cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Number 2, Dec 2015" : 12 Documents clear
Karakteristik Gaya Kepemimpinan Biro Administrasi Universitas Hasanuddin Makassar Anwar, Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya kepemimpinan Biro administrasi Universitas Hasanuddin. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran serta referensi bagi peneliti lainnya yang akan mengkaji pada bidang yang sama. Di samping itu pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang ilmu Administrasi, khususnya peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia serta dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Metode penelitian menghitung populasi dengan menggunakan rumus Sloving dalam Sugiyono 2007, pengambilan data dengan kuesioner, interview dan data sekunder. Pengolahan data dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 gaya kepemimpinan pada Biro Administrasi Universitas Hasanuddin yaitu Direktif, Suportif, partisipatif dan Orientasi prestasi masih dikategorikan baik. Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Biro Administrasi, Universitas Hasanuddin Abstract : This study aims to determine the characteristics of leadership style Hasanuddin University Administration Bureau of the results of this study are expected to be the study materials and reference for other researchers who will study in the same plane. Besides that, the application of science in the field of administration, in particular the increase in Human Resource Management and can broaden the understanding of the importance of leadership style on performance improvement research employee. Calculate method the population using the formula Sugiyono sloving in 2007, to collect data by questionnaires, interviews and secondary data. Data using Likert Scale. The results showed that the three styles of leadership at Hasanuddin University Academic Bureau that directive, Support, participative and achievement orientation is still considered good. Key words : Leadership Style, Administration Bureau, Hasanuddin University
“Menuju Persahabatan” Melalui Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Beda Etnis (Studi Kasus Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako) Arianto, Arianto
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menuju persahabatan antar mahasiswa beda etnis atau suku FISIP Universitas Tadulako melalui komunikasi antarpribadi berlangsung melalui ragam etnis asli maupun etnis dari luar kota Palu Sulawesi Tengah, seperti, Etnis Kaili dan etnis Bugis/Makassar, etnik Kaili dan Jawa dan etnik Bugis dan Jawa. Permasalahannya adalah bagaimana tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi di  FISIP Universitas Tadulako. Tujuannya adalah untuk menguraikan tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi dan menerangkan proses menuju persahabatan beda etnis mahasiswa. Untuk menemukan jawaban permasalahan penelitian tersebut digunakan metode penelitian dengan pendekatan studi kasus selanjutnya data data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa Fisip Universitas Tadulako adalah melalui tahapan orientasi. Tahap paling awal dari komunikasi antarpribadi yang terjadi pada tingkat pribadi masing-masing. Kemudian berlanjut tahap komunikasi antarpribadi  yang lebih “tanpa beban dan santai” di mana komunikasi sering kali berjalan spontan dan individu membuat keputusan yang cepat, sering kali dengan sedikit memberikan perhatian untuk hubungan secara keseluruhan. Tahap ini ditandai munculnya hubungan persahabatan yang dekat atau hubungan antara mahasiswa, sehingga komitmen yang lebih besar dan perasaan yang lebih nyaman terhadap pihak lainnya juga menjadi ciri tahap ini. Demikian pula, perkembangan menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa beda etnis ditandai dengan ditandai dengan adanya perilaku saling kritik, karena penggunaan bahasa daerah masing- masing, atau kesalahan interpretasi makna bahasa komunikasi masing-masing pihak. Namun, belum berpotensi mampu mengancam kelangsungan hubungan yang sudah terbina.Kata kunci : Komunikasi Antarpribadi, Perbedaan Etnis dan PersahabatanAbstract : Towards friendship between students of different ethnic or tribal FISIP Tadulako through interpersonal communication takes place through a variety of ethnicities and ethnic groups from outside the city of Palu, Central Sulawesi, such as, Kaili Ethnic and ethnic Bugis/ Makassar, Kaili and Javanese ethnicity and ethnic Bugis and Javanese. The problem is how the different stages towards friendship ethnic students through interpersonal communication in FISIP Tadulako. The aim is to outline steps towards different ethnic student friendship through interpersonal communication and explain the process towards different ethnic friendship Students. To find answers to the problems of these studies used the method to study the data further case study approach data were collected through interviews and observations were analyzed using qualitative approach. The study found that Towards friendship through interpersonal communication Tadulako Fisip students is through the stages of orientation. The earliest stages of interpersonal communication that occurs on a personal level respectively. Then progressed stage of interpersonal communication is more “carefree and relaxed” where communication often goes spontaneously and individuals make decisions quickly, often with little attention to the overall relationship. This stage marked the emergence of a close friendship relationship or the relationship between students, so that greater commitment and feeling more comfortable on the other side also characterize this stage. Similarly, progress towards friendship through interpersonal communication between personal of students ethnic differences are marked with behavior characterized by mutual criticism, because the use of local languages each, or misinterpretation of the meaning of the language of communication of each party. However, there are potentially capable of threatening the continuity of the relationship already established.Key words : Interpersonal Communication, Ethnic Differences and Friendship
Dinamika Negara-Negara Teritori Asing Di Kawasan Pasifik Barat Daya Burhanuddin, Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dinamika Negara-Negara Teritori Asing di Kawasan Pasifik Barat Daya, Tidak lagi menjadi rahasia umum bahwa hampir semua Negara teritori Asing  di kawasan pasifik barat  daya merupakan wilayah yang tanpa ke pemerintahan dan telah dikelola oleh Negara bekas koloni. Terdapat keuntungan dan kerugian yang diperoleh oleh Negara-negara yang sistem pemerintahannya diatur oleh Negara koloni misalnya segala bentuk dan jenis kebijakan yang diatur dan ditetapkan oleh Negara koloni tanpa harus mempertimbangkan atau mendengar aspirasi Negara-negara teritori. Kadangkala kebijakannya merugikan bahkan cenderung mengeksploitasi masyarakat di negara-negara teritori asing pasifik barat daya.  Permasalahan umum yang dihadapi oleh Negara-negara teritori adalah akses terhadap dunia luar yang sulit sebab wilayahnya terpencil dan akses informasi yang minim akibatnya kegiatan ekonomi lumayan sulit untuk terlaksana dengan baik. Pokok kajian dalam tulisan ini adalah terkait profil dan sejarah Negara-negara teritori Pasifik barat daya. (Kaledonia Baru atau New Caledonia, teritori dari Perancis dan masih dalam pengawasan Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa) Bagaimanakah peran Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna terkait keberadaan isu nuklir ?Bagaimanakah peran Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara? Selain masalah perekonomian, Jumlah penduduk yang berpendidikan rendah yang belum mampu membawa Negara-negaranya ke arah yang lebih baik. seringkali wilayah tersebut terkena badai maupun kenaikan permukaan air laut. Dan yang paling tragis adalah empat percobaan persenjataan nuklir.Kata kunci : Negara - Negara Teritori Pasifik barat daya.  Caledonia, Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis dan Futuna Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara.Abstract : The dynamics of the Territory of Foreign Countries in the Western Pacific Region Power, No longer a secret that almost all countries foreign territories in the Pacific southwest region is a region without governance and has been managed by the State of former colonies. There are advantages and disadvantages derived by States that system of government is regulated by the State Colony for example all forms and types of policies are governed and determined by the State colonies without having to consider or hear the aspirations of countries territories. Sometimes discretion harm even tends to exploit people in countries foreign territory pacific southwest. Common problems faced by the countries territory is access to the outside world is difficult because the area is remote and minimal access to information as a result of economic activity fairly difficult to be implemented properly. Principal study in this paper is related to the profile and history of the country southwest Pacific territory. (New Caledonia or New Caledonia, the territory of France and still in control of France. Tokelau Islands Pitcairn, American Samoa) what is the role of France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna related to the existence of the nuclear issue? How is the role of the USA in the State American Samoa, Guam, Hawaii, and Northern Mariana? In addition to economic issues, Total population with low education who have not been able to bring States towards a better country. The region is often hit by hurricanes and rising sea levels. And the most tragic is the four experiments of nuclear weapons.Key words : Country - State Territory Pacific southwest. Caledonia, France. Tokelau, Pitcairn Islands, American Samoa France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna United States in the State American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana.
Strategi Komunikasi Politik Dan Pemenangan Pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2013 Qalbi, Nurul
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Ramdhan Pomanto–Syamsu Rizal pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) kota Makassar tahun 2013, mengetahui strategi pemenangan, dan untuk mengetahui kaitan antara strategi komunikasi politik dengan pemenangan pasangan Ramadhan Pomanto–Syamsu Rizal. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan juli sampai dengan September 2014 di kota Makassar tepatnya pada posko tim pemenangan / tim pendukung sobat DIA dan unsur – unsur yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang telah diarahkan untuk menggambarkan dan menganalisa fakta dengan argument yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan ini mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar selain didukung oleh kemampuan dan tim yang solid juga pasangan ini menerapkan analisis SWOT dalam kampanye politik. Dengan adanya tim yang solid, strategi komunikasi politik yang baik dan dukungan tim pemenangan menunjukkan bahwa pasangan Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (Dia) mampu mengungguli sembilan pasangan kandidat lainnya dengan perolehan suara terbanyak yaitu 182.242 suara.Kata kunci : Strategi, Komunikasi, PilkadaAbstract : This study aims to determine the strategy of political communication done by couples Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal in local elections of Makassar in 2013; and to know the winning strategy; and to determine the links between the strategy of political communication with the winning pair of Ramadan Pomanto - Syamsu Rizal. The research was conducted during the two months started from July until September 2014 in the city of Makassar. It took place at post of winning team as the basic place; it was called by DIA, and also other elements that were considered relevant to this study. The type of research is descriptive analysis which aimed to define and analyze the facts with proper arguments. The results showed that the pair is able to win local elections in this election of mayor and deputy mayor of Makassar because of their good ability and performance. They were also supported by a solid team which applied SWOT analysis within political campaign politics. Having solid team, good political communication strategy and wide support team do help Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal be able to outperform the nine other pairs of candidates with the most votes, namely 182.242 votes.Key words : Strategy, Communication, Local Election
Historical and Cultural Factors in Indonesian Civil-Military Relations Burhanuddin, Agussalim
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perdebatan teoretis dalam bidang hubungan sipil-militer telah didominasi oleh teori pemisahan yang mengakui perbedaan antara lembaga sipil dan militer, dan interaksi antara mereka harus dipertahankan sebagai dalam bentuk yang sipil memegang kontrol atas militer. Namun, Rebecca Schiff mengusulkan teori konkordansi sebagai alternatif yang menunjukkan suatu bentuk integrasi antara militer dan masyarakat.  Teori   konkordansi   digunakan   sebagai   model   analisis   untuk   mengatasi   faktor-faktor sejarah  dan  budaya  dalam  hubungan  sipil-militer  Indonesia. Penelitian ini  menggunakan  empat aspek  konkordansi  sebagai  instrumen  untuk  mengukur  apa  tingkat  kesepakatan  dapat  dicapai  antara militer, elit politik, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sejarah dan budaya telah memainkan peran penting dalam membentuk hubungan sipil-militer di Indonesia, mereka gagal  untuk  membangun  hubungan  sipil-militer  baik  yang  didasarkan  pada  gagasan  supremasi  sipil. Kata kunci: teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Kata kunci : Teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Abstract : The theoretical debate in area of civil-military relations has been dominated by separation theories which recognize the distinction between civilian and military institutions, and the interaction between them should be maintained as in a form that civilian holds control over the military. However, Rebecca Schiff proposes the concordance theory as an alternative that suggests a form of integration between the military and society. This theory of concordance is used as a model of analysis for addressing historical and cultural factors in Indonesian civil-military relations. The study uses the four aspects of concordance as instruments to measure on what level of agreement can be achieved among the military, political elites, and society. The result shows that although historical and cultural factors have played important roles in shaping civil-military relations in Indonesia, they fail to build good civil-military relations which is based on the idea of civilian supremacy.Key words : The  concordance  theory,  civil-military  relations, historical  and  cultural  factors, civilian supremacy.
Kultivasi Nilai-Nilai Budaya Toraja Orang Tua Dan Anak Melalui Komunikasi Keluarga Di Kota Makassar “Cultivation Cultural Values Toraja Parents And Children Through Family Communication In Makassar City” Bahfiarti, Tuti
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Komunikasi  keluarga  merupakan  bagian  komunikasi  interpersonal  yang  melibatkan  pertukaran  pesan baik secara verbal dan non verbal antara orang tua dan anak dalam menanamkan atau mengkultivasi anak terhadap nilai-nilai budaya orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah mengkategorisasi kultivasi nilai-nilai budaya Toraja orang tua dan anak melalui komunikasi keluarga. Tipe penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji secara mendalam kultivasi nilai-nilai budaya Toraja. Hasil penelitian menemukan pola kultivasi pertama, orang tua dan anak aktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai- nilai budaya Toraja. Kedua, orang tua yang aktif dan memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai budaya Toraja pada anak-anak mereka. Ketiga, anak yang lebih proaktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai-nilai budaya Toraja, dari tetangga sesama Etnik Toraja, teman bermain, dan teman-teman di sekolah yang juga memiliki etnik sama.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Keluarga, Kultivasi, Nilai Budaya TorajaAbstract : Family communication is part of interpersonal communication that involves the exchange of messages, both verbal and non-verbal between parents and children in instilling or cultivate the child to cultural values of their parents. The purpose of this study was categorizing cultivation cultural values Toraja parents and children through family communication. This type of research uses qualitative descriptive study to examine in depth the cultivation of cultural values Toraja. The study found a pattern of cultivation first, parents and children of active and participatory in learning cultural values Toraja. Second, parents are active and have a high participation in the teaching of cultural values Toraja on their children. Third, children are more proactive and participatory in learning cultural values Toraja, Toraja ethnic fellow neighbors, playmates and friends at school who also have the same ethnicity.Key words : Interpersonal Communication, Family Communication, Cultivation, Cultural Values Toraja
Strategi Komunikasi Politik Dan Pemenangan Pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2013 Nurul Qalbi
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Ramdhan Pomanto–Syamsu Rizal pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) kota Makassar tahun 2013, mengetahui strategi pemenangan, dan untuk mengetahui kaitan antara strategi komunikasi politik dengan pemenangan pasangan Ramadhan Pomanto–Syamsu Rizal. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan juli sampai dengan September 2014 di kota Makassar tepatnya pada posko tim pemenangan / tim pendukung sobat DIA dan unsur – unsur yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang telah diarahkan untuk menggambarkan dan menganalisa fakta dengan argument yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan ini mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar selain didukung oleh kemampuan dan tim yang solid juga pasangan ini menerapkan analisis SWOT dalam kampanye politik. Dengan adanya tim yang solid, strategi komunikasi politik yang baik dan dukungan tim pemenangan menunjukkan bahwa pasangan Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (Dia) mampu mengungguli sembilan pasangan kandidat lainnya dengan perolehan suara terbanyak yaitu 182.242 suara.Kata kunci : Strategi, Komunikasi, PilkadaAbstract : This study aims to determine the strategy of political communication done by couples Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal in local elections of Makassar in 2013; and to know the winning strategy; and to determine the links between the strategy of political communication with the winning pair of Ramadan Pomanto - Syamsu Rizal. The research was conducted during the two months started from July until September 2014 in the city of Makassar. It took place at post of winning team as the basic place; it was called by DIA, and also other elements that were considered relevant to this study. The type of research is descriptive analysis which aimed to define and analyze the facts with proper arguments. The results showed that the pair is able to win local elections in this election of mayor and deputy mayor of Makassar because of their good ability and performance. They were also supported by a solid team which applied SWOT analysis within political campaign politics. Having solid team, good political communication strategy and wide support team do help Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal be able to outperform the nine other pairs of candidates with the most votes, namely 182.242 votes.Key words : Strategy, Communication, Local Election
Historical and Cultural Factors in Indonesian Civil-Military Relations Agussalim Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perdebatan teoretis dalam bidang hubungan sipil-militer telah didominasi oleh teori pemisahan yang mengakui perbedaan antara lembaga sipil dan militer, dan interaksi antara mereka harus dipertahankan sebagai dalam bentuk yang sipil memegang kontrol atas militer. Namun, Rebecca Schiff mengusulkan teori konkordansi sebagai alternatif yang menunjukkan suatu bentuk integrasi antara militer dan masyarakat.  Teori   konkordansi   digunakan   sebagai   model   analisis   untuk   mengatasi   faktor-faktor sejarah  dan  budaya  dalam  hubungan  sipil-militer  Indonesia. Penelitian ini  menggunakan  empat aspek  konkordansi  sebagai  instrumen  untuk  mengukur  apa  tingkat  kesepakatan  dapat  dicapai  antara militer, elit politik, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sejarah dan budaya telah memainkan peran penting dalam membentuk hubungan sipil-militer di Indonesia, mereka gagal  untuk  membangun  hubungan  sipil-militer  baik  yang  didasarkan  pada  gagasan  supremasi  sipil. Kata kunci: teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Kata kunci : Teori konkordansi, hubungan sipil-militer, faktor sejarah dan budaya, supremasi sipil.Abstract : The theoretical debate in area of civil-military relations has been dominated by separation theories which recognize the distinction between civilian and military institutions, and the interaction between them should be maintained as in a form that civilian holds control over the military. However, Rebecca Schiff proposes the concordance theory as an alternative that suggests a form of integration between the military and society. This theory of concordance is used as a model of analysis for addressing historical and cultural factors in Indonesian civil-military relations. The study uses the four aspects of concordance as instruments to measure on what level of agreement can be achieved among the military, political elites, and society. The result shows that although historical and cultural factors have played important roles in shaping civil-military relations in Indonesia, they fail to build good civil-military relations which is based on the idea of civilian supremacy.Key words : The  concordance  theory,  civil-military  relations, historical  and  cultural  factors, civilian supremacy.
Kultivasi Nilai-Nilai Budaya Toraja Orang Tua Dan Anak Melalui Komunikasi Keluarga Di Kota Makassar “Cultivation Cultural Values Toraja Parents And Children Through Family Communication In Makassar City” Tuti Bahfiarti
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Komunikasi  keluarga  merupakan  bagian  komunikasi  interpersonal  yang  melibatkan  pertukaran  pesan baik secara verbal dan non verbal antara orang tua dan anak dalam menanamkan atau mengkultivasi anak terhadap nilai-nilai budaya orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah mengkategorisasi kultivasi nilai-nilai budaya Toraja orang tua dan anak melalui komunikasi keluarga. Tipe penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji secara mendalam kultivasi nilai-nilai budaya Toraja. Hasil penelitian menemukan pola kultivasi pertama, orang tua dan anak aktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai- nilai budaya Toraja. Kedua, orang tua yang aktif dan memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai budaya Toraja pada anak-anak mereka. Ketiga, anak yang lebih proaktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai-nilai budaya Toraja, dari tetangga sesama Etnik Toraja, teman bermain, dan teman-teman di sekolah yang juga memiliki etnik sama.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Keluarga, Kultivasi, Nilai Budaya TorajaAbstract : Family communication is part of interpersonal communication that involves the exchange of messages, both verbal and non-verbal between parents and children in instilling or cultivate the child to cultural values of their parents. The purpose of this study was categorizing cultivation cultural values Toraja parents and children through family communication. This type of research uses qualitative descriptive study to examine in depth the cultivation of cultural values Toraja. The study found a pattern of cultivation first, parents and children of active and participatory in learning cultural values Toraja. Second, parents are active and have a high participation in the teaching of cultural values Toraja on their children. Third, children are more proactive and participatory in learning cultural values Toraja, Toraja ethnic fellow neighbors, playmates and friends at school who also have the same ethnicity.Key words : Interpersonal Communication, Family Communication, Cultivation, Cultural Values Toraja
Karakteristik Gaya Kepemimpinan Biro Administrasi Universitas Hasanuddin Makassar Anwar Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya kepemimpinan Biro administrasi Universitas Hasanuddin. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran serta referensi bagi peneliti lainnya yang akan mengkaji pada bidang yang sama. Di samping itu pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang ilmu Administrasi, khususnya peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia serta dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Metode penelitian menghitung populasi dengan menggunakan rumus Sloving dalam Sugiyono 2007, pengambilan data dengan kuesioner, interview dan data sekunder. Pengolahan data dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 gaya kepemimpinan pada Biro Administrasi Universitas Hasanuddin yaitu Direktif, Suportif, partisipatif dan Orientasi prestasi masih dikategorikan baik. Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Biro Administrasi, Universitas Hasanuddin Abstract : This study aims to determine the characteristics of leadership style Hasanuddin University Administration Bureau of the results of this study are expected to be the study materials and reference for other researchers who will study in the same plane. Besides that, the application of science in the field of administration, in particular the increase in Human Resource Management and can broaden the understanding of the importance of leadership style on performance improvement research employee. Calculate method the population using the formula Sugiyono sloving in 2007, to collect data by questionnaires, interviews and secondary data. Data using Likert Scale. The results showed that the three styles of leadership at Hasanuddin University Academic Bureau that directive, Support, participative and achievement orientation is still considered good. Key words : Leadership Style, Administration Bureau, Hasanuddin University

Page 1 of 2 | Total Record : 12