cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI IPA5 SMA Negeri 9 Makassar Idaramatasia, Idaramatasia
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 4, No 1 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik Kelas XI IPA5 SMA Negeri 9 Makassar. Populasinya adalah seluruh peserta didik Kelas XI IPA5 SMA Negeri 9 Makassar Tahun Ajaran 2015/2016. Data yang diperoleh dianalisis dengan Statistik deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan perolehan persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 21,88% dan pada siklus II meningkat menjadi 62,50%. Berdasarkan hasil analisis statistik kualitatif diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran pada siklus II lebih baik dari pada siklus I. Jadi, dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik Kelas XI IPA5 SMA Negeri 9 Makassar.  Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement  Division (STAD), hasil belajar fisika.This study is a Class Action, which aims to determine the effect of the application of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) to improve learning outcomes physics students IPA5 Class XI SMA Negeri 9 Makassar. The population is all students Class XI SMA Negeri 9 Makassar IPA5 Academic Year 2015/2016. Data were analyzed with descriptive statistics and qualitative. Descriptive analysis showed the percentage of completeness acquisition of learning outcomes in the first cycle of 21.88% and the second cycle increased to 62.50%. Based on the results of statistical analysis of qualitative conclusion that the activities of students during the learning process in the second cycle is better than the cycle I. Thus, we can conclude the implementation of cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD) can improve learning outcomes of students Class XI physics IPA5 SMA Negeri 9 Makassar.Key words: cooperative learning model Student Teams Achievement Division (STAD), physics learning outcomes.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Dengan Menggunakan Media Puzzle Pada Peserta Didik Kelas X SMA YASPIB Bontolempangan Gowa Tahun Pelajaran 2013-2014 Mochtar, Radinal; Arsyad, Muhammad; Azis, Aisyah
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 2, No 2 (2014): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA YASPIB Bontolempangan Gowa yang berjumlah 22 peserta didik terdiri dari 12 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat kegiatan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini diambil dari data hasil belajar fisika setiap akhir tes siklus I dan II, data tentang aktivitas belajar setiap pertemuan pada siklus I dan II dilakukan dengan menggunakan lembar observasi peserta didik dan data respon peserta didik dilakukan dengan menggunakan angket. Data hasil belajar fisika menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar pada siklus I adalah 12 orang (63,64%) dan pada siklus II meningkat menjadi 18 orang (72,73%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan  Teka-Teki Silang (media Crossword Puzzle) dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik Kelas X SMA YASPIB Bontolempangan Gowa.Kata Kunci: Hasil Belajar Fisika, media Crossword PuzzleThis research is a class action (classroom action research) that aims to improve the learning outcomes of physics students of class X SMA YASPIB Bontolempangan Gowa, amounting to 22 students consisting of 12 men and 10 women. This study was conducted in two cycles each consisting of four activities: planning, action, observation and reflection. Collecting data in this study were drawn from physics learning outcomes data each end of the test cycle I and II, data on learning activities every meeting in the first cycle and the second is done by using observation sheet of learners and learner response data is done by using a questionnaire. Physics learning outcomes data show that the number of students who have mastery learning cycle I was 12 (63.64%) and the second cycle increased to 18 people (72.73%). It shows that learning to use the Crossword (Crossword Puzzle media) can improve learning outcomes physics students of Class X High School YASPIB Bontolempangan Gowa.Keywords: Learning Outcomes Physics, media Crossword Puzzle
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIIIA SMPN 33 MAKASSAR Pebriayani, Hesti; Arsyad, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 1, No 2 (2013): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIIA SMPN 33 Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMPN 33 Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan data hasil observasi dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata siswa pada siklus I sebesar 71,60 ini berarti skor rata-rata siswa pada kategori sedang dengan standar deviasi 10,93. Sedang pada siklus II diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 75,53 ini berarti bahwa skor rata-rata siswa pada kategori tinggi dengan standar deviasi 8,82. Hal ini menunjukkan telah tercapai hasil belajar siswa secara klasikal.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkan metode pembelajaran Mind Mapping pada siswa kelas VIIIA SMPN 33 Makassardalam proses pembelajaran, maka hasil belajar fisika, dan keaktifan siswa dapat meningkat.Kata kunci: MindMapping, observasi, kuantitatif, kualitatif dan skor rata-rataThis research is a classroom action research (classroom action research) that aims to determine whether learning Mind Mapping methods to improve student learning outcomes physics class VIIIA SMP 33 Makassar. The research subjects were students of SMP 33 VIIIA Makassar semester of academic year 2011/2012 the number of students 30. The research was carried out by two cycles, data collection was done by using the achievement test and observation. Learning outcomes data were analyzed by using quantitative analysis and data observations were analyzed with qualitative analysis. The results showed that the average scores of students in the first cycle of 71.60 this means an average score of students in the category with a standard deviation of 10.93. Being obtained in the second cycle students average score of 75.53 means that the average scores of students in the high category with a standard deviation of 8.82. This shows the student learning outcomes have been achieved in the classical style. From these results it can be concluded that the applied method of learning Mind Mapping in class VIIIA SMP 33 Makassardalam learning process, the learning outcomes of physics, and student activity can be increased.Keywords: mindmapping, observation, quantitative, qualitative, and the average score
Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tutallu Soraya, Linda; Tawil, Muh; Hustim, Rahmini
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 3 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Dalam proses pengajaran guru memiliki kewajiban, salah satunya adalah menarik minat belajar peserta didik dengan menyajikan pembelajaran yang dapat mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar yang memenuhi standar ketuntasan minimal (KKM). Pembelajaran fisika di SMP bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa memahami konsep, hukum serta teori berdasarkan fakta di alam yang akrab dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu konsep yang dekat dengan kehidupan peserta didik adalah konsep objek IPA dan penagamatannya. Tujuan penelitian yang ingin dicapai disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah disusun. Tujuan tersebut antara lain: untuk mengetahui gambaran hasil belajar pada peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1 Tutallu sebelum diterapkan pembelajaran lembar kerja peserta didik, untuk mengetahui gambaran hasil belajar pada peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1 Tutallu setelah diterapkan lembar kerja peserta didik, dan untuk mengetahui bahwa penerapan pembelajaran berbantuan multimedia berbasis  inkuiri terbimbing pada peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 1 Tutallu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penilitian pra eksperimen dengan batasan one group pre test-post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIA sebanyak 20 siswa. Tahap penelitian meliputi pretest, perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lembar kerja peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik meningkat dalam kategori sedang. Peningkatan hasil belajar peserta didik dilihat dari selisih antara pre test dan post test.Kata kunci : hasil belajar, lembar kerja peserta didikIn the process of teaching teachers have obligations , one of which is the students learning interests by presenting lessons that can deliver students achieve learning outcomes that meet the minimum standards of completeness ( KKM ) . Learning physics in SMP aims to develop students ability to understand the concepts , laws and theories based on natural facts are familiar with everyday life . One concept that is close to the student life is the concept of Objek IPA dan Peangamatannya. The research objective to be achieved with a customized formulation of the problem that has been compiled . These Objectives include: to reveal the results of learning in class VIIA SMP Negeri 1 Tutallu before implementation of student worksheet, to reveal the results of learning in class VIIA SMP Negeri 1 Tutallu after implementation of student worksheet, and to know that the implementation of student worksheet in class VIIA SMP Negeri 1 Tutallu can improve student learning outcomes to teach physics . The research pre experiment is a limitation experiment with one group pre test-post test design. Subjects were as many as 20 students of class VIIA students. Phase of the study includes a pretest, treatment, and posttest. The results showed that the implementation student worksheet based toward improved student learning outcomes in the medium category. Improved student learning outcomes seen from the difference between the pre test and post test.Keywords : learning outcomes, student worhsheet
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Dalam Mencapai Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMK Handayani Sungguminasa Kabupaten Gowa Rugayyah, Rugayyah
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 2, No 2 (2014): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa dengan model pembelajaran inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain one-shot case study design yang melibatkan satu variabel bebas yaitu model pembelajaran Inquiry dan variabel terikat yaitu hasil belajar fisika siswa kelas XTKJ SMK Handayani Sungguminasa Kabupaten Gowa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Handayani Sungguminasa Kabupaten Gowa Tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 70 orang. Adapun sampel penelitian diambil secara acak sesuai dengan kelas yang telah ada dengan asumsi bahwa populasi dalam keadaan homogen. Kelas yang menjadi sampel yaitu kels XTKJ dengan jumlah siswa 35 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar fisika siswa kelas X SMK Handayani Sungguminasa setelah diajar dengan menerapkan model pembelajaran inquiry telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara klasikal. Dimana, nilai KKM individunya yaitu 65 sedangkan nilai KKM klasikalnya yaitu sebesar 70%. Instrumen yang digunakan untuk tes hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model pembelajaran inquiry adalah tes objektif berjumlah 21 nomor yang telah divalidasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas X SMK Handayani Sungguminasa kabupaten Gowa telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran inquiry.Kata Kunci : Penelitian Pra Eksperimen, Model Pembelajaran Inquiry, Hasil Belajar Fisika SiswaThis study aims to determine the learning outcomes of students with physics inquiry learning model. This research is a pre-experimental design using one-shot case study design involving one independent variable Inquiry learning model and the dependent variable is the result of class X students studying physics TKJ SMK Handayani Sungguminasa Gowa. The population in this study were all students of class X SMK Handayani Sungguminasa Gowa academic year 2012/2013 consisting of 2 classes by the number of students by 70 people. The random sample was taken in accordance with the existing class with the assumption that the population in a homogeneous state. Classes are being sampled that Kels X TKJ by the number of students to 35 people. The hypothesis in this study is the result of learning physics class X SMK Handayani Sungguminasa after being taught by implementing inquiry learning model had achieved mastery Minimal Criteria (KKM) in the classical style. Where, the value of individual KKM is 65. While KKM klasikalnya value which is 70%. The instrument used to test the results of study of physics students taught with inquiry learning model is an objective test amounted to 21 the number that have been validated. The results of statistical analysis showed that the mean score of students learning outcomes physics class X SMK Handayani Sungguminasa Gowa district meets the standards that have been set after the KKM taught using inquiry learning model.Key Words: Pre Experimental Research, Inquiry Learning Model, Physics Student Learning Outcomes
DESAIN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PADA MATA KULIAH APLIKASI KOMPUTER Ishaq, Ishaq
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 1, No 1 (2013): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui prototipe pengembangan pembelajaran TIK pada mata kuliah aplikasi komputer, (2) untuk mengetahui apakah pengembangan pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan efektivitas proses belajar pada mata kuliah aplikasi komputer, dan (3) untuk mengetahui apakah pengembangan pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan efektivitas hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah aplikasi komputer. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang dilaksanakan di program studi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar. Model pengembangan pembelajaran yang digunakan adalah hasil modifikasi model pengembangan Kemp, Dick dan Carey, Thiagarajan, dan PPSI, sehingga diperoleh model pengembangan pembelajaran berbasis TIK hasil modifikasi yang terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu: (1) identifikasi, (2) pengembangan, dan (3) penyebaran dan penggunaan. dari prosedur sistematis yang dilakukan diperoleh perangkat pembelajaran, yaitu: (1) SAP, (2) materi aplikasi komputer dalam bentuk buku elektronik dan modul praktek, (3) media e-learning, (4) tes pendahuluan, (5) format penilaian hasil praktek, (6) tes ujian praktek, dan (7) tes hasil belajar, sedangkan sistem pembelajaran yang dilaksanakan adalah (1) pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, (2) strategi pembelajaran aktif dan individu, (3) metode pembelajaran tutorial, ceramah, diskusi, dan praktek. Analisis data hasil uji coba secara signifikan (meyakinkan) menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran berbasis TIK meningkatkan efektivitas proses dan hasil belajar mahasiswa.Kata kunci: Efektivitas, hasil belajar, teknologi informasi dan komunikasi, pengembanganThe purpose of this study were: (1) to determine the prototype development of ICT in subject teaching computer applications, (2) to determine whether the development of ICT-based learning can improve the effectiveness of the learning process in a computer application course, and (3) to determine whether the development of learning based ICT can improve the effectiveness of student learning outcomes in computer application courses. This research includes the development of research carried out at the Department of Physics Faculty of Teacher Education Unismuh Makassar. Learning development model used is a modified version development model Kemp, Dick and Carey, Thiagarajan, and ITS, in order to obtain the development of ICT-based learning models modified consists of 3 (three) phases, namely: (1) identification, (2) development and (3) deployment and usage. of systematic procedures acquired learning device, namely: (1) SAP, (2) the material of computer applications in the form of electronic books and practice modules, (3) media e-learning, (4) preliminary tests, (5) the format of the assessment results practice, (6) test practice exams, and (7) achievement test, while the learning system is implemented are (1) approach to student-centered learning, (2) active learning strategies and individual, (3) methods of learning tutorials, lectures , discussion, and practice. Analysis of data from trials significantly (convincing) suggests that the development of ICT-based learning process and improve the effectiveness of student learning outcomes.Keywords: Effectiveness, learning outcomes, information technology and communications, development
Penerapan Strategi Prediction Guide Terhadap Hasil Belajar IPA Fisika Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar Tini, Nursia
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 4, No 3 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah Pra-Eksperimen yang dilaksanakan di SMP Negeri 13 Makassar, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA Fisika melalui strategi pembelajaran Prediction Guide. Subjek penelitian ini adalah pesertadidik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar sebanyak 32 pesertadidik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes awal dan tes akhir, lembar observasi, instrumen penelitian dibuat oleh penulis. Data yang dikumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pesertadidik pada pre-tes sebesar 10,97% dan berada pada kategori rendah, dengan standar deviasi 2,87 sedangkan pada posttes diperoleh skor rata-rata sebesar 16,96% berada pada kategori tinggi dengan standar deviasi 2,55. Hal ini menunjukkan bahwa telah tercapai hasil belajar pesertadidik berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75,00, di mana pada pre-tes dari 32 pesertadidik terdapat 16 pesertadidik atau 64% yang tuntas belajarnya dan terdapat 9 pesertadidik atau 36% yang tidak tuntas belajarnya. Sedangkan pada posttes dari 25 pesertadidik terdapat 19 orang atau 76% yang tuntas belajarnya dan terdapat 6 pesertadidik atau 24% yang tidak tuntas belajarnya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pembelajaran dengan strategi pembelajaran Prediction Guide pada pesertadidik kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar, maka hasil belajar IPA Fisika dapat meningkat.Kata kunci: Prediction Guide, Hasil Belajar IPA, Peserta DidikThis research is a Pre-Experiments were carried out in SMP Negeri 13 Makassar, this study aims to improve learning outcomes Physical science through learning strategies Prediction Guide. The subjects were pesertadidik class VIII SMPN 13 Makassar much as 32 pesertadidik. Data were collected using the initial test and final test, observation sheets, research instruments created by the author. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis techniques. The results showed that the average score pesertadidik on a pre-test of 10.97% and are in the low category, with a standard deviation of 2.87, while the posttes obtained an average score of 16.96% at high category with a standard deviation 2.55. This shows that learning outcomes have been achieved pesertadidik based Complete Minimal Criteria (KKM) established in schools, 75.00, where the pre-test of 32 pesertadidik pesertadidik there are 16 or 64% who completed his study and there are 9 pesertadidik or 36% were not complete her studies. While on posttes of 25 pesertadidik there are 19 people or 76% who completed his study and there are 6 pesertadidik or 24% who did not complete her studies. From these results it can be concluded that with the implementation of learning with learning strategies Prediction Guide on pesertadidik class VIII SMPN 13 Makassar, the result of Physics Science learning can be improved.Key Words: Prediction Guide, Science Learning Outcomes, Students
Penerapan Pembelajaran Fisika Berbasis Hands On Activities Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MAN 2 Model Makassar Wulandari, Andi Yurisah Prastika; Tawil, Muh; Amin, Bunga Dara
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 2 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian  eksperimen (Static Group Comparasion Randomized Control) yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis fisika siswa kelas X MAN 2 Model Makassar yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis hands on activities dengan siswa yang diajar secara konvensional, untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan dengan menggunakan pembelajaran berbasi hands on activities dengan siswa yang diajar secara konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 2 Model Makassar tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 10 kelas, sedang sampel penelitian diambil melalui prosedur random kelas dan diperoleh kelas X1 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 38 siswa dan kelas X2 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 38 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika yang berbentuk essay  pada pokok bahasan ”Suhu dan Kalor”. Berdasarkan hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa skor kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi dari skor hasil belajar kelompok kontrol. Hasil analisis inferensial mengungkapkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika kelas eksperimen berada pada skor  24 – 25   dan skor rata-rata hasil belajar fisika kelas kontrol berada pada skor 20 – 21. Dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan antara kemampuan berpikir kritis fisika siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis hands on activities dan kemampuan berpikir kritis fisika siswa yang diajar secara konvensional meskipun tidak signifikan.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, pembelajaran berbasis Hands On Activities, belajar fisika.This research constitute experiment research (Static is Comparasion Randomized Controls Group) one that intent to know ability thinks critical student physics braze x MAN 2 Makassars Models that is taught by use of learning gets hands on activitiess basis with student that is taught conventionally, to know the difference ability thinks critical student which teaching to utilize by use of learning gets stale hands on activities with student that is taught conventionally. Population in observational it is exhaustive student braze x MAN 2 Makassars Models school years 2013 / 2014 ones consisting of 10 classes, be observational sample to be taken procedure thru random brazes and gotten by class x 1  as class of consisting of experiment 38 students and classes x 2  as class of consisting of control 38 students. Instrument that is utilized is essay to usufruct physics studying that gets to form essay on subject discussion ” Temperature and Kalor ”.  Base analisiss result descriptive cast that ability score thinks critical experiment class overbid of result score study control group. analisis inferensials result reveals that score average yielding learned physics brazes experiment lie on score 24 – 25 and scores average yielding learned physics brazes to control lies on score 20 – 21. Of hypthosts testing points out that exists distinctive among ability think critical student physics that is taught by use of learning gets hands on activitiess basis and ability thinks critical student physics that is taught conventionally despite is not signifikan. Key word:  Ability thinks Critical, learning gets Hands On Activitiess basis phyisics study. 
Pengembangan Modul Fisika Kesehatan Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi melalui Model Pembelajaran Langsung di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Marisda, Dewi Hikmah
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 4, No 3 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Pengembangan Modul Fisika Kesehatan Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi melalui Model Pembelajaran Langsung di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development), di mana produk yang diinginkan adalah modul fisika kesehatan yang valid dan layak digunakan. Pengembangan modul ini mengacu pada model pengembangan four-D (model 4-D) yang telah diadaptasi terdiri dari tahap (1) pendefenisian, (2) perancangan, dan (3) pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka modul fisika kesehatan tersebut dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Uji coba modul pembelajaran fisika kesehatan dilaksanakan pada peserta didik kelas XI.A. Kebidanan SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa modul pembelajaran fisika kesehatan dinyatakan valid dan reliabel. Respon peserta didik terhadap modul pembelajaran fisika kesehatan yang berorientasi modul pembelajaran langsung ini secara keseluruhan memberikan respon positif. Untuk tes hasil belajaranya 9% peserta didik berada pada kategori sangat baik, 77,3% peserta didik berada pada kategori baik, dan 13,6% berada pada kategori cukup. Secara keseluruhan ada 86,3% peserta didik telah mengalami ketuntasan belajar klasikal. Kata kunci: Pembelajaran langsung, Modul pembelajaran, fisika kesehatan, SMK KesehatanThis research  is a research and development that expected product is a valid and feasible learning module. The development of the learning module based on the adaptation of development model four-D (4-D) which consisted of steps: (1) definition, (2) planning, (3) development. This research was analyzed by descriptive analysis. After conducting test and validation, the learning module was declared valid and reliable thereby feasible to be used in physics learning. The testing of the learning module was conducted the students of class XI.A Nursing Midwifery of SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. The result of the study based on the data analyzed was declared valid and reliable. The students response toward to the health physics learning module which oriented on direct instruction model gave positive response. For the best of learning outcome, 9% students were in excellent category, 77,3% were in good category, and 13,6% were in moderate category. Overall, there was 86,3% students experienced the classical learning completeness. Key words: direct learning, learning module, healthy physics, healthy senior high school
Analisis Proses Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Berdasarkan Gaya Berpikir Dan Kecerdasan Jamak Pada Praktikum Fisika Modern Di Universitas Muhammadiyah Makassar Bancong, Hartono; Putra, Dian Pramana
JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Vol 3, No 1 (2015): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.77 KB)

Abstract

Keterampilan proses sains sangat diperlukan sebagai dasar agar mahasiswa mampu memecahkan masalah. Keterampilan proses sains dapat diamati melalui kegiatan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains mahasiswa yang memiliki gaya berpikir dan kecerdasan jamak yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI tahun ajaran 2013/2014 yang memprogramkan mata kuliah praktikum Fisika Modern dengan jumlah 70 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu koesioner, laporan praktikum, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret (sk) dan sekuensial abstrak (sa) memiliki keterampilan proses sains yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa dengan gaya berpikir acak konkret (ak) dan acak abstrak (aa). Nilai rata-rata persentase keterampilan proses sains mahasiswa dengan gaya berpikir sekuensial konkret (sk) dan sekuensial abstrak (sa) secara berurutan adalah 80% dan 78%. Selanjutnya, mahasiswa dengan kecerdasan intrapersonal, interpersonal dan natural menunjukkan keterampilan proses sains yang lebih baik dibandingkan dengan kecerdasan yang lain. Nilai rata-rata persentase keterampilan proses sains secara berurutan adalah 79%, 89% dan 80%. Kata kunci: gaya berpikir, kecerdasan jamak, keterampilan, proses sainsThe process of science skills indispensable as the basis to student capable of solving problems. The process of science skills can be observed through the activities of lab work. This research aims to analyze the process of science skills student who have the thinking style and intelligence different. The study is done at the University of Muhammadiyah Makassar. The subject of study is a student of the semester VI academic year 2013 / 2014 who doing a college physics lab work by the number of 70 people. Data collection method is done with some ways namely koesioner , reports lab work , observation and documentation. The research results show that college students who having the thinking style of sequential concrete ( sk ) and sequential abstract ( sa ) having the process of science skills better compared to students with thinking style of random concrete ( ak ) and random abstract ( aa ). The average value of skill process the percentage of science students who having the thinking style of sequential concrete ( sk ) and sequential abstract ( sa ) is 80% and 78%. The next, students with with intrapersonal, interpersonal and natural showing the skill of the process of science is better compared with the other intelligence. The average value of the percentage of the process of science skills  is 79 %, 89 % and 80 %. Key words: thinking style, multiple intelligences, skill, process of science

Page 11 of 14 | Total Record : 131