cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PUSTAKA BUDAYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
ANALISIS LITOTES DALAM TUNJUK AJAR MELAYU Fauzi, Mohd
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Litotes adalah salah satu kiasan dalam bahasa yang digunakan oleh orang-orang Melayu untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembicaraan atau karya sastra. Fenomena ini adalah kearifan lokal yang kaya dengan informasi tentang budaya Melayu. Berbagai jenis litotes dapat ditemukan dalam kitab Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI MENGGUNAKAN MESIN PENCARI GOOGLE (Studi Kasus Mahasiswa Program Ilmu Perpustakaan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru) Arianto, Riki; Sudiar, Nining; Hakim, Triono Dul
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi mahasiswa dalam menulis skripsi menggunakan mesin pencari google. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sampel 4 (empat) orang mahasiswa program studi ilmu perpustakaan yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan model yang dikenalkan oleh David Ellis tahun 1987 dengan tahapan kegiatan Starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring dan extracting. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari 6 (enam) kegiatan ini hanya monitoring yang tidak ditemukan. Kata kunci :      Perilaku pencarian informasi, mesin pencari, search engines, googleAbstractThe purpose of this study is to know how the studentsinformation seeking behavior in writing a thesis using google search engine. The research use qualitative method by interview 4 (four) students of library science Lancang Kuning who wrote the thesis. This research uses a model that was introduced by David Ellis in 1987 with phases of activity starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, and extracting. From six activity, just monitoring doesn’t find in this research.. Keyword : Information seeking behavior, search engine, google
EVALUASI TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI UMUM DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG Rahmah, Elva; Nelisa, Malta; Marlini, Marlini
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan koleksi umum yang tersedia di Perpustakaan Universitas Negeri Padang; (2) mendeskripsikan tingkat keterpakaian koleksi umum di Perpustakaan Universitas Negeri Padang dan; (3) memetakan kekuatan dan kelemahan koleksi umum yang dimiliki Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Target capaian dalam penelitian ini perpustakaan dapat mengetahui kesesuaian koleksi dengan kebutuhan pemustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. (1) Koleksi umum yang tersedia di Perpustakaan UNP terdiri dari 46.101 judul dengan 224.694 eksemplar. (2) Tingkat keterpakaian koleksi umum di Perpustakaan UNP rata-rata perbulan adalah 4.998 eksemplar. Pemakain koleksi yang paling tinggi berdasarkan fakultas yaitu Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sedangkan keterpakaian koleksi berdasarkan subjek koleksi yang paling banyak di manfaatkan adalah Ilmu sosial dengan jumlah 14.610 eksemplar. Dari data tersebut dapat di ketahui bahwa peminjaman koleksi umum masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah koleksi yang tersedia dan jumlah mahasiswa UNP. (3) Kekuatan koleksi umum di Perpustakaan UNP berada pada subjek ilmu sosial dengan 15.160 judul dengan 81.501 eksemplar merupkan subjek inti koleksi Perpustakaan UNP. Kelemahan koleksi yang dimiliki perpustakaan UNP berdasarkan subjek yang sedikit dimiliki perpustakaan  yaitu subjek karya umum yang terdiri dari 1.503 judul dengan 6.524 eksemplar, kemudian diikuti oleh koleksi dengan subjek filsafat dan psikologi yang terdiri dari 1.859 judul dengan 8423 eksemplar dan subjek kesenian dan olah raga yang terdiri dari 1.770 judul dengan 9.573 eksemplar.
PERBANDINGAN TEORI PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MENURUT ELLIS, WILSON DAN KUHLTHAU Widiyastuti, Widiyastuti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSetiap pemustaka memiliki perilaku pencarian informasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Perilaku pencarian informasi mengacu kepada bagaimana seseorang mencari dan meramu suatu informasi yang diperolehnya. Setidaknya terdapat tiga teori perilaku pencarian informasi, yaitu teori-teori yang dikemukakan oleh Ellis, Wilson dan Kuhlthau. Ketiga tokoh tersebut mencetuskan teori yang dapat digunakan untuk mengkaji perilaku pencarian informasi pemustaka. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan ketia teori tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat enam perbedaan dari teori Ellis, Wilson dan Kuhlthau dan satu kesamaan antara teori Ellis dan Wilson, tetapi masih terbuka kemungkinan ditemukan perbedaan lainnya.Kata Kunci: Pencarian Informasi, Ellis, Wilson, Kuhlthau.AbstractEllis, Wilson and Kuhlthau are figures in information study who propose their theories about information seeking behavior. Their theories are applied as a guide in doing study regards users in library. Users studies is needed to know users’ characteristics so that library management would arrange suitable collection and provide suitable facility for the users. Information seeking theory according to Ellis, Wilson and Kuhlthau are different but connected. There are six differences between those theories but one similarity nonetheles there is possibility of other differences among their theories. Keywords: Information Seeking, Ellis, Wilson, Kuhlthau
MEMBACA BEBAS, BEBAS MEMBACA Mafar, Fiqru
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi sebagian orang, keinginan untuk membaca tidak tumbuh dari diri masing-masing. Beberapa orang bahkan terlihat harus ‘dijajah’ kemerdekaannya agar mereka bersedia membaca. Padahal, membaca memiliki pegaruh yang cukup besar terhadap kualitas pendidikan seseorang, untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, maka salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan minat baca. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan minat baca adalah dengan membaca bebas. Membaca bebas berarti membaca sesuatu atas kehendak sendiri. Bentuk dari membaca bebas yang pertama adalah Suistained Silent Reading yaitu membaca sesuatu atas kehendak sendiri, kedua book report atau pelaporan buku bukan berarti memberikan penilaian atas apa yang telah dibaca oleh siswa melainkan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan kembali atas apa yang telah dibaca dan ketiga lomba uji cerdas dilakukan sebagai variasi dalam pelaksanaan SSR dan book report.
PENGUATAN INFORMASI EKOWISATA MELALUI FILM DOKUMENTER DI KELURAHAN SEI MEMPURA Fauzi, Mohd.
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mensinergikan kegiatan tri darma perguruan tinggi dengan ekowisata di kelurahan Sei Mempura dengan memberikan wawasan baru tentang penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura serta menerapkan pendekatan partisipatif bagi masyarakat lokal dalam rangka penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan beberapa tahapan. tahap pertama membuat film dokumenter di kelurahan Sungai Mempura dan mewawancarai dinas terkait. Tahap kedua membuat laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata yang ada di kelurahan Sungai Mempura sangat potensial untuk dikembangkan terutama. Promosi yang terus menerus harus dilakukan, salah satunya adalah dengan pembuatan film dokumenter.Kata kunci: Ekowisata, film, penelitian AbstractThis research aimed to sinchronize the university services to the society by producing documenter film about Sungai Mempura village. This research used descriptive-qualitative by using two steps. Firstly, we produced the documenter film of Sungai Mempura village. Secondly, we made a report about the research. The result of the reasearch shown that the ecotourist in Sungai Mempura village was very potential and exotic and needed to be developed. The continuous promotion should be made and this film will give useful contribution to promote this natural richness which giving benefits to people. Keywords: ecotouris, film, research
Analisis Semiotik Sajak Bulang Cahaya Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali makna tanda yang terdapat dalam sajak Bulang Cahaya karya Rida K Liamsi. Untuk menggali makna itu, pendekatan analisis semiotik Roland Barthes digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sajak ini berisi tanda-tanda bersumber dari kosa kata Melayu lama. Sajak ini juga berisi simbol-simbol yang berkaitan dengan kehidupan orang Melayu. Penggunaan kata-kata Melayu lama dan simbol Melayu memperkuat setting Melayu dalam sajak ini. Analisis makna menunjukkan bahwa seseorang merasakan kedukaan sangat mendalam ketika cintanya harus berakhir, tetapi ia terus merasakan kerinduan dengan kekasihnya yang telah pergi. Mitos cinta yang terdapat dalam pusinya adalah orang tahu bahwa putus cinta itu menyakitkan tetapi orang tetap saja jatuh cinta.
ANALISIS TINDAK TUTUR PERFORMATIF DALAM FILM MUSANG BERJANGGUT KARYA P. RAMLEE Fauzi, Mohd.
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

udul penelitian ini adalah “ Analisis Tindak Tutur Performatif dalam Film Musang Berjanggut” yang ditulis oleh P. Ramlee. Film ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan pragmatik dengan konsep Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam film Musang Berjanggut terdapat banyak tindak tutur perfomatif yaitu; representatif, direktif, expresif, komisif, and deklaratif. Musang Berjanggut mengangkat cerita seorang anak Raja bernama Tun Nila Utama dari kerajaan Pura Cendana yang ditugaskan oleh Sultan untuk mencari istri. Tun Nila Utama mencari perempuan bukan betina. Perempuan adalah wanita yang menjaga marwah, sedangkan betina adalah wanta yang menjual marwah. Banyak gadis-gadis yang dia jumpai sepanjang perjalanannya dalam mencari jodoh tetapi tidak satupun dari mereka yang berhasil memasak bahan makanan yang dia bawa dalam uncangnya. Akhirnya, dia menemukan perempuan yang dicari-carinya. Dia bernama Puspawangi, perempuan cantik, bermartabat, bijaksana dan pandai. Dia adalah potret perempuan Melayu yang menjaga identitas dan martabatnya.Kata Kunci :     Musang Berjanggut, Pragmatik, Tindak Tutur Performatif,             P. RamleeAbstractThis writing deals with an analysis of a language phenomena in a film entitles “The Analysis of Performative Speech Acts in Musang Berjanggut Film written by P. Ramlee”. In this case, the work is analyzed by using pragmatic approach. The result shows that there are some events found which undermine the performative speech acts based of Leech’s concepts; representatives, directives, expressives, commisives, and declaratives. Musang Berjanggut elevates a prince from Pura Cendana who is looking for a wife. There are kinds of women he meets during his journey but no one of them is successful to answer his trick but only Puspawangi. She is a very beautiful woman, brave and clever. She is a portrait of Malay woman who keeps her identity and dignity. Keywords: Musang Berjanggut, Pragmatics, Speech Acts, P. Ramlee.
ANALISIS LITOTES DALAM DRAMA MACBETH KARYA WILLIAM SHAKESPEARE: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Fauzi, Mohd.; Junaidi, Junaidi; Islami, Qori
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research analyzes Litotes Language in the Macbeth Drama Written by William Shakespeare: Sociopragmatics approach. Thus, the objective of this analysis is to show and to analyze how the main characters use the litotes language in Macbeth. To reach that objective, this analysis applies sociopragmatics and litotes to gain the data. In analyzing this research, the writer applies a descriptive analysis method in which the result of the analysis will be described clearly. The results shown that many words and phrases used by the main characters in the Macbeths.Keywords: Macbeth, Litotes, DramaAbstrakTulisan ini menganalisis Bahasa Litotes yang terdapat dalam film Macbeth yang ditulis oleh William Shakespeare. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan makna bahasa Litotes yang digunakan oleh tokoh utama karya ini. Untuk mencapai tujuan itu, kajian ini menerapkan kajian sosiopragmatik. Kajian ini menerapkan metode deskriptif analisis dimana hasil analisis akan dideskripsikan dengan jelas. Dari deskripsi yang dijabarkan akan memperlihatkan bagaimana tindak tutur yang digunakan oleh tokoh utama karya ini dalam menghadapi masalah-masalah yang menimpanya. Kata Kunci: Macbeth, Litotes, Drama
NOVEL NEGERI 5 MENARA KEPOPULERAN DAN IDEOLOGI (Kajian Ideologi Althusser dan Hegemoni Dominasi Gramscy) Puspita, Alvi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan ini menggunakan metode penelitian tekstual yang mengacu pada posstrukturalisme, yaitu mengungkap struktur novel seperti relasi antar tokoh, alur cerita, peristiwa-peristiwa dalam novel, dialog atau kutipan dialog dari tokoh, juga latar tempat dan suasananya dengan penggunaan teori-teori kritis, seperti teori Ideologi Althusser, teori hegemoni dan dominasi Gramsci yang akan berhubungan dengan analisis isi. Namun dalam tulisan dibatasi pada pembahasan ideologi keislaman dan kepasantrenan. Ideologi keislaman yaitu ideologi tentang nilai-nilai dan prinsip Islam yang terselip pada apa yang diterima dan diyakini tokoh utama dari persentuhannya dengan tokoh-tokoh lain. Sedangkan ideologi kepasantrenan yaitu penanaman pikiran-pikiran tertentu yang berhubungan dengan pasantren sebagai sebuah institusi pendidikan yang berbasis Islam. Berbeda dengan ideologi keislaman yang cenderung disebarkan dengan cara hegemoni sementara ideologi kepasantrenan disebarkan dengan dominasi.