cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
PENGARUH DIASPORA INDIA TERHADAP HUBUNGAN BILATERAL INDIA - MALAYSIA Alisan Angela
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 1 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: first, identify the influence of Indian diaspora towards the bilateral relationship between India and Malaysia, and secondly, to observe the effectiveness of Indian diaspora management to strengthen the India – Malaysia bilateral relations. To answer the research questions, the writer applied qualitative descriptive research method with data collection technique through literature review and interview. Qualitative analysis technique with deductive writing technique was used by the writer to analyze the data. The result shows that Indian diaspora do have the influence towards India – Malaysia bilateral relations, even from the early indenpendencies of Malaysia. The influence also had shown by the cooperation direnction between these two countries that always looks up to each other first. Indian diaspora also stand in a vulnerable position, which on one side, it could support the bilateral relations and on the other side, it could endanger the relations. The effectiveness of Indian diaspora management itself to strengthen the India – Malaysia relations still can be elevated and it took a bigger role from Ministry of Overseas Indian Affairs (MOIA) which aims to manage Indian diaspora and to make Indian diaspora as a strategic resource to India. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, melihat pengaruh diaspora India di dalam hubungan bilateral antara Malaysia dan India, dan kedua, melihat efektifitas pengelolaan diaspora India dalam memperkuat hubungan bilateral India – Malaysia. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka metode penelitian yang penulis gunakan adalah tipe deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Adapun untuk menganalisa data, penulis memakai teknik analisis kualitatif dengan teknik penulisan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diaspora India memiliki penaruh terhadap hubungan bilateral India dan Malaysia bahkan sejak awal merdekanya negara Malaysia. Hal ini terlihat dari arah kerjasama masing – masing negara yang selalu saling mengutamakan satu sama lain. Selain itu, diaspora India berada dalam posisi yang rapuh, dimana di satu sisi dapat mendukung hubungan bilateral dan di sisi lain, dapat merusak hubungan bilateral antara India dan Malaysia. Efektifitas pengelolaan diaspora India sendiri dalam hubungan bilateral India dan Malaysia masih dapat ditingkatkan lagi dan hal ini memerlukan peranan yang lebih dari Ministry of Overseas Indian Affairs (MOIA) yang bertujuan untuk mengatur diaspora India serta menjadikan diaspora India sebagai salah satu sumber daya yang strategis bagi India.
DAMPAK KEBIJAKAN PROTEKSI INDONESIA PADA BIDANG WARALABA ASING (STUDI KASUS : KENTUCKY FRIED CHICKEN) Andi Wadiah Ambas Syam
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 1 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the first, what is interest of Indonesia in protection policies toward foreign franchises. Second, how the protection policy affect Indonesia regarding franchising Kentucky Fried Chicken. To achieve the study, the research method that the authors use is the method of descriptive - analytic techniques of data collection through literature sourced from valid books, journals, documents, and websites. As for the authors analyzed data using qualitative analysis techniques with deductive writing techniques. The results showed that Indonesia's interest in the policy of protection toward foreign franchises through Decree Permendag No. 07 of 2013 is to drive the economy of Indonesia on the prosperity and local self-reliance that can adapt to the foreign economic actors through the opening of a space for local entrepreneurs to establish economic cooperation with Multinational Corporation (MNC) through equity and make the economic climate in Indonesia be more conducive. After Decree Permendag No. 07 of 2013 applied, one side effect of this protection policy can be advantageous to Kentucky Fried Chicken (KFC) for establishment of cooperation with local entrepreneurs to create a market more dynamic. On the other hand, this protection policies have a negative impact because it inhibits the strategy of KFC in increasing their profits independently because of the role of local businessmen in investment combined with KFC to make a profit that is created should be divided in proportion to the investments that have been agreed. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pertama, apa kepentingan Indonesia dalam kebijakan proteksi pada bidang waralaba asing. Kedua, bagaimana dampak kebijakan proteksi Indonesia pada bidang waralaba Kentucky Fried Chicken. Untuk mencapai penelitian tersebut, maka metode penelitian yang penulis gunakan adalah tipe penelitian deskriptif – analitik dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dokumen, dan website yang valid. Sedangkan untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan teknik penulisan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan Indonesia dalam kebijakan proteksinya pada bidang waralaba asing melalui Permendag No 07 Tahun 2013 adalah mengarahkan perekonomian Indonesia pada kearifan dan kemandirian lokal yang dapat beradaptasi dengan pelaku ekonomi asing melalui pembukaan ruang bagi pengusaha lokal untuk menjalin kerjasama ekonomi dengan Multinational Corporation (MNC) melalui penyertaan modal dan menjadikan iklim perekonomian di Indonesia menjadi lebih kondusif. Setelah Permendag No 07 Tahun 2013 diterapkan, dampaknya Disatu sisi kebijakan proteksi ini dapat menguntungkan bagi Kentucky Fried Chicken (KFC) karena terjalinnya kerjasama dengan pengusaha lokal menciptakan pasar yang lebih dinamis. Disisi lain, kebijakan proteksi ini berdampak negatif bagi KFC karena menghambat strategi KFC dalam meningkatkan keuntungannya secara mandiri karena dengan peran pengusaha lokal dalam gabungan investasi dengan KFC membuat keuntungan yang tercipta harus dibagi sesuai dengan proporsi investasi yang telah disepakati.
PELAKSANAAN POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DALAM PENINGKATAN KEAMANAN WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-PAPUA NEW GUINEA Anisa Malawat
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 1 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of foreign policy as reflected in the Border Liaison Meeting to increase the security of the border between Indonesia and Papua New Guinea. During the reign of President Joko Widodo, there are foreign policies priority of Indonesia, one of them related to maintai the sovereignty of the Republic of Indonesia, as reflected in the border diplomacy. The method used by the writer is descriptive with data collection through literature. As for analyzing the data, the authors use qualitative analysis techniques with deductive writing techniques. The results of this study indicate that very high attention to the border area to change the outlook, that border region was the backyard of a country, now the border region is the country's leading veranda which reflects the existence of Indonesia. Border management then has a direct impact on the improvement of Indonesia's national security because it is based on bilateral cooperation to reduce the threat of border management and border security issues between Indonesia and Papua New Guinea. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan politik luar negeri yang tercermin dalam Border Liaison Meeting terhadap peningkatan keamanan wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea.Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, terdapat prioritas pelaksanaan politik luar negeri Indonesia salah satunya terkait menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercermin dalam diplomasi perbatasan.Metode yang digunakan oleh penulis adalah tipe deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka.Adapun untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan teknik penulisan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian yang sangat tinggi terhadap wilayah perbatasan mengubah pandangan bahwa perbatasan merupakan halaman belakang sebuah negara, sekarang wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan negara yang mencerminkan eksistensi Indonesia. Pengelolaan perbatasan kemudian berdampak langsung kepada peningkatan keamanan nasional Indonesia karena didasari oleh kerjasama bilateral pengelolaan perbatasan untuk mengurangi ancaman dan permasalahan keamanan perbatasan Indonesia-Papua New Guinea.
KERJASAMA INDONESIA DAN AUSTRALIA DALAM BIDANG KEAMANAN UNTUK MENANGANI KASUS ILLEGAL FISHING DI PERBATASAN KEDUA NEGARA Enggra Mamonto
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 1 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research portray the cooperation between Indonesia and Australia in handlind illegal fishing cases in state borders. It aims to discover the effectiveness of the cooperation in handling illegal fishing. This study focuses on the effectiveness of the cooperation between 2010 - 2015, and identifying the challenges and prospects of this cooperation. The type of research used is Descriptive - Analytic research. Data collecting technique used are interviews and library research, as well as gathering information from various written sources such as books, journals, newspapers, documents, and scientific articles. The result of this study concludes that the cooperation conducted by Australia and Indonesia in the field of security and handling illegal fishing in state borders to be effective. This can be seen by the declining number of illegal fishing cases by Indonesian fishermen from 2010 - 2015. Penelitian ini menggambarkan Kerjasama Indonesia dan Australia dalam dalam menangani kasus illegal fishing di perbatasan kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerjasama kedua negara dalam menangani kasus illegal fishing. Pembahasan difokuskan pada efektivitas kerjasama yang dilakukan kedua negara dalam kurun waktu 2010-2015 dan apa tantangan dan prospek dari kerjasama ini. Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah Deskriptif-Analitik. Adapun teknik pengumpulan data, penulis memperoleh dari wawancara dan studi pustaka yang menelaah sejumlah buku, jurnal, dokumen, surat kabar dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan Australia dalam bidang keamanan untuk menangani kasus illegal fishing ini berjalan dengan efektif. Hal ini bisa dilihat dari angka kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh para nelayan asal Indonesia yang dalam kurun waktu 2010-2015 mengalami penurunan.
PEOPLE POWER DALAM SUKSESI KEPEMIMPINAN DI MESIR Putri Rezki Manan
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 1 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe about the influence of people power in the leadership succession in Egypt, specially the President Mursi’s leadership. Where, at the time, it happened people power (people’s movement) , which is a continuation of the Arab Spring revolution 2011, cause by the prolonged crisis and the ideals of the revolution that is not achieved. The method of this research is analytical descriptive which aims to describe the phenomenons about the the influence of people power in the leadership succession in Egypt, specially the Mursi’s leadership. Technique of data collection that used by the writer is the method that based on documents and internet, or usually known as library research, taken from many literatures, such as books, journals, articles, newsletters, and internet, that related to the author’s thesis material.In this research, the writer also use qualitative technique of data analysis, which analyze background and the shape of the influence of people power in the leadership succession in Egypt, specially the President Mursi’s leadership. The results of research showed that the people power happening in Egypt exposedby the dissatisfaction and disappointment of the people against PresidentMursi, who betrayed the Arab Spring revolution results. And forget the ideals of the revolution, in form of freedom,justice,and welfare. This form of people power is unite the power of people marked by spreading propaganda in the media of communication and information (specially social media) and do action at the streets, by people of Egypt from various backround, as well as opposition parties. As well as followed by the military coup d’etat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh people power dalam suksesi kepemimpinan di Mesir, khususnya pada masa kepemimpinan Presiden Mursi. Di mana, pada masa itu terjadi people power (gerakan rakyat) , yang merupakan kelanjutan dari revolusi Arab Spring 2011, akibat adanya krisis yang berkepanjangan dan cita-cita revolusi yang tidak tercapai. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode analisis deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena-fenomena tentang pengaruh people power dalam suksesi kepemiminan di Mesir. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode berbasis dokumen dan internet, atau yang lebih dikenal dengan metode telaah pustaka (library research), yang bersumber dari berbagai literatur, seperti buku-buku, jurnal-jurnal, artikel, surat kabar harian, dan internet yang terkait dengan materi skripsi penulis. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan teknik analisis data kualitatif, yang menganalisa latar belakang dan bagaimana wujud pengaruh people power dalam suksesi kepemiminan di Mesir, khususnya pada kepemimpinan Presiden Mursi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, people power yang terjadi di Mesir, dilatar belakangi oleh ketidakpuasan dan kekecewaan rakyat terhadap Presiden Mursi, yang mengkhianati hasil revolusi 2011 dan melupakan cita-cita revolusi tersebut, berupa kebebasan, keadilan dan kesejahteraan. Wujud dari people power ini berupa menyatukan kekuatan rakyat, yang ditandai dengan menyebarkan propaganda di media komunikasi dan informasi (sosial media) dan melakukan aksi turun ke jalan, yang dilakukan oleh rakyat dari berbagai kalangan (kelompok), maupun partai-partai oposisi. Serta diikuti oleh kudeta militer.
PERGERAKAN LESBIAN, GAY, BISEXUAL, AND TRANSGENDER DI BELAHAN DUNIA PASCA DILEGALKANNYA LESBIAN, GAY, BISEXUAL, AND TRANSGENDER DI AMERIKA SERIKAT Ardi; Rasky; Munirah; Dita Zhazha Paramitha
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 2 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the legal status of marriage in the United States by 2015, it is the starting point for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender movements. Lesbians, Gay, Bisexual, and Transgender many get the pros and cons by the local American Society and from the international world. Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender are constantly striving to gain support from various parties to gain their rights, through the development of highly complex communication and Internet media that many Lesbians, Gay, Bisexuals and Transgender are getting a lot of attention from other countries Is also a fellow community or group of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender. The impact of this lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender existence in the United States, is in the spotlight Many countries in the world have pro and who are contra with it. In this paper, one of the theories used in international relations is the idea of ​​transnational theory which sees the existence of cross-country relations and the existence of social movements that develop because of the increasing interconnectivity between people around the world with the waning and no longer the limit- State borders. Dengan dilegalkanya pernikahan sesame jenis di Amerika Serikat pada tahun 2015, merupakan titik awal pergerakan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender banyak mendapatkan pro dan kontra oleh Masyarakat local Amerika dan dari dunia Internasional. Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender ini terus berusaha untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk mendapatkan hak asasi mereka, melalui perkembangan media komunikasi dan internet yang sangat kompleks membuat banyak kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender banyak mendapatkan sorotan dari Negara lain yang juga merupakan sesame komunitas atau kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Dampak dilegalkanya keberadaan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender ini di Amerika,itu menjadi sorotan Banyak Negara di dunia ada yang pro dan yang adakontra dengan hal tersebut. Dalam penulisan ini menggunakan salah satu teori yang digunakan dalam hubungan internasional yaitu Teori transnasionalisme ide yang melihat adanya hubungan lintas Negara dan adanya gerakan social (social movement) yang berkembang karena adanya peningkatan interkonektifitas antar manusia di seluruh dunia dengan semakin memudarnya dan tidak ada lagi batas-batas Negara.
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI FILIPINA TENTANG LAUT CINA SELATAN PADA MASA PEMERINTAHAN RODRIGO DUTERTE Jennifer Beatrice
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 2 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the Philippine’s foreign policy, especially in regarding to the South China Sea, that under the administration of President Rodrigo Duterte, the foreign policy show an alteration from the previous administration. The method of this research is analytical descriptive that aims to describe the facts about the Philippine’s foreign policy under the administration of President Rodrigo Duterte. Technique of data collection that used by the writer is the method that based on documents and internet, or usually known as library research, taken from many literatures, such as books, journals, articles, newsletters, and internet, that related to this research. In this research, the writer also use qualitative technique of data analysis, that analyze background and the shape of the Philippine’s foreign policy under the administration of President Rodrigo Duterte, about the South China Sea. The result of this research shows that President Rodrigo Duterte in his foreign policy, act cooperatively toward the People’s Republic of China, regarding to the conflict in the South China Sea. Another shape of the Philippine’s foreign policy under the administration of President Rodrigo Duterte, especially about South China Sea, is oriented to the interest of the economy. Beside that, the change of the Philippine’s foreign policy aims to keep the stabilization of the region around the South China Sea and fulfill the Philippine’s national interest, also become a country that not depend on other country, then President Rodrigo Duterte acts cooperatively with the People’s Republic of China and take advantage in every opportunities to build relation with every country, to fulfill national interest of the Philippine’s, especially in economic sector. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan politik luar negeri Filipina pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte, khususnya tentang Laut Cina Selatan. Di mana, pada masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, kebijakan politik luar negeri Filipina mengalami perubahan dari kebijakan pada pemerintahan Presiden sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode analisis deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fakta-fakta tentang kebijakan politik luar negeri Filipina pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode berbasis dokumen dan internet, atau yang lebih dikenal dengan metode telaah pustaka (library research), yang bersumber dari berbagai literatur, seperti buku-buku, jurnal-jurnal, artikel, surat kabar harian, dan internet yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan teknik analisis data kualitatif, yang menganalisa latar belakang dan bagaimana wujud kebijakan politik luar negeri Filipina pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte tentang Laut Cina Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Presiden Rodrigo Duterte dalam kebijakan politik luar negerinya, lebih bersikap kooperatif daripada konfrontatif terhadap RRT, dalam menangani konflik Laut Cina Selatan. Wujud lain dari kebijakan politik luar negeri Filipina pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte, khususnya mengenai Laut Cina Selatan, adalah berorientasi pada kepentingan ekonomi. Selain itu, perubahan kebijakan politik luar negeri Filipina dimaksudkan untuk menjaga stabilitas kawasan sekitar Laut Cina Selatan dan mewujudkan kepentingan nasional Filipina, serta menjadi negara yang mandiri, maka Presiden Rodrigo Duterte mengambil langkah untuk bertindak secara kooperatif dengan RRT dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk membangun hubungan dengan negara mana saja, demi kepentingan nasional Filipina, khususnya dalam bidang ekonomi.
KEBIJAKAN FREEDOM OF NAVIGATION AMERIKA SERIKAT DI LAUT TIONGKOK SELATAN Muhammad Bahri
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 2 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this research are knowing and understanding policy of Freedom Of Navigation (FON) United States in South China Sea and more detailexplained with knowledge of FON policy, interest on provisions of policy as well as implications of it’s policy. As to achieve these objectives, the author was usinganalytic descriptive method with method of data collection through interview and research library and qualitative data analysis techniques. While method process of writing was used bydeductive. Results of this research had indicated that policy of freedom of navigation United States in South China Sea as type rejection of claims of People's Republic of China (PRC) in it’s region. This situation because claims is not basing of international law and threatens security in the region. Involvement US also because it is based by request of States in Southeast Asia which also claims the region such as Vietnam and Philippines. National interests of United States has always proclaimed rule of freedom of navigation in the region and this things was true for all countries, as mandated by body of international law. As implications of policy, China motion in continuing development and exploitation in the region become limited. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kebijakan Freedom Of Navigation (FON) Amerika Serikat di Laut Tiongkok Selatan dan lebih detailnya dijabarkan melalui pemahaman terhadap kebijakan FON, kepentingan atas ketetapan dari kebijakan tersebut serta implikasi dari kebijakan tersebut. Adapun untuk mencapai tujuan tersebut maka penulis menggunakan metode deskriptif analitik dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan library research serta teknik analisis data secara kualitatif. Sedangkan metode penulisan yang digunakan adalah deduktif . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan freedom of navigation Amerika Serikat di Laut Tiongkok Selatan sebagai upaya penolakan terhadap klaim Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di kawasan tersebut. Hal ini karena klaim tersebut tidak berdasar pada hukum internasional dan telah mengancam keamanan di kawasan tersebut. Keterlibatan AS juga karena didasarkan atas permintaan Negara-negara di Asia Tenggara yang juga mengklaim kawasan tersebut seperti Vietnam dan Filipina. Kepentingan nasional Amerika Serikat selalu mengumandangkan penegakkan freedom of navigation di kawasan tersebut dan hal ini berlaku bagi seluruh negara sebagaimana mandat dalam isi hukum internasional. Sebagai implikasi dari kebijakan tersebut maka gerak Tiongkok dalam melanjutkan pembangunan dan atau eksploitasi di kawasan tersebut menjadi terbatas.
IMPLIKASI KEBIJAKAN DONALD TRUMP TERHADAP KEDAULATAN SUKU MASYARAKAT ADAT TOHONO O’ODHAM Nurafiah Mustafa; Fatma Salsabila; Henny Yunita; Andi Gufron Hermansyah
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 2 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tohono O'odham Indigenous peoples are indigenous people of the United States Sonoran desert are mostly located in the state of Arizona, United States of America and the state of Sonoran, Mexico. As a tribe indigenous peoples solidarity high and is in the border area the United States and Mexico, indigenous peoples have often migrated when will conduct spiritual ceremonies and other spiritual-along with Tohono O’odham Indigenous peoples. Therefore, the Tohono O'odham Indigenous peoples have to protect about the US President's policy is Donal Trump was the construction of the border wall the United States and Mexico is considered to interfere with the sovereignty of the Tohono O'odham Indigenous Peoples and also can disrupt their ancestral lands because The border wall will be built right on the Tohono O'odham’s land. About to protection carried out against the policy, but there is no response or the possibility that the construction of the border wall will be canceled. If this policy continues, then fear will be worse impact on the environment and lifestyle of indigenous Tohono O'odham itself. Tohono O'odham are desperately needs the freedom to cross the border because of the Tohono O'odham indigenous peoples is very important to maintain the cultural aspects of their tribe, where they must gather together for to do ceremonial or their activities spiritual although far from their land. Masyarakat adat Tohono O'odham merupakan masyarakat asli Amerika Serikat di gurun Sonoran yang sebagian besar berada di negara bagian Arizona, Amerika Serikat dan negara bagian Sonoran, Meksiko. Sebagai masyarakat adat yang solidaritas sukunya tinggi dan berada di daerah perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko, masyarakat adat ini kerap kali melakukan imigrasi apabila akan melaksanakan upacara adat dan spiritual-spiritual lainnya bersama dengan seluruh masyarakat suku Tohono O'odham. Oleh karena itu, Masyarakat adat Tohono O'odham telah melakukan proteksi terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat dalam hal ini Donal Trump yaitu pembangunan tembok perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko dianggap dapat mengganggu kedaulatan suku masyarakat Tohono O'odham dan juga dapat mengganggu lahan nenek moyang mereka karena tembok perbatasan tersebut akan di bangun tepat pada lahan masyarakat Tohono O'odham. Terkait dengan proteksi yang dilakukan terhadap kebijakan tersebut, tetapi belum ada respon atau kemungkinan bahwa pembangunan tembok perbatasan tersebut akan dibatalkan. Apabila kebijakan ini berlanjut, maka di takutkan akan lebih berdampak buruk lagi terhadap lingkungan dan gaya hidup masyarakat adat Tohono O'odham itu sendiri. Masyarakat Tohono O'odham sangat membutuhkan kebebasan untuk melintasi daerah perbatasan karena bagi masyarakat adat Tohono O'odham sangat penting untuk menjaga aspek budaya suku mereka, dimana mereka harus berkumpul satu sama lain uuntuk melaksanan kegiatan seremonial atau kegiatan - kegiatan spiritual mereka meskipun jauh dari tanah air mereka.
DAMPAK EKSPLORASI MIGAS PETROCHINA TERHADAP KETAHANAN ENERGI IDONESIA Puji Chaerani
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Vol. 5 No. 2 (2020): WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research portrays the bilateral relations of Indonesia and People’s Republic of China on oil and gas sector through PetroChina’s exploration as a tool for gaining the nations energy interest. The aims of this research is to discover its strategy and the impact towards the Indonesia’s energy sustainability. This study focuses on PetroChina’s strategy and its impact in the priod of 2002-2012. The type of research is Descriptive-Analytic research. Data collecting technique used are library research, as well as gathering information from various written sources such as books, journals, documents, and scientific articles. The result of this study shows that strategy of PetroChina’s in oil and gas sector in Indonesia are to establish new companies, build partnerships to increase the popularity of the company, and accommodate the local society. It become threaten by affordable, accesable, and reliable of Indonesia’s oil and gas. It happen because this exploration is more dominant to the oil and gas interest of the People’s Republic of China. Penelitian ini menggambarkan hubungan bilateral Indonesia dengan RRT dalam bidang migas melalui eksplorasi oleh PetroChina sebagai alat dalam mencapai kepentingan energi kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan dampaknya terhadap ketahanan energi Indonesia. Pembahasan difokuskan pada strategi PetroChina dan dampak eksplorasinya terhadap ketahanan energi dalam kurun waktu 2002-2012. Tipe penelitian adalah Deskriptif-Analitik. Teknik pengumpulan data, diperoleh dari studi pustaka yang menelaah sejumlah buku, jurnal, dokumen, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PetroChina dalam bidang migas yaitu membentuk anak perusahaan baru, membangun kemitraan untuk meningkatkan popularitas perusahaan, dan mengakomodasi masyarakat lokal. PetroChina menjadikan ketahanan energi menjadi terancam terhadap affordable, accesable, dan reliable migas Indonesia karena hasil eksplorasi PetroChina lebih dominan ditujukan untuk kepentingan migas nasional RRT.