cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2016)" : 18 Documents clear
PENGARUH ADITIF JUS DAUN PEPAYA YANG DIFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP OFFAL EKSTERNAL AYAM KAMPUNG Hariyuda I G.P.A.; Siti N W.; Ardika I N.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.224 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat offal eksternal ayam kampung yang diberi ransum mengandung jus daun pepaya yang difermentasi. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 ekor ayam kampung unsexing umur empat  minggu dengan berat badan awal 104,99±34,70 g. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat kelompok sebagai ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Keempat perlakuan tersebut adalah: A = 70% ransum komersial + 30% dedak jagung sebagai kontrol, B = ransum A + 8% jus daun pepaya yang difermentasi, C = ransum A + 12% jus daun pepaya yang difermentasi, dan D = ransum A + 16% jus daun pepaya yang difermentasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kepala, bulu, darah dan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kepala, bulu dan darah cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya level jus daun pepaya yang difermentasi namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Berat kaki pada perlakuan D nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 16% dari jus daun pepaya yang difermentsi dapat meningkat berat kaki ayam kampung.
KAJIAN PEMBERIAN KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP NON KARKAS DAN DAGING GIBLET ITIK BALI UMUR 22 MINGGU Riadiantara I W.S.; Yadnya T.G.B.; Trisnadewi A.A.A.S.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terfermentasi dalam ransum terhadap non karkas dan daging giblet itik bali umur 22 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar selama 10 minggu. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu perlakuan A: ransum tanpa kulit ubi jalar ungu sebagai kontrol., B: ransum 10% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi., C: ransum 10% kulit ubi jalar ungu terfermentasi., D: ransum 20% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi dan E: ransum 20% kulit ubi jalar ungu terfermentasi, masing – masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dan setiap ulangan menggunakan lima ekor itik bali umur 12 minggu dengan rata – rata bobot awal berkisar 866,6 ± 67,06 gram. Variabel yang diamati bobot potong, bobot non karkas, persentase non karkas dan daging giblet meliputi bobot hati, jantung, empedal dan daging giblet serta persentase hati, jantung, empedal dan daging giblet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ransum yang mengandung 10% dan 20% kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terfermentasi dan tanpa fermentasi secara statistik berbeda tidak  nyata terhadap bobot potong, bobot non karkas, dan persentase non karkas dibandingkan dengan pemberian perlakuan kontrol (A). Secara satatistik pemberian perlakuan C, D dan E dapat meningkatkan bobot hati dan daging giblet, serta daging empedal dapat ditingkatkan dengan pemberian perlakuan E, namun pemberian perlakuan B menunjukkan berbeda tidak nyata dibandingkan dengan kontrol (A).  Pada pemberian perlakuan B, C, D dan E tidak berpengaruh terhadap persentase hati, jantung, empedal dan daging giblet, kecuali pada perlakuan D berpengaruh terhadap persentase hati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 10% dan 20% kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) tanpa terfermentasi  atau terfermentasi tidak berpengaruh  terhadap bobot non karkas tetapi berpengaruh terhadap daging giblet, kecuali pada pemberian 10% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi (B).
Cover dan Bagian Depan eJPT Vol. 4 No. 3 Tahun 2016 Tim Penyusun eJPT 2016
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover dan Bagian Depan eJPT Vol. 4 No. 3 Tahun 2016
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG DARI KELOMPOK PETERNAK AYAM BURAS MERTASARI DI KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG Adnyana K.B; Dewi G.A.M.K; Wirapartha M
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas telur ayam kampung dari kelompok peternak ayam buras mertasari Abiansemal Badung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan selama 1 bulan. Penelitian ini menggunakan sampel telur ayam kampung sebanyak 60 butir. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu penyimpanan 0 hari, penyimpanan selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari disimpan pada suhu kamar rata-rata 250C  dan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati pada uji kualitas telur adalah ; berat telur, indeks bentuk telur, tebal kulit telur, berat kulit telur, warna kuning telur, Haugh Unit telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna kuning telur dan Haugh Unit telur. Sedangkan terhadap berat telur, indeks bentuk telur, berat kulit telur dan tebal kulit telur tidak menunjukan perbedaan yang nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyimpanan telur ayam kampung yang dipelihara dari kelompok peternak ayam buras Mertasari Abiansemal Badung yang disimpan selama 7, 14 dan 21 hari masih memiliki kualitas internal yang baik berdasarkan nilai HU 72,68 tergolong kualitas AA.
PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS BROILER Diatmika I P.W.; Partama I B.G.; Bidura I G.N.G.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ampas tahu terfermentasi probiotik dalam ransum terhadap performans  broiler. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu: ayam yang diberi ransum tanpa ampas tahu terfermentasi oleh khamir Saccharomyces cerevisiae sebagai kontrol (A), ayam yang diberi ransum dengan ampas tahu 5% yang terfermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae (B) dan ayam yang diberi ransum dengan 10% ampas tahu yang terfermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae (C). Setiap perlakuan dilakukan enam kali ulangan dan tiap unit percobaan menggunakan 4 ekor ayam broiler dengan bobot badan homogen, sehingga terdapat 18 unit percobaan dan jumlah keseluruhan  ayam yang digunakan adalah 72 ekor. Variabel yang diamati adalah bobot badan akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konsumsi air minum dan “feed convertion ratio” (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan 5% ampas tahu terfermentasi oleh probiotik dan ransum dengan 10% ampas tahu terfermantasi oleh probiotik berbeda nyata (P<0,05) dapat meningkatkan bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan FCR ayam broiler umur 1-42 hari. Ransum dengan 5% ampas tahu terfermentasi oleh probiotik dan ransum dengan 10% ampas tahu terfermentasi oleh probiotik berbeda tidak nyata (P>0,05) dapat meningkatkan konsumsi ransum dan konsumsi air minum ayam broiler umur 1-42 hari. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian 5%-10% ampas tahu terfermentasi oleh probiotik dapat meningkatkan bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum broiler
EVALUASI DAYA SIMPAN DAGING DARI SAPI BALI YANG DIGEMBALAKAN DI AREA TPA DESA PEDUNGAN, DENPASAR SELATAN Samudra I W. G. A.; I N. T. Ariana; S. A. Lindawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research were to determine the microbial profile and storability of beef which cattle grazing at landfill area (T1). The object of this research was bali cattle that looked after at TPA Pedungan Village, South Denpasar. This research was carried out for 2 months, in Wayan Sija’s traditional abatoar located at Banjar Bersih, Darmasaba Village and microbiology test in Product Technology and Microbiology, Faculty of Animal Science, Udayana University. This research used a Completely Randomized Design (CRD) by two treatments with six repitations. The results of the research showed that microbial profile TPC unsignificant difference (P>0.05), Coliform and E.coli bacteria showed a significant difference (P<0.05) between T1 and T0. Observations storability at 0 hour showed unsignificant results (P>0.05), but observations next 2 hours, 4 hours, 6 hours, 8 hours and 10 hours showed a significant difference (P<0.05) , Conclusions of this research showed that the microbial profile TPC between Ti and T0 is higher but still at the threshold of food safety, while Coliform and E.coli between T0 and T1 is same contamine of patoghen microbial. Storability of T1 is only 10 hours while T0 is12 hours.  
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN Indigofera zollingeriana PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK FOSFAT Setyawan Y.; Roni N G.K.; Kusumawati N N.C.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi Indigofera  zollingeriana pada dosis pupuk fosfat 50, 100, 150 dan 200 kg/ha, dilakukan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan  Universitas Udayana, Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Denpasar, selama 15 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dosis pupuk fosfat dengan 5 kali ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Kelima perlakuan tersebut adalah  P0 (0 kg/ha), P1 (50 kg/ha), P2 (100 kg/ha), P3 (150 kg/ha) dan P4 (200 kg/ha). Variabel yang diamati antara lain variabel pertumbuhan, variabel produksi dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk fosfat SP-36 tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Indigofera zollingeriana, tetapi berpengaruh terhadap produksi berat kering akar dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar tanaman. Pupuk fosfat dengan dosis 50 kg/ha menghasilkan produksi berat kering akar paling tinggi.
Panduan Bagi Penulis Tim Penyusun eJPT 2016
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Page 2 of 2 | Total Record : 18