cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PUSTAKA BUDAYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN JÜRGEN HABERMAS TERHADAP ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Krismayani, Ika
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini berjudul “Implementasi Pemikiran Jürgen Habermas terhadap Ilmu Perpustakaan dan Informasi”. Judul tersebut menarik untuk ditulis mengingat ranah keilmuan yang dimiliki oleh perpustakaan adalah interdisipliner, sehingga ilmu perpustakaan memerlukan ilmu yang lain, tidak terkecuali filsafat, dan Habermas merupakan tokoh filsafat. Sehingga penulis artikel ingin mengetahui dan mengemukakan pemikiran-pemikiran serta sumbangan Habermas terhadap dunia perpustakaan dan informasi. Hasil dari pengamatan penulis, ditemukan bahwa Habermas memiliki pemikiran tentang Communicative Action dan Public Sphere. Pada konsep Communicative Action ini, pustakawan selaku pengelola perpustakaan tidak akan terlepas dari proses komunikasi. Seorang pustakawan dituntut untuk mampu mengkomunikasikan pelayanan yang disediakan agar layanan yang disediakan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Sedangkan pada public sphere, pustakawan dituntut untuk menciptakan ruang publik di perpustakaan, yang dapat menjadi tempat untuk saling berkomunikasi sebagai bagian dari aktivitas sosial pemustaka. Habermas mencoba untuk melihat fenomena-fenomena sosial melalui sudut pandang pemecahan masalah. Dia mencoba meramu berbagai referensi sehingga menghadirkan pemecahan masalah yang sedikit berbeda. Kata Kunci: Jürgen Habermas, Communicative Action, Public SphereAbstractThis paper, entitled “”Implementation of Jürgen Habermas Thoughts on Library and Information Science”. The title is interesting to write considering the realm of science which is owned by the library is interdisciplinary, so the library science requires other sciences, and philosophy is no exception, and Habermas is a philosopher. So the author of this article would like to know and express Habermas thoughts and contribution to the libraries and information science. The results of the observation, the author found that Habermas has thought of Communicative Action and the Public Sphere. On the concept of Communicative Action, the librarian as manager of the library will not be separated from the communication process. A librarian is required to communicate the services provided so that the services provided can be used by user. While in the public sphere, librarians are required to create a public space in the library, that can be a place to communicate with each other as a part of user social activity. Habermas tries to look at social phenomena through the viewpoint of problem solving. He tried to draw on a wide range of reference, thus presenting a slightly different problem solving.Keywords: Jürgen Habermas, Communicative action, Public Sphere
ANALISIS SEMIOTIK TUGU MELAYU DI KOTA PEKANBARU Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali makna tanda-tanda yang terdapat pada tiga tugu Melayu di Kota Pekanbaru, yakni Tugu Tepak Sirih, Tugu Tari  Zapin, dan Tugu Keris. Pendekatan analisis semiotik Peirce digunakan untuk memaknai tanda-tanda yang terdapat pada ketiga tugu. Hasil pembacaan tanda-tanda akan dikaitkan dengan pendapat budayawan Melayu terkait makna tugu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ketiga tugu dibuat untuk merepresentasikan budaya Melayu. Tugu Tepak Sirih menandakan keramahan orang Melayu dalam menyambut tamu, Tugu Tari Zapin menandakan tari zapin sebagai tari Melayu yang berasal dari Riau, dan Tugu Keris menandakan kehormatan Melayu. Meskipun ketiga tugu ini menampilkan budaya Melayu, terdapat ketidaksesuaian antara penanda yang digunakan dengan budaya Melayu. Ketiga tugu juga kurang tepat dalam  menampilkan konsep estetika dan keseimbangan. Pesan yang disampaikan melalui tugu tidak sesuai dengan makna kultural yang terdapat dalam masyarakat Melayu sehingga menimbulkan perdebatan dalam masyarakat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU ASERTIF PUSTAKAWAN DALAM MEMBINA HUBUNGAN INTERPERSONAL DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS GEOGRAFI UGM Santoso, Budhi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas layanan perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kualitas pustakawan sebagai pelaksana. Kualitas pustakawan ditentukan oleh latar belakang pendidikan (keahlian), kepribadian dan kemampuan berkomunikasi. Selain berkomunikasi interpersonal, pengetahuan berperilaku arsertif juga merupakan keterampilan yang harus dikuasi oleh pustakawan dalam membina hubungan baik dengan pemustaka dalam upaya memenuhi kepuasan pemustaka terhadap layanan yang kita berikan. Dari uraian diatas pengetahuan tentang keterampilan asertif dan keterampilan komunikasi interpersonal sangat di butuhkan pustakawan dalam memberikan pelayanan prima kepada pemustaka dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi dan membina hubungan yang baik dengan pemustaka kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku asertif Pustakawan dalam membina hubungan interpersonal. Peneliti mengunakan teknik sampel jenuh yaitu meneliti keseluruhan populasi pustakawan Fakultas Geografi UGM yang berjumlah 5 pustakawan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk angket yaitu berupa kuisioner. Hasil penelitian ini adalah sebanyak 1 orang (20%) belum pernah mengikuti seminar yang membahas masalah komunikasi. Mayoritas pengetahuan pustakawan tentang perilaku asertif adalah dalam katagori baik yaitu sebanyak 4 (80%), dan 1 pustakawan dalam kategori kurang (n=1 20%). Mayoritas perilaku asertif pustakawan dalam membina hubungan interpersonal (n = 4; 80 %) adalah dalam katagori sedang,  dan 1 pustakawan dalam kategori baik (n=1 20%). Hasil uji korelasi melalui analisa Pearson didapat hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku asertif pustakawan dalam membina hubungan interpersonal di Fakultas Geografi UGM. (p value = 0,442).   Kata kunci :     Asertivitas, Perilaku asertif pustakawan, Hubungan                 interpersonal. AbstractThe paper presents a relationship between knowledge and assertive behavior or librarian in interpersonal relationshipa. Questionarre were used to ask five librarian who work in the Faculty of Geography of Gadjah Mada University. Results showed that 1 person (20 %) had never attended a conference about communications. Almost 4 peoples (80 %) have a good assertive knowledge while 1 people (20 %) has a poor assertive knowledge. The majority of assertive behavior of librarians in interpersonal relationship was in medium category (n = 4; 80 %). There is no significant relations between knowledge and assertive behavior of librarian of Faculty of Geography of Gadjah Mada University in interpersonal relationships (p value=0,442).  Keyword: Assertiveness, librarian’s assertive behavior, interpersonal relationship.
RANCANGAN SUMBER INFORMASI DAN PERLAYANAN PERPUSTAKAAN UNTUK ANAK Sudiar, Nining
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa cara yang perlu dikembangkan dalam memberikan sumber dan layanan informasi pada perpustakaan anak seperti thumblebooks, link terhadap koleksi khusus anak dan web untuk akses film anak dan kegiatan interaktif seperti layanan minggu ilmiah dan tersedianya permainan edukatif yang benar-benar dapat memberikan penyegaran sekaligus mendidik anak-anak. Semua sumber informasi ini tentu saja memerlukan perencanaan yang strategis baik itu dalam pengadaan, pengolahan maupun rancangan penyebaran informasi yang akan dipilih sehingga rancangan sumber informasi dan pelayanan pada perpustakaan anak dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
PENGALIAN, KENEGARIAN KOTO RAJO, KECAMATAN KUANTAN HILIR, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Evizariza, Evizariza; Hermansyah, Hermansyah; Juswandi, Juswandi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to examine the religious values   and economic values   of the people on the game Skate “in the village of Multiplication, Kenegarian Kotorajo,.Kuantan Hilir Subdistrict, District Singingi. This study used a descriptive method, a method that is used describe skating in the village folk games Multiplication, Kenegerian Koto tengah Seberang Hilir District of Kuantan, Kuantan District Singingi. Correctly, so that the values   contained in the folk games of skating it can be seen clearly. There are several data collection techniques that I use to understand a descriptive study with interview techniques, observation. The results of this study are yamg religious values   contained in each game is started skating people skating games basmalah always reading and praying, besides instilling honesty, and mutual work sama. Nilai-economic values   contained in the folk games of skating, in the execution of the game can boost the economy of society with digalakkannya social economy. Keywords: religious values   and economic valuesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai nilai Agama dan nilai ekonomi pada permainan rakyat Seluncur” di Desa Pengalian, Kenegarian Kotorajo. Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Singingi. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, yaitu metode yang digunakan menggambarkan permainan rakyat seluncur di Desa Pengalian, Kenegerian Koto Tengah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi. Secara benar, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam dalam permainan rakyat seluncur itu dapat diketahui dengan jelas. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang penulis pakai untuk memahami sebuah penelitian yang bersifat deskriptif dengan teknik wawancara, observasi. Hasil Penelitian ini adalah nilai-nilai agama yang terdapat pada permainan rakyat  seluncur adalah setiap mengawali permainan seluncur selalu membaca basmalah dan berdoa,  selain itu menanamkan sikap jujur, dan saling bekerja sama. Nilai-nilai ekonomi yang terdapat pada permainan rakyat seluncur, dalam pelaksanaan permainan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan digalakkannya ekonomi kerakyatan.Kata kunci: Nilai agama dan Nilai-nilai ekonomi
ANALISIS PERBANDINGAN WEBSITE PERPUSTAKAAN UII DENGAN WEBSITE PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI DI YOGYAKARTA (UGM, UNY, UIN SUNAN KALIJAGA DAN ISI) Santoso, Budhi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kualitas website yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan website perpustakaan perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Hasil kajian ini sangatlah penting guna mengetahui dan mengevaluasi tentang bagaimana merancang situs yang memudahkan pengguna. Untuk itu perlu di analisis dengan menggunakan  model “The 7C’s framework” ”, model ini mempunyai 7 model yaitu Context, Content, Community, Cuztomization, Communication, Connection, dan Commerce. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu panduan bagi perpustakaan dalam melakukan pengembangan situs web yang telah dibangun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah struktur menu yang layak dan mudah di akses bagi pengunjung sesuai dengan 7C’s framework di atas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, objek penelitiannya adalah Situs web Perpustakaan UII (http://library.uii.ac.id) dengan website perguruan tinggi negeri di Yogyakarta antara lain situs web Perpustakaan UGM (http://lib.ugm.ac.id), situs web Perpustakaan UNY (http://library.uny.ac.id) situs web UIN Sunan Kalijaga (http://lib.uin-suka.ac.id) situs web Perpustakaan ISI (http://lib.isi.ac.id). Data di analisis menggunakan tabel 7C’s frameworks. untuk penelitian ini unsur perdagangan atau commerce akan di hilangkan yaitu pada checklist shopping experience, karena situs web perpustakaan tidak memiliki point shopping experience. Langkah selanjutnya adalah penentuan skor berdasarkan banyaknya “YES” dan “NO”. Jika suatu situs menghasilkan dua pertiga atau lebih “YES” artinya situs tersebut termasuk baik sekali; jika menghasilkan sepertiga sampai dua pertiga artinya situs tersebut termasuk rata-rata; dan jika situs tersebut menghasilkan kurang dari sepertiga artinya ada indikasi masalah pada situs tersebut.
PENYEGARAN POLA PENGINDEKSAN SUBJEK Sudiar, Nining; Mafar, Fiqru; H, Rosman
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengindeksan subjek merupakan salah satu kegiatan inti dalam pengolahan koleksi perpustakaan. IbM ini bertujuan untuk menyegarkan kembali serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pustakawan di lingkungan Unilak dalam proses pengindeksan subjek. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 02 April 2015 melalui beberapa tahap kegiatan. Tahap pertama tahap penyegaran konsep dasar pengindeksan subjek. Tahap kedua adalah penyegaran mengenai jenis konsep. Tahap ketiga adalah penyegaran mengenai jenis subjek. Tahap keempat adalah penyegaran mengenai tajuk subjek. Tahap kelima adalah tahap praktik penentuan subjek. Tahap terakhir adalah tahap evaluasi dan motivasi. Hasil analisa terhadap pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta dalam hal pengindeksan subjek koleksi perpustakaan.Kata Kunci: Pengindeksan Subjek, Universitas Lancang KuningAbstractSubject indexing is one of the core activities in the processing of library collections. IbM aims to refresh and improve their knowledge and ability librarians within Unilak in the process of indexing the subject. This activity is carried out in several stages of activity. The first stage of the indexing phase refresher basic concepts of the subject. The second stage is a refresher on the types of concepts. The third stage is a refresher on the type of subject. The fourth stage is a refresher on the subject code. The fifth stage is the stage of determining the subject practices. The last stage is the stage of evaluation and motivation. Analysis of the pretest and posttest showed that there is an increase in the ability of the participants in terms of subject indexing of library collections.Keywords: Subject Indexing, Lancang Kuning University
ESTETIKA WIRA MELAYU DALAM CERITA RAKYAT HANG PERKASA Efrizal, Efrizal; Sum, Tengku Muhammad; Hermansyah, Hermansyah
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Estetika Wira Melayu  serta nilai-nilai yang terdapat dalam  cerita rakyat Melayu Hang Perkasa karya Afrizal Cik. Cerita ini sekarang hampir tidak dikenal oleh Masyarakat Melayu Sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai pengambilan data utamanya dan pendekatan hermeneutik sebagai teknik analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Hang Perkasa memiliki beberapa nilai kewiraan seperti keberanian, keteguhan hati, kemurahan hati, kekuatan jasmani dan batin, serta memiliki kharisma
KAJIAN BUDAYA PADA TRADISI BASIACUNG, SOMBA SOLAM DALAM UPACARA KHITANAN FI DESA KEBUN DURIAN KECAMATAN GUNUNG SAHILAN KABUPATEN KAMPAR AS., Efrizal; Amanan, Amanan; Syamsidar, Raja
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sastra dan nilai budaya  serta nilai-nilai yang terdapat dan  terkandung dalam Tradisi Basiacung di Daerah Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar Riau yang sekarang sudah hampir tidak diminati oleh generasi muda sehingga sulit untuk meneruskan regenerasi, yang sekarang sudah hampir punah dan pupus, serta merupakan langkah awal untuk menambah cakrawala berfikir dan menambah wawasan bagi pembaca dan peneliti lanjutan. Dengan selesainya penelitian  ini akan menambah literatur yang mengulas, meneliti serta memikirkan tentang Tradisi Basiacung ini. Penelitian ini hendaknya dapat dijadikan acuan yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat di samping itu  penelitian ini merupakan sarana inventarisasi mengenai tradisi  bersastra tradisional  dalam bidang sastra dan  budaya.Kata Kunci:  Basiacung, Kebun Durian, Kampar, RiauAbstractThe research aims to investigate the culture and literature values in  Tradition of Basiacung  in Kebun Durian, Gunung Sahilan, Kampar District - Riau Province. This tradition almost be lost without regenerations. By the end of this research will add literature that discuss and review of Tradision of Basicuang. This research should be used as reference and an inventory of traditional culture.Keyword: Basiacung, Kebun Durian, Kampar Riau
USAHA MENINGKATKAN MINAT BACA MAHASISWA Priyeti, Priiyeti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOne can achieve a feat, to be with learning or reading. Reading is something important and fundamental point that must be developed from an early age in order to improve the quality of education, both primary, secondary and higher education.Urgency interest in reading students also determine the quality of a nation. In the hands of the nation’s intellectual young shoots that would inherit a nation or state.Keywords: Interest, read, studentsAbstrakSeseorang dapat mencapai prestasi (achievement reading), harus dengan belajar atau membaca. Kegiatan membaca untuk memperbaharui pengetahuannya secara kontiniu. Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkans sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendididkan tinggi. Urgensi minat baca mahasiswa turut menentukan kualitas suatu bangsa, Ditangan tunas muda bangsalah kelak mewarisi bangsa atau negara.Kata kunci: Minat, Baca, Mahasiswa.