cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2015)" : 21 Documents clear
STRATEGI PEMASARAN “KEFIR” SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SUSU FERMENTASI Cahyati D.N.M; Putri B.R.T; Sukanata I.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.948 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan internal dan eksternal utama yang mempengaruhi pemasaran kefir, menentukan posisi kefir di dalam industri susu fermentasi, dan menyusun strategi yang tepat untuk memasarkan kefir. Penelitian dilaksanakan di industri rumah tangga pembuatan kefir yang terletak di Banjar Tangguntiti-Tohpati Denpasar, dan Jalan Cempaka Sari 8A Denpasar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang bersifat kuantitif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan penelusuran literature. Responden dari penelitian ini terdiri dari produsen, konsumen, dan ahli. Jumlah produsen sebanyak 2 orang, konsumen sebanyak 50 orang dan ahli 5 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Matriks IFE, EFE, IE, analisis SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa total skor faktor internal sebesar 2,21 dimana kekuatan utama yang dimiliki perusahaan yaitu kefir merupakan minuman kesehatan dan kelemahan utama yaitu rasa kefir yang belum sesuai dengan permintaan konsumen. Sedangkan dari faktor eksternal di dapatkan total skor sebesar 3,39. Peluang utama yang dihadapi perusahaan yaitu perubahan gaya hidup masyarakat yang sudah semakin peduli pada kesehatan. Sedangkan ancaman utama yang dihadapi yaitu adanya produk susu fermentasi lainnya seperti yoghurt dan produk yang sejenis lainnya yang sudah lebih terkenal di masyarakat. Strategi utama yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa terdapat 9 alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam memasarkan kefir yaitu: mengadakan kerjasama dengan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, meningkatkan kualitas produk dan varian rasa, mengembangkan strategi promosi, membuat mobile outlet, perbaikan kemasan, mengurus ijin, menampilkan manfaat dan keunggulan produk, menampilkan testimony tentang manfaat kefir, dan fokus terhadap upaya peningkatan kepuasan konsumen. Hasil analisis QSPM menunjukan bahwa alternatif strategi yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dan memperbanyak varian rasa.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAPKOMPONEN KARKAS BABI RAS Stradivari G.E; Budaarsa K.; Puger A.W
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.831 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ampas tahu pada tingkat tertentu dalam ransum komersial terhadap komponen karkas babi ras. Penelitian menggunakan babi ras sebanyak 16 ekor dilaksanakan di Br. Sekarmukti Desa Pangsan, Petang Badung selama 14 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Adapun keempat perlakuan tersebut terdiri dari P0 sebagai kontrol yaitu ransum komersial (Pakan komplit+polar) tanpa ampas tahu, P1:ransum  komersial 5% diganti dengan ampas tahu, P2: ransum komersial7,5% diganti dengan ampas tahu dan P3: ransum  komersial 10% diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot potong, persentase karkas, komposisi fisik karkas, tebal lemak punggung, panjang karkas dan recahan karkas. Data yang diperoleh dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata  (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian ransum komersial dengan ampas tahu memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap komposisi fisik karkas, sedangkan untuk bobot potong, persentase karkas, tebal lemak punggung, panjang karkas, dan recahan karkas berbeda tidak nyata (P>0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan penggantianransum komersial (Pakan komplit+polar) dengan ampas tahupada tingkat 5%, 7,5%, 10% menghasilkan bobot potong, persentase karkas, tebal lemak punggung, panjang karkas dan recahan karkas yang sama pada setiap perlakuan Penggantian ransun komersial dengan ampas tahu pada tingkat 10% mampu menghasilkan persentase daging paling tinggi, tetapi persentase lemak dan kulit serta tulang yang paling rendah dari perlakuan lainnya.
PERBEDAAN TINGKAH LAKU MAKAN SAPI BALI YANG DIPELIHARA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DESA PEDUNGAN DAN SENTRA PEMBIBITAN SAPI BALI SOBANGAN Kusuma I M. D.; N. L. P. Sriyani; I N. T. Ariana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.574 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan ternak sapi bali yang berada di TPA Desa Pedungan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan kuantitatif dengan survey. Analisis data disajikan dengan descriptive statistik. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah waktu makan, lama makan, frekwensi makan, frekwensi minum, lama ruminasi dan frekuensi ruminasi. Lama makan ternak di TPA lebih lama 39,25% yakni 74,82 ± 2,84. Untuk frekwensi makan per 12 jam pengamatan di TPA Desa Pedungan lebih jarang 8,01% yakni 3,33 ± 0,78, frekwensi ternak minum di TPA Desa Pedungan lebih jarang 41,5% yakni 1,17 ± 0,72. Lama ruminasi ternak di TPA Desa Pedungan lebih singkat 18,78% yakni 32,08 ± 3,60, dan frekuensi ruminasi ternak sapi di TPA Desa Pedungan lebih jarang 14,5% yakni 3,42 ± 0,52. Secara umum tingkah laku makan ternak yang dipelihara di TPA Desa Pedungan mengalami perbedaan dengan tingkah laku makan ternak yang dipelihara di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan. Ternak sapi di TPA Pedungan memerlukan waktu makan yang lebih lama 39,25% daripada sapi yang di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan. Sementara untuk frekuensi makan lebih sering 8,01%, frekuensi minum sering 41,5%, lama ternak sekali ruminasi lebih lama 18,78% dan frekuensi ruminasi lebih sering 14,5% dari pada ternak yang dipelihara di TPA Desa Pedungan.
PERILAKU PENGUSAHA PETERNAKAN BABI LANDRACE DALAM MENANGGULANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN RESPON PETERNAK TRADISIONAL DI DESA WISATA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR WIJAYA I G. N. P. S.; N. K. NURAINI; N. W. T. INGGRIATI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.196 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Wisata Taro, (2) Mengetahui tanggapan atau respon peternak tradisional sekitar terhadap perusahaan peternakan babi landrace ini. Penelitian dilakukan di Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar pada peternak pengusaha babi landrace modern dan peternak tradisional peternak sekitar. Responden penelitian sebanyak empat orang pengusaha babi landrace modern yang ada di desa Taro dan 40 orang peternak tradisional di sekitar usaha peternakan tersebut. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus untuk pengusaha peternakan babi landrace, yaitu metode yang mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Untuk menentukan responden peternak di sekitar pengusaha peternakan babi landrace menggunakan metode pengambilan sampel secara kuota diambil 10 orang peternak tradisional yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan peternakan dengan ketentuan jarak tempuh tertentu, kemudian dikelompokan menjadi empat (A,B,C dan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan penerapan. Rataan tingkat pegetahuan pengusaha termasuk dalam kategori tinggi, rataan sikap dalam kategori positif, dan rataan tingkat penerapan dalam kategori sedang; (2) Rataan respon kelompok peternak tradisional terhadap perilaku pengusaha babi landrace dari pengetahuannya tergolong rendah, sikap termasuk dalam kategori sangat postif, dan intensitas komunikasi sedang. Respon kelompok peternak tradisional A dilihat dari pengetahuan dan sikap mereka tentang manajemen usaha babi landrace oleh pengusaha sangat nyata lebih baik dibandingkan kelompok peternak tradisional lainnya. Intensitas komunikasi kelompok peternak tradisional B sangat nyata lebih baik dibandingkan semua kelompok peternak tradisional responden (A, C dan D).
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KERING STARBIO DALAM RANSUM TERHADAP KARAKTERISTIK KARKAS BABI LANDRACE PERSILANGAN SURYANA I. M. P; I N. T. ARIANA; N. L. P SRIYANI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.685 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik kering starbio dalam ransum terhadap karakteristik karkas babi Landrace persilangan. Penelitian dilakukan selama 5 minggu di peternakan babi milik Bapak Ir. I Wayan Sana. Babi yang digunakan dalam penelitian adalah ternak babi jantan kastrasi fase finisher yang berjumlah 24 ekor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan dua perlakuan terdiri dari TS yaitu penambahan probiotik kering starbio 0% dari total ransum yang diberikan dan DS yaitu penambahan probiotik kering starbio 0,25% dari total ransum yang diberikan. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot potong, berat karkas, persentase karkas, panjang karkas, luas UDMR (Urat Daging Mata Rusuk), tebal lemak punggung dan fleshing index. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Two Independent Sample T Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pemberian probiotik kering starbio dalam ransum terhadap karakteristik karkas babi Landrace persilangan menghasilkan bobot karkas, panjang karkas dan luas UDMR berbeda nyata (P<0,05) sedangkan untuk bobot potong, persentase karkas, tebal lemak punggung dan fleshing index tidak berbeda nyata (P>0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan starbio 0,25% dalam pakan komersial dapat meningkatkan bobot karkas, panjang karkas dan luas UDMR (urat daging mata rusuk) babi Lanrdrace persilangan fase finisher dan dapat disarankan kepada petani peternak untuk menambahkan starbio kedalam pakan ternak babi pada fase finisher yang dipelihara, karena penambahan starbio kedalam pakan dapat meningkatkan bobot karkas, panjang karkas dan luas UDMR (urat daging mata rusuk) pada babi Lanrdrace  persilangan.
STRATEGI PEMASARAN “URUTAN” SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS BALI (STUDI KASUS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA “URUTAN” DI KABUPATEN BADUNG BALI) WULAN S., N. M. M.; B. R. T. PUTRI; I W. SUKANATA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.926 KB)

Abstract

fPenelitian  ini bertujuan  untuk  menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran “urutan”, menentukan posisi industri rumah tangga “urutan” di dalam industri oleh-oleh khas Bali, dan merekomendasikan strategi pemasaran yang tepat bagi industri rumah tangga “urutan” di Kabupaten Badung. Penelitian ini dilakukan pada empat desa di Kabupaten Badung yang ditentukan secara purposive. Jumlah responden sebanyak 59 orang yang terdiri atas empat orang produsen, 50 orang konsumen, dan lima orang ahli. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan  data  sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah 1) analisis internal dan eksternal perusahaan untuk menentukan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan dengan menggunakan matriks IFE dan matriks EFE. Posisi perusahaan didalam industri ditentukan dengan menggunakan matriks IE, 2) analisis SWOT digunakan untuk menyusun alternatif strategi pemasaran “urutan” dan 3) analisis QSPM digunakan untuk menentukan prioritas strategi pemasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha “urutan” berada pada sel III (Pertahankan dan Pelihara) dalam matriks IE dengan nilai IFE 1,62 dan EFE 3,11 dengan strategi utama yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terdapat sembilan alternatif strategi pemasaran “urutan” yaitu: menjadikan “urutan” sebagai oleh-oleh khas Bali, mengadakan kerjasama dengan toko oleh-oleh khas Bali dan travel, meningkatkan kualitas produk yang diproduksi, mengemas produk dengan baik dan menarik, menerapkan program penyuluhan bagi para produsen, membuat brosur dan iklan tentang keunggulan produk, menambah varian daging yang digunakan, membuat klasifikasi produk dengan tingkat lemak tertentu, dan meningkatkan jiwa wirausaha pengusaha. Strategi yang menjadi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas produk dengan cara meningkatkan pengembangan produk serta penerapan teknologi tepat guna.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERBIBITAN SAPI BALI DENGAN MENERAPKAN SISTEM INTEGRASI TANAMAN-TERNAK RUSTIANAWATI D. A. C.,; I W. SUKANATA; B. R. T. PUTRI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.197 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial, skala pemeliharaan induk dan tingkat harga penjualan pedet yang menguntungkan pada usaha perbibitan sapi bali dengan menerapkan sistem integrasi tanaman-ternak. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Ternak “Mekar Tani” di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung. Waktu penelitian dilakukan selama empat bulan yaitu dari bulan Februari sampai Juni 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Kelayakan finansial usaha ditentukan berdasarkan analisis kriteria investasi, analisis Pay Back Period dan Break Event Point. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui skala pemeliharaan induk dan tingkat harga yang menguntungkan bagi peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan biaya tunai, perbibitan sapi bali tersebut layak secara finansial, dengan NPV positif sebesar Rp 167.336.147,.-, IRR 22%, Net B/C 1,50, PBP 5,01 tahun dan BEP 7,02 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pemeliharaan induk yang menguntungkan pada usaha perbibitan sapi tersebut adalah lebih dari 28 ekor atau harga rata-rata pedet adalah di atas Rp 2.845.921 per ekor (jantan seharga Rp 4.245.921 per ekor dan betina seharga Rp 1.245.921 per ekor). Sedangkan berdasarkan biaya total, usaha perbibitan tersebut tidak layak untuk dijalankan yang ditunjukkan oleh nilai NPV negatif sebesar -Rp 605.510.229,.-
PERILAKU PENGUSAHA PETERNAKAN BABI LANDRACE DALAM MENANGGULANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN RESPON PETERNAK TRADISIONAL DI DESA WISATA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR WIJAYA I G. N. P. S.; N. K. NURAINI; N. W. T. INGGRIATI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.196 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Wisata Taro, (2) Mengetahui tanggapan atau respon peternak tradisional sekitar terhadap perusahaan peternakan babi landrace ini. Penelitian dilakukan di Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar pada peternak pengusaha babi landrace modern dan peternak tradisional peternak sekitar. Responden penelitian sebanyak empat orang pengusaha babi landrace modern yang ada di desa Taro dan 40 orang peternak tradisional di sekitar usaha peternakan tersebut. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus untuk pengusaha peternakan babi landrace, yaitu metode yang mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Untuk menentukan responden peternak di sekitar pengusaha peternakan babi landrace menggunakan metode pengambilan sampel secara kuota diambil 10 orang peternak tradisional yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan peternakan dengan ketentuan jarak tempuh tertentu, kemudian dikelompokan menjadi empat (A,B,C dan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan penerapan. Rataan tingkat pegetahuan pengusaha termasuk dalam kategori tinggi, rataan sikap dalam kategori positif, dan rataan tingkat penerapan dalam kategori sedang; (2) Rataan respon kelompok peternak tradisional terhadap perilaku pengusaha babi landrace dari pengetahuannya tergolong rendah, sikap termasuk dalam kategori sangat postif, dan intensitas komunikasi sedang. Respon kelompok peternak tradisional A dilihat dari pengetahuan dan sikap mereka tentang manajemen usaha babi landrace oleh pengusaha sangat nyata lebih baik dibandingkan kelompok peternak tradisional lainnya. Intensitas komunikasi kelompok peternak tradisional B sangat nyata lebih baik dibandingkan semua kelompok peternak tradisional responden (A, C dan D).
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPASTAHU TERHADAP PENAMPILAN BABI RAS Kencana Jaya IP.G.A.S; Mahardika IG.; Suasta IM.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.574 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum  komersial dengan ampas tahu terhadap penampilan babi ras. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dengan menggunakan babi ras umur 2 bulan sebanyak 16 ekor. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan sebanyak empat yaitu ransum komersial (konsentrat+pollar) tanpa ampas tahu (A) sebagai kontrol, ransum komersial (konsentrat+pollar) 5% diganti dengan ampas tahu (B), ransum komersial (konsentrat+pollar) 7,5% diganti dengan ampas tahu (C), ransum komersial (konsentrat+pollar) 10% diganti dengan ampas tahu (D). Variabel yang diamati meliputi berat badan awal, berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, dan FCR. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata  (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggantian ransum komersial dengan ampas tahu sampai 5%, 7,5%, dan 10% menghasilkan berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, dan FCR yang sama atau tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa penggantian ransum komersial dengan ampas tahu sampai 10% memberikan pengaruh yang sama terhadap penampilan babi ras. Babi yang dipelihara dengan pemberian ransum komersial tanpa diganti dengan  ampas tahu memiliki nilai ekonomis dan efissiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberikan ampas tahu
PENGARUH SUPLEMENTASI MINERAL-VITAMIN KOMPLEKS TERHADAP KONSUMSI NUTRIEN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING GEMBRONG DALAM RANSUM BERBASIS HIJAUAN LOKAL Anggoro A.C.K; Bidura IG.N.G; Partama I.B.G
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.808 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi mineral-vitamin kompleks terhadap konsumsi nutrien dan pertambahan bobot badan kambing gembrong dalam ransum berbasis hijauan lokal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan R0 adalah kambing gembrong yang mendapat ransum tanpa suplementasi mineral-vitamin kompleks. Perlakuan R1 adalah kambing gembrong yang mendapatkan ransum dengan suplementasi mineral-vitamin kompleks. Peubah yang diamati adalah konsumsi nutrien, pertambahan bobot badan dan feed convertion ratio (FCR). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji T tidak berpasangan (independent T-test) pada probabilitas 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi mineral-vitamin kompleks dalam ransum berbasis hijauan lokal dapat meningkatkan pertambahan bobot badan kambing gembrong sebesar 48,81 gr/ekor/hari.

Page 1 of 3 | Total Record : 21