolaan sumberdaya berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang diperlukan sebuah manajemen  perikanan yang mengutamakan prinsip ke hati hatian dalam melakukan keputusan maupun kebijakkan perlu pendekatan manajemen risiko. Tujuan dari pegelolan perikanan yang keberlajutan yaitu memaksimalkan  produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan,  (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen  (5) pengawasan. Sehingga  seorang manager perlu adanya pengetahuan mengenai penilaian risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan, keberlanjutan sumberdaya perikanan dan habitatnya. Besarnya penilain kemungkinan peluang dan dampak risiko  tergantung dari  kondisi permasalahan diteliti. Untuk pengelolaan ikan tongkol berdasarkan pendekatan biologi dan alat tangkap  yang memiliki nilai tinggi,sedangkan faktor lingkungan (makanan, suhu klorofil dan makanan) kemungkinan peluang dan dampak dari risiko memiliki nilai kecil. Alternatif pengurangan risiko yang paling besar pada spesies dan alat tangkap sedangkan untuk nelayan, pemerintah dan model ekploitasi pengurangan alternatif risiko sangat kecil. Kata kunci: Keberlanjutan, manajemen, risiko, ikan tongkolFokus manajemen perikanan merupakan bentuk fisik yang digunakan untuk pendugaan stok ikan dalam pengelolaan berkelanjutan. Manajemen risiko sangat penting dalam merencanakan pengelolaan sumberdaya berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang diperlukan sebuah manajemen  perikanan yang mengutamakan prinsip ke hati hatian dalam melakukan keputusan maupun kebijakkan perlu pendekatan manajemen risiko. Tujuan dari pegelolan perikanan yang keberlajutan yaitu memaksimalkan  produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan,  (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen  (5) pengawasan. Sehingga  seorang manager perlu adanya pengetahuan mengenai penilaian risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan, keberlanjutan sumberdaya perikanan dan habitatnya. Besarnya penilain kemungkinan peluang dan dampak risiko  tergantung dari  kondisi permasalahan diteliti. Untuk pengelolaan ikan tongkol berdasarkan pendekatan biologi dan alat tangkap  yang memiliki nilai tinggi,sedangkan faktor lingkungan (makanan, suhu klorofil dan makanan) kemungkinan peluang dan dampak dari risiko memiliki nilai kecil. Alternatif pengurangan risiko yang paling besar pada spesies dan alat tangkap sedangkan untuk nelayan, pemerintah dan model ekploitasi pengurangan alternatif risiko sangat kecil. Kata kunci: Keberlanjutan, manajemen, risiko, ikan tongkol
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN DAN POLA PERGERAKAN IKAN TERBANG DI PERAIRAN UTARA MAJENE Supardi Muhammad; Achmar Mallawa; Mukti Zainuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.192 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daerah penangkapan ikan terbang dan untuk mengetahui pola pergerakan ikan terbang di Perairan Utara Majene, Selat Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah perairan Majene, Selat Makassar, pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017, dengan mengikuti operasi penangkapan gill net ikan terbang di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara mengikuti secara langsung operasi penangkapan ikan terbang. Data yang dikumpulkan yaitu posisi penangkapan, data oseanografi lapangan dan hasil tangkapan. Data citra satelit SPL diperoleh dari citra satelit yang didonwload dari database osean color. Hasil tangkapan dianalisis hubungannya dengan oseanografi lapangan dalam persamaan regresi serta analisis pola migrasi ikan menggunakan peta di ArcGis. Faktor oseanografi yang mempengaruhi distribusi ikan terbang secara nyata adalah suhu, salinitas dan kedalaman perairan. Daerah potensial penangkapan ikan terbang di Perairan Majene berada pada posisi 3O 10’00” – 3O 30’ 0” LS dan 118O 30’ 00” - 119O 0’ 00” BT dan dipengaruhi nyata oleh suhu, salinitas dan kedalaman. Namun, yang lebih berpengaruh terhadap distribusi ikan terbang yaitu suhu permukaan laut. Pola pergerakan ikan terbang lebih cenderung bergerak kearah bagian barat dalam satu bulan penangkapan dengan pergerakan mengikuti arah jarum jam dilokasi penelitian. Kata kunci: Daerah penangkapan, pola pergerakan, oseanografi, ikan terbang, Perairan Majene
BEBERAPA FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMISKINAN NELAYAN DI GUGUS KEPULAUAN SALABANGKA KECAMATAN BUNGKU SELATAN KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Nurdin Lanuhu
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.918 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6187

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Gugus Kepulauan Salabangka Kecamatan Bungku Selatan   Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah, pada bulan Juli 2016 sampai dengan Agustus 2016. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan pertimbangan bahwa Gugus Kepulauan Salabangka Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali penduduknya umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan memiliki jumlah penduduk miskin yang terbanyak di Kabupaten Morowali. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian terhadap faktor-faktor penyebab kemiskinan di Gugus Kepulauan Salabangka Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara kegunaan yang diharapkan alam penelitian adalah tersedianya data dan informasi factor- factor penyebab kemiskinan yang dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam menyusun model pemberdayaan masyarakat nelayan dalam penenggulangan kemiskinan di Kabupaten Morowali. Penelitian ini didesain dengan menggunakan mixed method approach, dengan menggabungkan Quantitative and Qualitative Research Designs secara simultan. Sedangkan Qualitative Research Design menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh data dan informasi yang komprehensif dan saling melengkapi, sehingga situasi riel di lapangan dapat dideskripsikan dengan baik. Adapun proses tahapan penelitian ini adalah Review literature, Kunjungan Lapangan, Uji kuisioner dan FGD, pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil Penelitian  menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mennyebabkan kemiskinan di Gugus Kepulauan Salabangka Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah adalah Keadaan Musim, Struktur Sosial, Pengelolaan Pendapatan, Pencemaran Lingkungan dan Pelayanan Pemerintah dibidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana tranportasi.Guna mengentaskan kemiskinan maka direkomendasikan 1) Pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, 2) Perbaikan pelayanan pemerintah dalam bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan penyediaan sarana transportasi laut. Kata Kunci : Nelayan, Kemiskinan, Pulau
PENGARUH FAKTOR TEKNIS PENANGKAPAN TERHADAP PRODUKTIVITAS BAGAN PERAHU DI PERAIRAN KABUPATEN MAMUJU TENGAH, SULAWESI BARAT Wiwik Oktaviani; Alfa F.P Nelwan; Muhammad Kurnia
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.323 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6190

Abstract

Efektivitas suatu alat tangkap, ditentukan oleh faktor teknis penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas bagan perahu, menganalisis faktor teknis penangkapan yang berpengaruh terhadap produktivitas penangkapan, dan mendeskripsikan komposisi hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tobinta, Kecematan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah dari bulan Juni sampai Agustus 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan menggunakan analisis spearman untuk mengetahui faktor teknis yang berpengaruh. Hasil penelitian ini menunjukkan produktivitas bagan perahu yang mengalami tren peningkatan dari hauling I ke hauling II. Faktor teknis memiliki kedekatan hubungan atau cukup berpengaruh terhadap produktivitas bagan perahu, dan proporsi jenis ikan hasil tangkapan bagan perahu yang terbesar adalah tembang (Sardinella fimbriata) dan proporsi terendah adalah tongkol (Euthynnus affinis). Kata Kunci: Bagan perahu, Produktivitas, Teknis penangkapan.

Page 7 of 17 | Total Record : 166