cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM DANGAL (SEBUAH ANALISIS DISKURSUS KRITIS) Insani Nur CItra Sanusi; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6891

Abstract

ABSTRACTThis observation aims to cognize how feminism is represented and analyzed in movie “Dangal”. Film as one of the biggest medium of mass media makes advocating ideologies and/or movements through film is a great choice. “Dangal” by director Nitesh Tiwari proves it with the feminism that they slipped in. Feminism is an ideology and movement that share the common goal to achieve equal rights for women. The method used in this observation is critical discourse analysis by Norman Fairclough with qualitative descriptive approach and full object observation. By the time the observation is done, the writer find out that women is represented in this film by the scenes in which analyzed with textual data and classified into to aspects; social aspect and professional aspect. The author also analyzed the research object by seeing the discourse practice and sociocultural discourse. Thus, the author concludes that feminism gained a lot of recognition and development after the Phogat sisters, Geeta and Babita, became World Wrestler Champions. The society in India who follow a patriarchal system finally see that women can also compete in professional works outside of family. The same situation can be found in Indonesia. Keywords: critical discourse analysis, film, feminism, representation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi perempuan dikonstruksikan dalam film “Dangal” dan perbandingannya dengan realitas keadaan perempuan di India dan Indonesia ini.. Film sebagai salah satu medium media massa yang paling berpengaruh menjadikan advokasi ideologi atau kepercayaan melalui film menjadi ampuh. Film “Dangal” karya sutradara Nitesh Tiwari mengandung advokasi feminisme, sebuah gerakan atau ideologi yang memperjuangkan persamaan hak bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian analisis diskursus kritis pendekatan Fairclough dengan tipe penelitian pendekatan deskriptif kualitatif serta pengamatan secara menyeluruh pada objek. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh hasil bahwa representasi perempuan dalam film “Dangal” dapat dilihat dari potongan-potongan scene yang dianalisis secara tekstual yang dapat dikelompokkan dalam aspek sosial dan profesional. Peneliti juga menganalisis pada level praktik diskursus dan praktik sosiokultural. Diperolah bahwa emansipasi perempuan mengalami perkembangan di daerah Haryana dan India setelah Geeta Phogat dan Babita Phogat menjurai kontes gulat dunia, kesuksesan dua bersaudari ini membuat masyarakat berpenganut sistem patriarki mulai melihat bahwa perempuan dapat bersaing di dunia profesional di luar ranah urusan domestik keluarga. Keadaan serupa ditemukan di Indonesia.Kata Kunci: analisis diskursus kritis, film, feminisme, representasi
POLA KOMUNIKASI KAUM TULI DALAM MEDIA BARU Annisa Rahmawati; Hanny Hafiar; Siti Karlinah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peristiwa komunikasi, komunikasi simbolik, dan kekhasan dari komunikasi simbolik yang terjadi dalam peristiwa komunikasi antara “teman-teman Tuli” dalam grup WhatsApp “Sunyi” dengan menggunakan metode etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa komunikasi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai peristiwa komunikasi formal dan peristiwa komunikasi informal. Komunikasi simbolik yang terjadi meliputi : penggunaan teks yang merupakan transfer Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), penggunaan foto dan video untuk berbagai tujuan, dan penggunaan emoji smiley, emoji gestur tangan, dan emoji hati yang dominan. Komunikasi simbolik yang khas dalam peristiwa komunikasi adalah emoji untuk lambai tangan dan emoji “jangan” sebagai topik humor.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENUMBUHKAN INTEGRASI DAN KEBERSAMAAN PARA KARYAWAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI MALUKU PASCA KONFLIK HORIZONTAL DI KOTA AMBON Zainuddin Fajri Samal
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i1.8895

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan peran komunikasi organisasi dalam menumbuhkan integrasi para karyawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku pasca konflik horizontal di kota ambon, (2) Mendeskripsikan Cara yang digunakan dalam menumbuhkan kebersamaan para karyawan melalui komunikasi Organisasi pasca konflik horizontal di kota ambon (3) mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam menumbuhkanintegrasi dan kebersamaan para karyawan melalui Komunikasi Organisasi.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan pendekatan desriptifkualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dandokumentasi. Penentuan responden Dalam menentukan informan, penulismenggunakan teknik purposive sampling menurut posisi jabatan dankedudukan kerja dengan persyaratan informan yang terpenuhi yang kemudiandianalisis dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Peran Komunikasi Organisasi dalam hal proses pengambilan keputusan,pesan yang disampaikan, maupun lingkungan organisasi serta hubungan paraKaryawan pasca konflik dirasakan cukup baik. Atasan dalam hal ini Kepalakantor mempunyai peran yang cukup penting, hal ini tidak terlepas dari upayaupayaKepala kantor saat konflik dalam melepaskan segregasi antar karyawanuntuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama karyawan. Adapunfaktor penghambat dalam menumbuhkan integrasi dan kebersamaan parakaryawan pasca konflik, tidak terlalu dirasakan, hal ini dikarenakanpengalaman saat konflik, terkait proses menciptakan informasi maupun salingmenukar informasi, serta peran atasan yang cukup penting saat konflik.
IKLAN PARIWISATA KOTA "VISIT MAKASSAR 2016" (Karya Komunikasi) Adnan Muchtar; Kahar Kahar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i1.8885

Abstract

Tujuan pembuatan karya komunikasi ini adalah sebagai media penyampai pesan tentang promosi pariwisata kota Makassar. Selain itu iklan ini juga diharapkan bisa menarik minatwisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke kota Makassar. Proses Produksi iklan ini membutuhkan waktu selama 5 bulan yaitu sejak bulan Januari - Mei 2016. Iklan pariwisata kota ini dibuat dalam bentuk iklan video yang di tampilkan di televisi dan media social youtube sebagai media pendukung penyebarluasannya. Adapun yang menjadi target audiens dari iklan ini ialah wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak berkunjung ke kota Makassar. Hasil produksi iklan pariwisata kota Makassar ini diajukan ke media televisi di kota Makassar dan di unggah pada media sosial Youtube, dengan harapan, dapat meningkatkan wisatawan lokal maupun mencanegara serta mendukung program dinas pariwisata dan ekonomi kreatif kota Makassar.
EFEK POST TRUTH PADA PARTISIPASI PEMILIH PEMILU 2019 (Kajian Sosiologi Komunikasi) Muhammad Iqbal Latief
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.9856

Abstract

Proses dan hasil Pemilihan Umum tahun 2019, telah selesai. Semua anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), telah dilantik, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Namun permasalahan mengenai Pemilu serentak 2019, masih menjadi keprihatinan publik. Salah satunya adalah maraknya Hoax dan Hate Speech pada pemilihan presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Tulisan ini, mencoba mengkaji efek Post Truth yaitu Hoax dan Hate Speech, terhadap partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif desktiptif, dan data yang diolah yaitu data sekunder dan data primer. Penelitian ini berawal identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data meliputi klasifikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menggambarkan, efek post truth pada Pemilu serentak 2019 tidak hanya menimbulkan permasalahan negatif seperti; (1) telah terjadi sekat-sekat sosial dalam masyarakat akibat perbedaan dukungan; (2) dihalalkannya semua cara-cara propaganda dalam kampanye, sehingga kelompok-kelompok pendukung kehilangan kesadaran dan moralitasnya; (3) meningkatnya Issu Politik Identitas, SARA, dan lain-lain, dan; (4) Daya kritis masyarakat melemah dan masyarakat makin permissif dengan sesuatu yang belum tentu benar bahkan cenderung tidak benar. Sehingga antara kebenaran dan kebohongan, semakin sulit dibedakan oleh masyarakat. Tetapi Post Truth juga berkontribusi pada hal-hal yang positif, antara lain; (1) Post truth telah menciptakan sikap pemilih yang fanatik, sehingga mereka takut dan kecewa jika calonnya kalah; (2) Fanatisme ini kemudian diwujudkan dengan berbondong-bondong mendaftaran diri memilih dan datang ke TPS untuk mencoblos, dan; (3) Post Truth telah mendorong tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 meningkat melebihi Pemilu tahun 2014 dan melebihi dari target yang ditetapkan KPU. Walaupun demikian, disarankan perlu direvisi Undang-Undang tentang Pemilu,agar efek negatif post truth dapat diminimalisir agar tidak sampai mengganggu keharmonisan sosial, persatuan dan kesatuan bangsa. Kata Kunci; Post Truth, Partisipasi, Pemilih, Pemilu 2019
PENGARUH MOBILE GAMING PADA TINGKAT KEPUASAN HUBUNGAN KELUARGA Janisa Lande; Arianto Arianto; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v8i2.8871

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh bermain game mobile Mobile Legends: Bang Bang pada kepuasan hubungan keluarga. Kepuasan Hubungan keluarga diukur menggunakan versi skala kepuasan hubungan keluarga Olson yang diterjemahkan dan sedikit dimodifikasi. Pemain Mobile Legends: Bang Bang mengisi kuesioner survei online sebagai prasyarat untuk pendaftaran kompetisi Mobile Legends: Bang Bang. Secara total, 204 tanggapan yang valid dikumpulkan. Analisis korelasional mengungkapkan bahwa tidak ada korelasi antara rentang waktu pemain telah bermain Mobile Legend: Bang Bang dengan kepuasan hubungan keluarga. Tidak ditemukan pula korelasi antara lama pemain bermain Mobile Legend: Bang Bang dalam satu sesi dengan kepuasan hubungan keluarga. Tetapi ditemukan korelasi positif yang signifikan antara tingkat keseringan bermain Mobile Legend: Bang Bang dengan kepuasan komunikasi keluarga gamer. Kata Kunci: mobile gaming, kepuasan hubunngan keluarga, video game, Mobile Legends
RITUAL BAKAR KEMENYAN DITINJAU DARI ASPEK KOMUNIKASI SOSIAL (Studi Kasus Masjid Gudang Buloh Kabupaten Nagan Raya-Aceh) Muzakkir Muzakkir; Rena Juliana; Reni Juliani
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v9i1.10545

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Aceh masih mengikuti tradisi turun temurun dan dipraktikkan hingga sekarang. Di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, ritual bakar kemenyan di dalam masjid masih tetap dipertahankan, suatu upcara ritual yang diyakini dan dipercaya mengandung nilai keramat. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti turun langsung ke lapangan. Setelah peneliti melakukan observasi, mendapatkan data dari berbagai sumber dan wawancara, selanjutnya penulis analisis untuk menjadi bahan kajian. Ritual bakar kemenyan yang merupakan tradisi nenek moyang dari zaman ke zaman yang dilakukan secara turun-temurun sampai saat ini terus berkembang. Lokasi penelitian di Masjid Syeikh Syaikhuna Gudang Buloh, Desa Ujong Pasie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Hasilnya; pertama, ritual bakar kemenyan dalam masjid itu merupakan warisan masa lalu hingga saat ini masih terus dilestarikan bahkan semakin berkembang dan telah menjadi suatu kepercayaan bagi sebagian masyarakat. Kedua, ritual bakar kemenyan (yang dituntun oleh khadam masjid setempat) kepada setiap masyarakat yang mempunyai hajat (nazar). Ketiga, Masjid Gudang Buloh diyakini oleh sebagian masyarakat mengadung nilai keramat. Praktik bakar kemenyan itu dilakukan setiap hari bagi masyarakat yang melepaskan nazarnya. Keempat, dalam perspektif komunikasi sosial, ritual bakar kemenyan tersebut sekaligus menjadi proses sosialisasi penerusan nilai-nilai lama yang diangungkan oleh suatu masyarakat, dan melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dapat terbina ukhuwah dan persaudaraan, sehingga apa yang diyakini oleh masyarakat tercapai. Atas keyakinan tersebut ritual bakar kemenyan tetap dipertahankan.
RITUAL BAKAR KEMENYAN DITINJAU DARI ASPEK KOMUNIKASI SOSIAL (Studi Kasus Masjid Gudang Buloh Kabupaten Nagan Raya-Aceh) Muzakkir, Muzakkir; Juliana, Rena; Juliani, Reni
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v9i1.10545

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Aceh masih mengikuti tradisi turun temurun dan dipraktikkan hingga sekarang. Di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, ritual bakar kemenyan di dalam masjid masih tetap dipertahankan, suatu upcara ritual yang diyakini dan dipercaya mengandung nilai keramat. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti turun langsung ke lapangan. Setelah peneliti melakukan observasi, mendapatkan data dari berbagai sumber dan wawancara, selanjutnya penulis analisis untuk menjadi bahan kajian. Ritual bakar kemenyan yang merupakan tradisi nenek moyang dari zaman ke zaman yang dilakukan secara turun-temurun sampai saat ini terus berkembang. Lokasi penelitian di Masjid Syeikh Syaikhuna Gudang Buloh, Desa Ujong Pasie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Hasilnya; pertama, ritual bakar kemenyan dalam masjid itu merupakan warisan masa lalu hingga saat ini masih terus dilestarikan bahkan semakin berkembang dan telah menjadi suatu kepercayaan bagi sebagian masyarakat. Kedua, ritual bakar kemenyan (yang dituntun oleh khadam masjid setempat) kepada setiap masyarakat yang mempunyai hajat (nazar). Ketiga, Masjid Gudang Buloh diyakini oleh sebagian masyarakat mengadung nilai keramat. Praktik bakar kemenyan itu dilakukan setiap hari bagi masyarakat yang melepaskan nazarnya. Keempat, dalam perspektif komunikasi sosial, ritual bakar kemenyan tersebut sekaligus menjadi proses sosialisasi penerusan nilai-nilai lama yang diangungkan oleh suatu masyarakat, dan melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dapat terbina ukhuwah dan persaudaraan, sehingga apa yang diyakini oleh masyarakat tercapai. Atas keyakinan tersebut ritual bakar kemenyan tetap dipertahankan.
Manajemen Konflik Interpersonal Ingroup Kaum Homoseksual Dalam Interaksi SosialDi Kota Makassar Hary Sabar; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v9i1.8317

Abstract

This study focuses and aims to describe the interpersonal conflict management of homosexuals in interacting in the city of Makassar in ingroup and outgroup. Using a qualitative approach, data were taken from the field as a result of in-depth interviews with homosexual informants, two gays and two lesbians in the city of Makassar. The results of this study indicate that each informant has a different way of resolving conflicts depending on the form and type of conflict affecting the way conflict resolution of homosexuals. Efforts to deal with lesbian conflict are easier to deal with in-group conflicts than in outgroup conflicts. Conversely, gays are easier to deal with outgroup conflicts than ingroup conflicts.
Manajemen Konflik Interpersonal Ingroup Kaum Homoseksual Dalam Interaksi SosialDi Kota Makassar Sabar, Hary; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v9i1.8317

Abstract

This study focuses and aims to describe the interpersonal conflict management of homosexuals in interacting in the city of Makassar in ingroup and outgroup. Using a qualitative approach, data were taken from the field as a result of in-depth interviews with homosexual informants, two gays and two lesbians in the city of Makassar. The results of this study indicate that each informant has a different way of resolving conflicts depending on the form and type of conflict affecting the way conflict resolution of homosexuals. Efforts to deal with lesbian conflict are easier to deal with in-group conflicts than in outgroup conflicts. Conversely, gays are easier to deal with outgroup conflicts than ingroup conflicts.

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue