cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Karakteristik Gaya Kepemimpinan Biro Administrasi Universitas Hasanuddin Makassar Anwar, Anwar
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya kepemimpinan Biro administrasi Universitas Hasanuddin. Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran serta referensi bagi peneliti lainnya yang akan mengkaji pada bidang yang sama. Di samping itu pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang ilmu Administrasi, khususnya peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia serta dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Metode penelitian menghitung populasi dengan menggunakan rumus Sloving dalam Sugiyono 2007, pengambilan data dengan kuesioner, interview dan data sekunder. Pengolahan data dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 gaya kepemimpinan pada Biro Administrasi Universitas Hasanuddin yaitu Direktif, Suportif, partisipatif dan Orientasi prestasi masih dikategorikan baik. Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Biro Administrasi, Universitas Hasanuddin Abstract : This study aims to determine the characteristics of leadership style Hasanuddin University Administration Bureau of the results of this study are expected to be the study materials and reference for other researchers who will study in the same plane. Besides that, the application of science in the field of administration, in particular the increase in Human Resource Management and can broaden the understanding of the importance of leadership style on performance improvement research employee. Calculate method the population using the formula Sugiyono sloving in 2007, to collect data by questionnaires, interviews and secondary data. Data using Likert Scale. The results showed that the three styles of leadership at Hasanuddin University Academic Bureau that directive, Support, participative and achievement orientation is still considered good. Key words : Leadership Style, Administration Bureau, Hasanuddin University
Pendekatan Konstruktif Asean – Myanmar : Sorotan Kajian Lepas Roslam, Aini Fatihah; Idris, Nor Azizan; Othman, Zarina
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Myanmar (Burma) as a member of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) became the centre of regional attention when the United States (US) and the European Union (EU) imposed economic sanctions on the country. Myanmar’s membership is said to be hampering image and credibility of ASEAN. In addition, the Rohingya’s human rights issue has also affected Myanmar’s relations with regional Islamic states. However, ASEAN accepts Myanmar’s membership hoping its political system will be more social oriented and more democratic. In this light, this article poses a question. Has ASEAN’s constructive approach successfully democratized Myanmar? ASEAN utilizes the constructive approach towards Myanmar rather than isolating it in order to pave way for Myanmar’s democratization. This study employs library research and secondary data from other sources. The literature review shows that even though Myanmar’s political system is yet to be fully democratized, ASEAN’s constructive approach has indeed brought Myanmar closer to be more democratic compared to its more socialist system earlier on. The election and the release of Aung San Suu Kyi, the chairperson of the National League for Democracy (NLD) and main opposition leader in Myanmar in 2010, are the indicators of this progress. It is with the hope that this literature review will contribute to the accumulation of knowledge in the field of democracy research, democratization, and the role of ASEAN in the discipline of International Relations. Key words : ASEAN, democracy, Myanmar, constructive approach, SPDCAbstrak : Keahlian Myanmar (Burma) dalam Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 1997 menjadi isu dalam hubungan serantau kerana Amerika Syarikat dan Kesatuan Eropah telah mengenakan sekatan ekonomi terhadapnya. Hal ini kerana, keahliannya menjejaskan kredibiliti dan imej ASEAN. Malah isu diskriminasi hak asasi kaum Rohingya di Myanmar turut memberi kesan terhadap hubungan antara Myanmar dengan negara Islam serantau. Namun, ASEAN menerima keahlian Myanmar dengan tujuan ianya akan dapat mensosialisasikan sistem politik negara tersebut ke arah yang lebih demokratik. Persoalannya, sejauh manakah pendekatan konstruktif ASEAN berjaya dalam usahanya menjadikan Myanmar sebuah negara demokrasi. ASEAN menggunapakai pendekatan konstruktif berhubung dengan kes Myanmar daripada meminggirkannya, kerana dengan ini memberi ruang pada Myanmar untuk lebih dekat dengan ’demokrasi’. Penyelidikan ini menggunakan kaedah kajian kepustakaan dan bersumberkan data sekunder. Sorotan kajian menunjukkan walaupun Myanmar masih belum menjadi negara yang mengamalkan sistem politik demokrasi, namun pendekatan konstruktif yang diambil oleh ASEAN berjaya membawa negara tersebut ke arah yang lebih ’demokratik’ berbanding sebelumnya yang bersifat sosialis. Pilihan Raya Kecil dan pembebasan Aung San Suu Kyi, Pengerusi Parti Liga Demokratik Kebangsaan (NLD) iaitu parti demokratik paling dominan di Myanmar pada tahun 2010, menunjukkan perubahan tersebut. Adalah diharapkan sorotan kajian ini dapat menyumbang ke arah pengumpulan khazanah ilmu terutamanya dalam bidang kajian demokrasi dan pendemokrasian serta kajian ASEAN dalam disiplin Hubungan Antarabangsa. Kata kunci : ASEAN, demokrasi, Myanmar, pendekatan konstruktif, SPDC
“Menuju Persahabatan” Melalui Komunikasi Antarpribadi Mahasiswa Beda Etnis (Studi Kasus Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako) Arianto, Arianto
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menuju persahabatan antar mahasiswa beda etnis atau suku FISIP Universitas Tadulako melalui komunikasi antarpribadi berlangsung melalui ragam etnis asli maupun etnis dari luar kota Palu Sulawesi Tengah, seperti, Etnis Kaili dan etnis Bugis/Makassar, etnik Kaili dan Jawa dan etnik Bugis dan Jawa. Permasalahannya adalah bagaimana tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi di  FISIP Universitas Tadulako. Tujuannya adalah untuk menguraikan tahapan menuju persahabatan mahasiswa beda etnis melalui komunikasi antarpribadi dan menerangkan proses menuju persahabatan beda etnis mahasiswa. Untuk menemukan jawaban permasalahan penelitian tersebut digunakan metode penelitian dengan pendekatan studi kasus selanjutnya data data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa Fisip Universitas Tadulako adalah melalui tahapan orientasi. Tahap paling awal dari komunikasi antarpribadi yang terjadi pada tingkat pribadi masing-masing. Kemudian berlanjut tahap komunikasi antarpribadi  yang lebih “tanpa beban dan santai” di mana komunikasi sering kali berjalan spontan dan individu membuat keputusan yang cepat, sering kali dengan sedikit memberikan perhatian untuk hubungan secara keseluruhan. Tahap ini ditandai munculnya hubungan persahabatan yang dekat atau hubungan antara mahasiswa, sehingga komitmen yang lebih besar dan perasaan yang lebih nyaman terhadap pihak lainnya juga menjadi ciri tahap ini. Demikian pula, perkembangan menuju persahabatan melalui komunikasi antarpribadi mahasiswa beda etnis ditandai dengan ditandai dengan adanya perilaku saling kritik, karena penggunaan bahasa daerah masing- masing, atau kesalahan interpretasi makna bahasa komunikasi masing-masing pihak. Namun, belum berpotensi mampu mengancam kelangsungan hubungan yang sudah terbina.Kata kunci : Komunikasi Antarpribadi, Perbedaan Etnis dan PersahabatanAbstract : Towards friendship between students of different ethnic or tribal FISIP Tadulako through interpersonal communication takes place through a variety of ethnicities and ethnic groups from outside the city of Palu, Central Sulawesi, such as, Kaili Ethnic and ethnic Bugis/ Makassar, Kaili and Javanese ethnicity and ethnic Bugis and Javanese. The problem is how the different stages towards friendship ethnic students through interpersonal communication in FISIP Tadulako. The aim is to outline steps towards different ethnic student friendship through interpersonal communication and explain the process towards different ethnic friendship Students. To find answers to the problems of these studies used the method to study the data further case study approach data were collected through interviews and observations were analyzed using qualitative approach. The study found that Towards friendship through interpersonal communication Tadulako Fisip students is through the stages of orientation. The earliest stages of interpersonal communication that occurs on a personal level respectively. Then progressed stage of interpersonal communication is more “carefree and relaxed” where communication often goes spontaneously and individuals make decisions quickly, often with little attention to the overall relationship. This stage marked the emergence of a close friendship relationship or the relationship between students, so that greater commitment and feeling more comfortable on the other side also characterize this stage. Similarly, progress towards friendship through interpersonal communication between personal of students ethnic differences are marked with behavior characterized by mutual criticism, because the use of local languages each, or misinterpretation of the meaning of the language of communication of each party. However, there are potentially capable of threatening the continuity of the relationship already established.Key words : Interpersonal Communication, Ethnic Differences and Friendship
Strategi Program Studi Untuk Meningkatkan Brandawareness (Studi Pada Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga) Purwani, Diah Ajeng
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Brand awareness sangat berkaitan erat dengan bagaimana sebuah brand bisa bertahan di benak masyarakat. Dengan memperkuat brand diharapkan masyarakat sebagai salah satu stake holder akan memiliki brand awareness atau kesadaran merek terhadap perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini untuk menunjukkan bahwa bukan hanya perusahaan saja yang harus membentuk dan meningkatkan “brand awareness”, namun perguruan tinggi dimasa sekarang juga harus memikirkan hal ini sebagai bagian dari perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Program studi dapat membentuk brand awareness yang dapat melekat kuat di benak masyarakat. Pembentukan brand awareness setiap program studi sangat ditentukan oleh target mahasiswanya, siapa kompetitornya, bagaimana agar prodi yang bersangkutan memiliki kredibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan program studi serupa di kampus yang lain.Kata Kunci : strategi, program studi dan brandawarness Abstract : Brand awareness is related to the strength of the brand in memory. Brand awareness is reflected by consumers’ ability to identify various brand elements. This research explains that brands have become important drivers of growth for any university,department, good or service. A strong university brand makes people aware of what the university represents and about the different offerings of the university. The main reason consumers flock to some department in university and ignore others is that behind the brand stands an unspoken promise and value. It is necessary to decide who the target consumer is, who the main competitors are, how the brand is similar to these competitors and how the brand is different from these competitorsKey words : Strategy, Courses and Brandawarness
Dinamika Negara-Negara Teritori Asing Di Kawasan Pasifik Barat Daya Burhanuddin, Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Dinamika Negara-Negara Teritori Asing di Kawasan Pasifik Barat Daya, Tidak lagi menjadi rahasia umum bahwa hampir semua Negara teritori Asing  di kawasan pasifik barat  daya merupakan wilayah yang tanpa ke pemerintahan dan telah dikelola oleh Negara bekas koloni. Terdapat keuntungan dan kerugian yang diperoleh oleh Negara-negara yang sistem pemerintahannya diatur oleh Negara koloni misalnya segala bentuk dan jenis kebijakan yang diatur dan ditetapkan oleh Negara koloni tanpa harus mempertimbangkan atau mendengar aspirasi Negara-negara teritori. Kadangkala kebijakannya merugikan bahkan cenderung mengeksploitasi masyarakat di negara-negara teritori asing pasifik barat daya.  Permasalahan umum yang dihadapi oleh Negara-negara teritori adalah akses terhadap dunia luar yang sulit sebab wilayahnya terpencil dan akses informasi yang minim akibatnya kegiatan ekonomi lumayan sulit untuk terlaksana dengan baik. Pokok kajian dalam tulisan ini adalah terkait profil dan sejarah Negara-negara teritori Pasifik barat daya. (Kaledonia Baru atau New Caledonia, teritori dari Perancis dan masih dalam pengawasan Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa) Bagaimanakah peran Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna terkait keberadaan isu nuklir ?Bagaimanakah peran Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara? Selain masalah perekonomian, Jumlah penduduk yang berpendidikan rendah yang belum mampu membawa Negara-negaranya ke arah yang lebih baik. seringkali wilayah tersebut terkena badai maupun kenaikan permukaan air laut. Dan yang paling tragis adalah empat percobaan persenjataan nuklir.Kata kunci : Negara - Negara Teritori Pasifik barat daya.  Caledonia, Perancis. Tokelau, Kepulauan Pitcairn, American Samoa Perancis di Negara New Caledonia, French Polynesia, Wallis dan Futuna Amerika Serikat di Negara American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana Utara.Abstract : The dynamics of the Territory of Foreign Countries in the Western Pacific Region Power, No longer a secret that almost all countries foreign territories in the Pacific southwest region is a region without governance and has been managed by the State of former colonies. There are advantages and disadvantages derived by States that system of government is regulated by the State Colony for example all forms and types of policies are governed and determined by the State colonies without having to consider or hear the aspirations of countries territories. Sometimes discretion harm even tends to exploit people in countries foreign territory pacific southwest. Common problems faced by the countries territory is access to the outside world is difficult because the area is remote and minimal access to information as a result of economic activity fairly difficult to be implemented properly. Principal study in this paper is related to the profile and history of the country southwest Pacific territory. (New Caledonia or New Caledonia, the territory of France and still in control of France. Tokelau Islands Pitcairn, American Samoa) what is the role of France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna related to the existence of the nuclear issue? How is the role of the USA in the State American Samoa, Guam, Hawaii, and Northern Mariana? In addition to economic issues, Total population with low education who have not been able to bring States towards a better country. The region is often hit by hurricanes and rising sea levels. And the most tragic is the four experiments of nuclear weapons.Key words : Country - State Territory Pacific southwest. Caledonia, France. Tokelau, Pitcairn Islands, American Samoa France in the State of New Caledonia, French Polynesia, Wallis and Futuna United States in the State American Samoa, Guam, Hawaii, Mariana.
Conceptual Framework Of Decentralization Policy : A Case Of Local Government In Thailand Krutchon, Thuanthong
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This paper has three purposes. First, it aims to critically review the conceptual framework of decentralization policy of local government in Thailand. According to the scholars’ perspective, the term “local government” is viewed as a self-governance. Thus, this paper presents a brief concept of Thai local government context consisting of general form –PAO, Municipality, SAO and special form-BMA and City of Pattaya. Second, this paper discusses decentralization policy in Thailand. In doing so, five major taxonomies of authority have been portrayed on governance and thought, infrastructure, economic, commerce and finance, society and quality of life, and natural resources and environment. Moreover, Two case studies are reviewed to illustrate decentralization policy in Thai local government. Finally, this paper gives the suggestion for future direction of decentralization policy in Thailand. Keywords : Decentralization policy, Authority, Thai Local GovernmentAbstrak : Makalah ini memiliki tiga tujuan. Pertama, bertujuan untuk meninjau secara kritis kerangka kebijakan konseptual desentralisasi pemerintah daerah di Thailand. Menurut perspektif para cendekiawan, istilah “pemerintah daerah” dipandang sebagai pemerintahan mandiri. Dengan demikian, makalah ini menyajikan konsep singkat Thailand dengan konteks pemerintah daerah yang terdiri dari bentuk umum -PAO, Municipality, SAO dan khusus bentuk BMA dan Kota Pattaya. Kedua, tulisan ini membahas kebijakan desentralisasi di Thailand. Dengan demikian, lima taksonomi utama otoritas telah digambarkan di pemerintahan dan pikiran, infrastruktur, ekonomi, perdagangan dan keuangan, masyarakat dan kualitas hidup, dan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Selain itu, dua studi kasus Ulasan untuk menggambarkan kebijakan desentralisasi di pemerintah daerah Thailand. Akhirnya, tulisan ini memberikan saran untuk arah masa depan kebijakan desentralisasi di Thailand. Kata kunci : kebijakan Desentralisasi, Kewenangan, Pemerintah Daerah Thailand
Membangun Kembali Perdamaian : Rekonsiliasi Konflik Komunal Berbasis Trust Anwar, Sakaria
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kelangsungan perdamaian pasca konflik komunal di tanah air belum berlangsung maksimal oleh karena rekonsiliasi masyarakat mengalami kegagalan yang menyebabkan terjadinya krisis kepercayan. Karena itu, masyarakat membutuhkan trust sebagai modal sosial utama yang mesti dibangun kembali untuk membantu rekonsiliasi pasca konflik komunal. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kegagalan resolusi dan krisis kepercayaan serta menjelaskan upaya membangun kembali perdamaian berbasis trust. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Hasil analisis menemukan bahwa kegagalan rekonsiliasi konflik komunal berimbas pada terjadinya segregasi sosial yang berpeluang membentuk kembali sentimen in-group dan out-group, memudarnya masyarakat corak familistik yang tergantikan corak individual, serta tumbuhnya stigma dan prasangka sosial, sehingga berpotensi menumbuhkan kembali kantong- kantong potensi konflik baru. Sedangkan dalam membangun kembali perdamaian berbasis trust, di mulai dari menanamkan kembali sikap trust antar masyarakat dalam kelangsungan perdamaian. Disimpulkan bahwa masyarakat yang pernah dilanda konflik komunal seyogyanya masih membutuhkan proses perdamaian jangka panjang yang berbasis trust. Disarankan penting untuk rekonstruksi modal sosial trust pasca konflik sehingga program pembangunan sosial pasca konflik berjalan maksimal. Kata kunci : Perdamaian, Rekonsliliasi Abstract : Continuity of post-conflict peace communal land air yet lasted maximum posted because reconciliation ‘what people experience failure causes trust crisis. Therefore, ‘require public trust as social capital built back main what must for assist post-conflict reconciliation communal. Husband article aims for explain failure resolution and crisis as well as describing trust rebuilding peace efforts based confidence. The writing method used is the analysis of literature. The analysis finds that the failure reconciliation communal conflicts on the impact of social segregation the opportunity to form back sentiment in-group and out-group, waning ‘style community familystik the replaceable individual style, as well as the growth of social stigma and prejudice, so that potential foster back pockets the potential for new conflict. While hearts rebuilding peace based confidence, at start of instilling back attitude trust between ‘society hearts continuity of peace. Concluded that ‘conflict affected communities should communal peace process still needs-based long term trust. Important advised to reconstruction of social capital trust program so that post- conflict social development of post conflict maximum running. Key words : Peace, Reconciliation, Trust
Strategi Komunikasi Politik Dan Pemenangan Pasangan Muhammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2013 Qalbi, Nurul
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Ramdhan Pomanto–Syamsu Rizal pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) kota Makassar tahun 2013, mengetahui strategi pemenangan, dan untuk mengetahui kaitan antara strategi komunikasi politik dengan pemenangan pasangan Ramadhan Pomanto–Syamsu Rizal. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu bulan juli sampai dengan September 2014 di kota Makassar tepatnya pada posko tim pemenangan / tim pendukung sobat DIA dan unsur – unsur yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang telah diarahkan untuk menggambarkan dan menganalisa fakta dengan argument yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan ini mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar selain didukung oleh kemampuan dan tim yang solid juga pasangan ini menerapkan analisis SWOT dalam kampanye politik. Dengan adanya tim yang solid, strategi komunikasi politik yang baik dan dukungan tim pemenangan menunjukkan bahwa pasangan Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal (Dia) mampu mengungguli sembilan pasangan kandidat lainnya dengan perolehan suara terbanyak yaitu 182.242 suara.Kata kunci : Strategi, Komunikasi, PilkadaAbstract : This study aims to determine the strategy of political communication done by couples Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal in local elections of Makassar in 2013; and to know the winning strategy; and to determine the links between the strategy of political communication with the winning pair of Ramadan Pomanto - Syamsu Rizal. The research was conducted during the two months started from July until September 2014 in the city of Makassar. It took place at post of winning team as the basic place; it was called by DIA, and also other elements that were considered relevant to this study. The type of research is descriptive analysis which aimed to define and analyze the facts with proper arguments. The results showed that the pair is able to win local elections in this election of mayor and deputy mayor of Makassar because of their good ability and performance. They were also supported by a solid team which applied SWOT analysis within political campaign politics. Having solid team, good political communication strategy and wide support team do help Ramdhan Pomanto and Syamsu Rizal be able to outperform the nine other pairs of candidates with the most votes, namely 182.242 votes.Key words : Strategy, Communication, Local Election
Memudarnya Nilai-Nilai Lokal pada Komunitas Nelayan Pulau-Pulau Kecil (Kasus Pulau Barrang Lompo Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan) Anwar, Sakaria
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Nilai-nilai lokal merupakan sesuatu yang dihargai dan hormati dalam suatu masyarakat atau komunitas. Selama nilai-nilai dalam masyarakat masih hormati oleh komunitasnya maka nilai itu akan tetap bertahan (eksis) dan bahkan dapat bertambah. Namun nilai-nilai dalam masyarakat atau komunitas dapat berubah, bergeser, pudar atau bahkan hilang sama sekali karena adanya tekanan dari luar (penetrasi pasar miswalnya) dan boleh jadi juga karena tekanan dari dalam komunitas itu sendiri. Tulisan ini mencoba menjawab permasalahan sebagai fokus kajian yaitu; bagaimana proses memudarnya nilai-nilai lokal pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil. Dia merupakan extraksi dari bagian disertasi yang berjudul Kapital Sosial, Negara dan Pasar pada Komunitas Nelayan Pulau-pulau Kecil (Studi Kasus di Pulau Barrang Lompo Makassar-Provinsi Sulawesi Selatan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pengamatan terbatas dari 12 orang informan yang ditentukan secara snowball sampling, kemudian dianalisis secara kualitatif yang diperkuat oleh data kuantitatif untuk menjelaskan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi pasar berupa derasnya arus barang, jasa dan orang masuk ke pulau dan komersialisasi hasil laut pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil dalam kurun waktu 10 Tahun terkahir (pasca penetrasi pasar) telah menyebabkan nilai-nilai lokal yang selama ini di anut dan dipatuhi oleh komunitas menjadi bergeser dan memudar. Pada sisi yang lain stok nilai-nilai pada komunitas nelayan pulau-pulau kecil tersebut juga menjadi bertambah. Kata kunci : Memudar, penetrasi pasar, komersialisasi, komunitas lokal dan Kepercayaan. Abstract : Local values is something that is appreciated and respected in a society or community. During values in society are still respected by the community, the value of it will remain (exist) and may even increase. However, the values in the society or community may change, shift, fade or even disappear altogether because of pressure from the outside (miswalnya market penetration) and perhaps also because of pressure from within the community itself. This paper attempts to answer the question as the focus of the study, namely; how the process of waning local values in the fishing community of small islands. He is the extraction of part of the dissertation entitled Social Capital, State and Market at Fishermen Community of Small Islands (Case Study Island Lompo Barrang Makassar South Sulawesi). Data were collected through interviews and limited observations of 12 informants were determined by snowball sampling, and then analyzed qualitatively reinforced by quantitative data to explain the focus of the study. The results showed that the market penetration in the form of swift flow of goods, services and people into the island and commercialization of marine products in the fishing community of small islands within the last 10 years (after the penetration of the market) has led to local values that have embraced and followed by the community be shifted and faded. On the other hand the stock values in the fishing community of small islands also be increased.Key words : Diminished, market penetration, commercialization, local communities and Trust.
Dinamika Kawasan Pasifik Barat Daya Dalam Percaturan Global Burhanuddin, Burhanuddin
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 1, July 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kawasan Pasifik Barat Daya dalam percaturan Politik Global mengacu pada dua tujuan yakni mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya dan mengetahui kepentingan Negara-negara besar di Kawasan Pasifik Barat Daya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif-Analitif yang memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena yang terjadi dan relevan.dan menggambarkan kawasan Pasifik Barat Daya dan nilai strategisnya serta interaksinya,dengan fihak Internasional. Dan dari data ini kemudian menganalisa kepentingan Negara-negara besar dan perebutan pengaruh yang terjadi di antara mereka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pasifik barat daya terdiri dari 22 unit politik yang juga dikenal dengan nama Pasifik Selatan atau Oceania,nilai strategis dan sejumlah kepentingan Internasional hadir di region ini. Beberapa Negara besar yang berkepentingan dan menanamkan pengaruhnya di kawasan tersebut, misalnya Australia dan New Zealand, Amerika Serikat, perancis, China dan Jepang kehadiran Australia dan New Zealand tidak lepas dari kedekatan dan statusnya sebagai bagian dari kawasan ini. Kata kunci : Kawasan Pasifik Barat Daya, Politik Global, Negara Negara BesarAbstract : This study aimed to determine the Southwest Pacific Region in the political arena. This research was conducted with reference to the two objectives, namely: to know the interests of the big countries in the Southwest Pacific Region and to determine the seizure of the interests of the big countries in the region.The method used in this research is descriptive analytical method is to provide a picture of the phenomenon relevant to the problems studied and analyzed to answer the problem. Through this method, the authors describe the Southwest Pacific region and its strategic value and its interaction with international parties. By having this data then analyzed the interests of the big countries and the struggle for influence that happened between them. As for the data collection techniques which used is by reviewing the literature (library research), by collecting data from the literature related to the discourse discussed. The results of this study indicate that the Southwest Pacific region comprises 22 political units which are also known as the South Pacific or Oceania. Departing from a number of strategic values, a number of international interests is present in this region. Some big countries which concerned and attempts to influence over this region there are Australia, New Zealand, United States, France, China and Japan. The presence of Australia and New Zealand can not be separated from its proximity and status as part of this region.Key words : Southwest Pacific Region, Global political