cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PUSTAKA BUDAYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
PERPUSTAKAAN KELILING SEBAGAI MANIFESTASI PERAN PERPUSTAKAAN UMUM MELAWAN BENTUK EKSKLUSI SOSIAL : STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH JAWA TENGAH Prasetyawan, Yanuar Yoga; Arfa, Mecca
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractInformation is major requirement for individuals in the information age. Individuals need information to improve their quality of life. For individuals who have limited access to information, it can be considered has the potential bad quality of life. Therefore, it behooves the government to provide the institutions that collect and disseminate information for free of charge regardless of social status, economic, and education, it is  public library. The purpose of this study was to describe the role of Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah (Central Java Province Public Librariy) through the bookmobile service, against forms of social exclusion. This research used a qualitative method with case study approach. The results showed that the public library have should be a social inclusion institution. With such an inclusive label then anyone can go into the library and enjoy a free library service. But there are still some of the community groups who judge the library is an unfriendly place to visit. Seeing the reality, Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah provides pro-active service by visiting the patron who are far away from the information centre and have limited access to information due to social , economic or education status. The Places were visited include the penitentiary, the brothel, and even the base of the refugee community banned organization. Through bookmobile service  tried to attend as a remover form of social exclusion by providing access to information to the public.Keyword: Public Library; Social Exclussion; Bookmobile LibraryAbstrakKomoditas atau kebutuhan  utama bagi individu di era informasi seperti saat ini adalah informasi. Individu tersebut membutuhkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Bagi individu yang memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi, maka dapat ditengarai individu tersebut berpotensi memiliki kualitas hidup yang tidak baik. Oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah menyediakan lembaga yang menghimpun dan menyebarluaskan informasi secara gratis tanpa memandang status sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Lembaga tersebut adalah perpustakaan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanperan perpustakaan umum daerah jawa tengah melalui layanan perpustakaan keliling melawan bentuk eksklusi sosial. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatifdengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwasanyaperpustakaan umum sudah sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial. Dengan label inklusif tersebut makasiapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Namun masih terdapat sebagian dari golongan masyarakat yang menilai perpustakaan merupakan tempat yang tidak ramah untuk dikunjungi. Melihat realitas tersebut Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah memberikan layanan pro-aktif dengan mendatangi pemustaka yang berada jauh dari lokasi pusat informasi dan memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi karena status sosial, ekonomi, ataupun pendidikan. Tempat yang dikunjungi antara lain adalah lembaga permasyarakatan, lokalisasi prostitusi, dan bahkan basis pengungsian komunitas organisasi terlarang. Melalui layanan perpustakaan keliling Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah berusaha hadir sebagai pengeliminir bentuk eksklusi sosial dengan memberikan akses informasi kepada masyarakat tersebut.Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Eksklusi Sosial, Perpustakaan Keliling
PEMBINGKAIAN PEMBERITAAN KABUT ASAP PADA MEDIA ONILINE TERPILIH DI INDONESIA, MALAYSIA DAN SINGAPURA Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media online terpilih di Indonesia, Malaysia dan Singapura membingkai pemberitaan tentang asap di Indonesia dan menyebar di Malaysia dan Singapura. Berita diambil dari Kompas.com, Utusan Malaysia Online, dan The Straits Times.com pada juni 2013. Berita tersebut dianalisis menggunakan analisis framing yang diajukan oleh Robert M. Entman. Elemen yang didiskusikan dalam model ini adalah identifikasi, causal interpretation, evaluasi moral, dan rekomendasi penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki pembingkaian yang berbeda. Bingkai utama yang ditampilkan media Indonesia adalah persoalan kabut asap lebih disebabkan oleh faktor alam dari pada faktor manusia, keterlibatan perusahaan Malaysia dan Singapura dalam pembakaran hutan, dan perlunya permintaan maaf pemerintah Indonesia kepada Malaysia dan Singapura. Sedangkan media Malaysia membingkai persoalan kabut asap yang terjadi dengan menampilkan penolakkan pihak Malaysia terhadap tuduhan yang menyatakan perusahaan dari Malaysia telah melakukan pembakaran hutan, dan Malaysia telah menawarkan bantuan bagi Indonesia dalam mengatasi kabut asap. Selanjutnya, media Singapura membingkai desakan Singapura kepada Indonesia untuk mengatasi kabut asap, pembakaran disebabkan orang Indonesia sendiri, dan penawaran Singapura kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan kabut asap. Pembingkaian oleh ketiga media tersebut cenderung dipengaruhi oleh kepentingan negara masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa setiap media berusaha untuk menunjukkan kesan positif bagi negara mereka dan menjaga image tersebut dengan cara menyalahkan yang lain. Namun demikian, media dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura setuju secara bersama-sama merekomendasikan kerjasama antar negara untuk mengatasi masalah asap secara bersama-sama.
KOMUNIKASI POLITIK DALAM NASKAH DRAMA PANEMBAHAN RESO KARYA RENDRA Sum, Tengku Muhammad
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini sebenarnya ingin menelusuri bagaimana komunikasi politik yang terkandung dalam cerita naskah drama Panembahan Reso yang di tulis oleh Rendra. Didalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teks konteks  dengan menafsirkan teks naskah drama itu sendiri. Dari penelitian yang dilakukan kita dapat  melihat komunikasi politik yang berlangsung dari Panembahan Reso yaitu, Suatu dialog komunikasi politik yang sangat keras dan tegas yang disampaikan  Raja Tua terhadap keadaan yang ada. Bahwa dia akan menghabisi semua lawan lawan politik, yang tidak sepaham dengannya. Hal ini sangat sesuai dengan dengan zaman kekuasaan rezim Orde Baru, dimana Soeharto berkuasa selama mungkin menggunakan Golkar sebagai mesin politiknya dan militer sebagai alat kekuatannya. Kata kunci:  Komunikasi politik, Naskah Drama Panembahan Reso.AbstractThis study aims to investigate politic communication that is used in script of Panembahan Reso, a drama by Rendra. This study uses qualitative method and close reading of the text itself.The result shows that politic communication in Panembahan Reso is a sharp and explicit script that is conveyed by an old King to a reality, which means he would any way he could to counter his opposition. The condition is similar with new order regime when Soeharto reigned as Indonesian President and used Golkar as his political vehicle and army as his power. Key words:  Politic Communication,Script,Panembahan Reso
Pedoman Sudiar, Nining
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman Penulisan
PENGUASAAN PERBENDAHARAAN BAHASA MELAYU STANDARD DALAM KALANGAN PELAJAR MELAYU DI SEKOLAH PONDOK DI PATANI, THAILAND Jehwae, Phaosan
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenguasaan Perbendaharaan kata Bahasa Melayu Standard sangat penting. Bahasa Melayu berdistribusi luas di wilayah Selatan Thai dan digunakan sebagai bahasa formal, iaitu untuk pengajaran formal berbagai-bagai pengetahuan agama Islam. Setelah kerajaan Thai mewajibkan seluruh sekolah pondok menggunakan bahasa Thai dalam pembelajaran bidang akademik, kerajaan Thai mulai memberi gaji kepada guru yang mengajar mata pelajaran sekular yang bersifat akademik. Kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu telah terjejas kecuali dalam bidang agama. Masa persekolahan,  pelajar Melayu di Patani terlalu banyak menggunakan bahasa Thai dibandingkan dengan bahasa Melayu. Pemahaman berkait dengan latar belakang pendidikan pelajar-pelajar Melayu di Patani adalah amat penting, iaitu bagi memahami tahap pendedahan dan penggunaan Bahasa Melayu Standard (BMS) dalam kalangan pelajar Melayu. Bahawa pelajar Melayu di sekolah pondok di Patani amat lemah menguasai perbendaharaan kata dalam BMS. Kelemahan menguasai perbendaharaan kata dalam BMS sudah pasti berimpak negatif kepada penggunaan BMS pada merit yang baik atau memuaskan. Kata Kunci: Perbendaharaan bahasa Melayu standard, Pelajar Melayu, Sekolah pondok, PataniAbstractThe understanding vocabularies and structures of standard Malay Language is very important. Malay language contributed widely in the northern part of Thai and it is practiced by people formally.  That is to teach about various knowledge of Islam. After Thai kingdom required all religious schools to use Thai language in all subjects. Thai government also starts to pay salary to every teacher who teaches secular subjects. Except religious subjects, Malay language has decreased. Thai language is practiced in schools rather than Malay language. The understanding about the background of students of Patani is very important because it is related to their knowledge to use Standard Malay language.  Their understanding in Standard Malay Language is very low. It is then giving negative impact on the use of Standar Malay Language in daily life.Key words: Vocabulary of Standar Malay Language, Malay students, Religious School, Patani.
PERPUSTAKAAN MERUPAKAN ASET YANG BERHARGA Rismayeti, Rismayeti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan mempunyai 2 (dua) sisi nilai, yakni nilai ekstrinsik dan instrinsik. Nilai ekstrinsik seperti gedung, fasilitas, koleksi, anggaran, sumber daya manusia dan layanan. Sedangkan nilai intrinsik adalah nilai atau dampak dari pemanfaatan perpustakaan secara utuh, misalnya diperpustakaan itu ada nilai pendidikan, nilai sosial, nilai demokrasi, nilai budaya dan nilai ekonomi. Dua sisi nilai tersebut saling menyatu dan mendukung sehingga mengangkat perpustakaan menjadi Aset yang berharga.
EVALUASI SISTIM LAYANAN PERPUSTAKAAN DI SMK KEHUTANAN NEGERI PEKANBARU Indriyeni, Indriyeni
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine the evaluation system of library services in the  State Forestry Vocational Pekanbaru 2014 (Seen from the user function teachers, librarians and students). The research used a qualitative descriptive, with data collection through interviews, observation and literature. In conducting the study, the authors equip themselves demgan interview guide. Informants in this study consisted of principals, teachers, librarians and students. Results from this study is that the Evaluation System Library Services Vocational Pekanbaru State Forestry is very efeksien to library service system, although there are still many shortcomings such as in terms of amenities, facilities, service system, operational funds processing, coaching. Correcting deficiencies consists additional operational funds collection and processing, collection. While weighing the  disadvantages consists of completeness library. Besides, it is expected to add human resources master oflibrary  science that can manage and develop the library. Expected future borrowing  and  repayment  system  in  Forestry  SMK Negeri  Pekanbaru  using computerized.Keywords:  Evaluation  of  Library  Service  System  State  Forestry  Vocational PekanbaruAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sistim layanan di Perpustakaan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru tahun 2014 dilihat dari fungsi pengguna guru, pustakawan dan siswa-siswi. Jenis penelitian yang digunakan deskriftif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, pustakawan dan siswa-siswi. Hasil dari penelitian ini bahwa Evaluasi Sistim Layanan di Perpustakaan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru belum efesien, ini terlihat dari  masih banyak kekurangan seperti dalam hal fasilitas, sarana, sistim layanan, dana operasional pengolahan, dan pembinaan. Mengoreksi kekurangannya terdiri penambahan koleksi dan dana operasional pengolahan, koleksi. Sedangkan menimbang kekurangannya terdiri dari kelengkapan perpustakaan. Disamping itu diharapkan menambah sumber daya manusia yang menguasai ilmu perpustakaan yang bisa mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Kedepannya diharapkan sistim peminjaman dan pengembalian di Perpustakaan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru mengunakan komputerisasi.Kata Kunci:  Evaluasi, Sistim Pelayanan, Perpustakaan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru
PERANG SIMBOLIK MELAWAN KORUPSI: ANALISIS SEMIOTOK PUISI MENOLAK KORUPSI Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi menjadi musuh utama bagi bangsa Indonesia saat ini sehingga korupsi harus diperangi. Berbagai cara telah dilakukan untuk melawan kuatnya korupsi, seperti pendekatan hukum dan politik. Namun kenyataannya korupsi semakin banyak terjadi di Indonesia. Pendekatan lain yang dapat mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia adalah pendekatan kultural yang melibatkan partisipasi publik dan penyadaran nilai-nilai kejujuran dalam diri manusia. Para penyair Indonesia telah melakukan gerakan kultural untuk memerangi korupsi dengan cara menulis puisi menolak korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat menolak korupsi dengan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat puisi menolak korupsi secara tegas di Indonesia karena korupsi telah menyebabkan bencana, kerusakan, penderitaan dan kemiskinan bagi bangsa Indonesia. Daya rusak korupsi sangat kuat sehingga korupsi harus diperangi dengan berbagai pendekatan. Perang simbolik yang dilakukan oleh para penyair Indonesia dengan cara menulis puisi menolak korupsi memiliki kontribusi dalam membangun semangat anti korupsi dalam diri bangsa Indonesia. Perang simbolik tidak menggunakan kekuatan fisik, hukum dan politik. Tetapi perang simbolik dilakukan dengan cara membangkitkan jiwa bangsa Indonesia untuk menolak korupsi karena sebenarnya dalam jiwa setiap manusia potensi korupsi itu ada.
MASUKNYA BUKU-BUKU KEISLAMAN TIMUR TENGAH KE INDONESIA Saridewi, Dinia
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeradaban buku pada era Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak metode pencatatan terhadap Al Qur’an dilakukan dan berkembang saat industri kertas mulai di kenal di Arab. Beberapa karya ilmuwan besar Islam membawa peradaban Islam secara keilmuan menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk belajar pengetahuan Islam. Buku-buku keislaman Timur Tengah masuk ke Indonesia sejalan dengan masuknya Islam ke Indonesia. Ada beberapa jalur transmisi masuknya buku-buku Islam Timur tengah, antara lain melalui jalur dakwah oleh imigran muslim, jalur pendidikan, jalur penerjemahan, jalur kerjasama kelembagaan, jalur media masa dan teknologi informasi. Adapun jenis buku-buku Timur Tengah yang masuk ke Indonesia meliputi buku mengenai hukum Islam, teologi, akhlak, tafsir, hadis,  fiqih, dan bahasa.Kata Kunci: Buku Islam, Indonesia.AbstractCivilisation of books in Islamic era has rapidly grown since there was a record method of Al Qur’an and paper industry was developed in Arab. Many people are interested in Islambecause some respectable researchers introduce Islam through academic field, then it became a magnet for people who want to study about Islam. The beginning of Middle East – Islamic books in Indonesia is parallel with history of Islam in Indonesia. There are several paths used as an entrance of Middle East – Islamic books in Indonesia; through preaching by Muslim immigrants, education, translation, coordination with organizations, mass media and technology in information.Genres of books comprise Islamic law, theology, morals, exegesis, hadis (anthology of Prophet Muhammad’s stories), fiqih(study about ritual and obligation in Islam), and language.Key Words: Islamic books, Indonesia
PERPUSTAKAAN DAN NASKAH KUNO (Usaha Perpustakaan Soeman Hs dalam Menghimpn Naskah Kuno di Provinsi Riau) Sudiar, Nining
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah kuno merupakan salah satu  warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya sehingga secara tidak langsung perpustakaan mempunyai tanggung jawab besar dalam menghimpun naskah kuno. Usaha Perpustakaan Soeman Hs dalam menghimpun naskah kuno yang ada di Provinsi Riau belumlah maksimal, sejauh ini hanya tertuang dalam bentuk kebijakan secara lisan. Namun Perpustakaan Soeman Hs mempunyai potensi besar dalam upaya menghimpun naskah kuno dengan alasan: (a). Membantu pemerintah dalam mewujudkan Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu se Asia Tenggara; (b). Perpustakaan Soeman Hs ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai center of excellent pusat budaya Melayu se-Sumatera; (c). Perpustakaan Soeman Hs telah memiliki fasiltas yang memadai untuk pelestarian naskah kuno