cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Political Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Rekrutmen Politik Calon Legislatif Perempuan Di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah Pada Pemilu 2019 Basri, Hasan; Lestari, Puji
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji rekrutmen politik calon legislatif perempuan di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah pada pemilu 2019 dan mengkaji strategi Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah untuk mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah dalam melaksanakan rekrutmen politik calon anggota legislatif, Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah membentuk Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah dalam melakukan rekrutmen politik, menggunakan mekanisme rekrutmen terbuka. Rekrutmen anggota legislatif di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah mencakup tiga tahapan, yaitu tahap penjaringan calon anggota legislatif, tahap penyaringan calon anggota legislatif, dan tahap penetapan calon anggota legislatif. Strategi Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah untuk mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan tersebut, yaitu (1) Memaksimalkan ketentuan mengenai keterwakilan perempuan, (2) Mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan melalui aturan partai, (3) Mengutamakan kader partai dalam rekrutmen calon legislatif perempuan, (4) Menjaring calon legislatif perempuan yang memiliki pengalaman organisasi, (5) Memaksimalkan DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah dalam rekrutmen calon legislatif perempuan, (6) Menggandeng NU dalam proses rekrutmen calon legislatif perempuan.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cilacap Prabowo, Machruf; Handoyo, Eko
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk secara tidak langsung mempengaruhi jumlah kebutuhan terhadap tanah. Penggunaan dan perubahan lahan di Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap lahan. Penggunaan lahan sering kali terjadi untuk perumahan, pembangunan dan perkembangan ekonomi juga sarana prasarana. Dalam hal ini Pemerintah Daerah melalui Perda RTRW No. 9 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cilacap, memiliki peran dalam mengatur dan mengendalikan penggunaan lahan pertanian dengan tujuan menekan fenomena alih fungsi lahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa perkembangan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian masih kerap sekali terjadi dan Peraturan Daerah yang ada belum diterapkan secara efektif. Efektifitas instrumen implementasi pengendalian alih fungsi lahan masih belum berjalan secara optimal dan belum sesuai dengan rancangan dan tujuan Kabupaten Cilacap yang ada di dalam peraturan daerah. Population enhancement affects the amount of land needs indirectly. The use and change of land in Cilacap are increasing along with the needs. It happens almost for housing, constructing, economic, and infrastructure development. In this case, Local government in local regulation RTRW Number 9 of 2011 concerning the spatial plan of Cilacap district has a role in regulating and controlling the use of conversion in Cilacap with the target to suppress the phenomenon happened. This study used a qualitative method with a descriptive approach. In this study, the result showed the development of conversion still happened and the local regulation is not implemented effectively. Besides, the effectiveness of the instrument for controlling the conversion did not run optimally and not fit yet with the plan and purpose in local regulation of Cilacap.
Implementasi Program Desa Online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (Si Dokar) di Tiga Desa Kabupaten Kendal Lestari, Nurul Alam; Arumsari, Nugraheni
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) merupakan sebuah kebijakan publik sebagai upaya memberikan kemudahan bagi Pemerintah Desa dan akses informasi kepada masyarakat. Pemerintah Desa sebagai pelaksana diharapkan dapat mengimplementasikan program tersebut secara efektif dan optimal. Untuk melihat realitas implementasi, peneliti mengambil study di tiga desa Kabupaten Kendal yaitu: 1) Desa Kumpulrejo, Desa Cepiring, 3) Desa Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) di tiga Desa Kabupaten Kendal, serta faktor penghambatnya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Uji keabsahan menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) di tiga Desa Kabupaten Kendal dilaksanakan melalui tiga tahap implementasi yaitu: a) persiapan, b) implementasi, c) monitoring. Faktor penghambat meliputi: a) permasalahan jaringan internet, b) kurangnya sumber daya manusia, c) pembagian kerja yang belum merata. The online village program through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) is a public policy in an effort to provide convenience for the Village Government and access to information to the community. The village government as the implementer is expected to implement the program effectively and optimally. To see the reality of the implementation, researchers took a study in three kendal villages, namely: 1) Kumpulrejo Village, Cepiring Village, 3) Karanganyar Village. The purpose of this research is to find out the implementation of online village programs through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) in three Kendal Regency Villages, as well as the inhibition factors. This research uses qualitative research method. Data collection techniques used: interviews, observations, and documentation. There are two data sources, primary and secondary. Test validity using triangulation techniques. Data analysis techniques used are interactive models through data collection, data reduction, data presentation, and inference. Research results: 1) implementation of online village programs through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) in three Kendal Regency Villages is carried out through three stages of implementation, namely: a) preparation, b) implementation, c) monitoring, 2) inhibitory factors including: a) internet network problems, b) lack of human resources, c) uneven division of work.
Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur sebagai Lembaga Independen dalam Penyelesaian Pelanggaran Siaran Setiawan, Andi; Fajar, M Khablul
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah lembaga independen di Indonesia yang mempunyai kewenangan sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran Indonesia. Sebagai lembaga pengawas penyiaran, KPI berwenang memberikan teguran atau peringatan kepada media yang menayangkan siaran-siaran yang tidak layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat. Dewasa ini banyak sekali siaran-siaran yang tidak layak untuk ditonton terutama bagi anak-anak, karena siaran tersebut tidak mendidik. Untuk itu perlu adanya pengawasan oleh KPI agar siaran-siaran tersebut layak untuk ditonton. Untuk memaksimalkan kinerjanya di tingkat daerah maka dibentuk KPID. KPID dibentuk di wilayah provinsi untuk mengawasai tayangan-tayangan di wilayah tersebut. KPI dan KPID dalam menjalankan tugasnya membuat regulasi berupa Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar program Siaran. Tujuan dibuatnya regulasi tersebut guna menegakkan aturan mengenai pelanggaran program siaran yang merusak nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan konsep monitoing guna melihat peran yang dilakukan oleh KPID dalam menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan media di wilayah Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah KPID telah berupaya mengawasi lembaga penyiaran yang berpedoman kepada P3SPS dengan tujuan untuk membekali lembaga penyiaran agar tetap menayangkan siaran yang sehat dan tentu saja yang berkualitas Kata Kunci: KPI, Lembaga Independen, Monitoring, Siaran
Kampanye Politik melalui Media Sosial pada Pemilu Legisatif 2014 di Kota Pekalongan Rusda, Aisya; Ngabiyanto, Ngabiyanto; Munandar, Moh. Aris
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19828

Abstract

Election have relationship to close with political campaign. In 2014 legislative election, political campaign not only did with face to face system expect for began to use a new tool such as trough with social media. In the Pekalongan city, some people make use of social media via gadget smartphone as well as computer. So campaign via social media capable embed influence in Pekalongan city. Issues who examine in this research: (1) How implementation political campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city. (2) How effectivity political campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city. (3) What support factor and resistor political campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city. The purpose of research is to be know implementation of political campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city. Method of research is qualitative. Sorting data with interview and documentation. Legality testing data with trianggulasi technique. Result in this research are as follow; (1) Implementation political campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city are did with some candidate with kind social media Facebook and YouTube. a campaign message to be delivered on posts with form submission vision and mission ideas and program ideas, activity photo and politic issue who then forming an image. (2) Effectivity campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city ablity of candidate only extent interesting a user social media but not to be effective with affecting publicly listed the candidates. (3) Factor booster politic campaign with social media on legislative election 2014 in Pekalongan city is: a) gadget and internet, b) the ablity a candidate with using social media, and c) bearer of political party.
Pelaksanaan Program Cygos (Cyber Government Semarang) Sebagai Penunjang Pelayanan Publik di Kota Semarang Firmansah, Ardhi
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19833

Abstract

Currently the technology has developed rapidly, especially internet access technology. Semarang City Government to respond to input from the community and then create a program Cyber Government Semarang to reach the needs of the community in the form of information and administrative services. The purpose of this study are: to describe the implementation of the program CyGoS as supporting public service with reference to the theory of EGovernment implementation by Sharon S.Dawes, describes a model of political communication Semarang government in implementation CyGoS terms of political communication theory, analyzing the perception of the public about the program CyGoS use the theory of public service Groonroos. Results from this study that uses qualitative methodology to conduct research observation section PDE (Electronic Data Processing) Semarang government and conducted interviews to Dr.Ir.NanaStorada, SE.MM as Head. PDE generate some information that answers the following research: a description of the program, carried out political communication and public perception regarding the program. Expected results of this study can serve as a reference as an evaluation of the government for public services based on information technology and communications in the city of Semarang optimized so as to create good public service in Semarang City Government.
Gerakan Dakwah sebagai Sistem Kaderisasi Partai Keadilan Sejahtera Tunjungsari, Arima Ratih; Lestari, Puji; Sumarno, Sumarno
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19834

Abstract

All of political parties need cadre recruitment processes to continue the regeneration leadership of their party, each member of candidate cadre have to follow selection to be the cadre. After the candidate cadre passes the selection, those members have to follow regeneration process which is done by politic party on implementation function of political education. By that cadre system, the leader or manager party has assessment about cadres which eventually it will be recommended to be candidate who represent their party on government positions. The research method applied in this study is descriptive qualitative. The data source consists of primary data and secondary data. The techniques of collecting data are interviewing, observation and documentation. The writer uses triangulation technique to prove the validity of the data. Data analysis can be illustrated into some steps, there are collecting data, reduction data, presentation data, and drawing conclusion or verification. The research shows that Partai Keadilan Sejahtera is political party which declares that their selves as da’wah party, it is also applied on the regeneration process. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) is religious, the implementation of their cadre is done by some activities which usually related with the party, there are using some coaching, recitation, routine ta’lim, champing, seminar, dauroh and the other meeting. Regeneration process of PKS party is done officially by leadership of the party from twig until center, this formal recruitment process constitutes the tool of cadre founding and ladder to them who will implicate on distribution character and structural position in PKS. Coaching which is done by PKS uses steps by steps or hierarchy, there are first ta’rif is introduction process. Second, taqwin is character development and Muslim lesson internalization. Third, tanfidz is the steps of da’wah work realization. Output is hoped from that tarbiyah movement is the cadre has da’wah skill with capacity adequately will emerge.
Marketing Politik Pasangan Hendrar Prihadi – Hevarita Gunaryanti Rahayu Dalam Pilkada Tahun 2015 Di Kota Semarang Larasanti, Firna; Susanti, Martien Herna; Suhardiyanto, Andi
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19851

Abstract

Political marketing are all means used in political campaigns to influence voters' choices. The purpose of this study was to determine: 1) Political marketing applying pair Hendi - Ita in the elections of 2015 in the city of Semarang. 2) Supporting and inhibiting factors. Test the validity of the data using triangulation. Data analysis was performed through four grooves namely the collection, reduction, presentation and verification of data. The results showed that 1) Pair-ita Hendi can apply with good political marketing. This is evidenced in which the couple did not take a long time and is difficult to embed the political image as the figure that has been known by the public. The images-images that are sold in the nomination, campaign and political promises. 2) The supporting factors that figure and track record, the incumbent, the bearer party support for the winning team and a team of volunteers, to build a network-based organization and network with community leaders. Whereas the inhibiting factor that is limiting the open campaign. The proposed recommendation is 1) The election of pair-Ita Hendi as Mayor and Deputy Mayor of Semarang from 2015 to 2020 they had to run what has been promised. 2) Need to political education for the community that pilihanya according to the thinking and logical consideration.
Sikap Politik Petani dalam Pilkada Kabupaten Semarang 2015 di Kelurahan Pringapus Kecamatan Pringapus Ladini, Malisa
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19853

Abstract

Political farmers in the elections of 2015 in Semarang Sub District Pringapus reflect developments in the political consciousness. This study aimed to political attitudes of farmers in the village Pringapus in the elections of 2015 to the Semarang political parties/coalition of political parties and candidates stretcher couple Cabup/regent. The study used a qualitative approach, the research background Pringapus Village, the focus of research in political attitudes of farmers towards political parties/coalition of political parties and candidates stretcher couple Cabup/regent, the primary data source for farmers, Team Winning Candidate 1, Candidate 2 Success Team, secondary data is written and photographs data collection techniques of observation, documentation, interviews with technical validity of the data triangulation techniques, triangulation, data analysis techniques interactions. The results that the farmers in the village Pringapus active in Farmers have a political stance against the political parties/coalition of political parties and candidates stretcher couple Cabu/regent in the elections of 2015 Semarang better knowledge and understanding of the political parties Cabup/regent, his emotions like the political parties and Cabup/regent, and conative choose political parties and Cabup/cawabup cares farmers, but the farmers who are not active in the farmers Group has a political stance worse, yet his knowledge and understanding of the political parties Cabup/regent, his emotions did not like the performance of political parties and Cabup/regent, conative and confusion. Saran, the need for a more intense approach of Political Parties and Candidates Regent/Vice Regent of the peasantry.
Interaksi Simbolik dalam Budaya Ngarot Masyarakat Desa Jambak Kecamatan Ciedung Kabupetan Indramayu Yasin, Moch. Fikri; Priyanto, AT. Sugeng; Setiajid, Setiajid
Unnes Political Science Journal Vol 1 No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v1i1.19855

Abstract

Budaya ngarot adalah salah satu upacara adat di Desa Jambak yang masih sangat dipercayai dan selalu dilestarikan. Kebudayaan ngarot ini merupakan sarana pewarisan nilai-nilai luhur dan sistem pertanian melalui seni pertunjukkan tradisional. Dengan adanya budaya ngarot ini generasi muda selanjutnya dapat terus melestarikan dan memahami nilai yang terkandung dalam budaya ngarot. Mitos terkait budaya ngarot yaitu pada dasarnya adalah kegiatan hiburan di mana diawali dengan adanya kegiatan para pemuda yang menanami sawah desa secara bergotong royong pada siang hari dan kemudian pada malam hari diadakan sebuah hiburan untuk mengobati rasa lelah di siang hari kegiatan ini diadakan untuk menyambut musim tanam tiba. (2) Interaksi simbolik terjadi selama rangkaian kegiatan upacara adat ngarot meliputi iring-iringan pengantin cilik, persembahan tarian topeng, dan hiburan rakyat. Interaksi simbolik dalam budaya ngarot berupa pertukaran simbol. Benda simbolis tersebut meliputi riasan bunga kepala kasinoman perempuan, perhiasan emas, busana kasinoman perempuan, keris yang dibawa kasinoman laki-laki, bibit padi, bambu, kendi, daun pohon, saweran kepada penari topeng. Saran yang peneliti rekomendasikan adalah (1) Kepada Kepala Desa Jambak, Tokoh Agama/masyarakat, dan sesepuh desa untuk lebih memperhatikan ngarot sehingga ngarot yang dilaksanakan menjadi lebih bermakna dan tata kegiatan serta pelaksanaannya dapat lebih tradisional sesuai ngarot yang terdahulu. (2) Kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu diharapkan adanya dukungan baik pendanaan maupun pembinaan serta perhatian lebih agar ngarot dapat terus dilestarikan.

Page 6 of 15 | Total Record : 143